Anda di halaman 1dari 6

SIKLUS PROSES BISNIS

Siklus Pengeluaran
Siklus Pengeluaran dalah serangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan informasi
terkait yang terus menerus berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang
dan jasa.
Empat aktivitas siklus pengeluaran dasar adalah :
1.
2.
3.
4.

Memesan bahan baku, perlengkapan, dan jasa.


Menerima bahan baku, perlengkapan, dan jasa.
Menyetujui faktur pemasok.
Pengeluaran kas.

MEMESAN BAHAN BAKU, PERLENGKAPAN, DAN JASA


Bisnis utama dalam siklus pengeluaran adalah memesan bahan baku,
perlengkapan, dan jasa. Pemenesanan ini terlebih dahulu melibatkan hal hal untuk
mengidentifikasi apa, kapan, dan berapa banyak yang dibeli, dan kemudian memilih dari
pemasok mana untuk membeli.
Mengidentifikasi Apa, Kapan,dan Berapa Banyak untuk Pembelian
Proses
Pendekatan tradisional untuk mengelola persediaan adalah menjaga stok yang
cukup sehingga produksi dapat berlangsung tanpa gangguan bahkan jika persediaan yang
digunakan lebih besar dari yang diharapkan atau jika pemasok terlambat dalam
pengiriman.Pendekatan tradisional biasanya disebut sebagai pendekatan economic order
quantity (kuantitas pemesanan ekonomi EOQ). Pendekatan EOQ tradisional terhadap
pengendalian

persediaan

sering

menghasilkan

penyimpanan

sejumlah

besar

persediaan.Uang yang diinvestasikan dalam menyimpan persediaan tidak menghasilkan


apapun.Akibatnya banyak perusahaan manufaktur besar, telah meminimalkan bahkan
mengeliminasi sejumlah persediaan di tangan dengan mengadopsi perencanaan kebutuhan
material (material requirements planning) atau sistem manajemen persediaan just-in-time.
Sistem Persediaan Just in Time (JIT)
Sistem persediaan just in time berupaya untuk meminimalkan tetapi tidak
mengeliminasi secara keseluruhan persediaan barang jadi dengan ,membeli dan
memproduki barang hanya sebagai respon terhadap penjualan actual. Akibatnya system
JIT ditandai dengan pengiriman yang sering atas sejumlah bahan baku, suku cadang, dan
perlengkapan secara langsung ke lokasi tertentu saat diperlukan. Oleh karena itu pabrik

yang menggunakan sistem JIT akan memiliki beberapa dokumen penerimaan, masing
masing ditugaskan untuk menerima pengiriman barang yang diperlukan di pusat kerja
terdekat.
Ancaman dan Pengendalian
Catatan persediaan yang tidak akurat dapat menyebabkan kehabisan stok yang akan
mengakibatkan pada hilangnya penjualan atau menyimpan persediaanberlebh yang dapat
mengingkatkan biaya. Untuk mengurangi resiko ini metode persediaan yang seharusnya
digunakan adalah perpetual. Hal ini untuk memastikan bahwa informasi mengenai stok
persediaan selalu update (terbarui). Namun meskipun demikian kesalahan entri data dapat
menyebabkan catatan persediaan perpetual yang tidak akurat karena pengetik ahli juga
membuat kekeliruan. Untuk itu diperlukan penggunaan teknologi informasi dalam
mengeliminasi kebutuhan bagi entri data manual agar dapat meningkatkan ketepatan
pencatatan.
MEMILIH PEMASOK
Faktor yang harus dipertimbangkan ketika memilih pemasok :
Harga
Kualitas bahan baku
Keandalam dalam pengiriman
Pesanan pembelian (purchase order) adalah dokumen atau formulir elektronik
yang secara formal meminta pemasok untuk menjual dan mengirimkan produk tertentu
pada harga yang ditentukan.Ini juga merupakan sebuah janji untuk membayar membayar
dan menjadi menjadi sebuah kontrak setelah pemasok menerimanya.
Banyak perusahaan memelihara persetujuan pembelian khusus dengan pemasok
penting. Sebuah pesanan pembelian selimut( blanket purchase order) atau pesanan
menyeluruh adalah sebuah komitmen untuk membeli barang tertentu pada harga yang telah
ditentukan dari pemasok tertentu untuk jangka waktu yang telah ditetapkan, seringnya
setahun. Pesanan pembelian selimut mengurangi ketidakpastian dari pembeli mengenai
sumber bahan baku yang dapat diandalkan dan membantu pemasok merencanakan
kapasitas dan operasinya dengan lebih efektif. Untuk itu menemukan cara untuk
mengurangi jumlah pesanan yang diproses akan mempersingkat langkah langkah yang
terlibat sehingga dapat menghasilkan penghematan yang signifikan.
Ancaman dan Pengendalian
Melibatkan pembelian barang pada harga yang melambung tinggi. Biaya
komponen yang dibeli menunjukkan sebuah porsi substansial dari total biaya beberapa

produk yang diproduksi. Oleh karena itu, perusahaan perusahaan berjuang untuk
mengamankan harga terbaik bagi barang barang yang mereka beli. Anggaran juga
membantu dalam mengendalikan biaya pembelian. Pembelian seharusnya dibebankan ke
semua rekening yang merupakan tanggung jawab dari seseorang atau departemen yang
menyetujui permintaan.
PENERIMAAN
Aktivitas bisnis besar kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan
penyimpanan atas barang yang dipesan. Departemen penerimaan bertanggungjawab untuk
menerima pengiriman dari para pemasok.
Proses
Ketika pengiriman tiba, seorang petugas penerimaan membandingkan nomor
pesanan pembelian yang direferensikan pada slip pengepakan pemasok dengan pesanan
pembelian terbuka untuk memverifikasi bahwa barang dipesan.Petugas penerimaan
kemudian menghitung kuantitas atas barang yang dikirimkan.
Laporan penerimaan (receiving report) mendokumentasikan detail-detail mengenai
setiap pengiriman, termasuk tanggal diterima, pengirim, pemasok, dan nomor pesanan
pembelian.Untuk setiap barang yang diterima, ia menunjukan nomor barang, deskripsi,
unit, ukuran, dan kuantitas. Laporan penerimaan juga berisi ruang untuk mengidentifikasi
orang yang menerima dan menginspeksi barang serta untuk penjelasan mengenai kualitas
barang yang diterima.
Ancaman dan Pengendalian
Menerima pengiriman barang yang tidak dipesan akan menimbulkan biaya seperti biaya
pembongkaran, penyimpanan, dan kemudia pengembalian barang barang tersebut.
Prosedur pengendalian terbaik untuk menanggulangi ancaman ini adalah menginstruksikan
departemen penerimaan untuk menerima hanya pengiriman yang ada dalam pesanan
pembelian yang disetujui.
MENYETUJUI FAKTUR PEMASOK
Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur pemasok
untuk pembayaran.
Proses
Ketika faktur pemasok diterima, departemen bagian utang bertanggung jawab
untuk mencocokannya dengan pesanan pembelian dan laporan penerimaan yang berkaitan.
Kombinasi faktur pemasok dan dokumen pendukung yang terkait ini menciptakan apa
yang disebut sebagai paket voucher (voucher package). Setelah memberi persetujuan

(approver) memverifikasi bahwa perusahaan telah menerima apa yang telah ia pesan,
faktur tersebut disetujui untuk pembayaran.
Ada dua cara untuk memproses faktur pemasok, disebut sebagai sistem nonvoucher
atau voucher. Dalam sebuah sistem nonvoucher (nonvoucher system), tiap-tiap faktur
yang disetujui di posting ke catatan pemasok individual dalam file utang kemudian
disimpan dalam file faktur terbuka. Ketika sebuah cek dituliskan untuk membayar sebuah
faktur, paket voucher dihapus dari file faktur terbuka, faktur ditandai diabayar, dan
kemudian paket voucher disimpan dalam file faktur dibayar.
Dalam sebuah sistem voucher (voucher system), sebuah dokumen tambahan yang
disebut sebagai voucher pencairan juga dibuat ketika sebuah faktur pemasok disetujui
untuk pembayaran. Voucher pencairan (disbursement voucher) mengidentifikasi pemasok,
mencantumkan faktur yang beredar, dan mengindikasikan jumlah bersih untuk dibayarkan
setelah dikurangi dengan diskon dan potongan yang berlaku.
Ancaman dan Pengendalian Internal
Kestidaksesuaian antara harga yang dicantumkan dan harga actual yang
dibebankan atau salah hitung dari jumlah jatuh tempo. Akibatnya, ketepatan matematis
dari faktur pemasok harus diverifikasi. Mengadopsi pendekatan ERS akan mengeliminasi
potensi atas kesalahan dalam faktur pemasok karena perusahaan membayar dengan
mencocokan perhitungan dari apa yang mereka terima dengan harga yang dicantumkan
ketika barang dipesan.
PENGELUARAN KAS
Aktivitas final dalam siklus pengeluaran adalah membayar pemasok.

SIKLUS PRODUKSI
Menurut Marshall B. Romney, siklus produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis
dan opersasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan
produk. Informasi siklus pendapatan memberikan informasi (pesanan pelanggan dan
prediksi penjualan) yang digunakan untuk merencanakan produksi serta tingkat
persediaan.Sebaliknya, sistem informasi siklus produksi mengirimkan informasi ke siklus
pendapatan mengenai barang jadi yang telah dibuat dan tersedia untuk dijual.
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan di siklus produksi serta tujuannya yaitu :
1. Desain produk

Tujuan aktivitas ini adalah mendesain suatu produk yang memenuhi permintaan
konsumen dalam hal kualitas, ketahanan dan fungsi dengan tetap meminimalkan biaya
produksi.
2. Perencanaan dan penjadwalan
Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien
untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek
tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
3. Operasi produksi
Setiap perusahaan membutuhkan data mengenai 4 segi berikut ini dari operasi
produksinya :
Bahan baku yang digunakan
Jam tenaga kerja yang digunakan
Operasi mesin yang dilakukan
Biaya overhead produksi lainnya yang terjadi
4. Akuntansi biaya
Tiga tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya adalah sebagai berikut:
a. Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian
kinerja dari operasi produksi
b. Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam
menetapkan harga serta keputusan bauran produk.
c. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan

untuk menghitung

persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan
perusahaan.

SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS


Siklus pendapatan (revenue cycle) adalah serangkaian aktivitas bisnis dan operasi
pemrosesan informasi terkait yang terus menerus dengan menyediakan barang dan jasa
kepada

pelanggan

dan

menerima

kas

sebagai

pembayaran

atas

penjualan

tersebut.Pertukaran informasi eksternal yang paling utama dari siklus ini adalah dengan
pelanggan.Tujuan siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat
yang tepat pada saat yang tepat untuk harga yang sesuai.
Aktivitas Aktivitas pada Siklus Pendapatan
1. Aktivitas Entri Pesanan Penjualan
Melalui langkah langkah berikut ini :
Mengambil pesanan pelanggan
Persetujuan kredit

Mengecek ketersediaan persediaan


Merespons permintaan pelanggan
2. Pengiriman
Proses ini terdiri atas dua langkah :
Memilih mengepak pesanan
Mengirimkan pesanan
3. Penagihan
Melalui langkah berikut ini :
Penagihan faktur
Pemeliharaan piutang

4. Penerimaan Kas
Langkah terakhir dalam siklus pendapatan adalah penerimaan dan proses
pembayaran dari para pelanggan. Oleh karena kas dan cek pelanggan dapat dicuri
dengan mudah, penting untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk
mengurangi risiko pencurian.Fungsi piutang yang bertanggung jawab untuk
mencatat pengiriman uang pelanggan, tidak harus memiliki akses fisik terhadap kas
atau cek.Sebaliknya, kasir, yang melapor ke bendahara menangani pengiriman
uang pelanggan dan menyetorkannya ke bank.

Beri Nilai