Anda di halaman 1dari 30

REFERAT

VOLVULUS SIGMOID
Preceptor:
dr. Sri Indah A, Sp. Rad

Disusun Oleh:
BERTA YOLANDA S
1118011022
DESTA EKO I
1118011029
RIZQUN NISA A
1118011113
SABRINE DWIGINT
1118011119

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN RADIOLOGI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDOEL MOLOEK PROVINSI
LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

Yang belum :

ANATOMI

PATOF

TALAK

KESIMPULAN

Latar belakang

Volvulus merupakan kelainan berupa puntiran dari segmen usus terhadap usus itu sendiri,
mengelilingi mesenterium dari usus tersebut dengan mesenterium itu sendiri sebagai aksis
longitudinal.

Volvulus lebih sering terjadi pada anak yaitu akibat abnormalitas mesenterium yang terlalu
panjang, dengan basis yang sempit, usus yang tidak terfiksasi dengan baik dan malrotasi saat
masa embriologi.

Volvulus banyak menyerang usia neonatus 68-71%. Infant dengan malrotasi, sebanyak 40%
bermanifestasi klinis saat minggu pertama kelahiran, 50% pada bulan pertama, sisanya
bermanifestasi lebih dari 1 bulan.1,2

Volvulus merupakan salah satu kegawatan pada bayi dan anak. Volvulus ini dapat menyebabkan
oklusi terhadap proksimal usus dan obstruksi didalam segmen tersebut (closed loop obstruction)
serta berujung kepada strangulasi dan nekrosis jaringan usus bila tidak tertangani segera.

Oleh karena itu volvulus merupakan salah satu kegawatdaruratan abdomen karena menimbulkan
obstruksi pada saluran cerna yang akan diikuti dengan komplikasi berupa perforasi, peritonitis,
sepsis hingga syok hipovolemia. 1,2

Tujuan
Tujuan penyusunan referat ini adalah :

Memahami tentang defisini, etiologi, klasifikasi, patofisiologi, manifestasi


klinis, diagnosis, penatalaksanaan dan prognosis volvulus.

Definisi

Volvulus merupakan kelainan berupa puntiran dari segmen usus terhadap usus
itu sendiri, mengelilingi mesenterium dari usus tersebut dengan mesenterium
itu sendiri sebagai aksis longitudinal sehingga menyebabkan obstruksi saluran
cerna. 2

Anatomi

Etiologi

Konsep etiologi dari volvulus intestinal berdasarkan fakta bahwa usus ketika terjadi distensi akan
mengalami elongasi. Ketika usus mengalami distensi, usus akan berputar sebagai respon terhadap
pertambahan panjangnya yang tidak proporsional. 4

Jadi sangat jelas bahwa agar terjadi volvulus, maka usus harus terisi udara agar dapat mengambang
dan berputar. Colon yang penuh dengan feses tidak bisa mengambang dan berputar, tetapi dapat
berputar dengan sendirinya (disebut false volvulus). 4

Beberapa faktor resiko terjadinya volvulus antara lain: keracunan besi, defisiensi vitamin B, adhesi,
gout, hirschsprung disease, megacolon dan diabetes, parkinson dan penyakit neurologis lain, chagas
disease, stroke, dan ischemic colitis.4

Klasifikasi
Berdasarkan munculnya,

Volvulus primer : muncul akibat malrotasi kongenital di usus, dan abnormalitas perlekatan
mesenterium. Contohnya seperti volvulus neonatorum, volvulus caecum, dan volvulus sigmoid.

Volvulus sekunder : yang lebih bervariasi karena rotasi dari bagian usus.

Berdasarkan letaknya, terbagi atas :


volvulus gaster, volvulus midgut, volvulus caecum, volvulus kolon transversal, dan volvulus sigmoid.

Volvulus Sigmoid

Volvulus sigmoid merupakan volvulus yang paling sering muncul (66%). Volvulus ini terjadi akibat
panjangnya segmen usus disertai dengan basis mesenterium yang pendek. 3

Konsep etiologi dari volvulus ini berdasarkan fakta bahwa ketika usus distensi, usus tersebut
akan memanjang, dan ketika terjadi pertambahan panjang dan disertai dengan mesenterium
yang pendek, maka usus tersebut akan terputar.

Pasien dengan volvulus sigmoid mungkin saja mengeluhkan obstruksi usus yang akut. Biasanya
terdapat nyeri abdomen yang muncul secara tiba-tiba, vomitus, dan obstipasi. Abdomen
biasanya menjadi distensi dan timpani. Dari riwayat, mungkin ditemukan nyeri abdomen akut
yang hilang dengan sendirinya.

Patofisiologi

Pada masa embriologi, minggu ke 4 hingga ke 8, terjadi perkembangan


intestinal fetal yang pesat, dimana terjadi pemanjangan dan perkembangan
tube serta rotasi hingga 270.

Jika loop duodenum tetap berada pada sisi kanan abdomen dan loop sekokolik
berada pada bagian kiri dari arteri mesenterika superior terjadilah nonrotasi
dari intestinal loop.

Malrotasi terjadi jika terdapat gangguan rotasi duodenal, yang seharusnya


lengkap 270 menjadi hanya 180 dan loop sekokolik kehilangan rotasi 180
dari rotasi normalnya, menyebabkan sekum terletak diatas (mid abdomen)
atau letak tinggi.7,8

Malrotasi menyebabkan sekum terletak diatas, di mid abdomen beserta dengan tangkai
peritoneal yang disebut Ladds Bands. Ladds Bands merupakan jaringan fibrosis dari peritoneal
yang melekatkan sekum di dinding abdomen dan menimbulkan obstruksi pada duodenum serta
khas terdapat pada malrotasi intestinal. Malrotasi dari intestinal loop dapat bersifat
asimptomatik, namun beresiko terhadap adanya volvulus dikemudian hari. 7,8

Lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas (70% dari gas
yang ditelan) akibat peningkatan tekanan intralumen, yang menurunkan pengaliran air dan
natrium dari lumen ke darah. Peregangan usus yang terus menerus, penurunan absorpsi cairan,
dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus menyebabkan penciutan ruang cairan ekstrasel
yang mengakibatkan hipovolemi, pengurangan curah jantung, penurunan perfusi jaringan dan
asidosis metabolik. Efek lokal peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan
permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorpsi toksin-toksin bakteri ke dalam rongga
peritoneum dan sirkulasi sistemik untuk menyebabkan bakteriemia. Bakteriemia dan hipovolemi
ini kemudian menyebabkan proses sistemik menyebabkan SIRS (systemic inflamatory response
syndrome).9,10

Manifestasi Klinis
Anamnesis
Volvulus secara garis besar bermanifestasi obstruksi saluran cerna.

Manifestasi klinis utama yang sering dikeluhkan adalah nyeri perut, distensi perut disertai tidak bisa flatus dan
buang air besar (konstipasi kronis).

Pada volvulus sigmoid, episode gejala yang pertama dapat hilang atau sembuh sendiri. Namun gejala tersebut
dapat timbul kembali.

Kasus volvulus pada bayi,

penurunan nafsu makan

muntah berwarna kehijauan (bilious vomiting).

Pada anak yang lebih besar,

muntah kronis dengan kram perut.

gangguan tumbuh kembang,

konstipasi kronis,

diare lendir darah dan muntah darah.

Pemeriksaan fisik

Didapatkan tanda distensi abdomen.

Palpasi : didapatkan suatu massa akibat statis makanan di usus dan massa puntiran usus.

Pada kasus yang sudah berulang dan tidak ditangani, kejadian iskemia jaringan usus dan distensi
abdomen masif akibat produksi gas berlebihan seringkali ditemukan,

Dapat ditemukan tanda sepsis & peritonitis pada kondisi lanjut

Pada volvulus sigmoid,

distensi abdomen biasanya bersifat masif, besar dan mengganggu.

Pada perkusi didapatkan bunyi hipertimpani karena penimbunan gas yang berlebihan.

Pada inspeksi dan palpasi abdomen, biasanya kontur sigmoid dapat tampak atau teraba di
dinding abdomen seperti ban mobil (de jong).

Diagnosis Banding

ileus obstruksi,

Intusepsi

Hirschprung

Gastroenteritis

Kolesistitis

infeksi saluran kemih

batu saluran kemih dan ulkus peptikum.

Diagnosis

Diagnosis volvulus didapatkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan


pemeriksaan penunjang.

Secara garis besar pada anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan gejala
dan tanda obstruksi saluran pencernaan (seperti yang dipaparkan dibagian
manifestasi klinis)

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah

Pemeriksaan darah rutin untuk mendapatkan jumlah leukosit dan


hemoglobin, pemeriksaan kadar elektrolit darah dan gula darah (berguna
untuk persiapan operasi dan menandakan adanya komplikasi dari volvulus)

Pemeriksaan radiologi
Foto Abdomen (AP - Lateral)

Pelebaran loop

Dilatasi lambung dan duodenum,

Terdapat batas antara udara dengan cairan (air-fluid level).

Malrotasi dengan volvulus midgut patut dicurigai bila duodenojejunal junction berada di lokasi
yang tidak normal atau ditunjukan dengan letak akhir dari kontras berada.

Foto dengan kontras juga dapat menunjukan obstruksi bagian bawah, dilakukan juga pada pasien
dengan gejala bilious vomiting untuk mencurigai adanya penyakit Hirschsprung, meconium plug
syndrome dan atresia.2

Ultrasonografi

Pemeriksaan ultrasonografi tidak banyak membantu diagnosis volvulus, namun pada pemeriksaan
ini dapat didapatkan cairan intraluminal dan edema di abdomen.

Adanya perubahan anatomikal arteri dan vena mesenterika superior dapat terlihat, hal ini
menunjukan adanya malrotasi, walaupun tidak selalu terjadi.

CT scanning

CT scanning mempunyai sensitivitas spesifisitas yang baik untuk mendiagnosis adanya obstruksi
usus, termasuk volvulus.

Pengambilan titik transisi di beberapa lokasi dengan CT scan signifikan untuk mendiagnosis
volvulus.

The Whirl Sign merupakan gambaran khas pada CT scan yang menunjukan adanya volvulus.
Arah putaran volvulus juga dapat dilihat pada CT scan.

Volvulus sigmoid ditegakan melalui gambaran radiologi foto polos abdomen dimana
menggambarkan karakteristik "omega" atau "inverted loop".

Pada kasus yang meragukan, foto dengan kontras dapat menunjukan adanya gambaran "beaked
apperances" yaitu gambaran seperti paruh burung di bagian kolon sigmoid.

Birds Beak appearance; foto kontras khas pada volvulus


sigmoid dan sekum.

Tatalaksana
Resusitasi

Prinsip resusitasi adalah dengan mengurangi kehilangan cairan dan mencegah terjadinya
inkarserasi dan strangulasi.

Pipa nasogastrik direkomendasikan untuk mengurangi muntah serta pipa rektal untuk
dekompresi volvulus usus besar serta untuk mengurangi obstruksi akibat feses dan gas.

2,13

Volvulus sigmoid

Antibiotik

Antibiotik spektrum luas direkomendasikan pada pasien dengan curiga adanya


nekrosis jaringan dan infeksi, terlebih jika didapatkan komplikasi perforasi,
peritonitis dan sepsis.

Antibiotik spektrum yang disarankan adalah golongan ampisilin, klindamisin


dan gentamisin. Antibiotik ini terbukti efektif dalam menurunkan angka
kejadian infeksi post operatif.2

Komplikasi

Strangulasi

Perforasi

Peritonitis

sepsis.9

Prognosis

Prognosis pasien dengan volvulus tergantung dari komplikasi yang menyertai serta cepatnya
penanganan.

Volvulus midgut mempunyai angka mortalitas 3-15%.

Penundaan operasi akan meningkatkan angka mortalitas. Pada pasien dengan nekrosis saluran
cerna, reseksi dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup.

Angka kejadian kekambuhan juga banyak dilaporkan pada tindakan sekopeksi dan sigmoidopeksi
serta tindakan dekompresi tanpa tindakan operatif.

Kesimpulan

Daftar pustaka

DAFTAR PUSTAKA.docx

Terimakasih