Anda di halaman 1dari 5

PEMERIKSAAN DARAH RUTIN/DARAH LENGKAP

A. PENDAHULUAN
- Adalah beberapa macam pemeriksaan darah yang dianggap awal atau dasar
dari pemeriksaan selanjutnya yang belum dapat dipakai untuk menegakkan
diagnosa.
- Jenis pemeriksaan darah rutin meliputi :
1. Pemeriksaan kadar Hemoglobin.
2. Pemeriksaan jumlah lekosit.
3. Pemeriksaan jumlah trombosit.
4. Pemeriksaan LED.
5. Pemeriksaan hematokrit.
6. Pemeriksaan hitung jenis lekosit.
B. JENIS PEMERIKSAAN DARAH RUTIN
1. Pemeriksaan kadar Hemoglobin.
- Hemoglobin adalah zat merah pada darah yang mengandung metaloprotein
(protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah.
Kadar hemoglobin normal dalam darah manuusia antara lain adalah :
Bayi yang baru lahir = 17 22 gm
Anak-anak = 11 13 gm
Pria dewasa = 14 18 gm
Wanita dewasa = 12 16 gm
Pria lansia = 12.4 14.9 gm
Wanita lansia = 11.7 13.8 gm

HEMOGLOBIN RENDAH
Jika Anda tidak memiliki kadar hemoglobin normal atau kadar hemoglobin Anda
rendah, hasil tes darah dapat diketahui. Dalam banyak kasus, kekurangan
hemoglobin yang hanya sedikit lebih rendah dari kadar hemoglobin normal, tidak
dianggap berbahaya dan tidak menimbulkan gejala. Penyebab hemoglobin rendah
juga bisa disebabkan oleh kelainan atau penyakit. Dalam situasi ini, jumlah
hemoglobin yang rendah juga disebut sebagai anemia. Kadar hemoglobin
biasanya rendah Kadar hemoglobin rendah biasanya tidak selalu merupakan tanda
atau gejala penyakit. Ini mungkin normal bagi sebagian orang. Wanita yang sedang
hamil biasanya mengalami kadar hemoglobin rendah.

Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan kadar Hb menurun seperti :


1. Meningkatnya aktivitas fisik
Seseorang yang memiliki berbagai macam aktivitas dapat mengakibatkan tubuh
menjadi kelelahan dan kurang mendapatkan istirahat. Hal ini dapat memicu
penyebab Hb rendah hingga menjadi menurun dalam darah.

2. Dehidrasi
Dehidrasi atau yang biasa dikenal dengan kurangya cairan dalam tubuh dapat
disebabkan oleh berbagai macam aktivitas dan kegiatan berat seperti
berolahraga yang tidak diimbangi asupan cairan yang cukup dalam tubuh. Akibat
kurang minum yang terus menerus dibiarkan dapat mengakibatkan timbulnya
gejala penurunan kadar hemoglobin dalam darah yang ditandai dengan
kelelahan, pusing, mata berkunang-kunang, dan beberapa kondisi lainnya.
3. Kurangnya asupan nutrisi dalam tubuh
Kurangnya kebutuhan nutrisi manusia yang penting dalam tubuh seperti makanan yang
mengandung zat besi, folat, maupun vitamin B12, dapat mengakibatkan meningkatnya resiko
seseorang untuk mengalami gangguan kurang darah. Karena nutrisi-nutrisi tersebut sangat
penting untuk membantu proses pembemtukan sel darah merah dalam tubuh.
4. Kehamilan
Selama kehamilan, seorang wanita sangat rentan mengalami gangguan rendahnya tingkat
hemoglobin dalam darah. Hal ini dikarenakan kurangnya asupan makanan yang mengandung
asam folat dan dalam tubuhnya. Selama 6 bulan pertama kehamilan, bagian cairan darah
wanita (plasma) membutuhkan peningkatan jumlah sell darah merah dengan lebih cepat. Ini
dapat mengencerkan darah dan dapat menjadi penyebab hb rendah pada ibu hamil menjadi
menurun. Untuk itu sebaiknya ia segera melakukan konsultasi dengan dokter atau tenaga
medis untuk mengatasi kondisi tersebut, karena jika tidak hal itu akan mengancam jiwa calon
ibu dan juga perkembangan janin.
5. Pendarahan
Terjadinya perdarahan serius seperti yang terjadi pada kasus wasir berdarah, operasi,
kecelakaan, proses persalinan, menstruasi, dan sebagainya dapat mengakibatkan penurunan
tingkat hemoglobin dalam darah.
6. Infeksi penyakit tertentu
Beberapa jenis penyakit kronis yang disebabkan oleh adanya infeksi baik itu infeksi virus,
infeksi bakteri, maupun infeksi karena mikroorganisme lainnya seperti pada penderita gagal
ginjal, kanker, penyakit autoimune, infeksi usus, maupun berbagai jenis penyakit lainnya dapat
menjadi penyebab menurunnya kadar hemoglobin dalam darah. Hal ini dikarenakan penyakit
tersebut membuat tubuh kesulitan untuk memproduksi sel-sel darah merah.
7. Penggunaan obat-obatan tertentu
Beberapa jenis penggunaan obat-obatan seperti obat-obatan untuk kemoterapi maupun
prosedur radiasi dengan menggunakan sinar X memiliki efek penurunan kadar hemoglobin (hb)
dalam darah pasien. Penggunaan obat-obatan tersebut dapat merusak sumsum tulang atau
merusak kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika sumsum
tulang rusak, maka ia tidak dapat membuat sel-sel darah merah dengan cepat untuk
menggantikan sel-sel darah yang telah mati atau rusak.

8. Ketidakseimbangan hormon
Tubuh seseorang membutuhkan hormon erythropoietin untuk membantu produksi sel-sel darah
merah. Hormon inilah yang dapat merangsang sumsum tulang untuk membuat sel-sel darah
merah. Seseorang yang memiliki tingkat rendah hormon ini dapat menyebabkan gangguan
kesehatan seperti bahaya anemiayang disebabkan oleh rendahnya tingkat hemoglobin dalam
tubuh.
9. Hancurnya sel darah merah dalam tubuh
Faktor-faktor yang dapat menjadi alasan kenapa tubuh menghancurkan terlalu banyak sel
darah merah adalah terjadinya pembesaran limpa. Pada saat terjadi pembesaran limpa dalam
tubuh, maka hal itu dapat menghilangkan lebih banyak sel-sel darah merah lebih dari biasanya.
Hal inilah yang menjadi penyebab hb rendah dalam darah si penderita. Kondisi lain yang dapat
menyebabkan hancurnya sel-sel darah merah dalam tubuh adalah anemia hemolitik, anemia
sel tsabit, maupun kekurangan enzim yang dapat membuat sel-sel darah merah lebih cepat
mati.
Jumlah hemoglobin yang rendah berhubungan dengan penyakit
Jumlah hemoglobin yang rendah juga dapat dikaitkan dengan banyak penyakit dan kondisi
yang menyebabkan tubuh Anda memiliki terlalu sedikit sel darah merah. Hal ini dapat terjadi jika
tubuh Anda memproduksi sel darah merah lebih sedikit dari normal, jika tubuh Anda
menghancurkan sel-sel darah merah lebih cepat dari yang dapat dihasilkan, atau jika Anda
mengalami kehilangan darah.
Penyakit dan kondisi yang menyebabkan tubuh menghasilkan sel darah merah yang lebih
sedikit dari biasanya meliputi:
1. Anemia aplastik
2. Kanker
3. Obat-obatan tertentu, seperti obat anti retroviral untuk mengobati infeksi HIV dan
kemoterapi untuk kanker dan kondisi lainnya
4. Sirosis
5. Limfoma Hodgkin (penyakit Hodgkin)
6. Hipotiroidisme (gangguan tiroid)
7. Anemia defisiensi besi
8. Penyakit ginjal
9. Keracunan timbal
10. Leukemia
11. Multiple myeloma
12. Sindrom myelodysplastic
13. Anemia defisiensi vitamin

Penyakit dan kondisi yang menyebabkan tubuh Anda menghancurkan sel-sel darah merah lebih
cepat dari yang dapat dihasilkan :
1. Pembesaran limpa
2. Porfiria
3. Anemia sel sabit
4. Thalassemia
5. Vaskulitis
Kadar hemoglobin rendah juga dapat disebabkan oleh kehilangan darah, yang dapat terjadi
karena:
1. Perdarahan dari luka
2. Perdarahan pada pencernaan atau saluran kemih
3. Sering donor darah
4. Periode menstruasi yang berat
5. Mimisan
tanda-tanda dan gejala karena jumlah hemoglobin rendah :
1. Detak jantung lebih cepat dari normal selama latihan atau kegiatan
2. Kelelahan
3. Merasa sesak nafas
4. Kurangnya energi selama beraktivitas yang biasa Anda lakukan
5. Kulit dan gusi pucat
Cara Mengatasi Hb Rendah dalam Darah
Untuk mengatasi gangguan tersebut, diperlukan cara untuk dapat meningkatkan kadar
hemoglobin dalam darah pasien. Berikut langkah-langkah yang dapat diambil untuk
meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah :

Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, asam folat, vitamin C,
dan zat besi seperti bayam, tomat, brokoli, kacang-kacangan, asparagus, jagung, jeruk, anggur,
pisang, jambu biji, pepaya, mangga, dan lain sebagainya
Hindari mengkonsumsi makanan yang dapat yang dapat mempengaruhi penyerapan zat
besi dalam tubuh yaitu makanan kaya serat dan kalsium seperti susu, coklat, minuman yang
mengandungbahaya kafein, dan sebagainya
Menghindari konsumsi obat-obatan yang mengandung antasida maupun fosfat
Beristirahat yang cukup
Melakukan olah raga ringan secara teratur

Hemoglobin Tinggi

Disebut sebagai hemoglobin tinggi bila kadar melebihi 18 gram/dl hal ini biasa terjadi pada
gagal jantung, diare, dehidrasi dan penduduk yang bertempat tinggal di dataran tinggi
(pegunungan). Selama tes darah juga dilakukan pengukuran hematokrit guna mengetahui
tingkat keketalan darah anda sebagai tingkat penyakit yang diderita.
Kasus penyebab hematokrit tinggi lebih dari 55% adalah diare, diabetes mellitus dan ambang
bahaya terjadi ketika Hematokrit mencapai > 60%
Beberapa gejala hemoglobin tinggi antara lain :
1.
Sesak napas
2.
Sakit kepala
3.
Pendarahan, trombosis (pendarahan kecil bisa jadi dibagian yang tidak dapat anda
duga, seperti bibir biasa pada penderita gagal ginjal yang selalu cuci darah dan darahnya
tersebut tidak dapat membeku/ mengental.
4.
Perubahan warna kulit
5.
Dizzines (kepala merasa ringan, tidak stabil dan bergoyang-goyang)
6.
Telinga berdenging
7.
Tanpa gejala
Faktor Penyebab Hemoglobin Tinggi
1. Polisitemia
Peningkatan kadar hemoglobin (peningkatan jumlah sel darah merah) melampui 18 gr/dl, solusi
yang biasa di ambil penderita harus menjalani flebotomi (phlebotomies) atau mengurangi darah.
2. Faktor Ekternal
Penyebab hemoglobin tinggi pada faktor ini memang sulit di analisa, hal ini dapat disebabkan
oleh berbagai keadaan yang mempengaruhinya seperti :
o
Apakah penderita memiliki penyakit ginjal?
o
Perokok
o
Memiliki tekanan darah tinggi (normal 110-160 mmHg dan diastole 70-100 mmHg)
o
Penyakit paru-paru
o
Denyut nadi teratur
o
Apakah penderita pecandu narkoba ?
o
Apakah penderita terkena rabies, HIV, malari, hepatitis ?