Anda di halaman 1dari 2

Dialog Dahsyat di Qailulah

(Serial Sapa Pagi)


Siang itu, saat qailulah (tidur siang menjelang dzuhur), Umar bin Abdul Aziz

hendak merebahkan punggungnya sejenak. Ia belum lama dibaiat sebagai


khalifah. Putranya, Abdul Malik yang masih sangat belia dan dikenal sholih
serta ahli ilmu masuk menemui ayahnya itu, protes.

Abdul Malik berkata, Wahai Amirul Mukminin, apa jawabanmu kelak di


hadapan Rabb mu jika Dia bertanya kepadamu: kamu melihat bidah dan
tidak kamu matikan atau sunnah dan tidak kamu hidupkan?

Umar Bin Abdul Aziz menjawab tenang,Semoga Allah merahmatimu dan


membalas kebaikanmu sebagai anak yang baik. Anakku, sesungguhnya
masyarakatmu dulu telah melakukan semua itu seikat demi seikat hingga
kuat sekali,maka kapanpun kamu hendak mencabutnya dari mereka, aku
khawatir mereka akan membuat gaduh dan pertikaian hingga akan banyak
pertumpahan darah.

Abdul Malik bertanya lagi, Wahai ayah, apa yang menghalangimu untuk
segera menegakkan keadilan seperti yang kau inginkan?

Umar bin Abdul Aziz menjelaskan strateginya, Wahai anakku, sesungguhnya


aku ingin melatih dan mengajak masyarakat sebuah latihan yang sulit. Aku
ingin menghidupkan keadilan, tapi aku akhirkan agar aku bisa
mengeluarkannya bersamaan dengan sifat tamak terhadap dunia. Agar
mereka lari dari ini dan masuk dengan tenang ke ini.

Abdul Malik, Ayah, mengapa kau tidak segera menyelesaikan hal ini? Demi
Allah aku tidak peduli kalaupun aku dan engkau harus direbus demi
kebenaran. Apakah ayah tidur sementara aduan kedzaliman telah antri di
depan pintumu?

Umar bin Abdul Aziz memaparkan perpaduan antara tekad, semangat, dan
bertahap, Jangan terburu-buru anakku, sesungguhnya Allah dalam Al Quran
mencela khmr dua kali dan mengharamkannya pada yang ketiga. Dan aku
takut kalau memaksakan kebenaran ini kepada masyarakat sekaligus,
mereka justru akan menolaknya. Dan ini akan menjadi fitnah.

Wahai anakku, sesungguhnya jiwaku ini adalah kendaraanku. Jika aku tidak
berlemah lembut kepadanya, ia tidak akan menyampaikanku kepada tujuan.
Sesungguhnya jika aku membuat jiwaku dan para stafku lelah, maka itu tidak
berlangsung lama untuk aku jatuh dan merekapun jatuh. Dan sesungguhnya
aku berharap mendapatkan pahala dari tidurku sebagaimana aku
mendapatkan pahala dari keadaanku ketika sedang tidak tidur.
Sesungguhnya jika Allah berkehendak menurunkan Al Quran ini sekaligus,
pasti akan diturunkannya. Tetapi yang diturunkan hanya satu atau dua ayat.
Agar iman tertancap dulu dalam hati-hati mereka.

(Baca ulang dengan teliti kata per katanya. Ini konsep orang besar, untuk
sebuah negeri besar, dengan hasil yang datang dalam waktu yang sangat
sebentar. Pahami dengan baik konsep tadarruj (bertahap) dalam apapun.
Seimbangkan antara semangat yang tinggi, keinginan yang menjulang,
dengan memberikan hak rehat bagi diri dan tim. Semua ini hasil
keseimbangan antara semangat dan ilmu!!!)

Semoga Allah menjaga antum semua...