Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kosmetika sudah dikenal sejak jaman dahulu yaitu 3500 sebelum Masehi,
orang Mesir sudah menggunakan kosmetik yang berasal dari bahan alami
tumbuhan, hewan dan tanah liat. Sejarah kosmetika di Indonesia telah dimulai
sebelum penjajahan Belanda. Saat ini, kosmetika sudah berkembang begitu
pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kosmetik. Hal ini dapat
dibuktikan dengan banyaknya industri kosmetika dan produk-produk yang
beredar.
Definisi kosmetika menurut The Federal Food, Drugs, and Cosmetics
Act adalah bahan yang digosokkan, dipercikkan, disemprotkan, dimasukkan
kedalam, atau dipergunakan pada tubuh atau bagian tubuh manusia untuk
membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah penampilan
tanpa mempengaruhi struktur dan fungsi tubuh.
Salah satu jenis kosmetika adalah kosmetika kuku. Kuku merupakan alat
tambahan kulit yang mempunyai fungsi fisiologis untuk melindungi ujung jari
dan fungsi estetis untuk menunjang penampilan. Secara estetis kriteria kuku
sehat adalah: 1) Ukuran kuku (rasio panjang dan lebar lebih dari satu kecuali
ibu jari), 2) Tekstur permukaan kuku (lempeng kuku ideal halus dan mengkilat
tanpa permukaan yang ireguler), 3) Warna kuku (lempeng kuku yang menarik
adalah transparan, yang mencerminkan warna struktur bawahnya; pink dari nail
bed dan putih dari matriks pada lunula dan dari udara dibawah kuku pada tepi
bebas kuku), 4) Integritas perionikia (jaringan sekitar kuku yaitu kutikula,
lipatan kuku proksimal, dan hiponikia).Kuku ideal berbentuk oval, panjang, dan
nail plate melengkung tranversal. Meningkatnya kebutuhan untuk mendapatkan
kuku yang ideal, membuat kosmetika kuku makin berkembang untuk
menyamarkan kondisi kuku yang sebenarnya dan memperbaiki penampilan
kuku.Berbagai macam perawatan kuku tersedia sampai saat ini seperti manikur,
pedikur dan produk perawatannya, sampai pada pemakaian kuku buatan.
1 | Page

Namun demikian, dengan makin berkembangnya kosmetika kuku, efek samping


juga sering dilaporkan kejadiannya.Gangguan akibat kosmetika kuku ini dapat
terjadi pada area yang dekat dan jauh diluar pemakaian kosmetika, risiko
infeksi, bahkan efek sistemik.
1.2 Tujuan Makalah
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan mengenai
berbagai macam bahan kuteks yang digunakan dalam kosmetik baik yang
berasal dari sintetik atau alam.
1.3 Manfaat Makalah
Manfaat dari makalah ini dapat diperoleh informasi pengetahuan tentang
keamanan kosmetik yang terdapat dipasaran.

2 | Page

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kuku


Kuku adalah bagian tubuh yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku
tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk
saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi
melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang
lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia,
kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang
kaya akan sulfur.
Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki
suplai darah kuat
sehingga
menimbulkan
warna
kemerah-merahan.
Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena
kandungan airnya sangat sedikit.
Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat
kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga
dipengaruhi oleh panas tubuh.
Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau
kekurangan giziatau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat
lamban dan rapuh.

3 | Page

2.2 Anatomi dan Fisiologi Kuku

Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk yang menebal.Bagian kuku terdiri
dari :
o Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru
o Dinding kuku (nail wall): merupakan lipatan-lipatan kulit yang
menutupi bagian pinggir dan atas
o Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku
o Alur kuku (nail grove): merupakan celah antar dinding dan dasar kuku
o Akar kuku (nail root): merupakan bagian proksimal kuku
o Lempeng kuku (nail plate): merupakan bagian tengah kuku yang
dikelilingi dinding kuku
o Lunula: merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih didekat
akar kuku berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit
o ponikium (kutikula): merupakan dinding kuku bagian proksima, kulit
arinyamenutupi bagian permukaan lempeng kuku
o Hiponikium: merupakan dasar kuku, kulit ari dibawah kuku yang bebas
(freeedge) menebal

4 | Page

2.3 Fungsi kuku


Kuku mempunyai 2 fungsi utama. Fungsi pertama yang diketahui secaraumum
ialah sebagai pelindung dari ujung jari. Fungsi keduanya yang juga
sangat penting adalah memberi sensitifitas daya sentuh . Pada ujung jari
terdapat banyak reseptor yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang sentuh
saat kitamenyentuh suatu objek sehingga kita dapat merasakan bersentuhan
dengan objek yang kita sentuh.

2.4 Pertumbuhan kuku


Kecepatan pertumbuhan kuku rata- rata 1 mm / minggu. Pembaruan
total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12- 18 bulan.

2.5 Ciri kuku sehat


Berwarna merah kuku muda (memucat bila ditekan dan segera kembali merah
muda bila dilepas) Bentuk permukaan : convex/cembung Ujung kuku
melengkung rata sudut antara kuku dan kulit lebih kurang 150 derajat

2.6 Masalah atau gangguan pada kuku

o Ingrown nail, kuku tangan yang tidak tumbuh-tumbuh dan dirasakan sakit
pada daerah tersebut.
o Paronychia, radang disekitar jaringan kuku
o Rams horn nail, gangguan kuku yang di tandai pertumbuhan yang lambat
disertai kerusakan dasar kuku atau infeksi.Bau tidak sedap, reaksi
mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak sedap.

5 | Page

2.7 Cat kuku (nail polish/nail enamel)

Pada tahun 1920 diperkenalkan cat kuku di pasaran dengan sediaan


jernih, kemudian tahun 1930 Charles Revson mempunyai gagasan
menambahkan pigmen untuk memberi warna.10 Cat kuku merupakan pigmen
yang diendapkan dalam pelarut yang mudah menguap untuk menutupi warna
alami kuku. Nail polish, basecoat dan topcoat, mempunyai formulasi dasar
yang sama, dan mengeras dengan penguapan.
Efek samping yang terjadi pada pemakaian cat kuku ini bervariasi.
Dermatitis kontak alergi (DKA) terhadap cat kuku merupakan efek samping
yang sering dilaporkan pada 13% populasi. Dermatitis dapat terjadi di sekitar
area pemakaian (periungual) maupun di tempat jauh (dermatitis ektopik).DKA
periungual ditandai dengan eritem dan edema pada lipatan kuku proksimal dan
ujung jari.Dermatitis ektopik sering terjadi pada bagian bawah wajah, samping
leher, dan dada atas.Diskolorisasi merah atau kuning pada distal kuku yang
dimulai dari dekat kutikula kemudian meluas sampai ujung kuku merupakan
efek samping yang terjadi setelah pemakaian cat kuku terus-menerus selama 7
hari. Zat warna yang sering menyebabkan adalah D&C red nomer 6,7 dan 34;
dan FD&C yellow nomer 5 lake.7,9,15 Kerusakan kuku akibat pemakaian cat
kuku jarang terjadi, namun kadang terjadi granulasi keratin kuku pada individu
yang mengoleskan cat kuku baru diatas cat kuku lama selama beberapa minggu.
Ini ditandai dengan adanya bintik putih berskuama superfisial dan
pseudoleukonikia.
Efek lain yang tidak biasa terjadi pada pemakaian cat kuku adalah
leukoderma pada lipatan kuku, keilitis, dermatitis generalisata dan dermatitis
kontak granulomatosa.Penyebab utama dermatitis kontak adalah toluen
sulfonamid formaldehid resin (TSFR) atau butiran nikel (khususnya pada
dermatitis ektopik) yang ditambahkan agar cat kuku tetap cair. DKA airborne
dicurigai jika terjadi pada wajah, leher, telinga secara simetris dan melibatkan
kelopak mata bagian bawah.Suatu penelitian oleh Guin dkk terhadap 215
individu yang menderita dermatitis kelopak mata dalam kurun waktu 2001
2003, 18 orang (8%) diantaranya merupakan DKA terhadap kuku buatan dan
atau cat kuku.Efek samping lain adalah urtikaria rekuren pada phalang distal jari
tangan.

6 | Page

DKA pada perionikia dapat menyebabkan infeksi sekunder oleh bakteri atau
candida.Selain itu, cat kuku yang lepas atau digunakan lebih dari 4 hari dapat
meningkatkan jumlah bakteri yang kembali pada ujung jari setelah cuci tangan.
2.8 Komposisi Cat Kuku/ Nail Polish
2.8.1 Komponen yang menyusun cat kuku adalah :
o Pembentuk selaput utama/film (15%) yaitu nitroselulosa, polimer
metakrilat, polimer vinil, merupakan komponen tahan air yang
menghasilkan selaput mengkilat dan melekat pada nail plate.
o Selaput untuk membentuk resin (7%) yaitu formaldehid, p-toluene
sulfonamid, poliamide, akrilat, alkyd dan vinil resin, untuk melekatkan
kuku dengan cat dan meningkatkan kilauan.
o Plasticizers/zat plastik (7%) yaitu dibutil pthalat, dioktil pthalat, trikresil
pospat, kamfor, minyak jarak, trifenil fosfat untuk meningkatkan
kelenturan.
o Pelarut dan cairan lain (70%) untuk memodifikasi viskositas yaitu asetat,
keton, toluen, xylene, alkohol, metilen klorida, eter.
o Pewarna (0-1%) yaitu pigmen organik dan anorganik.
o Pengisi yaitu guanine fish scale atau titanium dioksida dilapisi mica
flakes atau bismut oksiklorida untuk pewarnaan.
o Bahan pengendap (1%), tetapi tidak selalu ditambahkan.
2.9 Vitamin untuk kesehatan kuku
o Besi
Kuku rapuh bisa menjadi tanda-tanda tubuh kekurangan zat besi. Carilah
suplemen yang mengandung zat besi. Selain suplemen, sebagai alternatif
lain adalah dengan mengonsumsi kacang-kacangan, daging merah tanpa
lemak,
dan
sayuran
hijau.
Makanan-makanan
tersebut
mengandung vitamin yang penting bagi kuku.
o Seng
Meningkatnya jumlah bintik-bintik putih pada kuku diiringi dengan
buruknya pertumbuhan dan peradangan kutikula/kulit ari juga merupakan
tanda-tanda tubuh anda kekurangan zat seng. Konsumsilah suplemen
yang mengandung seng atau konsumsi beberapa makanan yang tinggi
seng seperti coklat hitam, kacang, kalkun, dan lain sebagainya.

7 | Page

o Vitamin B12
Warna kuku yang tampak semakin gelap dan kering bisa menjadi tubuh
anda kekurangan vitamin terutama vitamin B12. Penuhi kebutuhan
vitamin B12 dengan mengonsumsi suplemen atau makanan-makanan
seperti telur, keju, dan kepiting.
3.0 Beberapa zat kimia berbahaya yang terkandung di dalam kuteks:
o Toluena
Bahan ini digunakan sebagai bahan pelarut dalam cat kuku.Artinya zat ini
berfungsi melarutkan zat kimia lain dalam cat kuku untuk menciptakan hasil
akhir warna cat kuku yang menarik.Sebenarnya zat ini sangat berbahaya karena
dapat menyebabkan cacat lahir pada hewan,mempengaruhi sistem saraf
pusat,dan berakibat fatal jika tertelan.
o Formaldehida
Formaldehida ini berfungsi hampir sama dengan Toluena,yakni berfungsi
sebagai bahan pelarut yang juga memiliki efek samping sangat berbahaya bagi
kesehatan.Sebab,zat ini dapat menyebabkan kanker.Selain itu,jika dihirup asap
formaldehida dapat menyebabkan iritasi selaput lendir di mata,hidung,dan
tenggorokan.
o Etil Asetat
Etil Asetat adalah zat kimia dalam cat kuku yang berfungsi sebagai pengering
dan pengeras.Zat ini biasa terhirup terutama saat melakukan menicure.Zat ini
berfungsi sebagai pelarut,dampaknya akan sangat berbahaya karena dapat
menembus kulit.Jika terhirup dalam waktu yang lama dapat menyebabkan
kerusakan paru-paru,jantung,ginjal,dan hati.
o Butil Asetat
Butil Asetat juga berfungsi sebagai pelarut dalam cat kuku.Zat ini sangat
beracun dan menyebabkan iritasi pada mata,kulit dan paru paru.
o Dibutyl Phthalate
Zat ini dalam ftalat mudah diserap saat cat kuku digunakan.Beberapa negara
telah melarang penggunaan zat ini,Misalnya Uni Eropa dan Amerika
Serikat,sebab sangat berbahaya dapat mempengaruhi siklus pubertas awal pada
8 | Page

anak perempuan,jumlah sperma yang rendah pada pria,cacat seksual,dan


masalah perkembangan janin.
o Ftalat Anhidrid
Pada cat kuku,dibutyl ftalat sering digantikan oleh anhidrida ftalat.Namun zat
ini tidak jauh lebih baik dari pada dibutyl ftalat.Zat kimia ini sangat berbahaya
karena dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia dan sistem
pernafasan.Serta dapat menyebabkan kanker,kerusakan organ,dan iritasi
membran.

9 | Page

BAB III
FORMULASI KUTEKS
A.Formulasi Kuteks Sintentik
NO INGEREDENT
1
Buthyl Acetate
2
Ethyl Acetate
3
Nitrocelulosa
4
Prophyl Acetate
5
Isoprophyl Achocol
6
Trimethyl Pentanly
7
Aceton
8
Gelatin
9
Toluene
10 Celulose Asetate
11 Camphor
12 Benzophenane
13 Citric Acid
14 Castol Oil
15 Lanolin
16 Fragrence
F I : Implora

FI

F II

F III

F IV

FV

FII : B.K Nail Polish


FIII : B.O Nail Polish
F IV : Elegance
F V : Opoola

B.Formulasi Kuteks Alami


10 | P a g e

NO INGREDIENTS
1
Aqua
2
Propylene Glycol
3
Henna Extract
4
Stearyl Alcohol
5
Ceteareth-20
6
Engenol
7
Curcuma Longa R
8
Paraffinum Liquidum
9
Sodium Picramate
10 Terpineol
11 Carboner
12 Metthylparaben
13 CI 16255
14 Disodium EDTA
15 Propylparaben
16 CI 14720
17 Sodium benzoat
18 Lawsonia Inermis
19 Lemonine areca catechu
20 Areca Catechu
21 Triethyl Citrate
22 Imperatens Balsamina L
Golenca

F I F II

F III

F IV

FV

F I :
Ranni
Henna
F II :
Rani
Kone
F III :

F IV : Maharani
F V : Chandi

BAB IV
PEMBAHASAN
11 | P a g e

A.BAHAN-BAHAN AKTIF PADA KUTEKS SINTETIK


1. Nitroselulosa
Nitroselulosa bertindak sebagai film pembentuk zat. Untuk cat kuku untuk
bekerja dengan baik, sebuah film keras harus terbentuk pada permukaan terkena
kuku, tetapi tidak dapat membentuk begitu cepat sehingga mencegah bahan
bawah dari pengeringan.
1.1 Sifat Fisika Kimia
Fisik : Granular / Chip
Warna: putih
Bau : Alkohol
Bentuk Fisik: Film
Kelarutan: ester, keton, pelarut organik,sedikit larut alkohol
pH : netral
1.2 Manfaat
Nitroselulosa banyak digunakan dalam formulasi cat kuku, dan dilaporkan untuk
berfungsi dalam kosmetik sebagai zat pendispersi non surfaktan dan sebagai
film.1Collodion dilaporkan berfungsi sebagai pengikat dan film. The Food and
Drug Admin-istration (FDA) mengumpulkan informasi dari produsen pada
penggunaan bahan individu dalam kosmetik sebagai fungsi kategori produk
kosmetik di Program Pendaftaran Kosmetik Sukarela nya (VCRP).

Selulosa memiliki banyak kegunaan, misalnya sebagai emulsifier, stabilizer,


agen dispersi, thickener, dan agen gelling. Namun fungsi-fungsi ini biasanya
adalah fungsi sampingan terhadap fungsi utamanya yang dapat menahan air. Air
tidak dapat memasuki kristal selulosa, namun selulosa amorf kering dapat
menyerap air menjadi lebih lembut dan fleksibel.

1.3 Efek Toksik


Efek Inhalasi: Iritasi
Efek Kulit dan mata penyerapan: Iritasi
12 | P a g e

Efek Tertelan: Iritasi

Efek kronik : Tidak diamati.Jika kulit menjadi kemerahan atau dengan


blister, mendapatkan perhatian medis.
Efek Mutagenic : Tidak ada Iritasi
Efek Reproduktif : Tidak ada Iritasi
Efek Genotoksisitas :Nitroselulosa (13,1% nitrogen; 65,6%> 88 m) tidak
mutagenik dalam tes Ames.18 Nitroselulosa, disiapkan sebagai disuspensi
sion di 1-5 mg / ml air suling, dievaluasi pada konsentrasi 100, 1000, dan
5000 mg / piring di Salmonella typhimuri-um TA1535, TA1537, TA1538,
TA98, dan TA100 dengan dan tanpa aktivasi metabolik

Efek Karsiogenik : Tidak ada peningkatan signifikan secara statistik pada


karena administrasi nitroselulosa dilaporkan di previously- yang dijelaskan
2-tahun penelitian makanan pada tikus, tikus, atau anjing jika dibandingkan
dengan kontrol masing-masing.
Infeksius : Tidak Terjadi Iritasi
LD50 oral : suspensi nitroselulosa 5% adalah> 5000 mg / kg pada tikus
Toksisitas akut : Tidak ada Iritasi
Toksisitas Jangka Pendek : Tidak ada Iritasi
Toksisitas Jangka Panjang : Tidak ada Iritasi
Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak ada Iritasi
Iritasi dan Senitasi : Sebuah enamel kuku yang mengandung 10,5%
nitroselulosa bukan iritan utama dalam tes patch 48-jam selesai pada 51
panelis22 Patch Semi-oklusif, 1 "x 1" dalam ukuran, yang mengandung
sekitar 0,2 ml bahan uji yang diterapkan pada bagian belakang setiap subjek
selama 48 jam. Situs uji dievaluasi setelah penghapusan Patch dan 24 jam
kemudian. Tidak ada tanda-tanda iritasi diamati dalam dari subyek. Sebuah
lacquer kuku yang mengandung 8,85% nitroselulosa tidak iritasi atau
sensitizer dalam diulang tes Patch manusia HRIPT) selesai pada 108
subyek.23Pernis kuku diaplikasikan patch semi-oklusif yang diterima dan
diizinkan untukkering sebelum aplikasi. Patch yang diterapkan pada
13 | P a g e

punggung bagian atas selama 24 jam tiga kali / minggu selama 3 wks, untuk
total sembilan Inducaplikasi tion. Situs Tes mencetak 24 atau 48 jam setelah
penghapusan Patch. Setelah periode non-pengobatan 2-minggu, 24jamTantangan Patch diaplikasikan yang sebelumnya tidak diobati di bagian
belakang, dan dievaluasi setelah penghapusan Patch dan pada 48 dan 72
jam. Tidak ada reaksi kulit terlihat diamati di manapun selama induksi atau
tantangan.

1.4 Tambahan
o TERHISAP: Jika efek samping terjadi, pindahkan ke daerah yang tidak
terkontaminasi. Dapatkan perhatian medis.
o KULIT KONTAK: Cuci kulit yang terkena dengan sabun dan air.
o KONTAK MATA: Bilas mata dengan air yang banyak.
o TERTELAN: Jika sejumlah besar ditelan, segera hubungi dokter.
o Menyimpan dan menangani sesuai dengan semua peraturan dan standar
saat ini. Toko di bawah 130 0 C. Hindari sinar matahari langsung. Lihat
wadah asli untuk rekomendasi penyimpanan. Terus dipisahkan dari zatzat yang tidak kompatibel.
PEMBAHASAN
Sebagai bahan kosmetik, nitroselulosa digunakan hampir secara eksklusif
dalam formulasi produk kuku. Berat molekul dan sifat kimia dari
nitroselulosa mendukung adanya penyerapan dermal signifikan, dan ada
sedikit kemungkinan biotransformasi . Nitroselulosa tidak menghasilkan
efek toksik dalam studi tunggal atau berulang-dosis, bukan reproduksi atau
toksikan perkembangan, dan tidak karsinogenik pada hewan
percobaan. Nitroselulosa tidak mutagenik dalam tes Ames atau
genotoksik dalam tes kromosom penyimpangan. Seorang manusia
mengulangi tes patch yang patch dari con- formulasi kuku
taining 8,85% nitroselulosa yang diterapkan pada kulit mata tidak
menghasilkan iritasi atau sensitisasi reaksi, dan
tidak ada iritasi terlihat diamati dalam studi manusia lain ketika patch dari
formulasi kuku yang mengandung 10,5% nitroselulosa
diterapkan selama 48 jam. Nitroselulosa digunakan dalam formulasi pada
konsentrasi yang lebih tinggi daripada yang diuji dalam iritasi manusia
dan studi sensitisasi, tetapi karena nitroselulosa biasanya digunakan dalam
produk kuku dan eksposur yang signifikan untuk kulit
bisa diperkecil, itu adalah opini dari Panel Ahli yang tidak iritasi atau
sensitisasi akan menjadi perhatian. Collodion, meskipun tercantum
dalam International Cosmetic Ingredient Dictionary dan Handbook sebagai
14 | P a g e

ingredi- kosmetik terpisah hanya tampaknya menjadi solusi dari


nitroselulosa dalam alkohol dan eter. Sebagaimana digunakan dalam
formulasi, komponen volatil
akan diharapkan untuk menguap, meninggalkan nitroselulosa. Oleh karena
itu, dari sudut pandang toksikologi, tidak ada kekhawatiran
relatif terhadap potensi penggunaan collodion dalam kosmetik, dan dianggap
aman untuk digunakan dalam kosmetik dalam praktek yang sama
menggunakan dan konsentrasi seperti yang diberikan untuk nitroselulosa.
KESIMPULAN
CIR Panel Pakar menyimpulkan bahwa nitroselulosa dan collodion aman
dalam kosmetik dalam praktek ini penggunaan dan Konsentrasi dijelaskan
dalam penilaian keamanan ini.

2.Selulose Asetat
Selulosa asetat banyak digunakan untuk berbagai macam hal, yaitu sebagai
bahan untuk pembuatan benang tenunan dalam industri tekstil, sebagai filter
15 | P a g e

pada sigaret, bahan untuk lembaran-lembaran plastik, film dan juga cat. Oleh
karena itu selulosa asetat merupakan bahan industry yang cukup penting
peranannya
2.1 Sifat Fisika Kimia
Fisik: padat
Bentuk Fisik :Bubuk
Warna:Putih
Kelarutan : Sedikit
2.2 Manfaat
Kegunaan selulosa asetat dalam industri antara lain untuk pembuatan filamen
yarn,cigarettee filter dan surface coating
2.3 Efek Toksik
Mata: Terjadi iritasi
Kulit: Terjadi iritasi
Inhalasi: Berbahaya
Tertelan:Berbahaya
Efek kronik : Terjadi Iritasi
Efek Mutagenic : Tidak Terjadi
Efek Reproduktif : Tidak ada
Efek Karsiogenik : Terjadi iritasi
Infeksius : Tidak Terjadi
LD50 oral : > 1000 mg / kg kulit kelinci percobaan
LC 50 Inhalasi : Terjadi Iritasi Ringan
Toksisitas akut : Terjadi Iritasi Ringan
Toksisitas Jangka Pendek : Tidak Terjadi

16 | P a g e

Toksisitas Jangka Panjang : Iritasi


Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak Terjadi
NOEAL : 5000 mg/kg/day
1.4 Tambahan
o TERHISAP: Jika efek samping terjadi, pindahkan ke daerah yang
tidak terkontaminasi. Dapatkan perhatian medis.
o KULIT KONTAK: Cuci kulit yang terkena dengan sabun dan air.
o KONTAK MATA: Bilas mata dengan air yang banyak.
o Tertelan: Jika sejumlah besar ditelan, segera hubungi dokter.

3.Butil Asetat
17 | P a g e

Butil Asetat Digunakan dalam industri lak, kulit buatan, film fotografi, kaca
pengaman. Pelarut untuk lemak, lilin, kamfer, gum, resin, pernis, pewarna larut
ester, dan ester selulosa. Bahan pengaroma sintetik untuk rasa pisang, pir, nanas,
dan beri. Zat pendehidrasi yang digunakan proses produksi minyak dan
farmasetikal; pelarut untuk pelapis kertas dan pelapis pelindung lain. Pelarut
ekstraksi dalam produksi penisilin.
3.1 Sifat Fisika Kimia
Keadaan fisik dan penampilan: Cair.
Bau: Tidak tersedia.
Rasa: Tidak tersedia.
Warna: Tidak tersedia.
pH (1% soln / air): Tidak tersedia.
3.2 Manfaat
Etil dan Butil Asetat digunakan sebagai pelarut dalam cat kuku , cat kuku
Penghilang , basecoats , dan persiapan manicuring lainnya . Keduanya pelarut
untuk nitroselulosa , yang merupakan bahan pembentuk film dasar cat kuku .
etil Asetat adalah pelarut rendah mendidih yang memberikan mobilitas yang
diperlukan untuk memoles untuk memungkinkan untuk menyebar dengan
mudah dan cepat kering . Dalam manicuring persiapan , Butil Asetat
memberikan tubuh untuk memoles dan penguapan lambat memberikan cat
yang waktu untuk memasukkan ke permukaan kuku dan mengalir secara lebih
bahkan film tersebut.
3.3 Efek Toksik
Mata: Terjadi iritasi
Kulit: Terjadi iritasi
Inhalasi: Terjadi iritasi
Tertelan:Terjadi iritasi
Efek kronik : Tidak ada
Efek Mutagenic : Tidak ada
18 | P a g e

Efek Reproduktif : Tidak ada


Efek Karsiogenik : Tidak ada
Infeksius : Tidak ada
LD50 oral : > 20 ml/kg
LC 50 Inhalasi : 200 ppm after 4 h
Toksisitas akut : Iritasi ringan pada mata dan hidung telah dilaporkan
terjadi pada paparan dengan konsentrasi 200 300
ppm
Toksisitas Jangka Pendek : Sedikit Mengiritasi
Toksisitas Jangka Panjang : Terjadi Iritasi
Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak Terjadi
Sensinitasi : Telinga tikus pembengkakan uji dikembangkan sebagai uji
alternatif untuk sensitisasi kulit. Butyl Acetate diuji untuk potensi
kepekaan dalam baik tikus dan kelinci percobaan. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan kelompok IO-15perempuan, 6-8 minggu berusia
CF-1 tikus. Pada hari pertama penelitian hewan perut yang dipotong dan
tape dilucuti dan dua suntikan intradermal sebesar 0,05 ml Adjuvant
Complete Freund diberikan. Murni Butil Asetat, 100 ~ 1, diaplikasikan
pada daerah dicukur pada hari pertama dan berikut 3 hari, dengan kulit
yang rekaman dilucuti sebelum setiap application.After periode
nontreatment 7 hari, aplikasi topikal Butil Asetat, larutan 50% di 70%
ETOH, dibuat untuk telinga kiri sementara tikus telinga kanan menerima
20 ~ 1 kendaraan saja. Ketebalan telinga adalah diukur 24 dan 48 jam
setelah aplikasi tantangan. Tak satu pun dari tikus peka dan persentase
pembengkakan dilaporkan sebagai 103%, dengan nilai 100%
menunjukkan tidak ada pembengkakan
Fotosensiitasi : Butil asetat, 6,5% dalam warna kuku diuji voor zijn
photoallergenic potensial dalam usia 18-65. Sebuah alat yang digunakan
sebagai sumber cahaya dan memancarkan spektrum kontinu dalam
ultraviolet A (UVA) dan B (UVB) Kisaran (290-400 nm). Lycra subjek
diuji untuk kembali atau
minimal erythemal dosis (MED) voordat penelitian Mulai. Patch oklusif
yang berisi warna kuku dengan subjek lycra selama 24 jam. Setelah
patch untuk kemudian dihapus situs untuk nanti mencetak gol dan disinari
dengan tiga kali MED lycra subjek. Reaksi di kemudian diamati selama 48 jam .
19 | P a g e

Prosedur ini diulang untuk total enam aplikasi. Patch oklusif adalah toegepast
menantang untuk posting dengan tidak diobatiSitus setelah 10 hari masa
nontreatment. Tantangan Patch adalah dihapus setelah 24 jam dan diradiasi,
menggunakan filter Schott WG345 pada sumber cahaya, selama 3 menit. Reaksi
borok Diamati 15 menit, dan 24, 48, dan 72 jam setelah iradiasi tersebut. Dua
situs kontrol padasubjek lycra behandeld dengan prosedur komposisi tapi tanpa
Iradiasi untuk satu dan tanpa aplikasi produk lainnya. Tak satu pun dari subyek
memiliki reaksi APAPUN perpanjangan studi, dan warna kuku Produktie ada
fototoksisitas atau fotoalergi

3.4 Tambahan
o Inhalasi:Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas,
berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen.
o Tertelan:JANGAN menginduksi muntah kecuali diarahkan untuk
melakukannya oleh tenaga medis. Jangan pernah memberikan apapun
melalui mulut kepada sadar orang. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah, dasi, ikat pinggang atau pinggang.

4.Gum Damar
Gum Damar digunakan dalam makanan, sebagai pembuat keruh (clouding
agent) atau pembuat mengkilap (glazing agent, dan dalam kemenyan, vernis,
20 | P a g e

dan produk-produk lain. "Vernis damar" (Dammar varnish), terbuat dari getah
damar yang dicampur dengan terpentin, diperkenalkan sebagai vernis gambar
pada tahun 1826,[2] biasanya dipakai dalamlukisan minyak, baik dalam proses
pembuatan lukisan maupun setelah lukisan selesai. Kristal damar juga
dilarutkan dalam molten malam parafin untuk membuat batik, guna mencegah
malam meretak ketika dilukiskan pada sutra atau rayon.

4.1 Sifat Fisika Kimia


Keadaan fisik dan penampilan: Solid.
Bau: Berbau Khas
Rasa: Khas
Warna: Kecoklatan
4.2 Manfaat
Getah damar mata kucing banyak digunakan untuk bahan emulsi ( campuran)
pewarna, cat, tinta, aromatik untuk makanan, bahkan juga untuk kosmetik
4.3 Efek Toksik
Mata: Terjadi iritasi
Kulit: Terjadi iritasi
Inhalasi: Terjadi iritasi
Tertelan:Terjadi iritasi
Efek kronik : Kerusakan pada organ tubuh
Efek Mutagenic : Tidak Terjadi
Efek Reproduktif : Tidak Terjadi
Efek Karsiogenik : Tidak Terjadi
Infeksius : Tidak ada
LD50 oral : Tidak ada
21 | P a g e

LC 50 Inhalasi : Tidak ada


Toksisitas akut : Berbahaya dalam kasus menelan. Sedikit berbahaya
dalam kasus kontak kulit (iritan), inhalasi.
Toksisitas Jangka Pendek : Tidak Terjadi
Toksisitas Jangka Panjang : Tidak Terjadi
Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak Terjadi

4.4 Tambahan
o Inhalasi: Izinkan korban untuk beristirahat di area yang berventilasi.
o Tertelan:Jangan memaksakan muntah. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah, dasi, ikat pinggang atau pinggang. Jika korban tidak bernafas,
melakukan mulut ke mulut resusitasi. Mencari perhatian medis segera.

5.Toulene

22 | P a g e

Toluena, dikenal juga sebagai metil benzena ataupun fenilmetana, adalah cairan
bening tak berwarna yang tak larut dalam air dengan aroma seperti pengencer
cat dan berbau harum seperti benzena. Toluena adalah hidrokarbon
aromatik yang digunakan secara luas dalam stok umpan industri dan juga
sebagai pelarut. Seperti pelarut-pelarut lainnya, toluena juga digunakan sebagai
obat inhalan oleh karena sifatnya yang memabukkan
5.1 Sifat Fisika Kimia
Penampilan: Cairan Transparan
Bau:bau minyak aromatik
Berat jenis relatif: 0.86 (air = 1)
Mudah terbakar (padat / gas)
5.2 Manfaat
Toluena adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas dalam stok
umpan industri dan juga sebagai pelarut.
5.3 Efek Toksik
Mata: Berbahaya
Kulit: Berbahaya
Inhalasi: Berbahaya
Tertelan:Berbahaya
Efek kronik : Kerusakan pada organ tubuh
Efek Mutagenic : Dapat mempengaruhi bahan genetik (mutagenik)
Efek Reproduktif : Dapat menyebabkan efek reproduksi yang merugikan
dan cacat lahir (teratogenik)
Efek Karsiogenik :A4 Tidak diklasifikasikan untuk manusia atau hewan.
Infeksius : Tidak data
LD50 oral : 7.53 g/kg
LC 50 Inhalasi :440/24 jam
23 | P a g e

Toksisitas akut : Berbahaya dalam kasus menelan. Sedikit berbahaya


dalam kasus kontak kulit (iritan), inhalasi.
Toksisitas Jangka Pendek : Keracunan
Toksisitas Jangka Panjang : Kerusakan organ tubuh
Iritasi kulit
Murni Toluene diproduksi sedikit sampai sedang iritasi kulit pada kelinci
saat diuji oleh empat prosedur yang berbeda . Nekrosis kulit sedikit juga diamati
dalam satu studi yang Toluena berulang kali diterapkan pada kulit kelinci
selama 2-4- minggu periode . Dua produk kuku dievaluasi dalam studi terpisah
untuk iritasi kulit . di evaluasi pertama, basecoat kuku ( 0,5 ml ) mengandung
33,2 % Toluena diterapkan di bawah patch oklusif pada kulit terpotong dari
masing-masing sembilan kelinci albino . Setelah 24 jam , patch telah dihapus
dan situs diperlakukan dinilai untuk eritema dan edema . paparan Dari lima ,
tiga kelinci memiliki eritema minimal dan dua memiliki moderat eritema . Sisa
empat hewan tidak memiliki iritasi kulit . Tidak melaporkan apakah produk
tersebut diterapkan dengan atau tanpa pelarut . Dalam studi kedua , cat kuku
yang mengandung 33 % Toluena diterapkan " kering di bawah patch
semioklusif ( membuka ) ke terpotong , kulit utuh dari enam perempuan , al '
Kelinci bino . Aplikasi dari produk ( 0,5 ml ) dibuat setiap hari untuk total tiga
eksposur . Reaksi kulit dievaluasi baik 24 dan 48 jam setelah setiap aplikasi .
Tidak ada iritasi kulit diamati
5.4 Tambahan
o TERHISAP: Berbahaya: bahaya gangguan serius terhadap kesehatan jika
terdedah lama dengan menghirup.Uap dapat menyebabkan mengantuk
atau pening. Menghirup uap konsentrasi tinggi dapat menyebabkan CNSdepresi dan pembiusan. Gejala termasuk sakit kepala, mual, pusing,
kurangnya koordinasi dan anestesi.
o TERTELAN: Berbahaya: dapat menyebabkan kerusakan paru jika
tertelan. Tertelan menyebabkan gangguan pencernaan. Konsumsi produk
ini dapat mengakibatkan efek sistem saraf pusat termasuk sakit kepala,
kantuk, pusing, bicara cadel dan penglihatan kabur.

B. BAHAN-BAHAN ALAMI PADA KUTEKS


24 | P a g e

1.Pacar Kuku
Daun pacar dipakai sebagai pewarna kuku dan memberikan warna merah
jingga. Adapun pembuatannya yaitu daun pacar ditumbuk halus ditambah air
sedikit kemudian ditempelkan/diletakkan di atas kuku tangan dan kaki, ditutup
daun singkong, dikuatkan dengan ikatan karet gelang. Keadaan ini dibiarkan 1
malam, keesokan harinya dibuka dan kuku-kuku tersebut menjadi berwarna
merah jingga. Warna merah ini dapat mencapai 2 bulan seiring dengan
bertambah panjangnya kuku.
Gambar 1. Tanaman Pacar kuku

Klasifikasi tanaman pacar kuku adalah sebagai berikut :


Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Dicotyledoneae
Sub Classis : Dialypetalae
Ordo : Myrtales
Familia : Lythraceae
Genus : Lawsonia
Species : Lawsonia inermis L. (Becker et al, 1969; Gembong, 1988

1.1 Sifat Fisika Kimia


Bentuk : Bubuk
Bau : Khas
Rasa : Tidak Tersedia
Warna : Hijau Tua
1.2 Manfaat
A.Kandungan kimia
Pacar kuku mengandung pewarna utama lawson (2-hidroksi, 1,4
naftokuinon) dalam daun kering dengan konsentrasi 1,01,4%

25 | P a g e

mengandung flavonoid, kumarin, dan steroid Selain itu unsur lain yang
terkandung adalah asam galat, glukosa, manitol, lemak, resin (2%), dan
lendir (Chaudhary et al., 2010). Menurut Boubaya et al. (2011) daun
pacar kuku mengandung Ca, Na, K, dan P sebanyak 0,2 4 %, Mg kurang
dari 0,2 %, Cu 0,5 %, Zn 1,1 %, Fe 15 %, sedangkan Mn kurang dari 1,5
%.

B.Khasiat
Selain digunakan sebagai pewarna alami, secara farmakologi daun pacar
kuku digunakan untuk pengobatan hiperglikemik, memiliki aktivitas
antimikroba, efek penyembuhan luka ,sitotoksik, antioksidan, dan
antivirus. Secara tradisional bagian daun, bunga, dan biji berkhasiat
sebagai antipiretik, penyembuhan luka bakar, sembelit, obat diare, dan
disentri (Jain et al., 2010).
1.3 Efek Toksik
Mata:Iritasi ringan dapat terjadi
Kulit: Iritasi ringan dapat terjadi
Inhalasi: Iritasi ringan dapat terjadi
Tertelan: Iritasi ringan dapat terjadi
Efek kronik : Tidak ada
Efek Mutagenic : Tidak ada
Efek Reproduktif : Tidak ada
Efek Karsiogenik : Tidak ada
Infeksius : Tidak ada
LD50 oral : Tidak ada
LC 50 Inhalasi : Tidak ada
Toksisitas akut : > 2000 mg / kg bb
Toksisitas Jangka Pendek : Tidak ada
26 | P a g e

Toksisitas Jangka Panjang : Tidak ada


Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak ada temuan kulit yang diamati
pada daerah kulit diuji dari salah satu relawan setiap saat selama 3
minggu fase induksi dan pada tantangan setelah masa istirahat satu
minggu.
NOAEL : 200 mg/kg/hari untuk ibu
MOS : 210
1.4 Tambahan
Di dalam daun Lawsonia inermis L terdapat senyawa 2-hydroxy-1:4napthoquinone (lawsone), asam p-coumaric, 2-methoxy-3-methyl-1,4naphthoquinone, apiin, apigenin, luteolin, dan cosmosiin. Selain itu daun
Lawsonia inermis L juga mengandung golongan senyawa aktif, seperti alkaloid,
glikosida, flavonoid, fenol, saponin, tanin, dan minyak atsiri.

27 | P a g e

2.Bunga Pacar Air


Daun pacar air dicampur air kapur atau jeruk nipis dipakai untuk cat kuku
warna merah.
Gambar 2. Tanaman Bunga Pacar Air

Klasifikasi Bunga Pacar Air


Kerajaan:

Plantae

Divisio:

Magnoliophyta

Kelas:

Magnoliopsida

Ordo:

Ericales

Suku:

Balsaminaceae

Marga:

Impatiens

Spesies:

I. balsamina

2.1 Sifat Fisika Kimia


Bentuk : Bubuk
Bau : Khas
Rasa : Tidak Tersedia
Warna : Coklat Kehitaman

28 | P a g e

2.2 Manfaat
Bunga pacar air adalah bunga dari tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina Linn), tumbuhan
pacar air ini merupakan tanaman hias yang mudah di dapat, warna bunga tumbuhan ini ada
beberapa macam yaitu merah, ungu merah jingga, putih, dll. Bunga yang digunakan pada
penelitian ini adalah yang berwarna merah karena zat warna merah pada bunga pacar air ini
adalah pigmen pigmen bunga merah marak, merah, merah senduduk, dan biru merupakan
antosianin (Harborne, 1987) Kandungan kimia tumbuhan pacar air adalah saponin dan polifenol
(Anonim , 2009, Hutapea, 1994). Antosianin banyak digunakan sebagai pewarna alami pada
makanan, kosmetik, berpotensi sebagai antioksidan, dan anti radang.

2.3 Efek Toksik


Mata:Iritasi ringan dapat terjadi
Kulit: Iritasi ringan dapat terjadi
Inhalasi: Iritasi ringan dapat terjadi
Tertelan: Iritasi ringan dapat terjadi
Efek kronik : Tidak ada
Efek Mutagenic : Tidak ada
Efek Reproduktif : Tidak ada
Efek Karsiogenik : Tidak ada
Infeksius : Tidak ada
LD50 oral : Tidak ada
LC 50 Inhalasi : Tidak ada
Toksisitas akut : Diatas 5000 mg gangguan dosis Hati dan Ginjal
Toksisitas Jangka Pendek : Tidak ada
Toksisitas Jangka Panjang : Tidak ada
Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak ada

29 | P a g e

2.3 Tambahan
o Sifat Kimawi dan Efek Farmakologis
Terasa pahit, hangat, sedikit toksik atau beracun. Berkhasiat melancarkan
peredaran darah, melunakan masa atau benjolan yang keras.
o Kandungan Kimia
Bunga mengandung anthocynanin, cynidin, delphinidin, pelargonidin,
malvidun, kaempherol, quercetin.
Akar mengandung cynidin, mono glycosine.

30 | P a g e

3.Lemon
Lemon memberikan warna kuning
Gambar 3 Lemon

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus: Citrus
Spesies: Citrus x limon (L.) Burm. f.
3.1 Sifat Fisika Kimia
Keadaan fisik dan penampilan: Cair.
Bau: Khas
Rasa: Lemon
Warna: Kuning
3.3 Efek Toksik
Mata:Iritasi ringan dapat terjadi
Kulit: Iritasi ringan dapat terjadi
Inhalasi: Iritasi ringan dapat terjadi
31 | P a g e

Tertelan: Iritasi ringan dapat terjadi


Efek kronik : Tidak ada
Efek Mutagenic : Tidak ada
Efek Reproduktif : Tidak ada
Efek Karsiogenik : Tidak ada
Infeksius : Tidak ada
LD50 oral : Tidak ada
LC 50 Inhalasi : Tidak ada
Toksisitas akut : Tidak ada
Toksisitas Jangka Pendek : Tidak ada
Toksisitas Jangka Panjang : Tidak ada
Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak ada

3.4 Tambahan
Pada buah lemon selain kaya akan vitamin C, lemon juga mengandung
bioflavonoid, asam dan minyak-minyak volatil pada kulitnya seperti limonen (
70%), -terpinen, -pinen, -pinen dan citral, juga mengandung kumarin.
Penelitian Gattuso et al (2007) diketahui bahwa dalam sari buah lemon terdapat
sedikitnya hesperidin sebanyak 20,5 mg/100 ml, eriocitrin sebanyak 16,7
mg/100 ml, apigenin di-C-glukosida sebanyak 1,17 mg/100 ml dan diosmetin
6,8-di-Cglukosida sebanyak 32 mg/100 ml. Minyak atsiri dari buah lemon dapat
digunakan sebagai aromaterapi serta pewarna.

32 | P a g e

4.Pinang
Buah pinang dipakai untuk campuran soga gambir serta menghasilkan warna
coklat tua cerah
Gambar 4 Pinag

Klasifikasi
Kingdom:Plantae(Tumbuhan)
Subkingdom:Tracheobionta(Tumbuhanberpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan)
Genus: Areca
Spesies: Areca catechu L.
4.1 Sifat Fisika Kimia
Keadaan fisik dan penampilan: Cair.
Bau: Khas
Rasa: Tidak Ada
Warna: Kuning
4.2 Manfaat

33 | P a g e

Biji pinang mengandung alkaloida seperti misalnya arekaina (arecaine) dan


arekolina (arecoline), yang sedikit banyak bersifat racun dan adiktif, dapat
merangsang otak. Sediaan simplisia biji pinang di apotek biasa digunakan untuk
mengobati cacingan, terutama untuk mengatasi cacing pita.[3]Sementara itu,
beberapa macam pinang bijinya menimbulkan rasa pening apabila dikunyah.
Zat lain yang dikandung buah ini antara lain arecaidine, arecolidine, guracine
(guacine), guvacoline dan beberapa unsur lainnya.
Secara tradisional, biji pinang digunakan dalam ramuan untuk mengobati
sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan. Biji ini juga dimanfaatkan sebagai
penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak.

4.3 Efek Toksik


Mata:Iritasi ringan dapat terjadi
Kulit: Iritasi ringan dapat terjadi
Inhalasi: Iritasi ringan dapat terjadi
Tertelan: Iritasi ringan dapat terjadi
Efek kronik : Tidak ada
Efek Mutagenic : Tidak ada
Efek Reproduktif : Tidak ada
Efek Karsiogenik : Tidak ada
Infeksius : Tidak ada
LD50 oral : > 15.000 mg / kg berat badan
LC 50 Inhalasi : Tidak ada
34 | P a g e

Toksisitas akut :
Toksisitas Jangka Pendek : Tidak ada
Toksisitas Jangka Panjang : Tidak ada
Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak ada

4.4 Tambahan
Pinang mengandung alkaloid, seperti arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine,
arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine, tanin terkondensasi, tannin
terhidrolisis, flavan, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, minyak
menguap dan tidak menguap, serta garam (Wang et al., 1996). Nonaka
(1989) menyebutkan bahwa biji buah pinang mengandung proantosianidin,
yaitu suatu tannin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid.
Proantosianidin mempunyai efek antibakteri, antivirus, antikarsinogenik, antiinflamasi, anti-alergi, dan vasodilatasi(Fine, 2000).

35 | P a g e

5.Kunyit
Rimpang kunyit memberikan warna kuning untuk daerah Madiun, Bali,
Martapura dan Jawa Tengah. Kunyit bila dicampur dengan buah jarak dan jeruk
akan memberikan warna hijau tua. Warna hijau muda muncul apabila kunyit
dicampur dengan tom/tarum.
Gambar 5 Kunyit

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Genus: Curcuma
Spesies: Curcuma longa L.
5.1 Sifat Fisika Kimia
Bentuk:Bubuk
Warna:Kuning terang
Bau:Karakteristik kunyit

5.2 Manfaat

36 | P a g e

Kunyit mengandung beberapa senyawa pewarna, terutama curcumin


(diferuloylmethane) (Evans, 1998). Prinsip pewarnaan aktif curcumin tidak jelas
karena evaluasi kromatografi kolom curcumin menunjukkan adanya beberapa
pecahan berwarna dan karakterisasi fraksi aktif tidak ditentukan. Kemampuan
suatu pewarna untuk merona struktur jaringan spesifik ditentukan oleh faktorfaktor tertentu, salah satunya adalah keasaman zat warna. Struktur asam akan
terwarnai oleh pewarna basa, sementara struktur basa akan terwarnai oleh
pewarna asam (Baker & Silverton, 1976; Carleton, 1976).

5.3 Efek Toksik


Mata:Iritasi ringan dapat terjadi
Kulit:Tidak ada bahaya dikenal
Inhalasi:Tidak ada bahaya dikenal
Tertelan:Tidak ada bahaya dikenal
Efek kronik : Tidak ada
Efek Mutagenic : Tidak ada
Efek Reproduktif : Tidak ada
Efek Karsiogenik : Tidak ada
Infeksius : Tidak ada
LD50 oral : Tidak ada
LC 50 Inhalasi : Tidak ada
Toksisitas akut : Tidak ada
Toksisitas Jangka Pendek : Tidak ada
Toksisitas Jangka Panjang : Tidak ada
Tes Paparan Terhadap Manusia : Tidak ada
5.4 Tambahan

37 | P a g e

Kandungan utama dalam rimpang kunyit yaitu minyak atsiri, kurkumin, resin,
oleoresin, desmetoksikurkumin, bidesmetoksikurkumin, damar, gom, lemak,
protein, kalsium, fosfor dan besi. Zat warna kuning (kurkuminoid) pada kunyit
dimanfaatkan sebagai pewarna untuk makanan manusia,ternak serta kosmetik.

38 | P a g e

BAB V
KESIMPULAN dan SARAN

5.1 Kesimpulan
Dalam penjelasan makalah ini pemakain kuteks serta berlebihan akan
mengalami kerusakan pada kuku karena bahan aktif atau bahan tambahan yang
digunakan pada kuteks tersebut banyak yang berbahaya serta belum adanya
pengujian secara keseluruhan.Harusnya para pemakai kuteks harus lebih
berhati-hati pada apa yang dipakai karena akan berpengaruh pada kelangsungan
hidup yang akan datang.

5.2 Saran
Harus ada penelitian berkelanjutan dengan pengunaan bahan-bahan tersebut
karena data yang didapat belum sempurna dan masih adanya perbedaan data
dari literatur-literatur yang penulis dapatkan.

39 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

1. 1.Gottschalck TE dan Breslawec H. Internasional Cosmetic Ingredient


Dictionary dan Handbook. Washington, DC: Personal Care
2. Tranggono R.I, Buku Pegangan Ilmu Kosmetik. PT Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta; 2007.
3. Mitsui T. New Cosmetic Science. Amsterdam: Elsevier; 1997.
4. Emma SW. Cantik dan Awet Muda dengan Buah, Sayur dan Herbal. Jakarta:
Swadaya; 2007
5. Ricks DJ. Journal Functional natural oil. Cosmetics and Toiletries 1991;106:77
6. Winarno. 1973. Pangan, Gizi, Teknologi dan Konsumen. PT. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.

7. Margin safety data sheet


8. Biocyclopedia.Sentrifugasi. http://www.eplantscience.com/botanical_
biotechnology_biology_chemistry/biotechnology_methods/tools_and_tec
hniques_in_biological_studies / centrifugation.php .
9. Baran,R,Berker D,Dawber R.Nails : Appearance and therapy.
10.Textbook of cosmetics dermatology
11.List of Contributor.The nails and its disorders.
12.Tranggono,R.I.S,1996 Kiat apik menjadi sehat dan cantik.PT.Gramedia
Pustaka Utama
13.Sjarif M.Wasitaatmatmadja , Deramatologi Kosmetik Penutun Ilmu
Kosmetik Medik,FK UI
14.[AOAC] Association of Official Analytical Chemists. 1995. Official
method of analysis of association official analytical chemists.
Washington: AOAC International.
15. Harbone JB. 2006 . Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern
Menganalisa Tumbuhan. Padmawinata K dan Soediro I, penerjemah.
Bandung: Penerbit ITB. Terjemahan dari: Phytochemical Methods.
16.Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid I. Jakarta: Yayasan
Sara Wana Jaya.
40 | P a g e

22. Produk Konsumen Pengujian Co 2012. tes patch 48 Jam dari enamel kuku
yang mengandung 10,5% nitroselulosa. Referensi Percobaan
Nomor: C09-5740.05. 8 halaman.
28. Lachapelle JM dan Leroy B. alergi dermatitis kontak ke colophony termasuk
dalam perumusan collodion fleksibel BP,
kendaraan cat asam salisilat kutil dan laktat. Dermatologic Klinik .

FOOD AND DRUG ADMINISTRATION (FDA). (1987). Cosmetic product


formulation data: Ingredients
used in each product category. Computer printout. Washington, DC.
11. CODE OF FEDERAL REGULATIONS (CFR). (Revised as of April 1,
1984). Title 21 Parts 73.1, 172.515,
175.105, 175.320, 177.1200, 182.60, and 720.4. Washington, DC: U.S.
Government Printing Office.
http://ec.europa.eu/health/scientific_committees/consumer_safety/docs/sccs_o_
140.pdf

41 | P a g e