Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

Companding A-Law dan -Law

Oleh :
Putu Sintia Susiani Pande
(1304405018)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
BUKIT-JIMBARAN
2015

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Proses pengolahan sinyal digital, diawali dengan proses mengubah sinyal

masukan yang berupa sinyal analog. Proses ini mengubah representasi sinyal yang

tadinya berupa sinyal analog menjadi sinyal digital. Proses ini dilakukan oleh suatu
unit ADC (Analog to Digital Converter). Unit ADC ini terdiri dari sebuah bagian
Sample/Hold dan sebuah bagian quantiser. Unit sample/hold merupakan bagian yang
melakukan pengubahan orde ke-0, yang berarti nilai masukan selama kurun waktu T
dianggap memiliki nilai yang sama. pengubahan dilakukan setiap satu satuan waktu
yang lazim disebut sebagai waktu peubah (sampling time). Bagian quantiser akan
merubah menjadi beberapa level nilai, pembagian level nilai ini bisa secara uniform
ataupun secara non-uniform misal pada Gaussian quantiser.
1.2

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat diangkat pada makalah ini adalah :
1. Apa yang dimaksud dengan A-Law dan -Law?
2. Apa perbedaan antara A-Law dan -Law?

1.3

Tujuan Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian A-Law dan -Law
2. Memenuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah Telekomunikasi Digital.

1.4

Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Memberikan ilmu kepada pembaca tentang companding A-Law dan -Law.
2. Sebagai referensi tambahan untuk menunjang kegiatan perkuliahan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Hukum Companding


Perbandingan S/N (Sinyal/Noise) dihubungkan dengan suatu sinyal amplitudo

maksimum, yang tegangan dari puncak ke puncaknya adalah sama dengan daerah
sinyal sepenuhnya. Dalam praktek, sinyal mungkin saja jauh lebih kecil dari nilai ini,
kadang kadang dapat sampai 30 dB di bawahnya. Karena tingkat kebisingan
tergantung pada beasarnya langkah, yang adalah sebuah konstanta, maka dengan
sinyal sinyal yang kecil (lemah) akan dihasilkan perbandingan S/N yang jauh lebih
rendah. Proses companding (compression and expanding) digunakan untuk mengatasi
memburuknya perbandingan S/N ini. Companding adalah suatu proses gabungan
dimana kompresi volume sebelum transmisi dikombinasikan dengan ekspansi volume
sesudah transmisi.
Companding itu sendiri tidak menimbulkan distorsi apapun pada sinyal yang
diperoleh kembali, tetapi benar-benar mengurangi tingkat kebisingan kuantisasi
selama selang waktu tingkat sinyal rendah. Sirkuit elektronik yang melakukan ini
disebut compandor dan bekerja dengan penekanan atau memperluas jangkauan
dinamis dari sinyal elektronik analog seperti suara. Satu varietas adalah triplet dari
amplifier, penguat logaritmik, diikuti oleh variabel linear gain penguat dan penguat
eksponensial. Triplet seperti properti yang mempunyai tegangan output adalah
proporsional terhadap tegangan input dinaikkan menjadi kekuatan yang dapat diatur.
Compandors digunakan dalam sistem audio konser dan dalam beberapa skema
pengurangan kebisingan seperti dbx dan Dolby NR (semua versi).
Penguat kompresor memperkuat sinyal sinyal tingkat rendah lebih besar dari
pada sinyal sinyal tingkat tinggi, sehingga dengan demikian daerah tegangan
masukan ditekan (compressed) menjadi satu jangkauan yang lebih kecil. Langkahlangkah yang dipancarkan mempunyai amplitudo amplitudo yang sama, tetapi ini
adalah ekivalen dengan penggunaan langkah langkah yang lebih kecil untuk sinyal

tingkat rendah, dan langkah langkah yang lebih beasr untuk sinyal simyal tingkat
yang besar.
Hasilnya ialah kebisingan kuantisasi yang lebih rendah amplitudonya selama
perioda perioda sinyal tingkat rendah. Penggunaan companding memungkinkan
sinyal dengan rentang dinamis yang besar akan disalurkan ke fasilitas yang memiliki
kemampuan jangkauan dinamis yang lebih kecil. Companding mengurangi tingkat
kebisingan dan crosstalk di penerima. Companding digunakan dalam sistem telepon
digital dan, penekanan sebelum input ke analog ke digital converter, dan kemudian
meluas setelah digitalke analog konverter. Ini sama dengan menggunakan nonlinear
ADC seperti pada Tcarrier sistem telepon yang mengimplementasikannya A-hukum
atau hukum -companding.
Metode ini juga digunakan dalam format file digital sinyal yang lebih baik
noise ratio (SNR) pada tingkat bit yang lebih rendah. Sebagai contoh, sebuah
dikodekan secara linear PCM 16 bit sinyal dapat dikonversi ke 8 bit file WAV atau
AU dengan tetap menjaga SNR yang layak oleh mengompresi sebelum transisi ke
8bit dan meluas setelah sebuah konversi kembali ke 16 bit. Ini secara efektif bentuk
kompresi data audio lossy.

2.2
2.2.1

Jenis Jenis Companding


A-Law
Fungsinya untuk membatasi nilainilai sampel linier sebanyak 12 bit. , A

hukum kompresi didefinisikan oleh persamaan ini:

A|x|
1+ ln ( A)
f ( x )=
sgn ( x )(1+ ln ( A|x|) )
1+ ln ( A)

0|x|<

1
A

1
|x|1
A

Dimana A adalah parameter kompresi (A = 87,7 di Eropa), dan x adalah


integer dinormalkan menjadi terkompresi. Companding Alaw banyak digunakan di
Eropa dan seluruh dunia.

Gambar 5.1 Companding A-Law

Pada gambar 5.1 tampak sinyal biru bergelombang namun pada sinyal
berwarna merah gelombangnya sedikit ada derau. Itu berarti pada sinyal berwarna
merah yang adalah sinyal output, sinyal tersebut terkena distorsi. Hukum
companding a-law menyebabkan sinyal masukan (biru) mengalami distorsi pada
sinyal keluaran (merah). Distorsi ini menyebabkan riak sinyal dan pergesaran fase
sehingga sinyal yang dikeluarkan dari demodulator tidak sama persis dengan sinyal
masukan pada modulator.
Dengan 8 bit maka level kuantisasi ada 28 level atau 256 level. Karena nilai
level kuantisasi hampir mendekati nilai level lainnya maka sinyal distorsi A-law yang
didapat terlihat hampir sama dengan sinyal masukan. Hukum companding A-law
menggunakan 13 segmen sehingga efek distorsi dapat berkurang pada keluaran
modulator dibandingkan pada a-law linier.

2.2.2

-Law
Fungsinya untuk membatasi nilainilai sampel linier sebanyak 13 bit. , Law

kompresi didefinisikan oleh persamaan ini:


sgn ( x )ln (1+ |x|)
f ( x )=
0 |x| 1
ln (1+ )
Di mana adalah parameter kompresi ( = 255 di Amerika Serikat dan
Jepang) dan x adalah integer dinormalkan menjadi tertekan. Law yang digunakan
oleh Amerika Utara dan Jepang.

Gambar 5.2 Companding -Law

Hukum companding -law menyebabkan sinyal masukan (biru) mengalami


distorsi pada sinyal keluaran (merah). Distorsi ini menyebabkan riak sinyal dan
pergesaran fase sehingga sinyal yang dikeluarkan dari demodulator tidak sama persis
dengan sinyal masukan pada modulator.
Sama halnya dengan companding a-law, companding -law menggunakan 8
bit maka level kuantisasi ada 28 level atau 256 level. Hukum companding -law
menggunakan 18 segmen sehingga efek distorsi dapat berkurang pada keluaran
modulator dibandingkan dengan a-law linier dan a-law.

BAB III
PENUTUP
3.1

Simpulan
Companding adalah suatu proses gabungan dimana kompresi volume sebelum

transmisi dikombinasikan dengan ekspansi volume sesudah transmisi. Jenis jenis


companding adalah A-Law dan -Law. A-Law fungsinya untuk membatasi nilainilai
sampel linier sebanyak 12 bit. Companding Alaw banyak digunakan di Eropa dan
seluruh dunia. -Law fungsinya untuk membatasi nilainilai sampel linier sebanyak
13 bit. Law digunakan oleh Amerika Utara dan Jepang.

DAFTAR PUSTAKA
1. Charles W. Brokish, MTS, Michele Lewis, MTSA, SC Group Technical
Marketing,

December

1997,

A-Law

and

mu-Law

Implementations Using the TMS320C54x.


2. Komunikasi Elektronika, Ir.Kamal Idris.
3. Modul Praktikum Telekomunikasi Digital Teknik Elektro 2015.

Companding

Anda mungkin juga menyukai