Anda di halaman 1dari 1

kerugian:

Ackerman-proffit merupakan salah satu klasifikasi berupa klasifikasi kualitatif. Hasil penelitian
dapat diidentifikasi saat meninjau perkembangan metode kualitatif maloklusi. Para peneliti
sebelumnya, tidak menentukan ciri khas maloklusi untuk diteliti. oleh karena itu, gejala
maloklusi diteliti dengan cara 'semua-atau-tidak'. Jumlah gigi rotasi dan displaced merupakan
dasar untuk mengevaluasi prevalensi dan insiden pada maloklusi pada suatu populasi. Dan
metode ini merupakan metode kuantitatif yang tidak bisa dilakukan oleh metode kualitatif.
(Agarwai and Mathur, 2012)
keuntungan:
Dari kekurangan klasifikasi Angle maka beberapa penyempurnaan klasifikasi dilakukan yaitu:
Klasifikasi menurut Ackerman dan Proffit yaitu sistem tambahan informal pada metode Angle
dengan mengidentifikasi karakteristik utama dari maloklusi untuk digambarkan secara sistematis.
Klasifikasi ini dapat menutupi kelemahan utama skema Angle. Ackerman dan Proffit membagi
maloklusi dalami 9 kategori antara lain, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Alignment (spacing,crowding)
Profil (convex, straight, concave)
Deviasi sagital (crossbite)
Deviasi vertikal (Kelas Angle)
Deviasi vertical (deep bite dan open bite)
Deviasi transsagital (kombinasi crossbite dan kelas Angle)
Sagitovertikal( kombinasi Angle dan deep over bite atau open bite)
Deviasi vertikotransver (kombinasi deep over bite atau open bite dengan

crossbite)
9. Deviasi transsagitovertikal (Agarwai and Mathur, 2012)
Agarwai A and Mathur R. An Overview of Orthodontic Indices. World J of Den. 2012;3(1):77-86