Anda di halaman 1dari 42

AKUNTANSI

KEUANGAN DAERAH
BAB 6
DASAR-DASAR AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH
ABDUL ROHMAN, SE, MSi

TUJUAN INSTURKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mempelajari materi ini:
peserta didik akan memahami konsep
dasar-dasar
pencatatan
akuntansi
dalam rangka pelaksanaan APBD.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


(TIK)

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik


atau mahasiswa diharpkan dapat:
Memahami pengertian dan operasionalisasi
Entitas Akuntansi
Memahami pengertian dan operasionalisasi
Entitas Pelaporan
Memahami Persamaan dasar akuntansi secara
umum
Memahami persamaan dasar akuntansi APBD
Memahami persamaan dasar akuntansi Neraca

A. PENDAHULUAN
Akuntansi sebagai seni (art) mencatat,
menggolongkan, meringkas transaksi atau
peristiwa yang dilakukan sedemikian rupa
dalam bentuk uang, atau paling tidak
memiliki
sifat
keuangan
dan
menginterpretasi hasilnya.
Akuntansi yang dianut pada pemerintah
daerah adalah budgetary accounting maka
kita harus memahami perlakuaan anggaran
pada sisi akauntansinya.

Lanjutan

Pada teknik dasar mengenai perlakuan


anggaran harus dilakukan pencatatan pada
saat anggaran sudah disyahkan.
Anggaran merupakan komitment antara
masyarakat
melalui
wakilnya
(Dewan
Perwakilan
Rakyat
Daerah)
dengan
pemerintah selaku eksekutif (pelaksana).
Fungsi anggaran yang merupakan dokumen
komitmen tersebut menghendaki adanya
akuntabilitas terhadap penyusunan, dan
pelaksanaannya.

Lanjutan

Laporan keuangan yang disusun oleh pemerintah


daerah harus benar-benar mencerminkan potrait dari
pelaksanaan atas pengelolaan sumberdaya yang
tertuang dalam dokumen anggaran.
Laporan keuangan disusun oleh entitas yang
berkewajiban menyusun laporan keuangan.
Entitas yang berkewajiban menyusun
laporan
keuangan adalah entitas yang memiliki kewajiban
sebagai entitas akuntansi.
Entitas akuntansi diselenggarakan karena suatu entitas
diberikan hak untuk mengelola anggaran secara
mandiri
mulai
dari
penyusunan
hingga
pelaksanaannya.

B. ENTITAS AKUNTANSI
Definisi
Entitas
Akuntansi
menurut
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah
Nomor
1
adalah
unit
pemerintahan
pengguna anggaran atau pengguna barang
dan
oleh
karenanya
wajib
menyelenggarakan
akuntansi
dan
menyusun
laporan
keuangan
untuk
digabungkan pada entitas pelaporan.
Yang termasuk ke dalam entitas akuntansi
adalah SKPD dan PPKD.

Lanjutan

Unit pemerintah pengguna anggaran atau


pengguna
barang
adalah
satuan
kerja
dilingkungan suatu pemerintah daerah tertentu
yang telah dituangkan dalam surat keputusan
kepala daerah berhak untuk menyusun dan
mengelola anggaran secara mandiri.
Dengan demikian setiap satuan kerja perangkat
daerah (SKPD) dilingkungan suatu pemerintah
daerah dapat menjadi entitas akuntansi.
Dinas, badan dan kantor di lingkungan suatu
pemerintah menjadi entitas akuntansi.

Dinas

PPKD

Entitas
akuntansi

Badan

Kantor

Gb. Entitas Akuntansi

C. ENTITAS PELAPORAN

Definisi entitas pelaporan berdasarkan


pernyataan standar akuntansi pemerintah
(PSAP) nomor 1 adalah unit pemerintahan
yang terdiri dari satu atau lebih entitas
akuntansi
yang
menurut
ketentuan
peraturan
perundang-undangan
wajib
menyampaikan
laporan
pertanggungjawaban
berupa
laporan
keuangan.

Lanjutan
Dari definisi diatas yang perlu kita cermati
adalah, unit pemerintahan yang terdiri dari
satu atau lebih entitas, hal ini dimaksudkan
bahwa Pemerintah Daerah yang terdiri dari
satu atau lebih unit atau satuan kerja.
Jadi bukan pemdanya yang jamak tetapi
unit di bawah pemerintah daerahnya yang
berjumlah lebih dari satu.
Sehingga
yang disebut disini adalah
Pemerintah
daerah
selaku
entitas
pelaporan.

Lanjutan

Secara umum yang dimaksud sebagai


entitas pelaporan adalah:
Pemerintah Pusat
Pemerintah Daerah
Satuan Organisasi di Lingkungan Pemerintah
Pusat/Daerah
Organisasi lainnya, jika menurut peraturan
perundang-undangan satuan organisasi dimaksud
wajib menyajikan laporan keuangan.

Pemerintah
Pemerintah daerah
Satuan
Organisasi
Organisasi
lainnya

Gb. Entitas Pelaporan

Entitas Pelaporan

Pemerintah daerah
Dinas
Badan
Kantor

Gb Entitas Pelaporan

Lanjutan

Untuk Pemerintah Daerah, Satuan Kerja


perangkat daerah pengelola keuangan
daerah
(SKPKD)
adalah
institusi
di
lingkungan
pemerintah
daerah
yang
ditetapkan sebagai dinas atau badan
pengelola keuangan pemerintah daerah.
Pada praktiknya bisa menunjuk pada :

Dinas Pengelola Keuangan Daerah,


Badan Pengelola Keuangan Daerah,
Biro Keuangan (Pada Sekretariat Daerah),
Bagian Keuangan (Pada Sekretariat Daerah).

D. LAPORAN KEUANGAN

Berdasarkan
definisi
dan
pengertian
Akuntansi, hasil dari proses akuntansi adalah
informasi keuangan yang disajikan dalam
bentuk Laporan.
Laporan keuangan yang menjadi kewajiban di
tingkat
Pemerintah
Daerah
adalah
menyajikan
informasi
keuangan
yang
terstruktur mengenai: (1) Laporan realisasi
anggaran (LRA), (2) neraca, (3) Laporan arus
kas (LAK) dan (4) Catatan Atas Laporan
Keuangan (CALK).

Lanjutan

Sementara itu laporan keuangan yang


menjadi kewajiban di tingkat Satun Kerja
pernagkat daerah adalah (1) Laporan
realisasi anggaran (LRA), (2) neraca, (3)
Catatan Atas laporan keuangan

Laporan Realisasi Anggaran:


Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan
realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan
selama suatu periode.
Kabupaten Muarenim
Laporan Realisasi
Per 31 desember 2009
Kode

Deskripsi

Anggaran

Realisasi

Selisih

xxxxxx

Pendapatan

1000

900

100

xxxxxx

Belanja

(900)

(700)

200

100

200

surplus

Kabupaten Muarenim
Laporan Realisasi Semester I
Per 31 Juni 2009
Kode

Deskripsi

Anggaran

Realisasi

xxxxxx

Pendapatan

1000

900

100

xxxxxx

Belanja

(900)

(700)

(200)

100

200

surplus

Prognosa

Kabupaten Muarenim
Laporan Realisasi Semester II
Per 31 Desember 2009
Kode

Deskripsi

Anggaran

Realisasi

Selisih

xxxxxx

Pendapatan

1000

900

100

xxxxxx

Belanja

(900)

(700)

200

100

200

surplus

Neraca
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu
entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan
ekuitas dana pada tanggal tertentu.
Pemerintah Kabupaten Muaraenim
Neraca
Per 31 Desember 2009
Aktiva

Pasiva

Kas

100

Hutang

75

Gedung

900

Ekuitas

925

total 1000

total 1000

Laporan Arus Kas


Laporan Arus Kas (LAK) adalah laporan yang
menyajikan
informasi
mengenai
sumber,
penggunaaan, perubahan kas dan setara kas
selama satu periode akuntansi, dan saldo kas dan
setara kas pada tanggal pelaporan.
Arus masuk dan keluar kas diklasifikasikan
berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset nonkeuangan, pembiayaan, dan non-anggaran.
LAK
dan
pengungkapan
yang
Penyajian
berhubungan dengan arus kas diatur dalam PSAP
Nomor 03 tentang Laporan Arus Kas.

Catatan Atas Laporan Keuangan


Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) adalah
bagian yang tak terpisahkan dari laporan
keuangan yang menyajikan informasi tentang
penjelasan pos-pos laporan keuangan dalam
rangka pengungkapan yang memadai.
CALK ditujukan agar laporan keuangan dapat
dipahami dan dibandingkan dengan laporan
keuangan entitas lainnya.

CALK sekurangkurangnya disajikan dengan susunan sebagai


berikut:
1. informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro,
pencapaian target Undang-Undang APBN/Perda APBD, berikut
kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian
target;
2. ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun
pelaporan;
3. informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan
kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan
atas transaksitransaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;
4. pengungkapan informasi yang diharuskan oleh PSAP yang
belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;
5. pengungkapan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban
yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas
pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan
penerapan basis kas;
6. informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang

E. KELOMPOK TRANSAKSI KEUANGAN


DALAM
PELAKSANAAN APBD

Transaksi atau peristiwa keuangan dalam rangka


pelaksanaan APBD, pada dasarnya dapat
dikelompokkan dalam beberapa kelompok
transaksi berikut:
Transaksi Penerimaan Kas, yaitu semua penerimaan
Kas Daerah dalam periode tahun anggaran tertentu.
Transaksi Pengeluaran Kas, yaitu semua pengeluaran
Kas Daerah dalam periode tahun anggaran tertentu.
Transaksi Selain Kas, adalah semua transaksi
keuangan selain penerimaan Kas Daerah dan
pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahun anggaran
tertentu.

F. MEDIA AKUNTANSI

Berdasarkan uraian tersebut, media untuk


melaksanakan proses akuntansi meliputi:

Dokumen atau Bukti Transaksi,


Buku Jurnal,
Buku Besar dan
Buku Pembantu
Bukti
Jurnal

Buku
Besar

Buku
Pembant
u

Hubungan antar media

F. DOKUMEN TRANSAKSI
Dokumen atau Bukti Transaksi adalah
formulir-formulir yang digunakan sebagai
tanda bukti terjadinya suatu transaksi atau
adanya suatu peristiwa keuangan yang
menjadi dasar pencatatan dalam akuntansi.
Pada praktiknya dilapangan dokumen ini
yang dijadikan sebagai dasar pencatatan
dalam administrasi pendapatan dan sebagai
dokumen sumber dalam proses penyusunan
lapoaran keuangan suatu SKPD.

Contoh formulir pada setiap jenis transaksi


keuangan
Transaksi Keuangan
1. Penerimaan Kas

2. Pengeluaran Kas

3 Selain Kas

Dokumen/Bukti
Surat Keputusan Pajak Daerah (SKPD),
Surat Keputusan Retribusi Daerah
(SKRD), Surat Tanda Setoran
STS),Tanda
Bukti
Penerimaan
(TBP) Kas Kuitansi Penerimaan
Kas, dan bukti lainnya yang
dianggap syah.
Surat Perintah Penyediaan Dana
(SP2D), Surat Pertanggungjawban
(SPJ), Kuitansi Pengeluaran Kas,
Faktur/Nota Pembelian, dan bukti
lainnya yang dianggap syah.
Bukti Memorial (berasal dari berita
acara dan bukti lainnya yang
dianggap syah)

H. CATATAN AKUNTANSI

Buku Jurnal yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh


Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) mencatat transaksi keuangan
penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan (2)
menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening (akun).
Transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku
Jurnal, selanjutnya secara periodik diposting ke dalam Buku Besar.
Pendekatan yang digunakan adalah special journal sehingga didalam buku
jurnal hanya dicatat satu sisi saja. Dan dalam satu buku jurnal mencatat
transaksi yang sama.
Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh
Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) meringkas catatan transaksi
keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun), (2)
memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara
akumulatif.
Catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam Buku Besar
selanjutnya secara periodik disusun ke dalam Laporan Keuangan. Rekening
atau akun yang dicatat dalam buku besar adalah level atau tingkat rincian
obyek.
Buku Pembantu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh
Fungsi Akuntansi sebagai media yang (1) melengkapi (merinci atau
menjabarkan) informasi rekening tertentu dalam Buku Besar, dan (2)
menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud dalam Buku

I. PENCATATAN AKUNTANSI

Basis Pencatatan
Masa transisi masih dapat menggunakan toward accrual
yang artinya untuk pelaporan APBD menggunakan basis
kas dan untuk pelaporan neraca berbasis akrual.
Basis Kas, digolongkan dan diringkas ke dalam
Rekening-rekening APBD (Pendapatan, Belanja
Daerah dan Pembiayaan) untuk selanjutnya disajikan
dalam Laporan Realisasi APBD.
Sedangkan, untuk penyajian Neraca Daerah digunakan
Basis Akrual dan penyesuaian terhadap rekeningrekening APBD tertentu (Belanja Modal dan Pembiayaan)
ke rekening-rekening Aktiva, Hutang dan Ekuitas Dana.

Sistem Pencatatan Berpasangan


Artinya pencatatan transaksi pelaksanaan APBD
pada salah satu dari empat golongan rekening
APBD tersebut harus dipasangkan dengan
golongan rekening yang lain.

PENDAPATAN (P) BELANJA (B) = S/D


P - B = - PT + PK
P + PT = B + PK

Rekening APBD

Pajak

PT

KAS

PK

Kas

Kas

Rekening APBD

PT

Penjualan
Aset

KAS

PK

Kas

Kas

Rekening APBD

PT

B. ATK

KAS

PK

Kas

Kas

Rekening APBD

PT

KAS

PK

Kas

Utang

Kas

PROSES AKUNTANSI

PENCATATAN DALAM JURNAL


Tangga
l

Kode

Uraian

2/1/12

5.1.1.01

Belanja Alat Tulis

Ref

Debit

Kredit

1.000.000

Kas Bend Pengeluaran

1.000.000

BUKU BESAR
Kode
Nama

: 5.2.1.01
: Belanja Alat Tulis Kantor

Tanggal Uraian
2/1/12

Pembelian ATK

Kode
: 1.1.1.01
Nama
: Kas Bendahara
Pengelauran
Tanggal Uraian
2/1/12

Ref

Pembelian ATK

Debit

Kredit

1.000.000

Ref

Debit

Kredit
1.000.000

BUKU BESAR
Kode
Nama

: 5.2.1.01
: Belanja Alat Tulis Kantor

Tanggal Uraian
2/1/12

Ref

Pembelian ATK

Kredit

1.000.000

Kode
: 1.1.1.01
Nama
: Kas Bendahara
Pengeluaran
Tanggal Uraian
2/1/12

Debit

Ref

Debit

Kredit

Pembelian ATK

1.000.000

NERACA LAJUR
Kode

Nama

Saldo
D

1.1.1.0
1

Kas Bend
Pengeluaran

Belanja ATK

K
1.000.000

1.000.000

Penyesuaia
n
D

LRA
D

Neraca
D

NERACA LAJUR
Ko
de

Nama

Saldo
D

1.1
.1.
01

Kas Bend
Pengeluaran

Belanja ATK

Rekening :
Pendapatan
Belanja

Rekening :
Aset
Kewajiban
Ekuitas

Penye
suaian
D

LRA
D

1.000.000 0

1.000.00
0

Neraca
D

1.000.00
0

1.000.00
0

L
R
A

N
E
R
A
C
A

NERACA LAJUR
Kode

Nama

LRA
D

Belanja ATK

Kod
e

Nama

1.1.1
.01

Kas Bend
Pengeluaran

1.000.000

Neraca
D
1.000.000

LAPORAN KEUANGAN
LRA
Kode

5.2.1.01

Nama

Anggaran

Belanja ATK

1.100.000

LRA

1.000.000

Neraca
Kode

1.1.1.01

Nama

Kas Bendahara
Pengeluaran

Saldo

1.000.000

Selisi
h

100.00
0