Anda di halaman 1dari 1

TRANSPORTASI PASCA OPERASI

NO. DOKUMEN :
YM.01.06/01.2.1/1036/
2012
RSUP
Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO
MAKASSAR
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

NO. REVISI :
A

HALAMAN :
1/1

DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR UTAMA,
TANGGAL TERBIT :
27 MARET 2012
ABDUL KADIR
NIP 196205231989031001

PENGERTIAN

: Proses perpindahan pasien dari kamar bedah ke ruang rawat khusus


dan ruang rawat inap sesuai dengan kondisi medis pasien.

TUJUAN

KEBIJAKAN

: Berdasarkan SK Direktur Utama Nomor: HK.03.06/1.2/514/2012


Tentang Pembedahan Di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.

PROSEDUR

: 1. Perawat ruang pulih menghubungi ruang rawat untuk menjemput


pasien, pada kondisi khusus diinformasikan kebutuhan alat medik
tambahan seperti; oksigen dan monitor.
2. Sebelum transportasi pasien, dilakukan serah terima antara staf
ruang pulih dengan penjemput pasien.
3. Penjemputan pasca bedah dilakukan oleh perawat ruangan.
4. Pada kondisi khusus seperti; pasien dengan alat bantu nafas,
pasien dengan pemantauan ketat, transportasi dilakukan oleh
dokter Anastesi yang menguasai kondisi pasien.
5. Transportasi dilakukan oleh perawat ruangan.
6. Transportasi dari kamar bedah ke ruang RTI/HCU harus dilakukan
oleh DPJP atau residen anastesiologi, tanpa atau dengan oksigen
transpor dan monitor transpor bila diperlukan sesuai indikasi.
7. Transportasi pasien ke ruang rawat inap dilakukan oleh perawat
ruangan/dokter ruangan.
8. Untuk pasien rawat jalan, setelah pembedahan pulang diantar oleh
keluarga dan petugas pengantar pasien.

UNIT TERKAIT

: 1.
2.
3.
4.
5.

1. Untuk optimalisasi proses perpindahan pasien.


2. Untuk memantau kondisi medis pasien selama perpindahan.

IBS
Ruang Rawat Inap
SMF Bedah
SMF Anastesiologi
Perawatan Intensif