Anda di halaman 1dari 15

KOMUNIKASI

KULIAH KE -11 ( Faktor pendukung memperlancar komunikasi )


MATA KULIAH PENGEMBANGAN KARAKTER II

Pertemuan
ke
1

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Pengembangan diri

2
3

Arah pengembangan diri


Tokoh - tokoh panutan

Pengembangan skill / keahlian

5
6

Motivasi berprestasi
Kemandirian

Kemandirian

8
9

Kematangan kedewasaan (EQ = Emotional


Quotien)
Kematangan kedewasaan (EQ = Emotional
Quotien)

10

Komunikasi

11

Komunikasi

12
13

Komunikasi
Promosi diri

14

Promosi diri

Konsep pengembangan diri, pentingnya pengembangan diri menjadi


pribadi bermartabat, terhormat, bermanfaat
Vertikal dan horizontal : Pencipta dan sesama manusia
Membedah karakter tokoh-tokoh panutan : Bidang keagamaan, Bidang
Profesi dan Bidang kepahlawanan dengan pemaparan karakter ungulan
dan kepemimpinannya
Profesionalisme, pentingnya pendidikan, pengajaran untuk penguasaan
skill
Nilai-nilai positif prestasi terhadap harga diri, reputasi dan kesejahteraan
Kekuatan pribadi dan independen sehingga menjadi pribadi yang tangguh

Peningkatan peran /tanggung jawab terhadap


profesionalisme

UJIAN TENGAH SEMESTER


Defenisi kematangan dan tolok ukur yang dapat digunakan
Pengendalian emosi destruktif, maksimalisasi energi positif

Bentuk-bentuk komunikasi verbal, tulisan dengan sesama makhluk hidup

Supporting faktor / faktor pendukung untuk memperlancar


komunikasi
Faktor -faktor yang bersifat menghambat komunikasi
Mempergunakan potensi diri untuk dapat berkarya dalam beraneka
profesi
Perjuangan menjadi pribadi dengan nilai tambah, bermanfaat bagi sesama
dan lingkungan
UJIAN AKHIR SEMESTER

KOMUNIKASI

Komunikasi dan kehidupan merupakan dua hal yang tidak dapat


dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Komunikasi berperan penting dalam perkembangan manusia dari
zaman ke zaman. Bahkan komunikasi sudah dimulai sejak lahir.
Komunikasi menurut McCubbin dan Dahl (1985) mendefinisikan
komunikasi sebagai suatu proses tukar-menukar perasaan,
keinginan, kebutuhan dan pendapat.
Dengan komunikasi manusia dapat bersosialisasi satu dengan yang
lainnya baik secara verbal maupun non verbal.
Komunikasi menjadi media bagi manusia dalam berinteraksi.
Komunikasi juga yang membantu manusia menyampaikan aspirasi,
ide dan gagasan sebagai makhluk sosial.

KOMUNIKASI

Faktor pendukung agar dapat berkomunikasi dengan baik dan


lancar, diperlukan :

ketrampilan dalam berkomunikasi baik dengan mendengarkan,


menulis dan berbicara yang sudah diajarkan kepada manusia sejak
dari lahir.

Begitu banyak faktor yang dapat memberi kesan pada


komunikasi atau seperti memberi aksen terhadap penyampaian
pesan dalam komunikasi sehingga dalam proses komunikasi itu
terdapat :

Faktor-faktor yang menghambat maupun membantu


memperlancar proses berkomunikasi.

Faktor memperlancar komunikasi


Faktor yang memperlancar komunikasi ( Ririn Andarini )
yaitu:
Saling

membutuhkan
Menggunakan media
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan
dimengerti
Menggunakan bahasa isyarat (komunikasi non verbal)
Waktu yang cukup
Menguasai metode penyampaian

KOMUNIKASI

Setiap individu memiliki pandangan yang berbeda-beda.


Oleh karena itu setiap individu akan memiliki penafsiran yang
berbeda mengenai pesan dari komunikasi tersebut.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses komunikasi
(Potter & Perry, 1987) :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Persepsi
Nilai
Emosi
Latar belakang sosial budaya
Pengetahuan
Pola dan peran

Faktor Mempengaruhi Komunikasi

Persepsi merupakan pantulan perasaan jiwa seseorang


terhadap yang terjadi dilingkungannya, baik dari individu yang
bersangkutan maupun yang diluar dirinya.
Nilai yaitu keyakinan seseorang mengenai ide atau tingkah laku.
Emosi yang bisa mempengaruhi jalannya komunikasi dimaknai
sebagai pandangan subjektif seseorang.
Latar belakang sosial budaya. Budaya yang mereka miliki akan
membentuk pandangan umum dan persepsi mengenai tempat
tinggal mereka.
Pengetahuan seseorang sangat menentukan keberhasilan sukses
atau tidaknya komunikasi.
Pola dan peran masing-masing individu tersebut.

KOMUNIKASI EFEKTIF

Untuk mencapai komunikasi yang efektif perlu diperhatikan


juga faktor-faktor yang mempengaruhi.

Adapun faktor yang mempengaruhi (Onong Ichjana


Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan praktek, CV. Remaja
Karya, Bandung. 1985) adalah sebagai berikut :
Komunikasi harus tepat waktu dan tepat sasaran,
Komunikasi harus lengkap,
Komunikasi perlu memperhatikan situasi dan kondisi,
Komunikasi perlu menghindarkan kata-kata yang tidak
enak, dan adanya persuasi dalam komunikasi

KOMUNIKASI EFEKTIF

Proses terjalinnya suatu komunikasi sangat dipengaruhi oleh


berbagai faktor yang dapat mempengaruhi isi dan penyampaian
dari pengirim pesan kepada penerima pesan.
Faktor tersebut juga bisa ada yang mempermudah terjalinnya
komunikasi ada juga yang menghambat terjalinnya komunikasi.
Tinjauan faktor nilai dan budaya dalam masyarakat menjadi
aturan bagi penyelenggaraan komunikasi itu sendiri.
Budaya mengatur bahasa yang digunakan sebagai salah satu alat
komunikasi dan mengatur penggunaan teknik non formal dalam
komunikasi.
Adat dan nilai mengatur hubungan individu ketika melakukan
komunikasi.

KOMUNIKASI EFEKTIF

Selain budaya, ada juga cara non verbal yang sudah tidak
relevan seiring dengan perkembangan dan kemajuan dunia
seperti ;
Cara berbicara kepada orangtua, didalam kebiasaan suku jawa
tidak boleh menatap matanya.
Didalam suku Karo, menantu perempuan tidak dapat berbicara
dengan mertua laki laki., dll.

KOMUNIKASI EFEKTIF
Agar komunikasi bisa efektif, ada 7 faktor yang harus diperhatikan
(the seven communication) menurut Scott M. Cultip & Allen H.
Center dalam bukunya Effective Public Relations, adalah sebagai
berikut:
a.Credibility (Kepercayaan)
Dalam komunikasi antara komunikator dan komunikan harus
saling mempercayai, kalau tidak ada unsur saling mempercayai,
komunikasi tidak akan berhasil, karena dengan tidak adanya rasa
saling percaya akan menghambat komunikasi.
b.Context (perhubungan/ pertalian)
Keberhasilan komunikasi berhubungan erat dengan situasi kondisi
lingkungan saat komunikasi berlangsung.

KOMUNIKASI EFEKTIF
c.Content (isi)
Komunikasi harus dapat menimbulkan kepuasan antara kedua belah
pihak, kepuasan ini akan tercapai apabila isi berita dapat dimengerti
oleh pihak komunikasi dan sebaliknya pihak komunikan mau
memberikan reaksi atau respons kepada pihak komunikator.
d.Clarity (kejelasan)
Kejelasan yang meliputi kejelasan isi berita, kejelasan tujuan yang
hendak dicapai, kejelasan istilah-istilah yang digunakan dalam
menggunakan lambang-lambang.
e.Continuity and consistency (kesinambungan dan konsisten)
Komunikasi harus dilakukan secara terus menerus dan informasi yang
disampaikan jangan bertentangan dengan informasi terdahulu
(konsisten).

KOMUNIKASI EFEKTIF
f.Capability of audience (kemampuan pihak penerima
berita)
Pengiriman berita harus disesuaikan dengan kemampuan
dan pengetahuan pihak penerima berita, jangan
menggunakan istilah-istilah yang mungkin tidak dimengerti
oleh penerima berita.
g.Channels of distribution (saluran pengiriman berita)
Agar komunikasi berhasil, hendaknya dipakai saluransaluran komunikasi yang sudah biasa digunakan dan sudah
dikenal oleh umum. Misal: media cetak, televisi dan
telepon.

Komunikasi Lancar

Dari sisi Komunikator :

Kecakapan Komunikator
Pengetahuan
Sikap
Kondisi Lahiriah
Sistem Sosial

Dari sisi Komunikan :

Cakap
Pengetahuan
Ramah
Kondisi Lahiriah
Sistem Sosial