Anda di halaman 1dari 6

Limfoma

Limfoma atau disebut juga kanker kelenjar getah bening adalah sejenis kanker yang tumbuh
akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Hal ini berakibat
sel abnormal nenjadi ganas. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada
berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limpa, sum-sum tulang, darah
maupun organ lainnya contoh saluran cerna, paru, kulit dan tulang
Limfoma juga sering dikaitkan dengan paparan zat karsinogenik
LIMFOMA NON-HODGKIN (LNH)
Limfoma non-hodgkin adalah kelompok keganasan primer imfosit yang dapat berasal dari
limfosit B, limfosit T dan kadang (amat jarang) berasal dari sel NK (natural killer) yang
berada dalam sistem limfe; yang sangat heterogen, baik tipe histologist, gejala, perjalanan
klinis, respon terhadap pengobatan, maupun prognosis
Stadium berdasarkan kesepakatan Ann Arbor :
Stadium I : Pembesaran kelenjar getah bening (KGB) hanya 1 regio.
I E : jika hanya terkena 1 organ ekstra limfatik tidak difus/batas tegas.
Stadium II : Pembesaran 2 regio KGB atau lebih, tetapi masih satu sisi diafragma.
II 2 : pembesaran 2 regio KGB dalam 1 sisi diafragma
II 3 : pembesaran 3 regio KGB dalam 1 sisi diafragma
II E : pembesaran 1 regio atau lebih KGB dalam 1 sisi diafragma dan 1 organ ekstra limfatik
tidak difus/batas tegas
Stadium III : Pembesaran KGB di 2 sisi diafragma
Staduium IV : Jika mengenai 1 organ ekstra limfatik atau lebih tetapi secara difus
Pengobatan
Pengobatan inti LNH saat ini meliputi kemoterapi, terapi antibodi monoklonal, radiasi, terapi
biologik dan cangkok sum-sum tulang
LIMFOMA HODGKIN (HODGKIN DISEASE)
Penyakit Hodgkin termasuk dalam keganasan limforetikular yaitu : limfoma malignum yang
terbagi dalam limfoma malignum Hodgkin dan limfoma malignum non Hodgkin. Kedua
penyakit tersebut dibedakan secara histopatologis, dimana pada limfoma Hodgkin ditemukan
sel Reed Sternberg

Stadium Penyakit
Penentuan staging sangat penting untuk terapi dan menilai prognosis. Staging dilakukan
menurut Cotswolds (1990) yang merupakan modifikasi dan klasifikasi Ann Arbor (1971).
Stadium I : Keterlibatan suatu region kelenjar geah bening atau struktur
jaringan limfoid (limpa, timus, cincin waldeyer) atau keterlibatan satu organ ekstralimfatik.
Stadium II : Keterlibatan 2 regio kelenjar getah bening pada sisi diafragma yang sama.
Stadium III : Keterlibatan regio kelenjar getah bening pada kedua sisi diafragma.
Stadium IV : Keterlibatan difus/diseminata pada satu atau lebih organ ekstranodal atau
jaringan dengan atau tanpa keterlibatan kelenjar
Pengobatan
Di dalam pengobatan Limfoma Hodgkin langkah pertama yang harus dilakukan adalah
penentuan stadium penyakit.
Dipastikan dengan biopsi eksisi kelenjar getah bening.
Anamnesis dan pemeriksaan fisik
Evaluasi laboratorium: pemeriksaan darah lengkap, uji fungsi hati, uji fungsi ginjal,
urinalisis.
Rontgen foto toraks, CTscan toraks, abdomen, dan pelvis.
Biopsi sumsum tulang
Laparotomi dengan splenektomi untuk menentukan stadium
Setelah dilakukan penentuan stadium barulah dilakukan pengobatan sesuai dengan stadium
yang ada. Stadium I dan IIA: dapat dilakukan radiasi, stadium III dan IV: kemoterapi (seperti:
ABVD doksorubisin [Adriamisin], bleomisin, vinblastin.dan dakarbazin
Lipoma
Lipoma adalah tumor adipose atau jaringan lemak yang umumnya ditemukan pada jaringan
sub kutan dari kepala, leher, bahu dan punggung. Lipoma ditemukan pada semua jenjang usia
kebanyakan umur 40 dan 60 tahun

Pemeriksaan Fisik
Nodul subkutan ukuran rata-rata 2 10 cm
Sering berlobus
Mobile
Konsistensi kenyal
Kulit diatas lesi norma
Penatalaksanaan
Pada dasarnya lipoma tidak perlu dilakukan tindakan apapun, kecuali bila berkembang
menjadi nyeri dan mengganggu pergerakan. Biasanya seseorang menjalani operasi bedah
untuk alasan kosmetik.
1. Konservatif
Mesoterapi
Mesoterapi adalah terapi dengan injeksi NSAIDS, enzim dan hormon.
Namun sekarang yang sering digunakan adalah lecithin (phosphatidylcholine isoproterenol)
yang mempunyai efek lipolitik.
2. Operatif
Simple surgical excision
Insisi dilakukan pada kulit hingga ke pseudokapsul lipoma, kemudian masa direseksi.
Setelah pendarahan dihentikan, dijahit dengan absorbable suture setelah itu luka ditutup
(pressure dressing) selama 24 jam untuk mencegah terjadinya hematoma atau seroma
Squeeze teknik ( lipoma superficial yang kecil)
Insisi selebar diameter lipoma dilakukan dan bagian tepi lipoma ditekan supaya massa
tersebut keluar. Kemudian dilakukan diseksi dan kuret

Hemangioma
Hemangioma adalah proliferasi dari pembuluh darah yang tidak normal dan dapat terjadi
pada setiap jaringan pembuluh darah.
Hemangioma merupakan tumor vaskular jinak terlazim pada bayi dan anak. Meskipun tidak
menutup kemungkinan dapat terjadi pada orang tua, contohnya adalah cherry hemangioma
atau angioma senilis yang biasanya jinak, kecil, red-purple papule pada kulit orang tua.

A. Hemangioma kapiler
1. Strawberry hemangioma (hemangioma simplek)
Hemangioma kapiler terdapat pada waktu lahir atau beberapa hari sesudah lahir. Lebih sering
terjadi pada bayi prematur dan akan menghilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu
(Hall, 2005). Tampak sebagai bercak merah yang makin lama makin besar. Warnanya
menjadi merah menyala, tegang dan berbentuk lobular, berbatas tegas, dan keras pada
perabaan. Involusi spontan ditandai oleh memucatnya warna di daerah sentral, lesi menjadi
kurang tegang dan lebih mendatar.
.
2. Granuloma piogenik
Lesi ini terjadi akibat proliferasi kapiler yang sering terjadi sesudah trauma, jadi bukan oleh
karena proses peradangan, walaupun sering disertai infeksi sekunder. Lesi biasanya soliter,
dapat terjadi pada semua umur, terutama pada anak dan tersering pada bagian distal tubuh
yang sering mengalami trauma. Mula-mula berbentuk papul eritematosa dengan pembesaran
yang cepat. Beberapa lesi dapat mencapai ukuran 1 cm dan dapat bertangkai, mudah
berdarah.
B. Hemangioma kavernosum
Lesi ini tidak berbatas tegas, dapat berupa makula eritematosa atau nodus yang berwarna
merah sampai ungu. Bila ditekan akan mengempis dan cepat mengembung lagi apabila
dilepas. Lesi terdiri dari elemen vaskular yang matang. Bentuk kavernosum jarang
mengadakan involusi spontan.
Hemangioma kavernosum kadang-kadang terdapat pada lapisan jaringan yang dalam, pada
otot atau organ dalam.
C. Hemangioma campuran
Jenis ini terdiri atas campuran antara jenis kapiler dan jenis kavernosum. Gambaran klinisnya
juga terdiri atas gambaran kedua jenis tersebut. Sebagian besar ditemukan pada ekstremitas
inferior, biasanya unilateral, soliter, dapat terjadi sejak lahir atau masa anak-anak. Lesi berupa

tumor yang lunak, berwarna merah kebiruan yang kemudian pada perkembangannya dapat
memberi gambaran keratotik dan verukosa.
Penanganan
Ada 2 cara pengobatan:
1. Cara konservatif
Pada perjalanan alamiahnya lesi hemangioma akan mengalami pembesaran dalam bulanbulan pertama, kemudian mencapai besar maksimum dan sesudah itu terjadi regresi spontan
sekitar umur 12 bulan, lesi terus mengadakan regresi sampai umur 5 tahun.
Hemangioma superfisial atau hemangioma strawberry sering tidak diterapi. Apabila
hemangioma ini dibiarkan hilang sendiri, hasilnya kulit terlihat normal.
2. Cara aktif
Hemangioma yang memerlukan terapi secara aktif, antara lain adalah hemangioma yang
tumbuh pada organ vital, seperti pada mata, telinga, dan tenggorokan; hemangioma yang
mengalami perdarahan; hemangioma yang mengalami ulserasi; hemangioma yang mengalami
infeksi; hemangioma yang mengalami pertumbuhan cepat dan terjadi deformitas jaringan.
2.1. Pembedahan
Indikasi :
1. Terdapat tanda-tanda pertumbuhan yang terlalu cepat, misalnya dalam beberapa minggu
lesi menjadi 3-4 kali lebih besar.
2. Hemangioma raksasa dengan trombositopenia.
3. Tidak ada regresi spontan, misalnya tidak terjadi pengecilan sesudah 6-7 tahun.
Lesi yang terletak pada wajah, leher, tangan atau vulva yang tumbuh cepat, mungkin
memerlukan eksisi lokal untuk mengendalikannya.
2.2. Radiasi
Pengobatan radiasi pada tahun-tahun terakhir ini sudah banyak ditinggalkan karena:
1. Penyinaran berakibat kurang baik pada anak-anak yang pertumbuhan tulangnya masih
sangat aktif.

2. Komplikasi berupa keganasan yang terjadi pada jangka waktu lama.


3. Menimbulkan fibrosis pada kulit yang masih sehat yang akan menyulitkan bila diperlukan
suatu tindakan.
Walaupun radiasi digunakan secara luas dalam masa lampau untuk mengobati hemangioma,
pada saat ini jarang digunakan karena komplikasi jangka lama terapi radiasi, serta fakta
bahwa kebanyakan hemangioma kapiler akan beregresi.
2.3. Kortikosteroid
Kriteria pengobatan dengan kortikosteroid ialah:
1. Apabila melibatkan salah satu struktur yang vital.
2. Tumbuh dengan cepat dan mengadakan destruksi kosmetik.
3. Secara mekanik mengadakan obstruksi salah satu orifisium.
4. Adanya banyak perdarahan dengan atau tanpa trombositopenia.
5. Menyebabkan dekompensasio kardiovaskular.