Anda di halaman 1dari 9

PEMISAHAN CAMPURAN SENYAWA ORGANIK

TUJUAN
Mengetahui cara memisahkan campuran senyawa organik (asam, basa,

dan netral).
Mengetahui prinsip dasar dari ekstraksi.
Memahami prinsip dasar dari penggunaan corong pisah.

TEORI DASAR
Pemisahan senyawa organik didasarkan pada kelarutan senyawa-senyawa
yang akan dipisahkan dalam reagen tertentu. Percobaan ini didasarkan pada
prinsip ekstraksi. Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan
perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan yang tidak larut satu sama lain,
utamanya terhadap pelarut polar (contoh: air) dan pelarut non-polar (contoh :
eter, aseton) (Nasution, 2013).
Dasar metode ekstraksi cair-cair adalah distribusi senyawa diantara dua
fasa cair yang berada dalam keadaan kesetimbangan. Perpindahan senyawa
terlarut dari satu fasa ke fasa lain akhirnya mencapai keadaan setimbang pada
banyaknya jumlah ekstraksi dilakukan, bukan volume pelarut.

ALAT DAN BAHAN

Beaker glass 3 buah


Pipet tetes
Buchner
Indikator pH universal
Corong pisah
Corong kecil
Pengaduk kaca
Gelas ukur
Dietil eter

Asam Benzoat 1 gram


HCl (aq)
Naftalena 1 gram
NaOH (aq)
Anilina 1 mL
NaCl jenuh
Na2SO4 anhidrat
Aquades
Metanol : Air (3 : 1)

CARA KERJA

Cara Kerja

Data Pengamatan
Mengambil 1 gr asam
Kristal asam benzoat berwarna
benzoat, 1 gr naftalen, dan 1 putih halus, kristal naftalen berwarna
ml anilina dan menempatkan
putih agak mengkilap, dan larutan anilin
dalam beaker glass 100 ml
berwarna cokelat

Menambahkan 30 ml dietil
Ada gas putih saat campuran
eter, lalu mengaduknya dan dituangkan ke dalam corong pisah. Gas
memindahkan

ke

corong dikeluarkan sebagian agar tekanan tidak

pisah. Kocok perlahan lalu terlalu keras


mengeluarkan gas melalui
kran
Menambahkan 10 ml air dan
Terbentuk
2
10
ml
HCl
3
M. lapisan
- atas:cokelat
mengekstraksi
dengan
- bawah: bening

Lapisan bawah:
kencang lalu mengeluarkan
lapisan bawah ke dalam labu anilin

A. menambahkan 5ml air lagi


ke

corong

pisah,

mengocoknya,

dan

mengeluarkan

kembali

lapisan bawah ke labu A.


Menambahkan 10 ml NaOH
Terbentuk
2
1,5 M ke corong pisah lalu lapisan
- atas:cokelat
mengocoknya. Mengeluarkan
- bawah: bening
Lapisan bawah :
lapisan bawah ke dalam labu
B. menambahkan 5ml air ke asam benzoate

corong pisah, mengocok, dan


mengeluarkan lapisan bawah
ke labu B.
Menambahkan 15 ml NaCl
Terbentuk
jenuh ke corong pisah, lapisan
- atas:cokelat
mengocoknya,
dan
- bawah: bening

mengeluarkan lapisan bawah

ke labu C.

Lapisan atas: Naftalen

Menambahkan larutan NaOH

terdapat timbul emulsi cokelat

8 M tetes demi tetes ke dalam diatas larutan dalam labu A


labu A sampai bersifat basa
(pH 10). Mendinginkan
labu A dalam

ice

bath.

Mendekantasi larutan anilin


yang dihasilkan.

Menambahkan tetes demi


tetes larutan HCl pekat ke
labu B sampai bersifat asam

(pH
2).

terbentuk

Mendinginkannya dalam ice


bath.
endapan putih halus

Merekristalisasi
naftalen
Kristal berwarna putih mengkilap
dengan 50 ml methanol:air (3:1)
yang sudah dipanaskan hingga
hampir mendidih. Mendinginkan di
ice bath, menyaring dengan corong
Buchner untuk memperoleh kristal.
Cuci dengan air.

Menimbang massa anilin,


massa GU kosong=
asam benzoat, dan naftalen yang
29,51 gr
dihasilkan
massa
GU
isi
anilin= 30,04 gr
massa k.saring
kosong =

0,86gr
massa
k.saring+isi =

1,53gr

massa

k.saring kosong = 0,85gr

massa k.saring+isi = 0,94 gr

PENGOLAHAN DATA
Anilin
Massa anilin teoritis = 1 gr
Massa gelas ukur kosong = 29,51 gr
Massa gelas ukur+anilin = 30,04 gr
Massa anilin perc = (massa gelas ukur+anilin) massa gelas ukur kosong
= 30,04 gr 29,51 gr
= 0,53 gr
Volume anilin yang dihasilkan = 0,5 ml

KR

0,53 gr1 gr
1 gr
% yield =

percmassa teoritis
|massa massa
|
teoritis

100%

x 100% = 47 %
percobaan
|massa
massa teoritis |

x 100% =

|0,531 grgr |

x 100% =

53 %

Asam benzoat
Massa asam benzoat teoritis = 1 gr
Massa kertas saring kosong = 0,86 gr
Massa kertas saring+Kristal = 1,53 gr
Massa as.benzoat perc = (massa kertas+kristal) massa kertas kosong

= 1,53gr - 0,86gr

= 0,67gr
massa percmassa teoritis

% KR =
x 100%
massa teoritis

0,67 gr 1 gr
1 gram

67 %

% yield =

x 100% = 33%
percobaan
|massa
massa teoritis |

x 100% =

|0,671 grgr |

x 100% =


Naftalen
Massa naftalen teoritis = 1 gr
Massa kertas saring kosong = 0,85 gr
Massa kertas saring+kristal = 0,94 gr
Massa naftalen perc = (massa kertas+kristal) massa kertas saring

kosong

KR

0,09 gr1 gr
1 gram

= 0,94 gr 0,85 gr
= 0,09 gr
massa percmassa teoritis
massa teoritis

100%

x 100% = 91 %
% yield =

percobaan
|massa
massa teoritis |

x 100% =

|0,091 grgr |

100% = 9 %

PEMBAHASAN
Praktikum kali ini berjudul pemisahan senyawa organik yang
bertujuan untuk memisahkan senyawa-senyawa organik asam, basa, dan
netral dari suatu campuran anilin, asam benzoat, naftalena melalui metode
ekstraksi dan mengetahui kelarutan-kelarutan senyawa organik. Berikut
merupakan struktur dari senyawa yang akan dipisahkan :

Anilin atau benzenamina merupakan senyawa organik dengan


rumus molekul C6H5NH2 yang termasuk kedalam senyawa aromatis dengan
gugus amina yang bersifat basa sangat lemah. anilin berwujud cairan minyak
tak berwarna yang mudah menjadi cokelat jika terkena cahaya (teroksidasi).
Anilin merupakan bahan kimia yang sekarang banyak digunakan sebagai zat
warna dan karet sintetis dalam dunia industri. (Wikipedia)
Asam benzoat adalah suatu senyawa asam kimia organik dengan
rumus C6H5COOH berupa kristal putih, mudah menguap, dan mudah
meledak. Asam lemah ini beserta garam turunannya dipakai sebagai pengawet
makanan. Asam benzoat adalah prekusor yang penting dalam sintesis banyak
bahan-bahan kimia lainnya. (Wikipedia)
Naftalen adalah senyawa organik netral dengan rumus molekul
C10H8 yang merupakan senyawa hidrokarbon polisiklik aromatik sederhana
berbentuk kristal padat berwarna putih dengan bau khas. Naftalen dikenal
sebagai bahan utama penyusun kapur barus tradisional. Naftalen juga
digunakan sebagai reaksi intermediet dari berbagai reaksi kimia industri,
seperti reaksi sulfonasi, polimerisasi, dan netralisasi. (Wikipedia)
Pemisahan campuran senyawa organik dapat dilakukan dengan
cara ekstraksi. Prinsip dasar ekstraksi yaitu pemisahan larutan berdasarkan
perbedaan kepolaran sehingga terdapat dua pelarut yang tidak saling
bercampur. Ketika dimasukkan pelarut polar ke dalam corong pisah, senyawa
yang cenderung bersifat polar akan terdistribusi dominan dari campuran yang
semula. Sedangkan untuk pelarut yang non polar ketika dimasukkan akan
terdistribusi secara dominan ke dalam zat nonpolar yang akan diekstraksi.
Pemisahan dapat dilakukan bila kepolaran pelarut yang ditambahkan
memiliki kepolaran yang berbeda dengan pelarut pada campuran awal. Hasil
yang ditimbulkan dari ekstraksi yaitu terbentuknya 2 lapisan yang tidak
bercampur. Lapisan yang memiliki massa jenis lebih besar akan berada
dibawah dan lapisan dengan massa jenis yang lebih kecil akan berada di
lapisan atas. (Fitriyani, 2012)

Langkah

yang

pertama-tama

dilakukan

adalah

mencampurkan anilin, asam benzoat, dan naftalen ke dalam dietil eter dalam

beaker glass kemudian menuangkannya ke dalam corong pisah. Penambahan


dietil eter berfungsi sebagai pelarut senyawa-senyawa campuran. Setelah
campuran larut dengan sempurna, kemudian ditambahkan air dan HCl yang
masing-masing berfungsi sebagai penarik gugus polar dan penarik senyawa
basa. Kemudian dilakukan pengocokan dengan kuat dan lama agar reaksi
berjalan sempurna. Setelah pengocokan maka akan terbentuk 2 lapisan yaitu
lapisan atas yang berwarna cokelat (lapisan organik) dan lapisan bawah yang
bening (lapisan air). Anilin yang merupakan basa organik lemah akan
membentuk garam yang larut dalam fasa air (lapisan bawah). Kemudian
lapisan bawah dipisahkan dan ditambah NaOH hingga pH 10-14.
Penambahan NaOH berfungsi sebagai penarik senyawa organik asam.
Kemudian larutan anilin didinginkan di dalam bak es, dan akan terbentuk
emulsi cair berwarna cokelat (seperti minyak) yang merupakan anilin.

Lapisan atas yang masih berada dalam corong pisah


ditambahkan NaOH dan air untuk menarik senyawa organik asam dan
campuran akan membentuk garam yang larut dalam fasa air (lapisan bawah).
Asam benzoat dapat larut dalam NaOH, ini disebabkan NaOH merupakan
pelarut yang positif dalam mengidentifikasi senyawa asam karena merupakan
pelarut yang bersifat basa, sehingga jika dilarutkan dalam asam benzoat, asam
benzoat akan ternetralisasi dan terurai membentuk ion dan juga HO. Asam
benzoate pada pelarut ini akan membentuk garam R-O-Na+. Garam ini berada
pada lapisan bawah akibat massa jenis pelarut yang digunakan lebih berat
dibandingkan campuran setelah diekstraksi. Lalu lapisan bawah dipisahkan
dan ditambah HCl yang berfungsi untuk mengembalikan sifat asam dari asam
benzoat hingga pH 1-2. Kemudian larutan didinginkan dalam bak es hingga
terbentuk endapan putih asam benzoat.

Sisa campuran yang masih berada di dalam corong pisah


kemudian diekstraksi kembali dengan ditambah NaCl jenuh untuk
menghilangkan pengotor polar, sehingga naftalen akan berpisah dari lapisan
fasa air. Lapisan organik kemudian dipisahkan dan ditambahkan campuran
metanol-air (3:1) yang sudah didihkan untuk melarutkan pengotor polar dan
sedikit nonpolar, lalu didinginkan dalam bak es hingga terbentuk endapan
putih mengkilat naftalen.

Berdasarkan percobaan dan pengolahan data, didapatkan

massa anilin sebesar 0,53 gr dan volume sebesar 0,5 ml dengan % kesalahan
relatif dan % yield anilin yaitu 47% dan 53%. Massa asam benzoat yang
diperoleh sebesar 0,67 gr dengan % kesalahan relatif dan % yield asam
benzoat yaitu 33% dan 67%. Sedangkan, massa naftalen sebesar 0,09 gr
dengan % kesalahan relatif dan % yield naftalen yaitu 91% dan 9%.
Kesalahan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, yakni kurangnya ketelitian
praktikan pada pengukuran volume reagen , proses pengocokan yang kurang
kuat sehingga produk yang dihasilkan lebih sedikit, proses pendinginan yang
hanya dilakukan beberapa menit, dan juga proses rekristalisasi yang kurang
sempurna.

KESIMPULAN
1. Pemisahan campuran senyawa organik (Asam, Basa dan Netral) dapat
dilakukan dengan menggunakan proses ekstraksi.
2. Dari percobaan ini dihasilkan anilin sebanyak 0,5 ml (0,53 gram), kristal
Asam Benzoat berwarna putih sebanyak 0,67 gram dan kristal Naftalena

berwarna putih mengkilap sebanyak 0,09 gram.


3. Kesalahan relatif dari percobaan ini sebesar:
Anilina
: 47 %
Asam Benzoat : 33 %
Naftalena
: 91 %
4. % yield dari percobaan ini sebesar:
Anilina
: 53 %
Asam Benzoat
: 67 %
Naftalena : 9 %

DAFTAR PUSTAKA
Tim KBI Organik. 2013. Praktikum Sintesis Kimia Organik. Depok :
FMIPA UI
Fessenden & Fessenden. 1992. Kimia organik. Jakarta : PT. Gramedia.
Fitriyani, Ayu. 2012. Laporan Praktikum Pemisahan Campuran Senyawa
Organik. Depok: FMIPA UI.
Anonim. Naftalena http://id.m.wikipedia.org/wiki/naftalena diakses
pada 26 Oktober 2014 pukul 15.30
Anonim. Asam benzoat http://id.m.wikipedia.org/wiki/asam-benzoat
diakses pada 26 Oktober 2014 pukul 15.51

Anonim. Anilin http://id.m.wikipedia.org/wiki/anilin diakses pada 26


Oktober 2014 pukul 16.00
Fitriyani, Ayu. 2012. Laporan Praktikum Pemisahan Campuran Senyawa
Organik. Depok: FMIPA UI.