Anda di halaman 1dari 2

Bisnis Go Online: Sekarang atau terlambat

Go Online adalah jelas sebuah langkah maju untuk bisnis kita, terlebih bila
digunakan dengan efektif untuk tujuan yang spesifik seperti marketing dan sales.
Peluang yang tak terbatas bisa kita temukan. Data di Indonesia mengkonfirmasi
bahwa trend terkini memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan terjadi pada
jumlah pengguna internet, kebutuhan akan ponsel pintar, permintaan akses internet
lebih cepat dan tentu saja jumlah transaksi non tunai yang berlangsung secara
online.
Digital channels adalah masa depan transaksi internet. Dengan proses pemesanan,
pembayaran, distribusi hingga pengiriman sampai di depan rumah anda semua bisa
dipastikan aman dan terkontrol melalui digital channels. Satu hal yang harus
disadari oleh entrepreneur adalah pasar jual-beli akan berpindah dari konsep
konvensional ke online marketplace. Meskipun saat ini di Indonesia perkembangan
pesat tersebut masih bertahap di area perkotaan, namun dengan potensi jaringan
distribusi nusantara melalui program tol laut yang dicanangkan pemerintah Jokowi
dan JK ada secercah harapan untuk pemerataan distribusi produk ke seluruh
Indonesia.
Studi oleh Nielsen tentang trend belanja e-commerce di beberapa (termasuk
Indonesia) memperlihatkan 22% konsumen online merencanakan pembelian online
untuk telepon seluler dalam rentang 6 bulan kedepan, sedangkan 42% pembeli
online berencana membeli produk tekstil dalam 6 bulan kedepan, ditemukan pula
26% pembeli online yang berencana melakukan pemesanan makanan/minuman
melalui online.
Fakta di atas hanya sekilas tentang potensi yang muncul dari internet dan sangat
mungkin dalam beberapa tahun kedepan bisa memunculkan trend pasar baru yang
sama sekali diluar bayangan kita semua. So, sebelum kita tertinggal terlalu jauh,
ayo mulai dengan tiga langkah muda membuat bisnis anda online.
1) Pelayanan personal dan optimalisasi social media.
Contoh: Penggunaan fitur group pada aplikasi chat (BBM, LINE, Whatsapp), Fanpage
pada facebook, account twitter official dan instagram.
2) Mengambil keuntungan dari digital channels.
Contoh: integrasi dengan JNE yang mempunyai digital channel untuk produk local
yang dinamakanPESONA (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara), dimana melalui PESONA
penjual bisa meraih potensi pasar yang lebih luas.
3) Membuka web store dan integrasi provider pembayaran online.
Contoh: integrasi iPaymu pada website toko furniture www.2madison.com, poin
penting pada tahap ini adalah pemilihan domain yang menarik dan mudah di ingat,
hosting yang handal dan provider pembayaran online yang terbukti aman dan
terpercaya. - @DA
Sumber dan Link Terkait:
http://www.inc.com/peter-roesler/evolve-or-die-your-business-must-be-online.html
http://www.pesonanusantara.co.id/id/

http://www.teknologi.kompasiana.com/terapan/2014/10/17/tol-laut-696327.html
http://www.2madison.com/
https://www.ipaymu.com/