Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PENGINDRAAN JAUH SINAR TAMPAK

Dosen Pengampu: Prof. Setyo Budi Susilo

Karakteristik dan Spesifikasi Satelite Quickbird

Oleh:
SAIFUL ALIMUDI
NRP. C552140181

MAYOR TEKNOLOGI KELAUTAN


DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
SEKOLAH PASCA SARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

LATAR BELAKANG
Karakter utama dari suatu image (citra) dalam penginderaan jauh adalah adanya rentang
panjang gelombang (wavelength band ) yang dimilikinya. Beberapa radiasi yang bisa dideteksi
dengan sistem penginderaan jarak jauh seperti : radiasi cahaya matahari atau panjang gelombang
dari visible dan near sampai middle infrared, panas atau dari distribusi spasial energi panas
yang dipantulkan permukaan bumi (thermal), serta refleksi gelombang mikro. Setiap material
pada permukaan bumi juga mempunyai reflektansi yang berbeda terhadap cahaya matahari.
Sehingga material-material tersebut akan mempunyai resolusi yang berbeda pada setiap band
panjang gelombang.
Setiap citra memiliki resolusi yang berbeda-beda. Resolusi adalah kemampuan suatu
sistem optik-elektronik untuk membedakan informasi yang secara spasial berdekatan atau secara
spektral mempunyai kemiripan. Dalam pengindraan jauh, dikenal konsep resolusi, yaitu resolusi
spasial, resolusi temporal, resolesi spektral, dan resolusi radiometrik.

Sehingga pengertian

resolusi itu sendiri mencakup beberapa hal :


Ukuran ketelitian data citra satelit

Kemampuan menampilkan sejumlah pixel pada layer tayangan


Kemampuan semua jenis pengindera (lensa, antenna, tayangan, bukaan rana, dll.) untuk
menyajikan citra tertentu dengan tajam. Ukuran dapat dinyatakan dengan baris per mm
atau meter. Pada citra RADAR resolusi biasa dinyatakan dalam lebar pancaran efektif
dan panjang jangkauan. Pada citra infra merah resolusi biasa dinyatakan dalam IFOV.
Resolusi juga dapat dinyatakan dalam perbedaan temperatur atau karakter lain yang
mampu diukur secara fisik (Manual of Remote Sensing)

Dalam memanfaatkan citra satelit penginderaan jauh harus sesuai dengan tujuan penelitian
dan memilih citra satelit yang sesuai. Citra satelit bermacam-macam sesuai dengan spesifikasi,
kekurangan, dan kelebihannya masing-masing, contohnya yaitu citra satelit Landsat, Aster,
NOAA, Ikonos, SPOT, dan Quickbird. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai citra satelit
Quickbird.

2.1 Citra Satelit Quickbird


Quickbird adalah citra satelit resolusi tinggi yang diluncurkan pada tanggal 18 Oktober
2001 di Vanderberg Air Force Base (California). Satelit yang dimiliki dan dioperasikan oleh
DigitalGlobe ini diluncurkan dengan periode orbit 93.5 menit, sun-synchronous pada ketinggian
450 km, sudut inklinasi 97.2, revisit time 1 hingga 4 hari, dan menghasilkan scene dengan
ukuran sekitar 16 km x 16 km.
Citra satelit ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan perencanaan wilayah, seperti
perencanaan prasarana fisik (jaringan jalan, drainase, pipa, listrik, dll) di daerah perkotaan
maupun pedesaan. Quickbird adalah salah satu satelit beresolusi spasial yang tinggi dan dapat
diakses oleh publik. Kita dapat membeli/pesan citra ini untuk lokasi dimanapun di muka bumi,
tetapi tidak termasuk lokasi yang telah dikecualikan oleh perjanjian antara pemerintah suatu
negara dengan provider data utama Quickbird. Biasanya lokasi-lokasi yang dikecualikan adalah
lokasi-lokasi rahasia/sangat penting seperti lokasi militer tertentu atau instalasi
nuclear plant.

Gambar 1. Citra satelir Quickbird


Quickbird memiliki resolusi spasial hingga 60 centimeter dan 2,4 meter untuk
pankromatik dan multispectral, ini adalah resolusi paling tinggi dibandingkan citra satelit
komersial lainnya.

2.2 Spesifikasi Citra satelit Quickbird


Satelit Quickbird memiliki spesifikasi tertentu sebagai berikut:
Band

Keterangan

1
2
3
4
Pan

Biru
Hijau
Merah
NIR
VNIR

Domain
spektral
0.45-0.52 m
0.52-0.60 m
0.63-0.69 m
0.76-0.90 m
0.45-0.90 m

Resolusi
spasial
2.44m-2.88m
2.44m-2.88m
2.44m-2.88m
2.44m-2.88m
0.61m-0.72m

Resolusi
Radiometrik
11-bit/piksel
11-bit/piksel
11-bit/piksel
11-bit/piksel
11-bit/piksel

Tabel 1. Spesifikasi band citra satelit Quickbird

Peluncuran

Orbit
Perekaman per orbit
Lebar sapuan dan
luas area

Ketelitian

Resolusi sensor dan


Spectral Bandwith

Tanggal : 18 Oktober 2001


Range waktu peluncuran : 1851-1906 GTM (1451-1506 EDT)
Roket peluncur : Delta II
Lokasi peluncuran : SLC-2W, Vanderberg Air Force Base,
California
Tinggi : 450 km, 98o, sun-synchronous inclination
Putaran ke lokasi yang sama: 2-4 hari tergantung posisi lintang
Periode orbit : 93.4 menit
~ 128 gigabits (sekitar 57 image are tunggal)
Lebar sapuan : 16.5 kilometer di atas nadir dan kemampuan
sapuan tanah : 544 km di pusat daerah lintasan satelit (hingga ~
30 off-nadir ) daerah yang diamati
Single area : 16.5 km x 16.5 km
Strip : 16.5 km x 115 km
Kesalan radius 23 meter, dan kesalahan linear 17 meter (tanpa
titik kontrol)
Pankromatik
Multispektral
61 cm (2 ft) Ground
2.4 m (8 ft) GSD pada nadir
Sample Distance (GSD)
Blue : 450 520 nm
pada nadir
Green : 520 600 nm
Black & white : 445 s/d
Red : 630 690 nm
90 nm
Near-IR : 760 900 nm
11-bit per pixel

Dynamic range
Kapasitas
128 gigabit
penyimpanan
Dimensi satelit
Bobot : 1050 kg, panjang 3.04 meter (10-ft)
Dengan resolusi spasial yang tinggi, citra satelit Quickbird mmampu menyajikan
penampakan objek cukup ideal dan bisa menampilakn objek hingga skala 1 : 2.500.

Karakteristik
Satelit Quickbird, diluncuran pada bulan Oktober 2001, memperoleh gambar hitam dan
putih dengan resolusi 61 cm dan gambar berwarna (4 band) dengan resolusi 2,44 m
dengan luas permukaan sebesar 16,5 x 16,5 km.
2.3 Resolusi
Untuk lebih mengerti spesifikasi diatas, dibawah ini akan dijelaskan mengenai resolusiresolusi yang terdapat pada citra satelit. Resolusi tersebut berupa Radiometric Resolution,
Spectral Resolution, Spatial Resolution, dan Temporal Resolution.
A. Radiometric Resolution
Berapa banyak bit yang digunakan dalam satu pixel?
Apa arti dari radiometric resolution ini adalah jawaban dari pertanyaan diatas. Semakin
banyak bit -nya maka semakin bagus citra (image) yang kita miliki. Sebagai contoh
gambar dibawah ini:

Gambar 2. Resolusi 8 bits = 256 pixel value (dari 0-255)


Gambar diatas yang terdiri dari 8 bits atau setara dengan ( 2 pangkat 8 ) 256 pixel
value, (atau Digital Number, atau Digital Count atau dikenal juga dengan istilah
grayscale) berarti memiliki gradasi grayscale dari 0 sampai 255

Gambar 3. Resolusi 2 bits


sementara gambar ini, hanya memiliki 2 bits atau setara dengan (22) 4 gradasi warna saja.
B. Spectral Resolution
Berapa banyak wavelength yang dapat di rekord? atau berapa banyak spectral band yang
dimiliki oleh sebuah sensor?
Spectral Resolution biasanya didefinisikan sebagai kemampuan sensor untuk mengisi
kanal yang ada dengan wavelength. Semakin kecil interval kanal (atau semakin banyak
spectral band ) maka spectral resolution akan semakin baik. Contohnya seperti berikut :

Gambar 4. Spectral band


Gambar diatas memberikan kita kejelasan, bahwa gambar pertama hanya
memiliki satu kanal yang terletak pada wavelength 0.4-07 micrometer. Berbeda dengan
gamber dibawahnya, dimana untuk interval wavelength yang sama terdapat 3 kanal, ada

Red, Green dan Blue. Gambar atas memiliki spectral resolusi yang lebih kasar
dibandingkan dengan gambar bawah.
Gambar ilustrasi lainnya seperti dibawah ini : Grafik berikut dibentuk dari
hubungan antara wavelength (x-axis) dan nilai reflectance (y-axis). Garis hitam yang ada
di setiap gambar menunjukkan bagian yang harusnya terekam oleh sensor. Sementara
bagian merah adalah bagian yang berhasil di rekam sensor. Semakin banyak node merah,
maka semakin tinggi spectral resolutionnya.

Gambar 5. Perekaman wavelength pada multispektarl dan hyperspektral


Manfaat yang diperoleh seperti pada gambar dibawah ini. Jika kita menggunakan
sensor yang hanya bisa merekam 3 kanal (lihat ada 3 node merah), maka kita tidak akan
bisa membedakan pineword dan grassland dengan melihat perbedaan nilai reflektannya.

Gambar 6. Sensor
pembaca wavelength
terhadap nilai reflectan
C. Spatial Resolution
Berapa ukuran objek yang bisa diwakili oleh satu pixel?
Semakin kecil objek yang dikenal oleh sensor maka semakin tinggi spatial resolusinya.
Bambar dibwah ini menunjukan dengan jelas perbedaan citra yang memiliki reolusi (0.5
x 0.5m) disbanding dengan citra spasial resolusi (80 x 80m).

Gambar 7. Perbedaan ukuran pada resolusi spasial


D. Temporal Resolution
Berapa lama (revisit time) sebuah sensor dapat melintas diatas daerah yang sama ?
Semakin singkat waktu revisit timenya maka semakin tinggi temporal resolutionnya.
2.4 Kelebihan dan Kekurangan Citra Satelit Quickbird
1. Kelebihan
- Resolusi yang tinggi yaitu 60 cm bila dipadukan dengan saluran multispectral
akan menghasilkan pen-sharped image, yang mampu menonjolkan obek hingga
-

marka jalan dan lain-lain. Citra ini mudah diinterpretasikan secara visual.
Waktu yang diperlukan untuk data capturing (pemotretan) yang relatif cepat
Tidak memerlukan perijinan yang biasanya mamakan waktu dan birokrasi sekitar

1 bulan
Ketelitian posisi yang dihasilkan adalah 2 s/d 3 meter.
Prosesnya dilakukan secara analitis/digital secara komputerisasi
Data masukan berupa data digital
Format hasil dalam bentuk digital (vector dan raster) yang merupakan syarat

utama dalam pembuatan sistem informasi geografis


2. Kekurangan
- Satellit Quickbird memiliki jangkauan liputan resolusi sempit (kurang dari 20 km)
dan posisi orbitnya rendah mencapai 400-600 km di atas bumi.

KESIMPULAN
1. Dengan bertambahnya citra satelit, kita dapat memilih citra satelit sesuai dengan
kebutuhan karena setiap citra satelit memiliki kelebihan dan kekurangannya masingmasing.
2. Citra satelit Quickbird merupakan citra satelit resolusi tinggi dengan resolusi spasial
hingga 60 centimeter dan 2,4 meter untuk pankromatik dan multispectral.
3. Citra satelit Quickbird memiliki kelebihan yaitu resolusi yang tinggi sehingga mudah
diinterpretasikan secara visual, waktu yang diperlukan untuk capturing (pemotretan) yang
relative lebih cepat, data masukan berupa data digital, dan format hasil dalam bentuk
digital (vector dan raster) sehingga dapat digunakan dalam pembuatan system informasi
geografis. Sedangkan kekurangannya yaitu jangkauan liputan satelit resolusi tinggi
Quickbird yang sempit (kurang dari 20 km) karena beresolusi tinggi dan posisi orbitnya
rendah, 400-600 km diatas bumi.
4. Citra satelit Quickbird dapat dimanfaatkan atau digunakan dalam berbagai bidang seperti
bidang pertanian dan perkebunan, kehutanan, arsitek dan konstruksi, pertambangan dan
energy, perencanaan dan pembangunan wilayah, pertahanan dan intelijen, dan lain-lain

DAFTAR PUSTAKA
Jaelani M.. 4 Resolusi penting dalam Inderaja
http://lalumuhamadjaelani.wordpress.com/2009/03/09/4-resolusi-penting-dalaminderaja/ [27-05-2015]
http://www.digitalglobe.com/about-us/content-collection#quickbird
http://www.satimagingcorp.com/gallery-quickbird.html