Anda di halaman 1dari 22

CIN-Bedah Urologi

AMBIL SAMPEL URINE


Dr UN
Bagaimana cara mengambil sampel urine pada pasien yang terpasang DC?
Ada 2 cara :
1. Klem DC, setelah vesica urinaria terisi urin, lakukan pengambilan urine
dengan pungsi suprapubik(SPP) menggunakan spet steril.
2. Lakukan aseptik antiseptik pada sambungan DC, kemudian dengan spet steril,
sedot urine melalui sambungan tadi
Burried Penis
Prof PW : burried penis dioperasi umur 2 tahun karena alasan psikologis

BATU URETER
Ada kasus batu urter distal sinistra, terletak dekat sekali dengan buli (mungkin
intramural), dioperasi : (kasus RS Muntilan)
Incisi Pfannensteil diperlebar contra Mc Burney. Incisi di ureter distal, batu tidak
ketemu, incisi di buli. Batu di dorong dari arah urter ke buli, batu tidak mau keluar. Batu
di dorong dari arah buli, lewat muara urter kiri, batu keluar lewat luka incisi di urter
ukuran 5 mm X 3 mm dan 5 mm X 4 mm. Ureter dijahit dengan kromik (harusnya plain
cat gut), dipasang stanting dengan NGT no 8. NGT masuk lewat muara urter, masuk ke
arah ginjal hingga melewati urter yang diincisi, ujung distal NGT keluar lewat kulit di
supra pubik.
Komentar urologi : Jika aliran urine lancar dari urter kiri (tampak dari urinal jet)
tidak perlu dipasang stenting. Stenting dengan NGT tidak stndar karena NGT bukan
alat urologis, sehingga berisiko timbul infeksi.
Catatan :
Dr IDW.
Ureterolithotomy : mengambil batu ureter dengan cara membuka ureternya terlebih
dahulu
Ureterolihectomy : mengambil batu ureter sekaligus mengangkatmembuang ureternya.
KONSERVATIF BATU URETER (dr DN)
- Analgetik , yang berespons baik untuk urter : Na diclofenac atau ketorolac
- Alfa blocker : Hytrin (untuk melumpuhkan peristaltik urter)
- Methylprednisolon 16 mg/hari
- Banyak minum (2,5 L/hari)
Konservatif untuk batu yang kecil (diameter 6 mm), selama 6 minggu, tidak perlu
antibiotik bila tidak ada infeksi.

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

BATU PYELUM
Dr. UN/Tanaya : incisi yang baik menurut Gifernet (?). Bentuk incisi seperti huruf V
dengan ujung V pada pyelum sedang ke dua kaki V ke arah pool inferior dan posterior.
(kenapa tidak ke arah superior, karena disitu ada arteri yang besar). Risiko perdarahan
dengan cara ini lebih sedikit. Bila dilakukan incisi longitudinal pada pyelum dapat
mengakibatkan perdarahan yang banyak, dan dapat merobek pyelum. Perdarahan banyak
pada pyelum pada infundibulum karena ada arteri arcuata.
Prof PW : umumnya batu pyelum berupa batu struvit (triple phosphat),
merupakan jenis batu infeksi, dan berlapis-lapis (lamelar).
Diet untuk cegah batu
Dr ID
Batu tinggi oxalat : Teh
Tinggi purin : jeroan
Jangan banyak protein
Kurangi minuman dengan kandungan vit C
Setelah operasi batu ureter kanan, pasien tidur miring ke kiri, agar adanya luka di ureter
kanan tidak menyebabkan stasis urine yang akan memicu nidus batu
Banyak aktivitas/begerak
BLADDER NECK
Bladder neck contracture adalah keadaan dimana leher buli menjadi sempit, tidak ada
ukuran yang jelas, tetapi biasanya bila jari telunjuk tidak dapat masuk, menunjukkan
badder neck yang sempit. Bladder neck contrakture dapat timbul postopen prostatactomy
atau akibat infeksi leher buli-buli. Penangananya dengan melakukan frakturasi bladder
neck pada jam 12, atau incisi pada jam 5 dan jam 7 (gunakan incisi dengan kauter untuk
mengurangi perdarahan).
Bladder Neck Contractur
Tindakannya Bladder Neck Incision di Jam 12
BLADDER TRAINING
Kasus : seorang laki-laki post pemasangan uretral kateter (DC) selama 1 bulan  di-aff,
pasien kemudian menjadi sering BAK (frekuensi), hal ini disebabkan karena volume
vesica urinaria mengecil. Untuk memmulihkan : lakukan bladder training.
BULI-BULI
Dr.Raini Umbas SpU
Batu buli ukuran diameter 30 mm sekitar 10-15 % akan memicu timbulnya Ca sel
skuamosa, oleh karena itu harus dilakukan biopsi pada mukosa buli yang dicurigai yaitu
2

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

tempat batu buli melakukan impaksi (sekitar bladder neck, tempat impaksi berwarna
keputihan).Dilakukan bila ukuran batu > 25 mm
Cara mengukur batu urologi diameter terpanjang x diameter terlebar dalam milimeter
(titik potong tegak lurus)
Buli Normal
Dr DN : bila pada cystography tampak adanya sakulasi dan divertikel multipel, harus
dicurigai adanya obstruksi infravesika, karena buli normal memiliki dinding yang
halus/reguler, bentuk seperti buah pir.
DETRUSOR UNDERACTIVITY (DUA)
Dr .DN
Pasien dengan DUA : otot detrusor lemah kontraksinya (seperti dekompensasi pada
jantung). Gejalanya retensi urine, tetapi bila telah dilakukan TURP atau open
prosstatectomy gejalanya tidak hilang. Oleh karena itu sebelum operasi perlu
pemeriksaan urodinamik, atau paling tidak uroflometri. Grafik uroflometri pd pasien
DUA Q max pendek (sekitar 5 detik) dengan time of flow-nya yang panjang sekali. (Pada
retensi urin karena BPH atau BOO yg lain Qmax lama kemudian flow-nya ). Bila tidak
ada uroflometri dapat dilakukan cystography : v.u tampak bulat besar karena otot
detrusor tidak dapat melakukan fungsinya. Atau dapat dilakukan pengetesan dengan cara
mengisi buli dengan air 250 cc  klem kateter, kemudian segera kateter tsb dibuka 
pada DUA, urine yang keluar pancaranya lemah; sedang buli yang normal menimbulkan
pancaran urine yang deras. Atau saat cystoscopy  masukan air hingga buli penuh (250
cc) kemudian katup sistoskopi dilepas  DUA positif bila pancaran urine yang keluar
lemah.
Pada pasien dengan DUA bila dilakukan open prostatectomy atau TURP begitu
postoperasi kateter dilepas  beberapa hari akan macet lagi (retensi lagi) dan pada luka
open prostatectomy timbul fistula vesicocutan. Sehingga bila mendapatkan pasien
dengan BOO/BPH tapi dari pemeriksaan didapatkan adanya DUA  pasien tidak usah
dioperasi. Terangkan ke pasien tentang penyakitnya. Ada obat-obatan ( antimuskarinik? )
merek dagang Urocap yang dapat dipakai untuk pasien dengan DUA ini tetapi sekarang
obat ini sudah tidak beredar di Indonesia (produk Australia).
Mengecilkan bladder neck, dr UN
Bila setelah prostatektomi ukuran ostium uretrae interna terlalu lebar, harus dikecilkan
dengan jahitan dari jam 12 ke arah muara uretra hingga lebarnya cukup masuk jari
telunjuk telunjuk longgar.
CAVUM RETZIUS
Sama dengan spatium retropubicum
DISURIA & KOLIK URETER
Pof PW : Ko-analgetik untuk frekwensi, disuria : imipramin
Ko-analgetik untuk kolik urter : metilprednisolon + tamsulosin.

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

DIVERTIKEL VESICA URINARIA


Kapan divertikel buli dioperasi?
Jawab :
Jika volume divertikel lebih dari atau sama dengan 1/3 volume v.u. V.U volumenya 450
cc, 1/3 volume 150 cc. Jika ukuran divertikel 1/3 vol v.u. maka tiap miksi tersisa urine
150 cc, sisa urine sebanyak ini memberi kesan masih adanya urine dalam v.u, jadi pasien
merasa tidak puas kencingnya ( setelah kencing pasien masih merasa ingin kencing lagi).
Atau divertikel dengan ukuran 15-20% volume buli tetapi divertikel tsb memiliki leher
yang sempit sehingga saat BAK tidak terjadi pengosongan urine pada divertikel secara
komplet, sehingga risiko untuk infeksi dan timbulnya batu.
Divertikel timbul akibat dekompensasi v.u karena adanya obstruksi infra vesika.
DUKTUS URAKUS PERSISTEN
Dr.DN
Gejalanya :

Biasanya ada omfalitis


Umbilikus meradang
Ada gangguan BAK biasanya karena uretral valve
Uretral valve inilah yg menyebabkan anak menjadi mengejan saat BAK sehinga urakhus
tidak menutup (persisten). Jadi kalau urakusnya diambil tapi kelainan di traktus
urinariusnya tidak diatasi, maka operasi pada umbilikusnya akan kambuh lagi
FIMOSIS (L : seperti tertutup daun)
Dr. UN : Fimosis fisiologis terjadi pada usia< 2th
Penanganan non bedah pada fimosis fisiologis
- Dilatasi preputium
- Salep kortikosteroid
- Menjaga kebersihan agar tidak infeksi

FLANK, regio
Batas-batas regio Flank :
- Superior : arcus costarum
- Inferior : crista iliaca
- Posterior : linea axillaris posterior
- Anterior : linea axillaris anterior
FORNIER GANGRENE
Dr TS : Rawat dengan kassa+NaCl 3 % + Gentamicin injeksi. Atau dapat pula dilakukan
dengan drip/irigasi ke kassa yang dimasukkan ke rongga gangrennya, dan di bagian
bawah dialasi perlak. Kematian pada Fornier gangrene 50 %.

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

HEMATURIA
Dr. TS
Pada pasien dengan gross hematuria tidak cukup dipasang DC (urethral catheterization)
tapi harus dilakukan irigasi dengan normal saline (pakailah kateter three ways). Pasien
dengan gross hematuria tampak ada massa (dapat clot darah atau tumor). Gross
hematuria bisa pula karena infeksi termasuk TBC. Prof PW : Untuk membedakan
gambaran massa buli pada USG pasien dengan hematuria, harus dilakukan IVP AP dan
Lateral
Tumor vu : papilary, TCC, cecil, polipoid.
Dr.TS : Pada pasien gross hematuria kecurigaan ca buli, dipasang kateter tidak bisa,
boleh dipasang sistostomi ? Jawab : boleh,tapi ini pilihan yang jelek dengan alasan
emergensi. Tapi perlu di ingat, begitu dilakukan sistostomi, akan menaikan grading tumor
langsung ke derajat IV.
Prof PW : bagaimana cara spooling pada kateter yg macet karena clotting darah?
Jawab : Dengan NaCl hangat, irigasi dialirkan agar lisis clotting-nya, kateter di majumundurkan. Bahkan dapat diberikan mukolitik (bukan hanya untuk batuk, tetapi dapat
meliliskan clotting)
HIDROKEL
Prof PW : Hidrokel testis akuisita umumnya akibat proses radang seperti epididimis atau
orkhitis.
Dr DN : bila hidrokelnya keras yang paling banyak adalah diakibatkan oleh tuberkolusa.
HIDRONEFROSIS VS HIDROURETER
Prof PW : hidroureter : urter melebar dan berkelok-kelok dan bersifat ireversibel.
Sedangkan ureterektasis : urter hanya melebar saja dan bersifat reversibel.
HIPOSPADIA
Trias hipospadia
-

Meatus di ventral penis


Terdapat chordate
Dorsal hod

Hipospadia
(dr DN)
Pada hipospadia perlu pula dilihat adanya kelainan lain :
1. Stenosis meatal, dapat menimbulkan hidronefrosis.
2. Pertumbuhan testis
3. Psikologi pasien

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

IVP
Pada kreatinin > 1,5 tidak dilakukan pemeriksaan IVP, karena dengan kreatinin > 1,5
ginjal tidak mampu mengekskresikan kontras (sehingga ginjal tidak akan tampak).
Disamping itu, kontras dapat bersifat nefrotoksik. (ambang batas kreatinin untuk IVP
dahulu 2).
Late photo & USG Ginjal
DN : Pasien dengan BNO IVP non visual ginjal, perlu dilakukan satu foto lagi yaitu late
photo.
Pasien dengan non visual ginjal dilakukan USG tujuannya apa ?
- Mengetahui adakah gijalnya
- Mengetahui adakah hidronefrosis
LUTS
dr UN : Tiga Gejala LUTS yang penting ditanyakan pada kecurigaan BPH :
- Apakah kencing anda lancar ?
- Berapa kali anda terbangun di waktu malam untuk kencing ?
- Apakah kedua hal tesebut di atas menganggu ?

PROSTAT
PERDARAHAN PROSTAT
B. vesicalis inf
B. rectalis media
A. iliaca interna

RT tidak dapat menentukan berat prostat


Dr UN : Karena lobus medius menonjol ke intravesika, dimana tidak dapat di ukur
dengan jari.

BPH
Pasang kateter pada retensio urine karena BPH
Kateter yang dipakai no 20-24 Fr. (dr UN)
KEMUNGKINAN BPH vs USIA
a. 40 50 tahun sebesar 20%
b. 51 60 tahun sebesar 50%
c. Lebih dari 80 tahun sebesar 90%

INDIKASI PROSTATEKTOMI
1. Retensi urine akut atau kronik
2. ISK rerkurens
3. Hematuria persisten
6

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

4.
5.
6.
7.

Ada batu di vesica urinaria yang berhubungan dengan BPH


Ancaman gagal ginjal akibat obstruksi bladder outlet
Gagal dengan terapi medikamentosa
Ada hernia atau hemoroid

Dr TS : retensi urine yang terjadi pertama kali, bukan indikasi untuk prostatektomi,
apalagi pada umur muda, perlu dicoba dulu dengan terapi medikamentosa. Dan perlu
diingat bahwa besarnya prostat tidak berhubungan dengan derajat obstruksi (ingat tentang
adanya efek dari komponen statik dan dinamik pada BPH).
KAPAN DILAKUKAN Px PROSTATE SPECIFIC ANTIGENT (PSA) ?
Dilakukan sebelum pemeriksaan RT/manipulasi prostat, atau 3 hari setelah manipulasi
prostat (RT), karena setelah prostat dimanipulasi PSA akan meninggi. Kenapa 3 hari?
Karena half life PSA 2,5 hari
INDIKASI OPEN PROSTATECTOMY, TURP
Open prostatectomy diindikasikan bila ukuran prostat sama dengan atau lebih dari 70
gram (di Sardjito 60 g)
Tapi jika tidak ada fasilitas TURP atau alasan kemampuan operator maka boleh lebih
rendah ukurannya atau boleh prostatektomi terbuka. Dengan TURP batas pelaksanaan
tidak boleh lebih dari 60 menit (ingat bahaya sindroma TURP). Pada TURP prostat yang
terkuret sekitar 1 g/ menit, sehingga jika lebih dari 60 g maka akan mudah timbul
komplikasi sindroma TURP tersebut.
Komplikasi TURP antara lain : Sindroma TURP sekitar 2 %, disfungsi uretra (akibat
terkenanya sfingter uretra interna) sekitar 30-36 %.
Berat Prostat
Dr UN : (panjang X lebar X tinggi ) X 0,52 gram (diukur pada USG prostat)
Open Prostatectomy
Pasca open prostatectomy angka ejakulasi retrograde sekitar 72 %. Ejakulasi retrograde
timbul akibat terkenanya sfingter uretra interna, dimana sewaktu ejakulasi tekanan intra
v.u. negatif akibatnya sperma seperti tersedot ke
v.u.
ejakulasi retrograd. Sehingga
pada pasien yang masih muda (50-55 th) atau masih ingin anak perlu informed consent.
Dr Untung
Gambaran BPH
-

Sistografi : indentasi prostat dan V.U terdorong ke atas


Pada IVP : ureter distal saat mau memasuki buli melengkung ke
atas fish hook / mata kail (normalnya lurus ke buli).

RT prostat : kenyal/keras, nodul, simetris, nyeri tekan, taksiran berat prostat,


bulbocavernosa reflex.

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

Syarat RT Prostat : PW : buli harus penuh untuk menghindari salah interpretasi karena
pada buli yang kosong sulkus prostat tidak teraba.
Macam operasi prostat
- Suprapubic transvesical (indikasi/kontra indikasi)
- Retropubic transcapsuler (idem) metode Frayer
- Perineal transperineal (idem)
Prostat bernodul/keras, walaupun px PSA normal tetap harus dilakukan biopsi prostat.
Kapsul prostat : sebenarnya merupakan jaringan prostat yang sebernarnya (true prostate)
yang terdesak oleh pertumbuhan adenoma sehinga membentuk kapsula sirurgikum.
Metode Frayer tidak dilakukan penjahitan, untuk kontrol bleeding langsung ditarik
dengan kateter. Metode ini dimodifikasi oleh Riemsacht dijahit pada jam 5 dan jam 7.
Adanya trabekulasi vesika urinaria menunjukan bahwa otot detrusor telah digantikan
oleh kolagen sehingga bila ada trabekulasi yang berat akan timbul gangguan miksi
(kelemahan detrusor ) walaupun telah dilakukan TURP/ open prostatectomy.
Dr Untung : Traksi penis : tujuannya agar darah tetap berada di prostatic bed (tidak
masuk ke vesica urinaria yang akan menyumbat kateter, bukan untuk hemostasis.
Cat : saat masang balon untuk traksi, balon tidak boleh masuk ke prostatic bed, tetapi
harus berada di vesica urinaria tepat di bladder outlet.
Tx BPH Avodart 1X5 mg ; Hytrin 1X 2mg (malam hari)
Dr DN /dr UN
Urutan aff drain post prostatektomi
Irigasi : 3 hari
Drain cavum Retzii : 5 hari
Kateter uretra 7 hari
Post open prostatectomy : tidak boleh dilakukan bladder training
Ada pendapat yang meng-aff drain cavum Retzi dilakukan setelah kateter uretra dilepas
dengan alasan untuk pengaman kalau-kalau setelah kateter dilepas, terjadi kebocoran buli
akibat pasien mengalami kesulitan BAK (yang berakibat jahitan jebol).
Pendapat dr DN : contoh pada kateter sistostomi, lubang sistostomi kan tidak dijahit. Asal
DC-nya lancar, bekas lubang sistostomi tsb akan menutup sendiri.
Dr Untung Tranggono
Indikasi harus open prostatectomy : Ca prostat
Kontra indikasi open prostatectomy : tumor buli
CARA PROSTATEKTOMI TRANSVESIKA
Melalui kateter, buli diisi NaCl 250 cc agar mempermudah identifikasi buli
Posisi telentang, bila perlu, di pantat diberi ganjal agar memudahkan operasi

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

Incisi midline 2 jari di atas simfisis pubis hingga bawah umbilikus, atau incisi
Pfanensteil (transversal) 2 jari di atas simfisis
Perdalam subkutis dengan kauter hingga tampak sarung anterior m.rektus
Incisi sarung rektus itu dengan mesh, dan perlebar dengan gunting. Pada
batas/septum intermuskulare, potong septum itu dengan gunting.
Tampak m.rektus, tepat di mid line, split otot ini dengan Langenback.
Tampak peritoneum yang menutupi buli, singkirkan peritoneum ini dari buli buli
ke kranial. Gunakan stell depper.
Setelah buli-buli bersih dari peritoneum (tampak jelas pembuluh darah pada
dinding buli-buli), lakukan aspirasi dengan spet untuk memastikan buli-buli.
Tempat aspirasi kira-kira 2-3 jari dari leher buli-buli.
Pasang tegel plain cat gut no 2/0, pada sebelah kranial & distal dari tempat pungsi.
Jarak ke dua tegel sekitar 1 cm.
Dengan menggunakan kauter, incisi pd tengah-tengah tegel ini, sepanjang kirakira 3 cm, transversal. Incisi dengan kauter & harus menembus semua dinding
buli, jangan di serosa/muskular saja karena akan mengakibatkan robekan tepi luka
yang tidak teratur.
Identifikasi prostat yang menonjol ke buli, kedua muara urter, o.u.i, adakah batu,
trabekulasi, divertikel,
Incisi kapsul prostat dengan kauter, sirkuler mengelilingi o.u.i, jangan terlalu
dekat ke buli, lebih baik dekat o.u.i atau ditengah-tengah tonjolan prostat. Kauter
ini harus menembus kapsul prostat, agar luka rapi dan mempermudah enukleasi
prostat.
Lakukan enukleasi prostat.
Jahit kapsul prostat dengan jahitan angka 8 pada jam 5 & 7 memakai chromic 2/0
Pasang DC No 24, kembangkan balon (balon harus mengembang di rongga bulitepat di bladder outlet, bukan di prostatic bed (untuk mencegah darah dari
prostatic bed masuk ke buli yg dapat menyubat DC. (DC dpt pakai 3 - way, atau 2
way). Bila pakai 2-way cukup nomer 22, dan irigasi menggunakan Folley
catheter No 16 yg dipasang lewat fundus buli-buli.
Pasang drain pada cavum Retzius
Jahit buli
mukosa dengan plain cat gut 2/0 (dr SR 3/0, dg benang kecil diharapkan
absorpsi lebih cepat) continuous with locking, jarak antar jahitan sekitar 0,5 cm
-Muskular dg cromic 2/0 simpel terputus
Jahit luka operasi lapis demi lapis

Pasang Drain/ Irigasi Post Open Prostatectomy


-

DC 3-way No 24 F lewat uretra (satu untuk urine, satu untuk


irigasi) + drain ke cavum Retzius; atau
DC 2-way No 20 F lewat uretra (hanya untuk urin), DC No 14
lewat kulit cavum Retzius masuk buli (untuk irigasi), dan
satu drain ke cavum Retzius untuk drainase darah/pengaman
kebocoran.
Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

JAHITAN PROSTATEKTOMI DR SR
- Pasang DC dahulu sebelum menjahit buli. Setelah masuk buli, ujung DC ditarik ke
suprapubik dan diklem
- Leher buli : chromic 2/0 kontinyu dengan locking, melingkari seluruh bladder neck
(sirkuler). Dimulai dari jam 6  benang dibagi 2 sama panjang  simpul. Kemudian
dengan helai benang yang berjarum atraumatik jahitkan ke kwadran kanan hingga jam
arah jam 12. Kemudian dengan helai benang yang satu (pasang jarum biasa) menjahit
ke kwadran kiri ke arah jam 12.
- Mukosa buli : dengan plain cat gut 3/0 (dipakai benang kecil 3/0 agar penyerapan lebih
cepat, mengingat penyembuhan luka buli 5 hari), kontinyu dengan locking
- Seromuskuler buli : chromic 2/0, kontinyu tanpa locking (tanpa locking agar tepi luka
ekstropion).
- Irigasi dipasang melalui sistostomi dengan DC yang kecil (12F), DC dilewatkan lewat
luka operasi pada mid line, diantara otot yg di split kemudian ke luar kulit lewat luka
operasi. (Pertanyaan : Apa tidak riskan terhadap infeksi? Dr SR : infeksi timbul bila
ada leakage).
- Drain pada cavum Retzius : dilakukan seperti biasa, drain ditusukkan lewat kulit.
Jahitan buli dr UN
-

Mukosa buli yang penting adalah aproksimasinya sehingga harus dijahit


continous without locking.
Muskularis + adventisia dengan jahitan continous with locking untuk
mencegah kebocoran.

Traksi penis pada operasi BPH bisa 2 jam saja, yaitu telah terjadi clotting pada bleeding
point dan tidak ada lagi perdarahan.
Nyeri post prostatektomi
Dr UN : Pasien post open prostatectomy apa perlu ditanya nyeri? Nyeri apa yang perlu
ditanya?
JAWAB : perlu ditanya, yaitu nyeri kolik akibat terjahitnya muara ureter, sifat nyerinya
menjalar ke pinggang. Dalam hal ini perlu pula dilakukan perhitungan jumlah urine yang
keluar (jumlah urin = jumlah cairan yang tertampung dikurangi jumlah cairan yang
digunakan untuk mengguyur).
CA PROSTAT
Dr TS.
Ca prostat didiagnosis dari apa ?
- RT : ada nodul
- PSA > 10 atau PSA density > 0,15
- USG prostat : unechoic

10

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

Pasien dengan retensi urine dan hematuria e.c. ca prostat dilakukan apa ?
Jawab : Pasang DC dan biopsi prostat
Jika dari biopsi diketahui adenoca prostat dilakukan apa ?
Jawab : Bone survey, Ro Thorax, USG abdomen, Pemeriksaan kelenjar getah bening.
Jika ca prostat stadium I (tidak ada metastasis)  dilakukan radical prostatectomy.
Untuk stadium III & IV dilakukan terapi hormonal, ada dua macam :
- Orchidectomy bilateral
- Terapi obat hormonal
Untuk retensi urinnya bagaimana (ca prostate stadium III& IV) ? Pasang kateter dan
diberikan terapi hormonal selama 3 bulan, kemudian kateter dilepas. Bila pasien dapat
kencing spontan, pemakaian DC dihentikan. Jika setelah DC dilepas pasien tetap tidak
dapat BAK maka dilakukan reseksi prostat.
Untuk mengambil batu pada sectio alta : dengan Randalls clamp
Bila membuka buli-buli kenapa mukosa buli harus dijahit ? Karena untuk mencegah
terbentuknya batu. (beda dg jahit usus yang sebaiknya mukosa usus tidak dijahit.
Dr DN : pada operasi batu buli harus diperiksa adakah bladder neck contracture, dan
harus diatasi kelainan ini (dengan bladder neck incision), karena bila bladder neck
contracture-nya tidak ditangani maka akan timbul batu lagi bahkan jahitan vesica
urinaria bisa jebol.
JAHITAN V.U
Dua lapis :
-

Mukosa dengan plain cat gut no 2/0 atau 3/0 continuous with locking jarak
sekitar 0,5 cm
- Muskularis dan serosa dengan cromic 2/0 atau 3/0 simpel terputus jarak
sekitar 1 cm
Sebelum dijahit, lakukan pada kedua ujung luka diklem dengan pean pada mukosa (untuk
jahitan mukosa) atau muskularis dan serosa untuk jahitan lapis kedua (muskularis
mukosa). Jarak jahitan kira2 1,5 cm. Jika diperlukan dapat ditambah jahitan overhecting
pada bagian-bagian yang kurang rapat (harus water tight).
Pada kasus ruptur buli ke cavum peritonei (urine masuk ke rongga peritoneum), dapat
dipasang drain dari v.u (lewat robekan) ditembuskan ke suprapubik (seperti memasang
drain peritoneum) dengan Folley catheter tanpa membuka cavum Retzii dan tanpa dijahit
di kulit (fiksasinya dengan mengembangkan balon). Lewat drain kateter ini dilakukan
irigasi v.u. seperti open prostatectomy dan di-aff 2-3 hari. Jangan lupa pasang kateter
uretra.
Buli bocor setelah operasi
Dr SR : operasi pada buli (section alta, open prostatectomy), buli yang dijahit dan
dilakukan dekompresi (pemasangan DC) akan sembuh dalam waktu 5 hari. Bila setelah
operasi buli-buli, timbul kebocoran (terdapat fistula urine/fistula dari buli ke kulit), harus

11

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

dipikirkan adanya obstruksi infravesika dan dicari penyebabnya. Misalnya bila curiga
tumor buli harus di periksa sitologi.
Batu Buli
dr Untung
Batu buli ada 3 macam
1. Batu primer : batu yang timbul di v.u tanpa ada kelainan yang
mendasarinya. Batu primer umumnya terjadi pada anak-anak (umur <
12 th), biasanya akibat dehidrasi (diare).
2. Batu sekunder : batu yang timbul akibat adanya kelainan-kelainan
yang mendasarinya seperti bladder outlet obstruction (BPH, striktur
uretra, blader neck contracture), divertikel buli, infeksi/radang
(schistosomiasis, paparan radiasi), neurogenic badder, atau kelainan
metabolik (hiperurikemia, hiperkalsiuria). Umumnya batu sekunder
terjadi pada umur dewasa
3. Batu migran : batu berasal dari traktus urinarius di atasnya (ginjal).
Tidak ada Blader neck contracture atau bladder outlet obstruction bila ukuran 1 jari
telunjuk longgar.
Biopsi VU pada batu buli dilakukan bila batu berukuran diameter > 30 mm. Biopsi
dilakukan pada bagian paling bawah dimana batu mengalami impaksi, biasanya pada
trigonum. Prevalensi timbulnya metaplasi pada impaksi karena batu buli ini sekitar 10%.
JAHIT URETER : catgut no 2/0 atau 3/0 simpel terputus.
JOHANSEN I & II
Prof PW : nama lain : hipospadia artificial. Uretra dibuka sampai batas uretra yang sehat,
kemudian mukosa uretra dijahitkan ke kulit. Enam bulan kemudian dilakukan uretroplasti
(Johansen II).
NOKTURIA
Nokturia : bukan kencing di malam hari, tapi kencing yang terjadi setelah pasien tidur,
sehingga mengganggu, minimal 3 kali.
PUSH BACK
Dilakukan untuk mendorong batu yang berada di uretra posterior. Caranya : masukan jeli
sebanyak 5-10 cc, dorong kuat dengan spet 10 cc. Bila batu telah berhasil terdorong
masuk ke dalam buli, lakukan pemasangan DC dan siapkan untuk dilakukan sectio alta.
SUHU INFERTILITAS
Dahulu dianggap bahwa suhu untuk spermatogenesis yang optimal adalah 2 derajat
Celcius dibawah suhu badan, tetapi sekarang diketahui 1 derajat Celcius dibawah suhu
tubuh.
12

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

TUMOR TESTIS
Dr. TS : kebanyakan tumor testis jenis germ cell, dan paling banyak seminoma. Terjadi
pada umur 20-30 tahun, jarang diatas 50 tahun.
BACA MACAM-MACAM MUARA URETER (HUB.DG KELUARNYA BATU
URETER ) Dr Untung
URETRA
Ruptur Uretra
Pada ruptur uretra totalis dilakukan sepur-sepuran (rail roading). Pada ruptur parsial
cukup dilakukan pemasangan sistostomi selama 2 minggu untuk menunggu
penyembuhan uretra. Jika ada ruptur uretra dibiarkan tanpa diversi urine, ekstravasasi
urine yang terjadi akan menimbulkan abses dan dapat berakhir dengan Fornier gangrene.
Striktur Uretra
Pada striktur uretra pada uretrosistogarafi
- Penis harus ditarik sehingga dapat diukur panjangnya striktur tersebut
(pada uretrografi penis yg tidak ditarik nampak dari gambaran uretra yang
melengkung/tidak lurus)
- Saat pengambilan foto, pasien disuruh untuk kencing sehinga dapat
dinilai keadaan bladder neck, (saat kencing blader neck yang normal akan
terbuka, memberikan gambaran seperti kerucut. Pada neurogenic bladder,
blader neck ini tidak membuka)
- Hip joint yang dekat dengan meja harus difleksikan sehingga gambagran
uretra tidak overlaping dengan tulang paha.

13

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

Pemeriksaan uretrografi retrogad : pemeriksaan standar

Posisi supine + pelvis oblik 30O - 40O oblik


Paha yang terdekat meja difleksi 90O
Paha yang di atasnya tetap lurus.
Kateter 14 Fr dengan balon 2 cc di fossa navikulare
Kontras + 30 cc dengan foto tunggal atau guiding fluoroskopi.

Terapi striktur uretra


1. Reseksi anastomosis : bila panjang striktur 1-2,5 cmm
2. Uretrotomi interna misal Sachse, saratnya :
- Tempat striktur masih dapat dilewati kontras (tampak pada uretrogram).
Jika striktur dapat dilewati kontras maka pisau Sachse masih dapat masuk
untuk melakukan uretrotomi. Sebaliknya bila bagian yang striktur benarbenar buntu, maka tidak dapat dilakukan uretrotomi interna.
- Panjang striktur < 1 cm
- Striktur tidak multipel
3. Grafting/subtitusi bila striktur > 2,5 cm
Bladder neck tidak membuka, disebabkan oleh :
- Penderita tidak diminta BAK saat pengambilan gambar
- Neurogenic bladder
Cara membaca uretrosistografi, contoh :
Laki-laki 52 tahun dengan dx striktur uretra pars bulbosa, 8 bulan yll, dilakukan
sistostomi + uretrotomi interna, setelah DC dilepas (DC dipakai 2,5 bulan), pasien tidak
dapat BAK dan urine merembes lewat bekas sistostomi (fistula vesikokutan).
# Pada Plain Foto Pelvis
Persiapan cukup,sistema tulang intak,tak ada gambaran radioopak pada cavum
pelvis
# Fase Sistogram
Tampak kontras mengisi buli penuh, dinding buli tampak ireguler, tampak buli
chrismas three, tampak adisional shadow, tidak tampak filling defect
# Fase Uretrogram
Tampak kontras mengisi uretra pars pendulans sampai pars bulbosa. Tampak
striktur uretra pada pars bulbosa (panjang tidak diketahui karena penis tdk ditarik),
terdapat sedikit kontras yang melewati bagian yang striktur tersebut (penting
disebutkan karena ada kaitannya apakah bisa dilakukan uretrotomi interna)
Jahitan uretra/ureter menggunakan vicryl 4/0 simpel terputus , karena bila dilakukan
kontinyu bila satu jahitan putus  putus semua; bila satu jahitan membentuk fistel 
terbentuk fistel semua.
14

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

URETER
Dr SR :
Batu ureter distal : posisi operasi : lumbotomi, otot-otot tidak digunting tapi dilakukan
splitting otot di atas SIAS. Setelah selesai, ureter dijahit dengan pain cat gut no 3/0
simpel terputus seromuskuler. Pasang drain, tidak pasang stent ureter.
Dr TS : jahitan ureter dg benang absorbabel, yang baik adalah dengan cat gut, biasannya
no 3/0. Untuk menghindari striktur ureter diiris secara longitudinal jangan transversal.
Jahitan dilakukan simpel terputus, jangan terlalu ketat. Setelah ureter dijahit, tidak perlu
memasang stent intra ureter, cukup dipasang drain saja (di cavum abdomen). Bahkan
sebenarnya luka incisi pd ureter tanpa dijahitpun akant nyambung.
Tumor Buli
Bila letaknya masih superfisial diobati dengan instilasi mitomisin (dapat dilakukan
dipoliklinik). Bila letaknya lebih dalam : Cystectomy.
Post Buka Buli-buli
Post membuka buli-buli (vesica urinaria) apapun operasinya harus pasang DC minimal 1
minggu (penyembuhan luka pada buli-buli butuh waktu sekitar 5 hari)
Post uretroplasti
Pakai tegaderm 3 hari, DC 2 mgg
URETROLITIASIS
Dr TS :
Batu ureter dg < 5 mm dapat dilakukan terapi konservatif. Berikan alfa blocker (Hitrin,
Harnal, Cardura), dan diuretika.
SIRKUMSISI
Pada saat sirkumsisi, mukosa preputium disisakan sekitar 2 mm dari sulcus coronarius
untuk memudahkan penjahitan mukosa dengan kulit.

T E S T I S
Dr UN : Lapisan pembungkus testis dari dalam ke luar :
- A : albugenia
- B : Buck
- C : Colles
- D : Dartos , baru kemudian kulit
Pada Fornier gangren yang mengalami fasciitis lapisan mana?
Apa sifat urine? Jawab : biogenic necrotizing

15

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

Undescensus Testiculorum
(dr DN)
1. Dapat menjadi ganas
2. Dapat terjadi torsi testis
3. Mudah terkena trauma
4. Terjadi infertilitas (UDT bilateral)

TORSI TESIS
Tiga tanda
Prehn sign

: Bila testis yang sakit diangkat, nyeri bertambah karen penggantung


testis menjadi lebih kendor sehinga menambah putaran torsi. Pada
epididimoorkhitis nyeri berkurang karena tegangan tunika
vaginalis menjadi berkurang sehinga rangsang nyeri berkurang.
Daming sign : Testis kiri normalnya lebih tinggi dibanding yang kanan (?)
Angle sign : testis yang torsi sudutnya berubah menjadi horizontal

Untuk menilai apakah organ yang torsi itu masih viabel atau tidak, cuci/sirami organ itu
dg NaCl hangat, tunggu sekitar 2 X 15 menit (dr Untung : 15-30 menit)
Prof PW
Torsi testis masih viable dalam 6-8 jam.
Torsio testis terjadi akibat perkembangan abnormal dari funikulus spermatikus
atau selaput yang membungkus testis. Insersi abnormal yang tinggi dari tunika
vaginalis pada struktur funikulus akan mengakibatkan testis dapat bergerak,
sehingga testis kurang melekat pada tunika vaginalis viseralis. Testis yang
demikian mudah memuntir dan memutar funikulus spermatikus. (Linchan)
Torsi dari funikulus spermatikus dan testis juga dapat terjadi pada masa janin atau
neonatus didalam rahim atau sewaktu persalinan. Perputaran terjadi pada
funikulus bagian inguinalis diatas insersi tunika vaginalis dan dikenal sebagai
torsi funikulus spermatikus ekstravaginal (Silvia dan Lorraine).

16

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

ARAH TORSI TESTIS & DETORSINYA

KEMUNGKINAN VIABEL TESTIS YANG TORSI .

Irreversible ischemia may begin w/in 4hr of occlusion of the chord


<6hr symptoms 80% salvage
6-10hr 20% salvage
>24hr only a few case reports of salvage
< 4hr only 50% have N semen after

Peksi Vs Non Peksi


Dr IDW : pada UDT yang mengalami torsi, testis kontra lateral tidak perlu dilakukan
peksi, karena torsinya (pada testis yg UDT itu) disebakan karena kelainan gubernakulum.
Beda dengan torsi testis yang berada di skrotum, testis kontra lateral dapat dilakukan
peksi (karena ada kemungkinan adanya anomali bell clapper (masih kontroversi antara
peksi dengan tidak peksi). Bila pasiennya well educated, rumahnya dekat dengan fasilitas
kesehatan, tidak dilakukan peksi, pasien diberi tahu bila suatu saat skrotum/testisnya sakit,
sebelum 6 jam harus sudah ke dokter bedah.

17

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

TUMOR TESTIS
Dr DN
Tumor testis tidak boleh dibiopsi, karena begitu dibiopsi stadiumnya langsung naik
menjadi stadoium IV

GINJAL
Pada gagal ginjal kebutuhan cairan adalah : jumlah urin + IWL
VARICOCELE
Operasi dr TS (Metoda Ivanisevich)
- Incisi inguinal di atas & sejajar lig.inguinale, sepanjang kira-kira 5 cm,
perdalam lapis demi lapis.
- Aponeurosis dibuka, identifikasi funikulus spermatikus  ditegel dengan
kateter Nelaton.
- Buka funikulus dengan pean dan pinset.
- Identifikasi vena-vena yang melebar (disemproti dengan papaverin.
Papaverin akan menyebabkan dilatasi vena-vena sedangkan arteri tidak
membesar).
- Pisahkan vena-vena yang melebar dengan pean dan pinset. Setelah bebas
ligasi dengan ziede 3/0 distal dan proksimal (jadi dimasukkan side 2
lembar atau side 1 lembar ditekuk, jarak distal & proksimal kira-kira 2
cm) potong tengah-tengahnya (dr TS tdk membuang potongan vena).
18

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

Lakukan untuk semua vena yang melebar (biasanya ada 2-3 vena), hatihati agar tidak memotong arteri dan vasdeferen (k/p ditegel dengan
Nelaton).
- Jahit aponeurosis, subkutan dan kulit. Operasi selesai.
Cat : Setelah operasi varikokel, fertilitas pulih sekitar 3-6 bulan.
Operasi dr Sungsang R (Metode Ligasi tinggi menurut Palomo)
-

Incisi intraspina (seperti apendektomi anak) transversal sepanjang 4-5 cm


(sepanjang 1 jari), kira-kira 2 cm medial SIAS kanan atau kiri (pada yang
bilateral : incisinya juga bilateral), perdalam lapis demilapis s/d
aponeurosis.

Gambar [lost of data record]


-

Buka aponeurosis m.o.e., split m.o.e., identifikasi peritoneum. Peritoneum


disisihkan ke medial, identifikasi m.psoas. Pada sisi medial otot ini
terletak v.spermatica yang akan diligasi. Biasanya 1 atau 2 vena. Pisahkan
vena ini dari jaringan sekitarnya dengan pean dan gunting. Setelah
nampak jelas, dengan menggunakan klem Prefaril tlisipkan zide 3/0
untuk meligasi vena ini (cukup diligasi, vena tidak perlu dipotong)
Kontrol bleeding, aproksimasikan musculus obliquus abdominalis dengan
plain cat gut 2/0.
Jahit aponeurosis m.o.e. dengan chromic 2/0 simpel terputus.
Jahit subkutgan dan kulit.
Operasi selesai.

STENOSIS MEATAL, MEATOTOMI, BXO


Prof PW : hati-hati bila melakukan meatotomi karena dapat menimbulkan hipospadia tipe
glanuler yang menyebabkan seperma terpancar ke samping & mempengaruhi fertilitas.
Stenosis meatal paling sering timbul akibat fimosis pada masa anak-anak (fimosis 
balanofostitis). Balanopostitis akhirnya timbul sikatrik yang nampak belang belang
(balanoxerotica obliterans = BXO)
TRAUMA GINJAL
Hanya 5 % dari trauma ginjal dengan gejala hematuria yang memerlukan tindakan
operasi, sisanya (95%) membaik dengan penanganan konservatif. (Warko Karnadiharja,
SPBKBD, DSTC 20 Nov 09, Prof Sjamsuhidajat, Porf Arjono D Pusponegoro)

TEKANAN INTRAVESIKA URINARIA


Warko Karnadiharja, SPBKBD, DSTC 20 Nov 09, Prof Sjamsuhidajat, Porf Arjono D Pusponegoro

Cara menguikur teknanan intravesika urinaria menggunakan selang DC dan dihubungkan


dengan mistar bekas pengukuran CVC, bermanfaat untuk pengukuran sindroma
kompartemen abdominal.

19

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

USG GINJAL
Dr DN : Apa yang dilihat pada USG ginjal ?
- Apakah ginjalnya ada/ tidak. Ini penting pada kasus dimana ginjal tidak
tampak pada IVP (nonvisual kidney).
- Tebal parenkim ginjal.
- Derajat hidronefrosis.
Dr TS
RUPTUR URETRA PADA STRADLE INJURY
Tanda-tandanya :
- Butterfly haematom pada scrotum
- Meatal bleeding
Sumber Lain :
Trias klasik diagnostik trauma uretra adalah
Darah pada meatus uretra
Sensitivitasnya 75 - 98 %
Hasil spasme otot bulbospongiosus
Fraktur pelvis
Tidak dapat berkemih (atau buli distensi).
Gejala lain : gross hematuria, hematoma pada skrotum, perineal atau penis,
kesulitan pemasangan kateter, high riding atau non palpable
prostat

Dr TS.
Pada meatal bleeding dengan kecurigaan rupture uretra lakukan uretrografi, bila normal
pasang kateter, bila ada ekstravasasi kontras lakukan sistostomi (sebaiknya sistostomi
tertutup). Tiga hari setelah diketahui adanya rupture uretra pasang DC sebagai bidai.

20

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

BATU PROSAT DAN BPH


Dr UN : Batu prostat yang tebentuk pada BPH terjai karena hiperplasi prostat
menyebabkan tersumbatnya sekret prostat sehingga menjadi batu. Batu ini merupakan
batu amilum sehingga disebut corpus amilasea (jamak corpora amilasea). Pada rektal
toucher, prostat menjadi tidak simetri teraba nodul tapi tidak keras (beda dengan nodul
pada ca prostat). Seringkali batu tidak teraba. Mudah terlihat pada USG, bila mengalami
kalsifikasi akan tampak pada Ro. Batu prostat dapat di TUR.

TORSI TESTIS ATAU ORKHITIS ?

Pasien laki-laki 12 th dengan keluahan nyeri testis kiri mendadak. Dx residen UGD
orkhitis kiri. Dilakukan USG dengan hasil aliran darah ke testis kiri meningkat.
Dalam diskusi dr DN : itu tanda gambaran khas torsi testis, ada penonjolan
testis kiri walaupun belum sampai mlintang (horizontal) tapi sudah khas tanda angle sign,
harus dieksplorasi segera kalau tidak anak tsb akan kehilangan testis kirinya. USG masih
ada aliran darah karena puntiran torsi masih kurang dari 360 derjat. Jangan tunda sampai
muntir 360 derajat dan testis melintang, aliran darah berhenti (pada USG)

21

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

Spongostan merupakan jeli berasal dari babi


AFF DRAIN PROSTAT DAN KATETER PROSTATEKTOMI
Dr UN.
Drain Prostatektomi di-aff pd hari ke-5 karena pada hari itu clot telah lisis
sehingga menghindari false negatif product drain. Kateter prostatektomi
sebaiknya yang two way bukan three way, karena pada kateter three way
lumen lebih sempit.
Prostatektomi retropubik ekstravesika :
Buli tidak perlu diisi air, tapi balon DC diisi air banyak 30-50 cc agar
mudah mengidentifikasi bladder neck dengan prostat. Yang diincisi bukan
bladder neck tetapi kapsul prostat.
Operasi batu ureter/ginjal dahulu yang mana?
- Yang paling terancam/most danger
- Yang dikeluhkan pasien
- Yang paling mudah dilakukan terlebih dahulu.
Kista renal
Ada klasifikasi Bosniak.
Category Description

Clinical Examples

Uncomplicated cyst
Simple cyst
Wall calcification
Simple cyst
Thin internal septa
Renal abscess
Nonenhancing components
Thick, irregular calcification Multilocular cystic nephroma
Multiloculated lesions
Necrotic renal carcinoma
Cystic renal carcinoma
Renal abscess
Thick walls
Renal cell carcinoma
Solid elements
Xanthogranulomatous pyelonephritis
Enhancing components
Renal abscess

I
II

III

IV

Bosniak I-II : observasi


Bosniak III : kistektomi : keganasan 50 %
Bosniak IV termasuk ganas dan dilakukan nefrektomi radikal.

22

Jono, Bedah UGM 2007 email : www.dr_abushofy@yahoo.com

Anda mungkin juga menyukai