Anda di halaman 1dari 19

PENGENALAN PORT I/O

PADA MIKROKONTROLLER
AVR ATMEGA 8535
Irene Taradias
5ED
061330320948

Pengertia
n

MIKROKONTROLER
AVR ATmega8535

Mikrokontroler AVR memiliki


arsitekturRISC(Reduce
Instruction Set Computing) 8 bit,
di mana semua instruksi dikemas
dalam kode 16-bit (16 bits word)
dan sebagian besar instruksi
dieksekusi dalam 1 (satu ) siklus
Nama AVR sendiri berasal dari
clock
"Alf (Egil Bogen) andVegard
(Wollan) 'sRisc processor"
dimanaAlf Egil BogendanVegard
Wollanadalah dua penemu
berkebangsaanNorwegiayang
menemukan mikrokontroller AVR
yang kemudian diproduksi oleh
Atmel

Pengertia
n

MIKROKONTROLER
AVR ATmega8535

Keunggulan mikrokontroller AVR


yaitu AVR memiliki kecepatan
eksekusi program yang lebih
cepat karena sebagian instruksi
dieksekusi dalam satu siklus
clock, lebih cepat dibandingkan
dengan mikrokontroller MSC51
AVR memiliki fasilitas yang
lengkap (ADC internal, EEPROM
internal, timer/counter, watchdog
timer, PWM, port I/O, komunikasi
serial, komparartor 12C, dan lainlain

Fungsi
PIN MIKROKONTROLER
AVR ATmega8535

A. Port A
Merupakan 8-bit directional port I/O.
Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit).
Output buffer Port A dapat memberi arus 20 mA
dan dapat mengendalikan display LED secara
langsung.
Data Direction Register port A (DDRA) harus
disetting terlebih dahulu sebelum Port A
digunakan.
Bit-bit DDRA diisi 0 jika ingin memfungsikan pinpin port A yang bersesuaian sebagai input, atau
diisi 1 jika sebagai output.
Selain itu, kedelapan pin port A juga digunakan
untuk masukan sinyal analog bagi A/D
converter.

B. Port B
Merupakan 8-bit directional port I/O.
Setiap pinnya dapat menyediakan
internal pull-up resistor (dapat diatur
per bit).
Output buffer Port B dapat memberi
arus 20 mA dan dapat mengendalikan
display LED secara langsung.
Data Direction Register port B (DDRB)
harus disetting terlebih dahulu
sebelum Port B digunakan. Bit-bit
DDRB diisi 0 jika ingin memfungsikan
pin-pin port B yang bersesuaian
sebagai input, atau diisi 1 jika sebagai
output.

Pin-pin port B juga memiliki untuk fungsi-fungsi alternatif khusus


seperti yang dapat dilihat dalam tabel berikut.

C. Port C
Merupakan 8-bit directional port I/O.
Setiap pinnya dapat menyediakan
internal pull-up resistor (dapat diatur per
bit).
Output buffer Port C dapat memberi arus
20 mA dan dapat mengendalikan display
LED secara langsung.
Data Direction Register port C (DDRC)
harus disetting terlebih dahulu sebelum
Port C digunakan.
Bit-bit DDRC diisi 0 jika ingin
memfungsikan pin-pin port C yang
bersesuaian sebagai input, atau diisi 1
jika sebagai output.
Selain itu, dua pin port C (PC6 dan PC7)
juga memiliki fungsi alternatif sebagai

Fungsi-fungsi alternatif khusus


seperti yang dapat dilihat dalam tabel berikut.

D. Port D
Merupakan 8-bit directional port
I/O. Setiap pinnya dapat
menyediakan internal pull-up
resistor (dapat diatur per bit).
Output buffer Port D dapat
memberi arus 20 mA dan dapat
mengendalikan display LED secara
langsung.
Data Direction Register port D
(DDRD) harus disetting terlebih
dahulu sebelum Port D digunakan.
Bit-bit DDRD diisi 0 jika ingin
memfungsikan pin-pin port D yang
bersesuaian sebagai input, atau
diisi 1 jika sebagai output.

Fungsi-fungsi alternatif khusus


seperti yang dapat dilihat dalam tabel berikut.

AKSES I/O
AVR
1. Data Direction Register (DDRx)
DDRxdigunakan untuk mendefinisikan port
sebagai input atau output, Jika level logika
pada register DDR bernilai 1 maka Port
tersebut dikonfigurasikan sebagai Output.
Sedangkan jika level logika pada register DDR
bernilai 0 maka Port tersebut dikonfigurasikan
sebagai input.
Contoh:
DDRA=0xff maka Port A sebagai Output
DDRA=000 maka Port A sebagai Input

AKSES I/O
AVR
2. Data Register (PORTx)
PORTxdigunakan untuk
mengeluarkan/menulis data ke port
mikrokontroler, saat dikonfigurasikan
sebagai output.
Contoh:
PORTB=0xff maka Port B = 11111111
(biner)
PORTB=0xa3 maka Port B=
10100011 (biner)

AKSES I/O
AVR
3. Port Input Pin (PINx)
PINxdigunakan untuk
mengambil/membaca data dari
port mikrokontroler, saat
dikonfigurasikan sebagai input.
Contoh:
PINC.0=0//mendeteksi tombol
PC0

Contoh
#include <mega8535.h>
void main(void)
{
// inisialisasi Port A sebagai output :
PORTA=0x00;
DDRA=0xFF;
// Inisialisasi Port C sebagai input :
PORTC=0x00;
DDRC=0x00;
}

Contoh
Contoh program PortC sbg Input
dan
PortA sbg
output
#include <mega8535.h>
{
// inisialisasi Port A sebagai output :
PORTA=0x00;
DDRA=0xFF;
// Inisialisasi Port C sebagai input :
PORTC=0x00;
DDRC=0x00;

Program
LED

switch

1 2 3 4
5 6 7 8
9 0 + keypad

Memory

CPU
(Central
Prosesor Unit)
Clock

sensor

Buzzer

Relay

Kesimpul
an

1. Mikrokontroler memiliki arsitektur RISC 8


bit, di mana semua instruksi dikemas
dalam kode 16-bit(16-bits word)dan
sebagian besar instruksi dieksekusi dalam
satu siklus clock.
2. Mikrokontroler ATMega 8535 memiliki
saluran I/O sebagai berikut:
a)Port A(PA0 PA7) merupakan pin I/O dua
arah dan pin masukkan ADC
b)Port B(PB0 PB7) merupakan pin I/O dua
arah dan pin fungsi khusus, yaitu
timer/counter, komparator analog, dan SPI.
c)Port C(PC0 PC7) merupakan pin I/O dua
arah dan pin fungsi khusus, yaitu TWI,
komparator analog, dan timer oscillator.
d)Port D(PD0 PD7) merupakan pin I/O dua
arah dan pin fungsi khusus, yaitu komparator

Pengertian
Fungsi
Akses I/O
AVR
Contoh
Kesimpulan

COMPLETED !
THANKYOU