Anda di halaman 1dari 42

ANALISA DATA

Nama klien/Umur : Tn. DS/26 tahun

No. RM : 409-16-01

Ruangan/No. Kamar : Orthopedi-Lt IV Zona B/412 C


No.
1

Data

Etiologi

DS :

Spasme

Klien

mengatakan

nyeri

pada

daerah kaki kanan yang di verban.

Masalah
otot, Nyeri akut

kerusakan
kontinuitas jaringan

Nyeri terasa seperti senut-senut


dan tertusuk-tusuk dengan skala
nyeri VAS 3 , nyeri menyebar ke
daerah proximal sampai distal tibia
yang terbalut verban, durasi nyeri
+ 5 menit, hilang timbul
DO :
Klien terlihat kesakitan saat akan
berpindah

posisi

ataupun

saat

bergerak.
Hasil TTV :
TD : 110/80 mmHg, HR : 86
x/menit, RR : 18 x/menit, S : 36,2
o

Tampak paha kanan klien sedikit


bengkak, tidak teraba panas, tidak
ada nyeri tekan di daerah yang
bengkak.
2

DS :
Klien mengatakan sudah sangat

Krisis situasi ; akan Ansietas


menjalani operasi

bosan berada di rumah sakit


Sangat merindukan keluarganya
dikampung
Jadwal operasinya selalu diundur,
sehingga dirinya agak kesal.
Operasinya dipercepat saja agar ia
cepat pulang ke kampung dan
bertemu keluarganya
DO :
Klien tampak gelisah
TTV klien :
TD : 110/80 mmHg, HR : 86
x/menit, RR : 18 x/menit, S : 36,2
o

Klien terus bertanya kapan jadwal


operasinya akan dilaksanakan.
Klien

tampak

handphone

sibuk
saaat

bermain
perawat

melakukan pengkajian.
3

DS :

Port de entree

Klien mengatakan kaki kanannya


masih terasa nyeri senut-senut
seperti ditusuk-tusuk, skala nyeri
VAS : 3, nyeri menyebar ke daerah
proximal sampai distal tibia yang
terbalut verban, durasi nyeri + 5
menit, karakteristik nyeri hilang

Resiko Infeksi

timbul.
Tadi pagi elastic verban diganti
oleh dokter, pada balutan dalam
tidak ada rembesan darah atau
nanah
Balutan steril belum pernah diganti
semenjak tanggal 24-11-2015.

DO :
Klien terlihat hati-hati saat akan
bergerak atau menggeser kaki yang
sakit
Kaki kanan klien dibalut elastic
verban
Tampak sedikit edema pada femur
bagian distal, tidak ada nyeri tekan,
tidak teraba panas
CRT perifer < 2 detik
Klien terpasang back slab dan
elastic verban
Klien post debridement hari ke-5
4

DS :

Prosedur

Klien mengatakan kaki sebelah


kanannya tidak nyeri
Klien mengatakan sebelah kiri
susah digerakkan

pembedahan

Nyeri akut

Skala VAS 0
DO :
-

Klien tidak terlihat kesakitan

TTV klien : TD 110/70 mmHg,


N 80x/menit, RR 20x/menit, S
36C

Luka operasi terbalut kassa


steril

Klien terpasang backslab dan


terbalut verban elastik

DS : Klien mengatakan
-

Belum

bisa

Adanya
menggerakan

alat Kerusakan mobilitas

imobilisasi

fisik

kakinya secara mandiri


-

Kakinya masih terasa kebas

DO :
-

TTV : TD 110/70 mmHg, N


80x/menit, RR 20x/menit, S
36C

Klien

memerlukan

bantuan

untuk menekuk/menggerakkan
kaki sebelah kiri
-

Jari kaki klien belum bisa


bergerak

DS : -

Adanya luka insisi

Resiko infeksi

DO :
-

TTV : TD 110/70 mmHg, N


80x/menit, RR 20x/menit, S
36C

Luka klien terbalut kassa steril

Klien terpasang backslab dan


terbalut elastic verban

Tidak

ada

rembesan

pada

balutan luka

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama klien / umur

: Tn.D / 26 tahun

No.Register : 409 -16-01

Ruangan / No. Kamar:


No

Diagnosa Keperawatan

Tanggal ditemukan

Tanggal teratasi

Pre OP
1

Nyeri
dengan

akut

berhubungan 30 November 2015

spasme

otot,

kerusakan kontinuitas jaringan


Ansietas berhubungan dengan 30 November 2015
krisis situasi ; akan menjalani

operasi
Risiko infeksi berhubungan 30 November 2015

dengan port de entre


Post OP
Nyeri
akut
berhubungan 02 Desember 2015

dengan prosedur pembedahan


Kerusakan mobilitas fisik 02 Desember 2015
berhubungan dengan adanya

alat imobilisasi
Resiko infeksi berhubungan 02 Desember 2015
dengan adanya luka insisi

RENCANA KEPERAWATAN

Nama klien / umur

: Tn.D / 26 tahun

Ruangan / No. Kamar:

No.Register : 409 -16-01

Paraf

TGL

NO.

TUJUAN &

30/11/

DX
1

KRITERIA HASIL
Tujuan :

2015

INTERVENSI

RASIONAL

Mandiri
Mandiri
1. Ukur TTV klien
Setelah
dilakukan
1. Klien dengan
2. Observasi
nyeri
tindakan keperawatan
nyeri ditandai
klien dan catat
selama 3 x 24 jam
dengan
skala nyerinya
diharapkan, nyeri yang 3. Berikan
peningkatan Rr
dirasakan

klien

kesempatan waktu

berkurang.

istirahat bila terasa

Kriteria Hasil :

nyeri dan berikan

1. Klien mengatakan

posisi

nyerinya
berkurang
2. Skala nyeri VAS 1-

yang
klien

untuk

teknik

relaksasi

S : 36 37,5oC
4. Klien terlihat rileks
5.
Klien
dapat

pemberian

merupakan
respon
subjektif yang

nyaman
4. Ajarkan

2
3. TTV dalam batas

& HR
2. Nyeri

tarik

dapat

dikaji

dengan

skala

nyeri.

Klien

nafas dalam
melaporkan
normal:
5. Latih klien untuk
nyeri biasanya
TD : 120/80
ROM aktif dan
sangat
mmHg
pasif
mengganggu
HR : 60-100
Kolaborasi
3. Istirahat dapat
x /menit
merelaksasikan
Rr
:
16- 6. Kolaborasi dengan
dokter
dalam
semua jaringan
20x/menit

melakukan

ROM

dengan baik dan


benar

analgetik

obat

sehingga akan
meningkatkan
kenyamanan.
4. Meningkatkan
rasa

kontrol

dan

dapat

meningkatkan
kemampuan
koping

klien

dalam
manajemen
nyeri

PARAF

yangmungkin
akan
berlangsung
lebih lama.
5. Mempertahank
an

kekuatan

/mobilitas otot
yang sakit dan
memudahkan
resolusi
inflamasi pada
jaringan

yang

cedera.
Mencegah
kontraktur dan
atrofi pada otot
yang sakit.
Kolaborasi
6. Pemberian obat
analgetik dapat
menurunkan
rasa nyeri yang
dirasakan klien

30/11/
15

Tujuan :
Setelah

Mandiri

Mandiri

dilakukan 1. Ukur TTV klien


1. Klien dengan
2. Berikan
tindakan keperawatan
ansietas
ketenangan
dan
selama 1x24 jam
ditandai
lingkungan yang
diharapkan cemasnya
dengan
nyaman
berkurang.
peningkatan
3. Observasi
Kriteria Hasil :
TD, HR dan
penyebab
1. Klien mengatakan
RR.
kecemasan klien

cemasnya

4. Jelaskan

berkurang.
2. TTV dalam batas
normal:
TD

semua 2. Lingkungan

prosedur
tujuan

dan
tindakan

dengan singkat dan


120/80

mmHg
HR : 60-100 x
/menit
Rr : 16-20x/menit
S : 36 37,5oC
3. Klien terlihat rileks
dan tidak tegang
4. Klien
dapat
mendemonstrasika
n kembali teknik
relaksasi nafas dala
m dengan benar

jelas
5. Ajarkan
teknik

yang

tenang

dan

nyaman

membantu
memfokuskan

klien
relaksasi

nafas dalam
6. Berikan

klien

kesempatan untuk
mengungkapkan
ansietasnya

pikiran

dan

aktivitas.
3. Dapat
diketahui
penyebab
kecemasan
klien
4. Kecemasan
yang dirasakan
klien

dapat

timbul

karena

kurangnya
pengetahuan
klien

tentang

penyakit

dan

pengobatannya
5. Dapat
menurunkan
tangkat
kecemasan,
menurunkan
respon
simpatis

saraf
dan

meningatkan
respon
parasimpatis.
6. Menghilangka
n ketegangan
terhadap
kekhawatiran

yang

tidak

dapat
30/11/
15

Tujuan :
Setelah

diekspresikan
Mandiri :

Mandiri :

dilakukan 1. Observasi keadaan 1.

tindakan keperawatan
Selama 3 x 24 jam,
infeksi tidak terjadi.
Kriteria Hasil :
1. Keadaan
verban

luka
2. Pantau dan batasi

Mendetek

kunjungan
3. Anjurkan

si secara dini
gejala
inflamasi

klien

bersih

yang

mungkin timbul

untuk
elastis

gejala

sebagai dampak

mempertahankan

adanya post op

hidrasi dan nutrisi

(tidak ada darah

debridement
yang adekuat
2.
Menguran
pus)
4. Ukur TTV klien
2. Suhu tubuh dalam 5. Anjurkan
klien
gi
kontak
batas normal (3637,5oC)
3. Leukosit

menjaga

infeksi

kebersihan diri dan


dalam

batas normal (510 ribu / ul)

untuk
lingungan.

Bantu

orang lain
Membantu

3.

meningkatkan

keterbatasan
aktivitas

dari

sesuai

kebutuhan klien
Kolaborasi :
6. Kolaborasi
dengan analis
kesehatan
dalam
pemeriksaan
DPL
7. Kolaborasi
dengan dokter
dalam
pemberian
antibiotik

daya

tahan

tubuh terhadap
penyakit

dan

mengurangi
resiko infeksi
4. Peningkatan
suhu

tubuh

dapat menjadi
tanda
terjadinya
infeksi.
5. Mengurangi
klien

kontak

dengan bakteri
dan
menunjukkan
kemampuan

dan kekuatan
otot.
Kolaborasi
6. Peningkatan
leukosit
menandakan
terjadinya
infeksi
7. Mencegah
terjadinya
infeksi

02/12
/15

Tujuan:

Mandiri :

Mandiri :

Setelah

dilakukan 1. Ukur TTV klien


1. Klien dengan
2. Kaji nyeri dengan
tindakan keperawatan
nyeri ditandai
PQRST
selama 3 x 24 jam
dengan
3. Kaji adanya edema
diharapkan nyeri klien
meningkatnya
hematom
dan
berkurang.
HR dan RR.
sapasme otot
2. Untuk
Kriteria Hasil
4. Tinggikan
mengetahui
1. Klien melaporkan
ekstremitas yang
karakteristik
nyeri berkurang
sakit
2. Ekspresi
wajah 5. Anjurkan
klien
nyeri
dan
klien rileks
3. TTV dalam batas
normal:
TD :

120/80

mmHg
HR :

60-100

x /menit
Rr
:

ralaksasi

Tarik nafas dalam


Kolaborasi :

16-

kolaborasi dengan
pemberian
analgetik.

menentukan
intervensi yang
tepat

6. Lakukan
dokter

20x/menit
S : 36 37,5oC
4. Skala nyeri VAS 12

teknik

untuk
obat

selanjutnya.
3. Adanya edema,
hematom

dan

spasme

otot

menunjukkan
adanya nyeri
4. Meningkatkan
aliran

balik

5. Klien

dapat

beristirahat

vena

dan

dan

mengurangi

tenang

edema

dan

nyeri
5. Merileksasikan
tubuh sehingga
dapat
mengurangi
rasa nyeri
Kolaborasi :
6. Membantu
menghilangkan
rasa

nyeri

secara
farmakologi.

02/12
/15

Tujuan :
Setelah

Mandiri :
dilakukan 1. Kaji

Mandiri :
keadaan 1. Informasi yang

tindakan keperawatan

imobilisasi

selama 3 x 24 jam

persepsi

diharapkan kebutuhan

terhadap

mobilisasi

klien

terpenuhi
Kriteria Hasil :
1. Klien

mau

berpartisipasi dalam
pemenuhan

otot

pasien

dan

tulang yang sakit.

benar

dapat

meningkatkan
kemajuan

imobilisasi.
kesehatan
2. Bantu klien dalam 2. Meningkatkan
ROM aktif dan

aliran darah ke

pasif
3. Bantu dan dorong

otot dan tulang

klien

dalam

aktivitas

mobilisasinya
2. Mempertahankan
fungsi

dan

perawatan diri
4. Pantau TTV klien
sebelum
setelah
ROM

dan
latihan

sert

mencegah
kontraktur
3. Meningkatkan
kekuatan

otot

dan

sirkulasi

serta

menjaga

kebersihan diri
4. Mengetahui

keadaan umum
pasien

baik

sebelum
maupun setelah
ROM

02/12
/15

Tujuan :

Mandiri :

Mandiri :

Setelah

dilakukan 1. Ukur TTV klien


1. Peningkatan
2. Observasi keadaan
tindakan keperawatan
suhu
tubuh
luka dan cairan
selama 3 x 24 jam
dapat
yang keluar dari
diharapkan
infeksi
mengindikasik
luka
tidak terjadi
an
adanya
3. Pantau dan batasi
Kriteri hasil :
infeksi
kunjungan
2. Adanya cairan
1. Keadaan
elastis 4. Anjurkan
klien
yang
keluar
verban bersih (tidak
untuk
menjaga
dari
luka
ada darah, pus)
kebersihan diri dan
2. Leukosit
dalam
menunjukkan
lingkungan. Bantu
batas normal (5-10
adanya tanda
keterbatasan
ribu / ul)
infeksi
dari
aktivitas
sesuai
3. TTV dalam batas
luka
kebutuhan klien
normal:
3. Mengurangi
TD : 120/80 Kolaborasi :
kontak infeksi
5. Kolaborasi dengan
mmHg
dari orang lain
HR : 60-100
analis
kesehatan 4. Mengurangi

x /menit
Rr
:

20x/menit
S : 36 37,5oC

16-

dalam pemeriksaan
DPL
6. Kolaborasi
dokter
pemberian

klien

kontak

dengan bakteri
denga
dalam

dan
menunjukkan
kemampuan

antibiotik

dan

kekuatan

otot
Kolaborasi :
5. Peningkatan
leukosit
menandakan
terjadinya
infeksi
6. Mencegah
terjadinya
infeksi

secara

farmakologi

PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Nama Klien/Umur : Tn. DS/26 tahun

No. RM : 409-16-01

Ruangan/No. Kamar : Orthopedi/412 C


Waktu

No.

(tgl, jam)

Dx

30/11/15

1,2,3

Tindakan Keperawatan dan Respon

Jelas
-

Mengukur TTV Klien


Respon : TD 110/80 mmHg, N 86 x/mnt
RR 18 x/menit, S 36,2C

Mengkaji nyeri Klien dengan PQRST


Respon : Klien mengatakan nyeri pada daerah kaki

08.15

08.45

Kanan terasa senut-senut seperti ditusuk-tusuk, skala


nyeri VAS 3, menyebar ke daerah distal dan proximal
tibia,nyeri hilang timbul,nyeri saat akan bergerak,durasi
nyeri + 5 menit
- Mengkaji keadaan kulit sekitar daerah yang di verban,
08.50

CRT perifer, keadaan verban elastic


Respon : Tidak ada lesi di kulit sekitar verban, CRT
perifer <2 detik, teraba kencang pada paha bagian distal
dan tampak sedikit bengkak. Klien mengatakan verban
elastic baru di ganti oleh dokter tadi pagi
- Mengkaji rentang gerak sesuai kemampuan klien

09.00

Paraf dan Nama

Respon : Pada tangan kanan,tangan kiri,dan kaki kiri


klien mampu menggerakkan semua persendiannya tanpa
ada rasa sakit.Pada kaki kanannya klien hanya mampu
sedikit menggerakkan jari kaki,gerakan iso metrik pada
patela
- Mengkaji kekuatan otot klien
Respon : 5555 5555
0055
5555

09.05

- Memberikan obat anti biotic Gentamicin 80 mg dan


analgetik Ketorolac 30 mg via bolus di IV line tangan
kanan
Respon : Klien mengatakan sedikit nyeri ketika

10.00

1, 3

disuntikkan obat
- Mengajarkan klien untuk teknik relaksasi TND ketika
nyeri muncul dan ketika klien merasa gelisah
Respon : Klien memperhatikan perawat,mampu
mengulang TND dengan benar,dan mengatakan dirinya
merasa lebih rileks

10.10

1, 2
- Menganjurkan klien untuk mengelevasikan kakinya
dengan alas selimut yang di gulung setinggi 30
Respon : klien mengatakan lebih nyaman
- Mengukur TTV klien
TD : 110/80 mmHg N : 88x/mnt RR : 18x/mnt S :
36.3C

10.15

- Mengkaji nyeri klien dengan PQRST


Respon : klien mengatakan nyeri masih ada pada
daerah kaki Kanan terasa senut-senut seperti ditusuk16.00

1,2,3

tusuk, skala nyeri VAS 3, menyebar ke daerah distal


dan proximal tibia,nyeri hilang timbul,nyeri saat akan
bergerak,durasi nyeri + 5 menit

17.00

Melatih ROM klien


Respon : Klien mampu menggerakkan semua sendinya
pada tangan kanan,tangan kiri,dan kaki kiri.Kaki kanan
hanya bisa menggerakkan jarinya sedikit dan latihan otot
isometric
Memberikan obat antibiotic Ceftroaxone 1 gr, analgetik
Ketorolak 30 mg dan Rantidin 50 mg via bolus
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah

17.30

obat diberikan.
Melatih ROM klien
Respon : Klien mampu menggerakkan semua sendinya
pada tangan kanan,tangan kiri,dan kaki kiri.Kaki kanan
hanya bisa menggerakkan jarinya sedikit

18.00

1,3

Mengukur TTV klien


Respon : TD : 120/70 mmHg N : 80x/mnt RR : 17x/mnt
S : 36C
Memberikan obat analgetik Ketorolak 30mg via bolus
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah
obat diberikan.

19.00

1
Mengobservasi nyeri klien dengan PQRST
Respon : klien mengatakan nyeri masih ada pada
daerah kaki Kanan terasa senut-senut seperti ditusuktusuk, skala nyeri VAS 3, menyebar ke daerah distal
dan proximal tibia,nyeri hilang timbul,nyeri saat akan

21.00

1,2,3

bergerak,durasi nyeri + 5 menit


Memberikan obat analgrtik ketorolac 30mg via bolus
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak

22.00

merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah


obat diberikan.
Memberikan obat antibiotic ceftriaxone 1 gr dan
ranitidine 50mg
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak

22.10

merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah


obat diberikan.
Mengukur TTV Klien
Respon : TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S
36,3C
Menjelaskan prosedur operasi dan jadwal operasi kepada

02.00

klien
Respon : Klien tampak sumringah ketika ketua tim
perawat menjelaskan hal tersebut.Klien mengatakan
ingin cepat di operasi agar ia cepat pulang ke kampung

06.00

1,3

Mengobservasi nyeri
Respon : Klien mengatakan nyeri pada daerah kaki
kanan, nyeri saat akan bergerak, seperti ditusuk-tusuk
dan senut-senut, sudah tidak menyebar hanya ditengah
tibia, skala nyeri VAS 2, durasi nyeri 3 menit, hilang
timbul

01/12/15
08.30

Mengobservasi keadaan kulit sekitar verban,dan CRT


1,2,3

perifer
Respon : Tidak ada lesi dikulit daerah sekitar
verban,bengkak pada paha berkurang,CRT <2 detik

08.45

Melatih klien untuk melakukan ROM aktif dan pasif


Respon : Klien mampu menggerakkan semua sendinya
pada tangan kanan,tangan kiri,dan kaki kiri.Kaki kanan
hanya bisa menggerakkan jarinya sedikit dan latihan otot
isometric

09.00

Memberikan obat antibiotic Gentamicin 80 mg,dan


analgetik Ketorolac 30 mg via bolus
Respon

Klien

mengatakan

nyeri

saat

di

suntikkan,daerah pemasangan infus sakit jika ditekan.IV


line dipasang tanggal 25 Nov 2015
Mengaff dan memasang venflon baru no.18 kepada klien
09.05

ditangan kirinya
Respon : Klien mengatakan tidak sakit saat di aff
infusnya, dan saat pemasangan venflon hanya sakit saat
awalnya saja

09.10

1,3

Mengambil darah vena untuk amprah darah rencana


operasi
Respon : Klien mengatakan agak sedikit sakit saat
diambil darahnya. Klien tampak meringis saat diambil
darah. Darah diambil sebanyak 3cc

10.00

1,3

Menjelaskan keadaan ruang operasi kepada klien


Respon : Klien mengatakan tetap tidak takut dengan
operasi,bahkan klien sangat ingin segera dioperasi.Klien
sudah tidak penasaran dengan bagaimana langkah
operasi kasus ortopedi

11.00

Mengukur TTV klien


Respon : TD : 110/70mmHg N : 78x/menit RR :
17x/menit S : 36C
Melatih ROM aktif dan ROM pasif kepada klien
Respon : Klien mampu menggerakkan semua sendinya
pada tangan kanan,tangan kiri,dan kaki kiri.Kaki kanan

12.30

hanya bisa menggerakkan jarinya sedikit


Mengobservasi nyeri klien dengan PQRST
Respon : Klien mengatakan nyeri pada daerah kaki
kanan, nyeri saat akan bergerak, seperti ditusuk-tusuk
dan senut-senut, sudah tidak menyebar hanya ditengah
tibia, skala nyeri VAS 2, durasi nyeri 3 menit, hilang

12.35

timbul
Memberikan obat antibiotic ceftriaxone 1 gr analgetik
ketorolac 30mg ranitidine 50 mg
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah
obat diberikan.

16.00

1,2,3

Mengukur TTV Klien


Respon : TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S
36,3C
Mengobservasi nyeri

16.30

Respon : Klien mengatakan nyeri pada daerah kaki


kanan, nyeri saat akan bergerak, seperti ditusuk-tusuk
dan senut-senut, sudah tidak menyebar hanya ditengah
tibia, skala nyeri VAS 2, durasi nyeri 3 menit, hilang
timbul

17.00

Memberikan obat antibiotic Gentamicin 80mg via bolus


Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah
obat diberikan.
Memberitahu klien agar mulai puasa . Jam dari jam
03.00 s/d
Respon : klien mengatakan akan puasa dari jam 03.00

18.00

1,3

s/d
Memberikan obat analgreik ketorolac 30mg via bolus
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah
obat diberikan.
Memberikan obat antibiotic ceftriaxone 1 gr dan

21.00

1,2,3

ranitidine 50mg
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah
obat diberikan.

22.00

1
Mengukur TTV klien
Respon : TD 110/70 mmHg, N 80x/menit,
RR 20x/menit, S 36C
Mengkaji nyeri klien dengan PQRST

22.05

Respon : Klien mengatakan nyeri pada daerah kaki


kanan, nyeri saat akan bergerak, seperti ditusuk-tusuk
dan senut-senut, sudah tidak menyebar hanya ditengah
tibia, skala nyeri VAS 2, durasi nyeri 3 menit, hilang
timbul

22.10

2
Mengantar klien ke ruang operasi dan memberikan
support positif kepada klien
Respon : klien mengatakan cemas karena ini pertama
kali klien akan di operasi

02.00

1
KLIEN DI OPERASI SELAMA 7 JAM
Klien tiba di ruangan dari ruangan operasi dan
Mengukur TTV klien
Respon : TD 110/70 mmHg, N 80x/menit,

06.00

1,3

RR 20x/menit, S 36C
Mengkaji nyeri klien
Respon : Klien tidak merasa sakit pada kakinya, klien
masih dalam pengaruh anastesi spinal

2/12/15
08.00

Memberikan obat antibiotik Ceftriaxone Sulbactam 1 gr


1,2,3

dan Ranitidine 50 mg
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk

08.05

Menganjurkan klien dan keluarga untuk mencuci tangan


Respon : klien dan keluarga mengerti dan mengikuti
saran perawat untuk rajin mencuci tangan
Menganjurkan kepada klien teknik tarik napas dalam
jika nyeri muncul
Respon : klien mengatakan akan melakuakan teknik

09.00

relaksasi napas dalam ketika nyeri muncul


Mengkaji rentang gerak klien
Respon : klien mampu menggerakkan ekstremitas
atasnya pada semua sendi, hanya pada ekstremitas
bawah klien merasa kebas

17.45

1,2,3
Mengukur TTV klien
Respon : TD 110/80 mmHg, N 86 x/mnt
RR 18 x/menit, S 36,2C

17.50

Mengkaji nyeri klien dengan PQRST


Respon : klien mengatakan nyeri seperti di tusuk-tusuk,
terasa panas, ngilu di daerah betis, nyeri di sekitar kaki
yang terbalu elastic verban, skala nyeri VAS 2 nyeri

18.00

1, 3

bertambah saat di gerakan.


Memberikan obat gentamicin 80mg via bolus
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk dan tidak ada reaksi alergi
ketika obat di berikan.

18.10

3
Memberikan obat analgetik ketorolac 30mg via bolus
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah

18.35

obat diberikan.
Memberikan obat antibiotic ceftriaxone 1 gr dan
ranitidine 50mg
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah

19.00

obat diberikan.

Mengukur TTV klien


Respon : TD 110/70 mmHg, N 80x/menit,
21.00

1,2,3

RR 20x/menit, S 36C
Mengkaji nyeri klien
Respon : klien mengatakan nyeri bertambah seperti di
tusuk-tusuk, terasa panas, ngilu di daerah betis, nyeri di
sekitar kaki yang terbalu elastic verban, skala nyeri VAS

21.30

2 nyeri bertambah saat di gerakan

Menganjurkan klien untuk melakuakn teknik relaksasi


napas dalam ketika nyeri muncul :
Respon : klien mengatakan sudah melakukan teknik
22.10

relaksasi napas dalam dan nyeri sedikit berkurang


Memberikan obat gentamicin 80 mg dan ketorolac 30mg
via bolus
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak

02.00

merasa nyeri saat obat masuk dan tidak ada reaksi alergi
ketika obat di berikan.
Melatih ROM aktif dan pasif kepada klien
Respon : klien mampu menggerakkan ekstremitas

06.00

1,3

atasnya pada semua sendi, hanya pada ekstremitas


bawah klien merasa kebas

Mengukur TTV klien


Respon : TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S
03/12/15
08.00

36,3C
4,5,6
Mengkaji nyeri klien
Respon : klien mengatakan nyeri bertambah seperti di
tusuk-tusuk, terasa panas, ngilu di daerah betis, nyeri di

09.00

sekitar kaki yang terbalu elastic verban, skala nyeri VAS


2 nyeri bertambah saat di gerakan
Menganjurkan klien untuk melakukan latihan gerak
sendi seperti apa yang sudah dia ajarkan perawat
Respon : klien mampu melakukan gerakan ROM

09.15

Mengukur TTV klien


Respon : TD 130/80 mmHg, N 88x/menit, RR
20x/menit, S 37C
Mengkaji nyeri klien

10.00

4,6

Respon : nyeri semakin bertambah sejak tadi siang, nyeri


bertambah saat akan di geerakkan, nyeri seperti di tusuktusuk, terasa panas, ngilu di daerah betis, nyeri di sekitar
kaki yang terbalu elastic verban, skala nyeri VAS 5,
nyeri bertahap dan terus menerus

10.30

Memberikan klien analgetik Tramadol 100 mg dalam


drip 100cc NaCl 0,9%
Respon : klien mengatakan sakit pada kaki kanannya,
klien tidak merasa sakit saat obat masuk di via bolus
Menganjurkan klien untuk tarik nafas dalam saat nyeri

15.00

4,5,6

muncul
Respon : klien mengikuti instruksi perawat dengan benar
Memberikan obat gentamicin 80mg via bolus

16.00

Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak


merasa nyeri saat obat masuk dan tidak ada reaksi alergi
ketika obat di berikan.
Memberikan obat analgetik ketorolac 30mg via bolus
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak

17.00

merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah


obat diberikan.
Memberikan obat antibiotic ceftriaxone 1 gr dan

21.00

4,5,6

ranitidine 50mg
Respon : Obat masuk lancar via bolus, klien tidak
merasa nyeri saat obat masuk, tidak ada alergi setelah
obat diberikan.

21.05

21.30

21.35

22.00

02.00

06.00

4,6
EVALUASI KEPERAWATAN

Nama Klien/Umur : Tn. DS/26 tahun

No. RM : 409-16-01

Ruangan/No. Kamar : Orthopedi/412 C


Waktu

No.
Dx

SOAP

Paraf dan
Nama Jelas

30/11/15
09..00

S:
Klien mengatakan
-

nyeri daerah kaki kanan, terasa senut-senut seperti di


tusuk-tusuk, skala nyeri VAS 3, menyebar ke daerah
distal dan proximal tibia, nyeri hilang timbul, nyeri saat

akan digerakkan, durasi nyeri 5 menit


nyeri berkurang setelah di berikan analgetik Ketorolac
3x30 mg via bolus

O:
-

TTV klien
TD 110/80 mmHg, N 86x/menit, RR 18x/menit, S
36,2C
Klien tampak meringis saat akan bergerak atau merubah
posisi

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi nyeri
Berikan terapi analgetik
Anjurkan TND bila nyeri muncul

S:
Klien mengatakan
- Sudah bosan berada di rumah sakit
- Kesal karena jadwal operasinya diundur terus
- Klien mengatakan sudah rindu dengan keluarganya
O:
-

TTV klien
TD 110/80 mmHg, N 86 x/menit, RR 18 x/menit, S
36,2C
Klien tampak gelisah dan terus bertanya kapan jadwal
operasinya dilaksanakan

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Anjurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi dan
distraksi

S:
Klien mengatakan
-

Verban elastic baru diganti oleh dokter tadi pagi


Tidak tampak rembesan darah atau cairan pada balutan

steril
Nyeri saaat antibiotic Gentamicyn masuk via bolus

O:
3

TTV klien
TD 110/80 mmHg, N 86x/menit, RR 18x/menit, S

36,2C
- Klien tampak meringis saat obat dimasukkan ke bolus
- Tidak ada lesi pada daerah kulit sekitar verban elastic
- CRT <2 detik
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi daerah kulit sekitar verban elastic dan
pemasangan infuse

S:
Klien mengatakan
-

nyeri daerah kaki kanan, terasa senut-senut seperti di


tusuk-tusuk, skala nyeri VAS 3, menyebar ke daerah
distal dan proximal tibia, nyeri hilang timbul, nyeri saat

akan digerakkan, durasi nyeri 5 menit


nyeri berkurang setelah di berikan analgetik Ketorolac
3x30 mg via bolus

O:

15.00

TTV klien
TD 110/80 mmHg N : 88x/mnt RR : 18x/mnt S : 36.3C

Klien tampak meringis saat akan bergerak atau merubah

1
posisi
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi nyeri

Berikan terapi analgetik


Anjurkan TND bila nyeri muncul

S:
Klien mengatakan
- Sudah bosan berada di rumah sakit
- Kesal karena jadwal operasinya diundur terus
- Klien mengatakan sudah rindu dengan keluarganya
O:
-

TTV klien
TD 110/80 mmHg N : 88x/mnt RR : 18x/mnt S : 36.3C
Klien tampak gelisah dan terus bertanya kapan jadwal
operasinya dilaksanakan

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Anjurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi dan
distraksi

2
S:
Klien mengatakan
-

Verban elastic baru diganti oleh dokter tadi pagi


Tidak tampak rembesan darah atau cairan pada balutan

steril
Nyeri saaat antibiotic Gentamicyn masuk via bolus

O:
-

TTV klien
TD 110/80 mmHg N : 88x/mnt RR : 18x/mnt S : 36.3C
- Klien tampak meringis saat obat dimasukkan ke bolus
- Tidak ada lesi pada daerah kulit sekitar verban elastic
- CRT <2 detik
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi daerah kulit sekitar verban elastic dan
pemasangan infuse

S:

Klien mengatakan
-

nyeri daerah kaki kanan, terasa senut-senut seperti di


tusuk-tusuk, skala nyeri VAS 3, menyebar ke daerah
distal dan proximal tibia, nyeri hilang timbul, nyeri saat

akan digerakkan, durasi nyeri 5 menit


nyeri berkurang setelah di berikan analgetik Ketorolac
3x30 mg via bolus

O:
-

TTV klien
TD : 120/70 mmHg N : 80x/mnt RR : 17x/mnt S : 36C
Klien tampak meringis saat akan bergerak atau merubah
posisi

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
21.00

Observasi TTV
Observasi nyeri
Berikan terapi analgetik
Anjurkan TND bila nyeri muncul

S:
Klien mengatakan
- Sudah bosan berada di rumah sakit
- Kesal karena jadwal operasinya diundur terus
- Klien mengatakan sudah rindu dengan keluarganya
O:
-

TTV klien
TD : 120/70 mmHg N : 80x/mnt RR : 17x/mnt S : 36C
Klien tampak gelisah dan terus bertanya kapan jadwal
operasinya dilaksanakan

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Anjurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi dan
distraksi

S:
Klien mengatakan

Verban elastic baru diganti oleh dokter tadi pagi

Tidak tampak rembesan darah atau cairan pada balutan

steril
Nyeri saaat antibiotic Gentamicyn masuk via bolus

O:
-

TTV klien
TD : 120/70 mmHg N : 80x/mnt RR : 17x/mnt S : 36C
- Klien tampak meringis saat obat dimasukkan ke bolus
- Tidak ada lesi pada daerah kulit sekitar verban elastic
- CRT <2 detik
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi daerah kulit sekitar verban elastic dan
pemasangan infuse

3
01.11.2015
08.00

S : klien mengatakan
- Nyeri masih ada saat akan bergerak, seperti di tusuk-tusuk dan
senut-senut, nyeri tidak menyebar hanya di tengah sekitar
tibia, skala nyeri VAS 2, durasi nyeri 3 menit, hilang timbul
O:
-

Klien tampak berhati-hati dan meringis saat akan


merubah posisi dan menggerakkan kaki
TTV klien
TD 110/90 mmHg, N 80x/menit, RR 20x/menit,
S 36,3C
Klien mampu menggerakkan sendi di semua ekstremitas

kecuali kaki kanan nya


A : Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri
- Berikan terapi analgetik
- Anjurkan teknik relaksasi TND saat nyeri muncul
S : Klien mengatakan
-

Bersedia di operasi saat ini, karena klien ingin segera

pulang kampung
Sudah sedikit mendapat gambaran setelah perawat
menceritakan tentang ruang OK dan langkah-langkah

operasi ortopedi secara umum


O:
-

TTV klien
TD 110/90 mmHg, N 80x/menit, RR 20x/menit, S
36,3C
Klien sudah lebih terbuka dengan perawat
Klien mau bercerita mengenai masalahnya

A : masalah belum teratasi


P : lanjutkan intervensi
-

Onservasi TTV
Anjurkan klien untuk mendistraksi rasa penatnya

S : Klien mengatakan
-

Nyeri di daerah pemasangan infuse


Nyeri bertamabah saat obat masuk via bolus
Bengkak pada kaki kanannya berkurang

TTV klien
TD 110 mmHg, N 80 x/menit, RR 20x/menit, S 36,3C
Terdapat nyeri tekan pada daerah pemasangan infuse
Infus terpasang sejak 25 November 2015
Paha kanan distal klien sudah tidak teraba kencang
Klien terpasang venflon baru No. 18 di tangan kiri

O:

A : masalah belum teratasi


P : lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi daerah kulit sekitar verban elastic
Pantau leukosit klien

S : klien mengatakan

- Nyeri masih ada saat akan bergerak, seperti di tusuk-tusuk dan


senut-senut, nyeri tidak menyebar hanya di tengah sekitar
tibia, skala nyeri VAS 2, durasi nyeri 3 menit, hilang timbul
O:
-

15.00

Klien tampak berhati-hati dan meringis saat akan


merubah posisi dan menggerakkan kaki
TTV klien
TD 110/70mmHg N : 78x/menit RR : 17x/menit S : 36C
Klien mampu menggerakkan sendi di semua ekstremitas

kecuali kaki kanan nya


A : Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri
- Berikan terapi analgetik
- Anjurkan teknik relaksasi TND saat nyeri muncul
S : Klien mengatakan
-

Bersedia di operasi saat ini, karena klien ingin segera

pulang kampung
Sudah sedikit mendapat gambaran setelah perawat
menceritakan tentang ruang OK dan langkah-langkah
operasi ortopedi secara umum

O:
-

TTV klien
TD 110/70mmHg N : 78x/menit RR : 17x/menit S : 36C
Klien sudah lebih terbuka dengan perawat
Klien mau bercerita mengenai masalahnya

A : masalah belum teratasi


P : lanjutkan intervensi
-

Onservasi TTV
Anjurkan klien untuk mendistraksi rasa penatnya

S : Klien mengatakan
2

Nyeri di daerah pemasangan infuse


Nyeri bertamabah saat obat masuk via bolus
Bengkak pada kaki kanannya berkurang

TTV klien
TD 110 mmHg, N 80 x/menit, RR 20x/menit, S 36,3C
Terdapat nyeri tekan pada daerah pemasangan infuse

O:
-

Infus terpasang sejak 25 November 2015


Paha kanan distal klien sudah tidak teraba kencang
Klien terpasang venflon baru No. 18 di tangan kiri

A : masalah belum teratasi


P : lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi daerah kulit sekitar verban elastic
Pantau leukosit klien

S : klien mengatakan
- Nyeri masih ada saat akan bergerak, seperti di tusuk-tusuk dan
senut-senut, nyeri tidak menyebar hanya di tengah sekitar
tibia, skala nyeri VAS 2, durasi nyeri 3 menit, hilang timbul
O:
3
-

Klien tampak berhati-hati dan meringis saat akan


merubah posisi dan menggerakkan kaki
TTV klien
TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S 36,3C
Klien mampu menggerakkan sendi di semua ekstremitas

kecuali kaki kanan nya


A : Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri
- Berikan terapi analgetik
- Anjurkan teknik relaksasi TND saat nyeri muncul
S : Klien mengatakan
-

Bersedia di operasi saat ini, karena klien ingin segera

pulang kampung
Sudah sedikit mendapat gambaran setelah perawat
menceritakan tentang ruang OK dan langkah-langkah
operasi ortopedi secara umum

O:
21.00

TTV klien
TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S 36,3C
Klien sudah lebih terbuka dengan perawat
Klien mau bercerita mengenai masalahnya

A : masalah belum teratasi


P : lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV

Anjurkan klien untuk mendistraksi rasa penatnya

S : Klien mengatakan
-

Nyeri di daerah pemasangan infuse


Nyeri bertamabah saat obat masuk via bolus
Bengkak pada kaki kanannya berkurang

TTV klien
TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S 36,3C
Terdapat nyeri tekan pada daerah pemasangan infuse
Infus terpasang sejak 25 November 2015
Paha kanan distal klien sudah tidak teraba kencang
Klien terpasang venflon baru No. 18 di tangan kiri

O:
-

A : masalah belum teratasi


P : lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi daerah kulit sekitar verban elastic
Pantau leukosit klien

2/12/15
08.00

S : Klien mengatakan
-

Kakinya masih terasa kebas setelah di operasi

Klien tampak rileks


TTV klien
TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, RR 20x/menit, S 36C

O:

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri post op
- Berikan terapi analgetik
- Anjurkan TND saat nyeri muncul
S : Klien mengatakan
-

Belum bisa menggerakkan kakinya secara mandiri

Klien butuh bantuan untu menggeser atau menggerakkan

O:
5

kaki yang tidak sakit karena masih dalam pengaruh


-

anatesi
TTV klien TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, RR 20
x/menit, S 36C

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi

S:O:
-

Observasi TTV
Observasi nyeri
Bantu klien untuk ROM pasif pada kaki kanan dan kiri

TTV klien TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, RR

20x/menit, S 36C
- Klien terpasang backslab dan verban elastic
- Keadaan balutan luka tidak ada rembesan
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi keadaaan balutan
- Monitor leukosit klien
S : Klien mengatakan
-

Kakinya masih terasa kebas setelah di operasi

Klien tampak rileks


TTV klien
TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, RR 20x/menit, S 36C

O:

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri post op
- Berikan terapi analgetik
- Anjurkan TND saat nyeri muncul
15.00

4
S : Klien mengatakan
-

Belum bisa menggerakkan kakinya secara mandiri

Klien butuh bantuan untu menggeser atau menggerakkan

O:
kaki yang tidak sakit karena masih dalam pengaruh
-

anatesi
TTV klien TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, RR 20
x/menit, S 36C

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
-

Observasi TTV
Observasi nyeri

S:O:
-

Bantu klien untuk ROM pasif pada kaki kanan dan kiri

TTV klien TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, RR

20x/menit, S 36C
- Klien terpasang backslab dan verban elastic
- Keadaan balutan luka tidak ada rembesan
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi keadaaan balutan
- Monitor leukosit klien
S : Klien mengatakan
-

Kakinya masih terasa kebas setelah di operasi

Klien tampak rileks


TTV klien
TD 110/80 mmHg, N 86 x/mnt RR 18 x/menit, S 36,2C

O:

A : Masalah belum teratasi


6

P : Lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri post op
- Berikan terapi analgetik
- Anjurkan TND saat nyeri muncul
S : Klien mengatakan
-

Belum bisa menggerakkan kakinya secara mandiri

Klien butuh bantuan untu menggeser atau menggerakkan

O:
kaki yang tidak sakit karena masih dalam pengaruh
-

anatesi
TTV klien
TD 110/80 mmHg, N 86 x/mnt RR 18 x/menit, S 36,2C

A : Masalah belum teratasi


21.00

P : Lanjutkan intervensi
S:O:

Observasi TTV
Observasi nyeri
Bantu klien untuk ROM pasif pada kaki kanan dan kiri

TTV klien
TD 110/80 mmHg, N 86 x/mnt RR 18 x/menit, S 36,2C
- Klien terpasang backslab dan verban elastic
- Keadaan balutan luka tidak ada rembesan
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi keadaaan balutan
- Monitor leukosit klien

03.11.2015
08.00

S : Klien mengatakan
- Nyeri pada kaki kanan nya hilang setelah diberikan obat

antinyeri
Saat ini skala nyeri yang dirasakan VAS 3
Semalam bisa tidur nyenyak

O:
-

Klien tampak rileks


TTV
TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, RR 20x/menit, S 36C
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri
- Lanjutkan terapi analgetik
- Anjurkan tarik nafas dalam saat nyeri muncul
S : Klien mengatakan
- Bisa menggerakkan kakinya sedikit
O:
- Klien mampu menggerakkan kaki kanannya secara
5

isometrik
TTV klien 110/70 mmHg, N 80x/menit, RR 20x/menit, S

36,2C
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri
- Bantu klien untuk melakukan ROM pasif
S:O:
-

TTV klien 110/70 mmHg, N 80x/menit, RR 20x/menit, S

36,2C
- Klien terpasang backslab dan verban elastik
- Keadaan verban elastic tidak ada rembesan
- Hasil lab leukosit terbaru 12,62 10^3/L (5,00-10,00)
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi keadaan balutan
- Monitor hasil laboratorium leukosit
6
S : Klien mengatakan
- Nyeri pada kaki kanan nya hilang setelah diberikan obat
O:

antinyeri
Saat ini skala nyeri yang dirasakan VAS 3
Semalam bisa tidur nyenyak

Klien tampak rileks


TTV
TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S 36,3C
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri
- Lanjutkan terapi analgetik
- Anjurkan tarik nafas dalam saat nyeri muncul
S : Klien mengatakan
- Bisa menggerakkan kakinya sedikit
O:
- Klien mampu menggerakkan kaki kanannya secara
15.00

isometrik
- TTV klien
TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S 36,3C
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri
- Bantu klien untuk melakukan ROM pasif
S:O:
- TTV klien
TD 110/90 mmHg, N 80x/mnt, RR 20x/mnt, S 36,3C
- Klien terpasang backslab dan verban elastik
- Keadaan verban elastic tidak ada rembesan
- Hasil lab leukosit terbaru 12,62 10^3/L (5,00-10,00)
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi keadaan balutan
- Monitor hasil laboratorium leukosit

S : Klien mengatakan
- Nyeri pada kaki kanan nya hilang setelah diberikan obat
-

antinyeri
Saat ini skala nyeri yang dirasakan VAS 3
Semalam bisa tidur nyenyak

Klien tampak rileks


TTV

O:

TD 130/80 mmHg, N 88x/menit, RR 20x/menit, S 37C


A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV

Observasi nyeri
Lanjutkan terapi analgetik
Anjurkan tarik nafas dalam saat nyeri muncul

S : Klien mengatakan
- Bisa menggerakkan kakinya sedikit
O:
- Klien mampu menggerakkan kaki kanannya secara
6
-

isometrik
TTV klien

TD 130/80 mmHg, N 88x/menit, RR 20x/menit, S 37C


A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi nyeri
- Bantu klien untuk melakukan ROM pasif
S:O:
-

TTV klien

TD 130/80 mmHg, N 88x/menit, RR 20x/menit, S 37C

21.00

Klien terpasang backslab dan verban elastik


- Keadaan verban elastic tidak ada rembesan
- Hasil lab leukosit terbaru 12,62 10^3/L (5,00-10,00)
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Observasi TTV
- Observasi keadaan balutan
- Monitor hasil laboratorium leukosit