Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada dasarnya dalam ilmu taksnomi, seluruh makhluk hidup
dikelompokkan menjadi dua kerajaan (kingdom), yakni tumbuhan dan
hewan. Pengelompokan tersebut didasarkan pada kemiripan ciri-ciri.
Tumbuhan memiliki cir-ciri tertentu yakni mempunya klorofil atau zat
hijau daun dan hewa n mempunyai ciritersendiri yakni bergerak.
Dalam sebuah penelitian ditemuka adanya beberapa makhluk hidup
bersel satu yang sekaligus mempunyai ciri-ciri tumbuhan dan ciri-ciri
hewan akhirrnya sebagian ahli berpendapat bahwa makhluk-makhluk
hidup ini sebaiknya dikelompokkan ke dalam animalia, fillum protozoa.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Protozoa?
2. Bagaimana siklus hidup Protozoa?
3. Bagaimana morfologi Protozoa?
4. Bagaimana habitat Protozoa?
5. Bagaimana ciri-ciri Protozoa?
6. Bagaiamana klasifikasi Protozoa?
7. Bagaimana peranan Protozoa?
C. Tujuan
1. Menjelaskan tentang Protozoa
2. Menjelaskan tentang siklus hidup protozoa
3. Menjelaskan tentang morfologi protozoa
4. Menjelaskan tentang habitat protozoa
5. Menjelaskan ciri-ciri protozoa
6. Menjelaskan klasifikasi protozoa
7. Menjelaskan peranan protozoa

D. Manfaat Penulisan
Sebagai masukan dan bahan informasi bagi para pembaca tentang
protozoa khususnya dalam dunia kesehatan mengenai pengertiannya,
bentuk tubuh protozoa, habitat protoza, ciri-ciri protozoa, morofologi
protozoa, fisiologi protozoa, adaptasi protozoa, kelas protozoa berdasarkan
alat gerak serta peranan protozoa dalam dunia kesehatan. Bagi para

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

pembaca setelah membaca makalah ini, agar dapat memberitahukan


kepada masyarakat lain mengenai Kelarutan

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Protozoa
Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah
berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

hewan.Jadi,Protozoa adalah hewan yang paling pertama dikenali. Protozoa


merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae
dan protozoa kurang jelas perbedaannya.Kebanyakan Protozoa hanya
dapat dilihat di bawah mikroskop.Beberapa organisme mempunyai
kemiripan sifat antara algae dan protozoa.Sebagai contoh, misalnya algae
hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang
berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan
untuk berfotosintesa.
Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien
kompleks tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan memasukkannya ke
dalam

filum

protozoa.

Contohnya

strain

mutan

algae

genus

Chlamydomonas yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas


Protozoa genus Polytoma. Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya
membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa.
Protozoa dibedakan dari organisme prokariot karena ukurannya yang
lebih besar, dan selnya memiliki membran plasma.Dibedakan dari algae
karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif
dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak
dapat membentuk badan buah.

B. Siklus Hidup Protozoa


Protozoa bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi
aseksual dilakukan dengan cara pembelahan biner, pertunasan, atau
dengan cara skizogoni. Skizogoni adalah pembelahan secara berulang kali
(multipel), dimana inti membelah berulang kali sebelum pembelahan sel
berlangsung. Setelah banyak inti dihasilkan, inti akan tersusun secara

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

periferal disebelahdalam membran plasma sel induk dan sebagian kecil


sitoplasma akan terkonsentrasi di sekeliling masing-masing inti dan
selanjutnya sel tunggal akan terpisah menjadi anak sel. Sel anak dengan
membran plasma di sebelah dalam membran plasma sel induk akan
memisahkan diri dan meninggalkan massa residual protoplasma sel induk.
Skizogoni atau merogoni berlangsung pada beberapa amoeba dan
apicomplexa. Selama proses skizogoni, sel disebut sebagai skizon, meront,
atau segmenter, sedangkan sel anak disebut merozoit. Setelah lepas sel
induknya, sel anak akan memulai proses merogoni yaitu pembelahan
berulang (multipel) untuk menghasilkan merozoit (skizogoni yang
menghasilkan merozoit yang lebih banyak),

atau memulai proses

gametogoni atau pembentukan gametosit. Tipe pebelahan berulang lainnya


adalah sporogoni, yaitu berupa pembelahan berulang setelah pemersatuan
gamet.

Gambar 1. Proses skizogoni

Reproduksi seksual pada protozoa melibatkan pembelahan reduksi


dalam meiosis yang menghasilkan bentuk dari diploit (2n) menjadi haploid
(n), dengan persatuan antara dua sel haploid untuk menghasilkan bentuk
diploid sel yang bergabung untuk menghasilkan untuk diploid ini disebut
dengan gamet, dan proses prouksi gamet disebut gametogoni. Sel yang
bertanggung jawab untuk menghasilkan gamet adlah gamont. Proses

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

reproduksi dapat berlangsung secara amfimiktik, yaitu melibatkan


persatuan gamet dari dua sel induk, ataupun automiktik dimana satu sel
induk memberikan kontribusi bagi kedua gamet. Gamet yang bersatu dapat
merupakan persatuan seluruh sel (syngamy) ataupun hanya berupa
persatuan inti sel.
Pada syngamy , gamet dapat serupa (isogamet) dapat pula tidak
serupa (anisogamet). Pada isogamet, gamet yang berfusi adalah gamet
dengan tipe seksual berlawanan, sedangkan pada anisogamet umumnya
gamet memiliki perbedaan dalam kandungan sitoplasma, ukuran sel,
ataupun protein permukaan, gamet yang berukuran besar disebut makro
gamet, sedangkan gamet yang berukuran kecil dan lebih aktif disebut
mikrogamet. Fusi antara mikrogamet dan makrogamet menghasilkan zigot
yang merupakan tahap istirahat pada tahap protozoa.
Reproduksi seksual pada protozoa berlangsung dengan cara
konjugasi, di mana proses konjugasi pada protozoa berbeda dengan proses
konjugasi pada bakteri. Selama proses konjugasi protozoa, dua sel akan
berfusi dan sebuah inti haploid (n) (mikronukleus) dari masing-masing sel
akan berimigrasi menuju sel lainnya. Inti sel haploid ini akan berfusi
dengan makronukeus haploid di dalam sel. Sel induk akan memisah,
masing-masing sel saat ini merupakan sel yang telah mengalami fertilisasi.
Bila sel tersebut membelah, selanjutnya akan dihasilkan sel-sel anak
dengan DNA rekombinan.

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

Gambar 2. Proses konjugasi


C. Morfologi Protozoa
Ukuran tubuh Protozoa biasanya berkisar 10-50 m, tetapi dapat
tumbuh sampai 1 mm, dan mudah dilihat di bawah mikroskop. Mereka
bergerak di sekitar dengan cambuk seperti ekor disebut flagela. Mereka
sebelumnya jatuh di bawah keluarga Protista.Protozoa terdapat di seluruh
lingkungan berair dan tanah, menduduki berbagai tingkat trophic. Tubuh
protozoa amat sederhana, yaitu terdiri dari satu sel tunggal (uniseluler).
Namun demikian, Protozoa merupakan system yang serba bisa. Semua
tugas tubuh dapat dilakukan oleh satu sel saja tanpa mengalami tumpang
tindih.
Bentuk tubuh macam-macam ada yang seperti bola, bulat
memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya tidak
menentu.
Protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Vakuola ini dapat berperan
sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel, atau untuk
mengatur tekanan osmosis. Jumlah dan letak vakuola kontraktil berbeda
pada setiap spesies. Protozoa dapat berada dalam bentuk vegetatif
(trophozoite), atau bentuk istirahat yang disebut kista. Protozoa pada
keadaan yang tidak menguntungkan dapat membentuk kista untuk
mempertahankan hidupnya. Saat kista berada pada keadaan lingkungan
yang baik, maka akan berkecambah menjadi sel vegetatifnya. Protozoa
tidak mempunyai dinding sel, dan tidak mengandung selulosa atau khitin
seperti pada jamur dan algae.

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

D. Habitat Protozoa
Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka
umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau
daratan. Beberapa spesies bersifat parasit, hidup pada organisme inang.
Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana
seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia.
Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan
tumbuh-tumbuhan. Pada intinya semua spesies protozoa memerlukan
kelembaban yang tinggi pada habitat apapun.
Permukaan tubuh Protozoa dilapisi oleh membran sel yang tipis,
elastis, permeable, yang tersusun dari bahan lipoprotein, sehingga
bentuknya mudah berubah-ubah.Beberapa jenis protozoa memiliki rangka
luar (cangkok) dari zat kersik dan kapur. Apabila kondisi lingkungan
tempat tinggal tiba-tiba menjadi jelek, Protozoa akan membentuk sista
(Cyst). Dan apabila telah menemukan kondisi yang tepat, ia akan kembali
seperti sediakala.
E. Ciri-ciri Protozoa
Protozoa

adalah

mikroorganisme

menyerupai

hewan

yang

merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan


hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organelorganel antara lain membran plasma,sitoplasma, dan mitokondria.

Ciri-ciri umum :
1. Organisme uniseluler (bersel tunggal)
2.Eukariotik (memiliki membran nukleus)
3.Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
4.Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
5. Hidup bebas, saprofit atau parasit

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

6. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup


7. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella.
Protozoa dikatakan sebagai hewan karena gerakannya yang aktif
dengan siliaatau flagela, memiliki membran sel dari zat lipoprotein, dan
bentuk

tubuhnya

adayang

bisa

berubah-ubah.

Namun

Protozoa

jugadikatakan sebagai tumbuhan karena ada jenis protozoa yang hidup


dengan memperoleh nutrisi dengan cara fotoautotrof.
F. Klasifikasi Protozoa
Berdasarkan Alat Gerak Protozoa dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:
1. Rhizopoda (Sarcodina)
alat gerak Rhizopoda berupa pseudopoda (kaki semu) yang
merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut,
tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan
atau manusia.
Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.Ektoamoeba
adalah jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup
bebas),

contohnya

Ameoba

proteus,

Foraminifera,

Arcella,

Radiolaria.Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh


organisme, misalnya :
a. Amoeba proteus memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola
makanan dan vakuola kontraktil.
b. Entamoeba histolityca menyebabkan disentri amuba (bedakan
dengan disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)
c. Entamoeba gingivalis menyebabkan pembusukan makanan di
dalam mulut radang gusi (Gingivitis)
d. Foraminifera sp. fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk
adanya minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera
disebut tanah globigerina.
e. Radiolaria sp. endapan tanah yang mengandung hewan tersebut
digunakan untuk bahan penggosok.
2. Flagellata (Mastigophora)

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

alat gerak Flagellata berupa flagel (bulu cambuk) yang digunakan


juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.
Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
a. Fitoflagellata Flagellata autotrofik

(berkloroplas),

dapat

berfotosintesis. Contohnya :Euglena viridis, Noctiluca milliaris,


Volvox globator.Zooflagellata.
b. Flagellata
heterotrofik
(Tidak

berkloroplas).Contohnya:

Trypanosoma gambiens.
3. Cilliata (Cilliophora)
Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada
suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari
makanan.Ukuran silia lebih pendek dari flagel.Ditemukan vakuola
kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam
tubuhnya.Spesiesnya banyak ditemukandi laut maupun di air tawar.
Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella,
Balantidium coli.
4. Sporozoa
Anggota Sporozoa tidak memiliki anggota gerak, bersifat parasit baik
pada manusia maupun hewan dan membentuk spora nonmotil.
Contoh : plasmodium yang menyebabkan
G. Peranan Protozoa
1. Peran menguntungkan :
a. Mengendalikan populasi Bakteri, sebagian Protozoa memangsa
Bakteri sebagai makanannya, sehingga dapat mengontrol jumlah
populasi Bakteri di alam.
b. Sumber makanan ikan, Di perairan sebagian Protozoa berperan sebagai
plankton (zooplankton) dan benthos yang menjadi makanan hewan air,
terutama udang, kepiting, ikan, dll.
c. Sebagai Indikator minyak bumi, Fosil Foraminifera menjadi petunjuk
sumber minyak, gas, dan mineral.
d. Bahan penggosok, Endapan Radiolaria di dasar laut yang membentuk
tanah radiolaria, dapat dijadikan sebagai bahan penggosok.
2. Peran Merugikan

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

Protozoa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan


ternak. Penyakit- penyakit yang disebabkan Protozoa antara lain :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

protozoa Disentri Entamoeba histolytica Diare (Balantidiosis)


Balantidium coli Penyakit tidur di Afrika
Trypanosoma gambiense Toksoplasmosis (kematian janin)
Toxoplasma gondii menyebabkan Malaria
Plasmodium vivax menyebabkan Malaria Vivax
Plasmodium malariae menyebabkan Malaria tropika
Plasmodium falciparum

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat kita tarik kesimpulan sebagai
berikut : 1. Protozoa yang menyerupai hewan dikenal dengan nama
protozoa (protos = pertama, zoon = hewan). Sebagian protozoa adalah
hewan eukariotik bersel tunggal dan mikroskopis. 2. Berdasarkan struktur
alat geraknya, filum protozoa dibedakan menjadi empat, yaitu kelas
Rhizopoda, kelas Ciliata, kelas Flagellata dan kelas Sporozoa.B. Saran
Sebaiknya para pembaca jangan puas terhadap makalah ini saja, pembaca
juga harus menambah ilmu pengetahuannya lagi tentang materi Rhizopoda
ini dengan mencari lagi buku-buku bacaan lainnya atau dari internet.

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

10

Daftar Pustaka

Mikrobiologi Farmasi ( Protozoa )

11