Anda di halaman 1dari 18

KEPERAWATAN KOMUNITAS

PENYAJIAN DATA, TENDENSI SENTRAL, STANDAR


DEVIASI

Disusun oleh
KELOMPOK I

AFWINI LAILY

P17320313038

ANI FITRIANI

P17320313011

AYU SELVIA PRATIDINA

P17320313019

Tingkat III B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


PROGAM STUDI KEPERAWATAN BOGOR
Jl. Dr. Semeru No. 116 Bogor Barat, Kota Bogor
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat kemurahanNya kami dapat menyelesaikan makalah Penyajian Data,
Tendensi Sentral dan Standar Deviasi.
Dengan pembuatan makalah ini kami ingin mewujudkan para mahasiswa
untuk mengenal dan memahami statistik sehingga dapat diaplikasikan dalam
bidang apapun agar data yang ada bisa diolah, dan data tersebut bisa memberikan
manfaat.
Dalam proses pendalaman materi pembuatan makalah ini, tentunya kami
mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih
yang sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada Drs. Nyoman Sudja, M.Kes dan
kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu hingga makalah ini
telah selesai.
Kami menyadari, bahwa makalah ini belum sempurna, untuk itu saran atau
kritik yang sifatnya membangun terutama dari dosen dan teman-teman mahasiswa
sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini.
Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat bagi kita semua. Kami
berharap makalah Penyajian Data, Tendensi Sentral dan Standar Deviasi bisa
membantu teman-teman untuk belajar lebih tentang statistik.

Bogor, 10 September 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................1
BAB II......................................................................................................................2
PEMBAHASAN......................................................................................................2
A. Pengerttian Distribusi Frekuensi...................................................................2
1. Bagian-Bagian pada Distribusi Frekuensi.................................................2
2. Jenis Jenis Distribusi Frekuensi................................................................4
3. Grafik.........................................................................................................4
B. Pengertian Tendensi Sentral..........................................................................5
Beberapa macam ukuran tendensi sentral........................................................6
C. Standar Deviasi.............................................................................................9
BAB III..................................................................................................................10
PEMBAHASAN....................................................................................................10
A. Kasus...........................................................................................................10
BAB IV..................................................................................................................14
PENUTUP..............................................................................................................14
A. Kesimpulan.................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................15

ii

BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Dalam bekerja dengan jumlah data yang cukup besar, biasanya lebih
menguntungkan jika data ini disajikan dalam kelas-kelas atau kategori tertentu
bersamaan dengan frekuensi yang bersesuaian. Frekuensi yang dimaksud adalah
banyaknya kejadian yang ada pada kelas-kelas tertentu.

Suatu tabel yang

menyajikan kelas-kelas data beserta frekuensinya disebut distribusi frekuensi atau


tabel frekuensi
Tendensi sentral digunakan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili
nilai pusat atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan).
Tendensi sentral sering sekali digunakan untuk mengetahui rata-rata data (mean),
nilai yang berada ditengah data (median), nilai yang sering muncul dalam data
(mode) dan masih banyak lagi yang dapat dihitung dalam tendensi sentral.
Dengan tendensi sentral analisis data dalam penelitian dapat dilakukan
dengan tepat. Pemahaman dan pengetahuan mengenai tendensi sentral sangat
penting sehingga pengetahuan terhadap tendensi sentral sangat penting bagi
mahasiswa. Untuk hal tersebutlah dibuat makalah ini.
b. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari distribusi frekuensi?
2. Apakah pengertian tendensi sentral?
3. Apakah pengertian strandar deviasi?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengerttian Distribusi Frekuensi


Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval
tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar (Hasan, 2001).
Sebuah distribusi frekuensi akan memiliki bagian-bagian yang akan dipakai
dalam membuat sebuah daftar distribusi frekuensi.
i. Bagian-Bagian pada Distribusi Frekuensi
1. Range adalah selisih dari nilai maksimum
dengan nilai minimum. Dapat dirumuskan:
R = nilai maksimum nilai minimum
2. Kelas-kelas (class) adalah kelompok nilai data
atau variable dari suatu data acak.
3. Array merupakan suatu variabel yang terdiri dari
sekumpulan data dimana data-data tersebut
mempunyai tipe data yang sama, data yang telah
tersusun secara sistematis atau secara array baik
dari data terkecil ke data yang terbesar maupun
dari data yang terbesar ke data yang terkecil.
4. Interval kelas adalah interval yang diberikan
untuk menetapkan kelas-kelas dalam distribusi.
Contoh , interval kelasnya adalah 60-62, 63-65,
66-68, 69-71 dan 72-74. Interval kelas 66-68
secara matematis merupakan interval tertutup
[66, 68], ia memuat semua bilangan dari 66
sampai dengan 68. Bilangan 60 dan 62 pada
interval 60-62 disebut limit kelas, dimana angka

60 disebut limit kelas bawah dan angka 62


disebut limit kelas atas.
5. Titik tengah interval adalah membagi dua
jumlah dari limit bawah dan limit atas suatu
interval kelas.
6. Batas kelas adalah nilai yang digunakan untuk
memisahkan antar kelas, tapi tanpa adanya jarak
antara batas atas kelas dengan batas bawah kelas
berikutnya. Contoh: Pada kelas ke-1, batas kelas
terkecilnya yaitu 30.5 dan terbesar 40.5. Pada
kelas ke-2, batas kelasnya yaitu 40.5 dan 50.5.
Nilai pada batas atas kelas ke-1 (40.5) sama
dengan dan merupakan nilai batas bawah bagi
kelas ke-2 (40.5). Batas kelas selalu dinyatakan
dengan jumlah digit satu desimal lebih banyak
daripada data pengamatan asalnya. Hal ini
dilakukan untuk menjamin tidak ada nilai
pengamatan yang jatuh tepat pada batas
kelasnya, sehingga menghindarkan keraguan
pada

kelas

mana

data

tersebut

harus

ditempatkanLebar interval kelas adalah selisih


antara batas atas dan batas bawah batas kelas. .
7. Lebar interval kelas atau luas kelas adalah jarak
antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas.

8. Banyaknya kelas interval

Keterangan :
k = banyaknya kelas
n = banyaknya data
Hasilnya dibulatkan, biasanya pembulatannya ke atas.
Bila tidak ada daftar logaritma dapat dipakai cara konvensional, yaitu
ditentukan dahulu banyaknya kelas, banyak kelas yang ideal antara 9
12 kelas
9. Frekuensi kelas adalah banyaknya data yang
termasuk ke dalam kelas tertentu dari data acak
ii. Jenis Jenis Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi memiliki jenis-jenis yang berbeda untuk setiap
kriterianya. Berdasarkan kriteria tersebut, distribusi frekuensi dapat
dibedakan tiga jenis (Hasan, 2001):

Distribusi frekuensi biasa


Distribusi frekuensi yang berisikan jumlah frekuensi dari setiap
kelompok data. Distribusi frekuensi ada dua jenis yaitu distribusi
frekuensi numerik dan distribusi frekuensi peristiwa atau kategori.

Distribusi frekuensi relatif


Distribusi frekuensi yang berisikan nilai-nilai hasil bagi antara
frekuensi kelas dan jumlah pengamatan. Distribusi frekuensi relatif
menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval,
distribusi frekuensi relatif pada suatu kelas didapatkan dengan cara
membagi frekuensi dengan total data yang ada dari pengamatan atau
observasi.

Distribusi frekuensi kumulatif


Distribusi frekuensi yang berisikan frekuensi kumulatif (frekuensi
yang dijumlahkan). Distribusi frekuensi kumulatif memiliki kurva

yang disebut ogif. Ada dua macam distribusi frekuensi kumulatif yaitu
distribusi frekuensi kumulatih kurang dari dan distribusi frekuensi
lebih dari.
iii. Grafik
Grafik adalah gambaran pasang surutnya suatu keadaan atau data yang
ada dengan garis atau gambar. Grafik dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu

grafik

batang,

grafik

garis,

dan

grafik

lingkaran.

1. Grafik Batang adalah lukisan naik turunnya data berupa batang


atau balok dan dipakai untuk menekan kan adanya perbedaan
tingkatan atau nilai berupa aspek.
2. Grafik Garis adalah lukisan naik turunnya data berupa garis yang di
hubungkan dari titik-titik data secara berurutan. Grafik ini di gunakan
untuk menggambarkan perkembangan atau perubahan dari waktu ke
waktu.
3. Grafik Lingkaran adalah gambaran naik turunnya data berupa
lingkaran untuk menggambarkan persentase dari nilai total atau
seluruhnya.
b. Pengertian Tendensi Sentral
Pengertian tendensi sentral yang pertama adalah pengumpulan data maupun
penyusunan data ke dalam distribusi frekuensi. Distribusi adalah ringkasan
frekuensi dari data individual atau data berkelompok untuk sebuah variabel.
Distribusi yang paling sederhana adalah dengan menentukan nilai-nilai yang ingin
dicari dari variabel yang dipelajari dan jumlah sampel yang memiliki nilai
tersebut. Misalnya, dalam menghitung distribusi jenis kelamin subjek-subjek
dalam satu penelitian berarti kita menhitung persentase subjek yang laki-laki dan
subjek yang perempuan.
Pengertian tendensi sentral yang kedua adalah pengukuran aritmatika yang
ditujukan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai
sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan).
Pengertian tendensi sentral yang ketiga yaitu ukuran tendensi sentral atau
ukuran gejala pusat adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengetahui

kumpulan data mengenai sampel atau populasi yang disajikan dalam tabel atau
diagram, yang dapat mewakili sampel atau populasi. Bila ukuran tersebut diambil
dari sampel disebut statistik dan jika ukuran itu diambil dari populasi disebut
parameter.
Dari ketiga pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa tendensi sentral
merupakan suatu bilangan yang menunjukkan kecenderungan (tendency) untuk
berkelompok atau berkumpul di pusat (central) dari sekumpulan data dalam
bentuk suatu distribusi. Tendensi sentral digunakan untuk menggambarkan sifat
sekumpulan data dari suatu pengamatan.

Beberapa macam ukuran tendensi sentral


a. Mean
Mean adalah nilai rata-rata dari beberapa buah data. Mean dihitung
dengan menjumlahkan semua nilai data pengamatan kemudian dibagi
dengan banyaknya data. Rata-rata hitung atau arithmetic mean atau
sering disebut dengan istilah mean saja merupakan metode yang paling
banyak digunakan untuk menggambarkan ukuran tendensi sentral.
Kelebihannya, antara lain :
a. Mempertimbangkan semua nilai.
b. Dapat menggambarkan mean populasi.
c. Variasinya sangat stabil.
d. Cocok untuk data homogen.
Kekurangannya, antara lain :
a. Peka atau mudah terpengaruh dengan nilai ekstrim.
b. Kurang baik untuk data heterogen.
Rumus Mean dari Data Tunggal

Rumus Mean Untuk Data yang Disajikan Dalam Distribusi Frekuensi.

M=

Dengan

fixi

frekuensi

untuk

nilai

xi

yang

bersesuaian

xi = data ke-i
Rumus Mean Gabungan

2. Median
Merupakan ukuran pemusatan data juga seperti halnya mean. Median
digunakan sebagai ukuran pemusatan data untuk data yang memiliki sifat
keterurutan karena median adalah ukuran yang membagi data terurut
menjadi dua bagian yang sama banyak. Median menentukan letak data
setelah data itu disusun menurut urutan nilainya. Kalau nilai median
sama dengan Me, maka 50% dari data harga-harga yang paling tinggi
sama dengan Me dan sedangkan 50% lagi harga-harga paling rendah
sama dengan Me.
Kelebihannya, antara lain :
a. Tidak peka atau tidak terpengaruh pada nilai ekstrim.

b.

Cocok untuk data heterogen.

Kekurangannya, antara lain :


a.
b.

Tidak mempertimbangkan semua nilai.


Kurang dapat menggambarkan mean populasi.

3. Modus
Modus adalah data yang paling sering muncul, atau data yang
mempunyai frekuensi terbesar. Modus merupakan ukuran pemusatan data
sama seperti dengan mean dan median. modus memiliki kelebihan
dibandingkan dua ukuran pemusatan sebelumnya mean dan modus yaitu
bisa digunakan untuk semua jenis data. Hanya Modus yang dapat
dijadikan sebagai ukuran pemusatan data yang jenis kategori/nominal.
Cara menentukan modus amat sangat mudah hanya dengan mengamati
data yang paling sering muncul.
Kelebihannya, antara lain:
a. Tidak peka atau tidak terpengaruh pada nilai ekstrim.
b. Cocok untuk data homogen maupun heterogen.
Kekurangannya, antara lain :
a. Modus bisa lebih dari satu, atau tidak ada satu pun.
Beberapa kemungkinan tentang modus suatu gugus data:
a. Apabila pada sekumpulan data terdapat dua mode, maka gugus
data tersebut dikatakan bimodal.
b. Apabila pada sekumpulan data terdapat lebih dari dua mode,
maka gugus data tersebut dikatakan multimodal.
c. Apabila pada sekumpulan data tidak terdapat mode, maka gugus
data tersebut dikatakan tidak mempunyai modus.

Dengan : Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus)
i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat
sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat
sesudahnya
Nilai ukuran pusat yang tepat untuk digunakan tergantung pada sifat data,
sifat distribusi frekuensi, dan tujuan. Jika data bersifat kualitatif, hanya modus
yang dapat digunakan. Sebagai contoh, apabila kita tertarik untuk mengetahui
jenis tanah khas di suatu daerah, atau pola tanam di suatu daerah maka kita hanya
dapat menggunakan modus. Di sisi lain, jika data bersifat kuantitatif, kita dapat
menggunakan mean, median, dan modus.
c. Standar Deviasi
Standar deviasi disebut juga simpangan baku. Seperti halnya varians,
standar deviasi juga merupakan suatu ukuran dispersi atau variasi. Standar
deviasi merupakan ukuran dispersi yang paling banyak dipakai. Hal ini
mungkin karena standar deviasi mempunyai satuan ukuran yang sama dengan
satuan ukuran data asalnya. Misalnya, bila satuan data asalnya adalah cm,
maka satuan standar deviasinya juga cm. Sebaliknya, varians memiliki satuan
kuadrat dari data asalnya (misalnya cm2). Simbol standar deviasi untuk
populasi adalah (baca: sigma) dan untuk sampel adalah s. Rumus untuk
menghitung standar deviasi adalah sebagai berikut:

S=

BAB III
PEMBAHASAN

A. Kasus
Diketahui:
Penduduk usia lanjut di RW I, II, III, IV, V,

dan VI di Kelurahan Sukamandi,

Kec. Sukamakmur, Kabupaten Swadaya Mandiri berjumlah 150 orang. Setelah


dilakukan penimbangan beart badan di Pos pembinaan terpadu (POSBINDU)
Lansia diperoleh berat badan (dalam kg) sebagai berikut:
65, 81, 50, 79, 60, 62, 70, 53, 80, 64, 63, 42, 66, 78, 85, 90, 39, 93, 45, 75, 77, 54,
64, 73, 82, 91, 45, 67, 88, 66, 54, 63, 75, 81, 94 ,64, 53, 38, 71, 63, 64, 72, 59, 67,
48, 59, 63, 75, 68, 69, 52, 45, 56, 72, 55, 65, 44, 93, 76, 66, 54, 65, 76, 47, 67, 81,
39, 54, 75, 69, 74, 59, 69, 65, 67,57, 58, 66, 83, 66, 92, 89, 53, 47, 55, 59, 69, 66,
55, 63, 64, 73, 63, 54, 49, 83, 76, 65, 57, 69, 51, 48, 83, 75, 63, 64, 68, 77, 82, 69,
56, 65, 61, 50, 67, 55, 63, 58, 75, 96, 65, 39, 64, 54, 63, 57, 46, 70, 49, 65, 63, 58,
47, 73, 68, 41, 56, 73, 50, 68, 72, 44, 59, 41, 58, 60, 77, 35, 61, 58.
Berdasarkan data bb Lansia di ats tetapkanlah:
a. Range

g. Grafik yang sesuai

b. Array

h. Mean

c. Lebar interval

i. Median

d. Banyaknyakelas interval

j. Modus

e. Titik tengah interval

k. Standar deviasi

f. Tabel
relaive,

distibusi

frekuensi

distribusi

kumulatif

(dari bawah dan dari ats)

10

TABEL DATA
(f.x)2

Distribus
BB

Jumlah

Distribusi

relative

kumulatif

kumulati

(%)

(atas)

f.x

f.x2

(bawah)
90-96

94

150

658

61852

83-89

86

13

143

516

44376

76-82

15

79

15

28

137

1185

93615

Total f.x =

69-75

22

72

22

50

122

1584

114048

9611

62-68

40

65

40

90

100

2600

169000

(f.x)2 =

55-61

23

58

23

113

60

1334

77372

96112 =

48-54

20

51

20

133

37

1020

52020

92371321

41-47

12

44

12

145

17

528

23232

34-40

37

150

185

6845

150

150

9611

642360

Total

Berdasarkan data BB lansia ditetapkanlah:


a. Range
R = (max-min)
= 96 - 35 = 61
b. Arrey
35, 38, 39, 39, 39, 41, 41, 42, 44, 44, 45, 45, 45, 46, 47, 47, 47, 48, 48, 49, 49,
50, 50, 50, 51, 52, 53, 53, 53, 54, 54, 54, 54, 54, 54, 55, 55, 55, 55, 56, 56, 56,
57, 57, 57, 58, 58, 58, 58, 58, 59, 59, 59, 59, 59, 60, 60, 61, 61, 62, 63, 63, 63,
63, 63, 63, 63, 63, 63, 63, 64, 64, 64, 64, 64, 64, 64, 65, 65, 65, 65, 65, 65, 65,

65, 66, 66, 66, 66, 66, 66, 67, 67, 67, 67, 67, 68, 68, 68, 68, 69, 69, 69, 69, 69,
69, 70, 70, 71, 72, 72, 72, 73, 73, 73, 73, 74, 75, 75, 75, 75, 75, 75, 76, 76, 76,
77, 77, 77, 78, 79, 80, 81, 81, 81, 82, 82, 83, 83, 83, 85, 88, 89, 90, 91, 92, 93,
93, 94, 96
c. Banyaknya kelas interval
k = 1 + 3.3 log N
= 1 + 3.3 log 150
= 1 + 7.18 = 8.18
d. Lebar interval
R/M = 61 / 8. 18 = 7.46
e. Titik tengah interval
Titik tengah interval ditunjukan oleh lambang x pada table
f. Table distribusi frekuensi relative, distribusi kumulatif ( dari atas dan dari
bawah )
Distribusi frekuensi relative: terdapat pada tabel berwarna abu-abu
Distribusi kumulatif atas : terdapat pada tabel berwarna merah muda
Distribusi kumulatif bawah: terdapat pada tabel berwarna hijau

g. Grafik yang sesuai

h. Mean
Mean =

= 64.07

i. Median

a. Mdn = b +i

= 61.5 + 7(

)= 61.5 + 7(

) = 61.5 + 2.63 =

64.13
b. Modus
a. Mo = b + i (

= 61.5 + 7 (

) = 61.5 + 7( ) = 61.5 + 3.4 = 64.9

b. Standar deviasi

a. S =

= 13.5

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval tertentu
atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar . bagian-bagian pada
distribusi frekuensi range , kelas-kelas, array, interval kelas , titik tengah
interval , batas kelas, lebar interval, banyaknya kelas interval, frekuensi kelas .
Tendensi

sentral

merupakan

suatu

bilangan

yang

menunjukkan

kecenderungan (tendency) untuk berkelompok atau berkumpul di pusat


(central) dari sekumpulan data dalam bentuk suatu distribusi. Tendensi sentral
digunakan untuk menggambarkan sifat sekumpulan data dari suatu
pengamatan. Ada beberapa macam ukuran tendensi sentral yaitu: rata-rata
(mean), median, modus.
Standar deviasi disebut juga simpangan baku. Seperti halnya varians,
standar deviasi juga merupakan suatu ukuran dispersi atau variasi. Standar
deviasi merupakan ukuran dispersi yang paling banyak dipakai. Hal ini
mungkin karena standar deviasi mempunyai satuan ukuran yang sama dengan
satuan ukuran data asalnya.

DAFTAR PUSTAKA

Mario Triola. 2004. Elementary Statistics. 9th Edition. Pearson Education.


Hasan, M. Iqbal. 2001. Pokok-pokok Materi Statistik I (Statistik Deskriptif),
Bumi Aksara. Jakarta.
https://www.academia.edu/7214577/Tendensi_Sentral_revisian
https://hatta2stat.wordpress.com/2011/05/21/standar-deviasi/
http://bahanbelajarsekolah.blogspot.co.id/2015/01/tips-menentukan-jenis-grafikyang-sesuai-dengan-data.html?en
http://junedalbughisy.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-data-mentah-dan-dataarray.html