Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA LANSIA

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Bp. M


1. PENGKAJIAN
A. Data Umum
1. Nama kepala keluarga
: Sudirman
2. Usia KK : 67 th
3. Alamat dan No Telp
: Jl. Bougenvile no 23 padang Barat
4. Pekerjaan KK
: Tukang becak
5. Pendidikan KK : SD
6. Komposisi Keluarga
: Suami - Istri
Hub.
Status Imunisasi
No Nama JK dg
Umur Pddk
Kerja
BCG Polio DPT
Hepatitis
KK
1

Ny. R

Istri

66 th

SD

Dagang

Ket
Cmpk
-

7. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Bp. S yaitu keluarga usila yang terdiri dari suami dan istri yang
sudah usia lanjut, sedangkan anak mereka satu-satunya sudah menikah dan
memisahkan diri. Ny. R mengatakan mempunyai masalah dengan tipe keluarga seperti
ini. Yaitu merasa sepi karna hanya tinggal berdua saja.
8. Suku Bangsa
Bp.S dan Ny.R bersuku minang (melayu dan caniago) yaitu berasal dari solok.
Keluarga Bp.S suka menkonsumsi masakan Minang yang bersantan, pedas dan
berminyak. Keluarga Bp.S jarang mengkonsumsi sayur.
9. Agama
Keluarga Bp.S beragama Islam. Dalam hal beribadah tidak setiap anggota
keluarga melaksanakan ibadah secara rutin. Ny.R rutin melaksanakan sholat,
meskipun hanya shalat sendirian di rumah. Menurut Ny.R , Bp.S sangat jarang
melaksanakan sholat. Ny.R sudah mengingatkan Bp.S namun tetap saja meninggalkan
shalatnya. Meskipun tidak semua anggota keluarga taat beribadah, namun Ny.R
mengatakan bahwa tata cara dan norma-norma Islam dalam kehidupan sehari-hari
masih dipegang teguh oleh keluarga tersebut. Keluarga masih mengikuti aturan, tata
cara dan norma-norma Islam seperti dalam mendidik anak-anak, cara pergaulan, dll.
10. Status sosial ekonomi
Sumber penghasilan keluarga berasal dari penghasilan Bp.S narik becak (sekitar
Rp.20.000,-per hari. Tapi dilakukan hanya 3 x seminggu) dan hasil warung kecilkecilan Ny.R yang dibuka di depan rumah (sekitar Rp.25.000,- per hari). Di samping

itu anak dari Bp.S yang bekerja di suatu showroom juga ikut membantu keuangan
orang tuanya. Penghasilan keluarga tidak tetap setiap bulan, kira-kira sekitar Rp.
800.000 Rp. 1.000.000,- per bulan ditambah kiriman dari anaknya sekitar Rp.
300.000,-. Kebutuhan yang dikeluarkan keluarga antara lain: biaya makan, biaya bayar
air, listrik. Rata-rata pengeluaran perbulan Rp.900.000,-. Keluarga memiliki tabungan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan status sosial ekonomi keluarga Bp.S termasuk
golongan menengah.
11. Aktivitas rekreasi keluarga
Ny.R menyatakan sangat jarang pergi bersama-sama untuk mengunjungi tempat
rekreasi tertentu, namun dengan menonton TV dan mendengar radio bisa sedikit
mengusir kesepian. Tapi itu sering dilakukan sendiri, karna Bp.S sering menghabiskan
waktunya di pasar.
B. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Bp. S tinggal hanya berdua saja dengan Ny.R, sedangkan anak mereka satusatunya berusia 46 th dan sudah memisahkan diri. Maka dengan demikian keluarga
Bp.M berada pada tahap perkembangan keluarga usia lanjut.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
a. Mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat.
Ny.R mengatakan bahwa suaminya mulai bekerja mulai saat subuh Pkl.06.00
WIB pagi dan pulang pkl. 21.00 WIB. Kondisi ini membuat Bp.S lebih banyak
menghabiskan waktunya untuk bekerja dari pada dirumah dan memperhatikan
keluarga. Sehingga mereka jarang bersama. Lagi pula Ny.R beranggapan kalau
sudah tua tidak perlu berdua-dua an lagi.
3. Riwayat keluarga inti
Bp. S dan Ny.R menikah karena di jodohkan. Mereka menikah 49 th yang lalu.
Ny.R mengatakan bahwa ia merasa bahagia dan tidak pernah merasa menyesal dengan
perkawinannya.
Ny.R mengatakan bahwa ia mempunyai penyakit riwayat penyakit keturunan ,
yaitu hipertensi. Dan pada saat pengkajian didapat tekanan darah Ny.R 185/100
mmHg. Ny.R juga mengeluhkan sering kesemutan dan mengalami reumatik. Ny R
mengatakan pernah melakukan operasi katarak. Pada saat ini Bp.S mengatakan bahwa
ia tidak merasakan keluhan apapun. Bp.S mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit
turunan.
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Ny. R menyatakan kedua orang tuanya telah meninggal. Menurut Ny. R
keluarganya memiliki penyakit turunan yaitu penyakit hipertensi. Ayah Ny.R

meninggal karena penyakit hipertensi. Kedua orang tua Bp.S juga telah meninggal,
tidak ada anggota keluarga dan kerabat Bp.S yang menderita penyakit turunan.
C. Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Rumah milik pribadi. Rumah terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 dapur
sekaligus ruang makan, 1 kamar mandi, dan 1 ruangan sebagai warung. Lantai rumah
terbuat dari semen, tidak licin. Di ruang tamu terdapat 1 set kursi dan meja tamu,
lemari, dan Tv. Ventilasi hanya ada di ruang tamu dan kamar mandi. Jendela yang ada
dikamar jarang dibuka.
Sumber air keluarga berasal dari PDAM. Rumah terletak digang kecil. Limbah
rumah tangga di alirkan ke got di depan rumah. Di dalam Got banyak terdapat endapan
tanah, lumpur dan sampah-sampah, sehingga ketika hujan sering terjadi banjir.
Pekarangan rumahtidak terurus, sampah berserakan.
Saat pengkajian terlihat lantai rumah masih belum disapu. Baju-baju bertumpuk di
atas kasur yang berada di kamar, ada juga yang digantung di dinding. Lantai kamar
mandi licin. Menurut Ny. R, kamar mandi kapan perlu saja. Tingkat keamanan dalam
penggunaan fasilitas yang ada di rumah cukup baik, misalnya tidak pernah terjadi
kebakaran, tidak pernah juga terjadi konsleting listrik.
Denah Rumah:
1
2

3
6

Ket : 1. Teras
2. Warung
3. Ruang Tamu
4. WC
5. Dapur
6. Kamar Tidur
7. Kamar Tidur
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Penduduk di lingkungan setempat umumnya bersuku Minang. Penduduk sekitar
rata-rata tinggal menetap, sebagian besar di antara mereka bekerja sebagai wiraswasta,
dan pedagang. Jalan yang terdapat di depan rumah adalah jalan kecil. Kebiasaan
masyarakat setempat antara lain; masih sering duduk bersama sambil ngerumpi dan
mencari kutu bersama. Rumah penduduk rata-rata sederhana dan berukuran kecil.
Tingkat kepadatan penduduk sedang, dan tingkat kejahatan minim sehingga kehidupan
penduduk cukup stabil. Di lingkungan tempat tinggal keluarga terdapat pelayanan
kesehatan seperti Puskesmas yang berjarak sekitar 2 km dari rumah,bidan dan praktek
dokter sekitar 1 km dari rumah.

3. Mobilitas Geografis Keluarga


Keluarga hidup menetap dan tidak pernah pindah rumah. Keluarga Bp. S tinggal
di rumah tersebut sejak menikah dengan Ny. R selama 49 tahun, sehingga sudah dapat
beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
4. Perkumpulan keluarga dari interaksi dengan masyarakat
Bp. S menyatakan sangat jarang berkumpul dengan masyarakat di sekitar tempat
tinggalnya. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya dipasar. Sedangkan Ny.R masih
sering berkumpul dengan sanak keluarga dan tetangganya. Hubungan dengan
masyarakat setempat cukup baik.
5. Sistim Pendukung keluarga
Keluarga ini hanya terdiri dari Bp.S dan Ny.R saja. Kesehatan Bp.S cukup baik,
walau sesekali terkena demam dan flu ringan. Hanya Ny. M yang mempunyai masalah
kesehatan dengan penyakit DM. Ny.R tidak pernah kontrol kesehatan ke dokter. Hal
ini dilakukan Ny. M karena menurutnya kondisinya saat ini tidak ada masalah,ia
beranggapan ini hal yang wajar dialami oleh lansia seperti dirinya.
Jika salah satu anggota sakit, Ny.R akan membawanya ke Puskesmas. Dukungan
dari masyarakat setempat cukup baik, terlihat dari kesadaran masyarakat untuk
mengunjungi anggota masyarakat lain yang sakit.
Hubungan antara Bp.S dan Ny.R dengan keluarga lain cukup harmonis. Jika ada
anggota keluarga yang sakit, anggota keluarga lain akan datang mengunjungi.
Keluarga mempunyai Askeskin, namun jarang digunakan.
D. Struktur keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Ny. R menyatakan komunikasi antara Bp.S dan Ny. R berjalan kadang baik kadang
tidak. Keluarga hanya berkumpul pada jam-jam tertentu saja misalnya pada saat
makan malam. Tapi komunikasi antara Ny.R dan Bp.S cukup terbuka. Jika Ny.R tidak
suka terhadap tindakan Bp.S, maka ia akan langsung mengatakannya atau
menegurnya.
Sehari-harinya, Bp.M dan Ny. M tidur sekamar. Terkadang sebelum tidur mereka
berbincang-bincang dan bercerita.
2. Struktur Kekuatan Keluarga :
a. Dari Segi Finansial:
Ny. R mengatakan bahwa ia membuat anggaran dana untuk kebutuhan keluarga
dan dapat mengatur keuangan keluarga dengan baik. Bp.S mempunyai tabungan
dirumah, dan dipergunakan apabila ada hal-hal mendesak.
b. Dari segi keputusan :
Keputusan dalam keluarga diambil oleh KK.
3. Struktur Peran
Bp.S berperan sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah untuk keluarga.

Ny. R berperan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus kebutuhan keluarga
termasuk kebutuhan rumah tangga. Namun ia juga membantu Bp.S mencari nafkah,
yaitu dengan membuka warung kecil-kecilan didepan rumahnya.
4. Nilai dan Norma Keluarga :
Keluarga juga mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan tempat
tinggal, sehingga keluarga mempunyai hubungan yang baik dengan anggota
masyarakat yang lain.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
Ny.R mengatakan ia bahagia dengan keadaannya sekarang karena meskipun hanya
berdagang, ia dan suami masih mampu memenuhi kebutuhan mereka. Bahkan juga
bisa menguliahkan anak mereka.Namun Keluarga memiliki gambaran diri yang kurang
baik,terlihat dari hubungan keluarga yang kurang akrab, karna Bp.S sibuk dan banyak
menghabiskan waktunya dipasar.
2. Fungsi sosialisasi
Orang tua membesarkan anaknya didasarkan pada nilai-nilai agama dan budaya
yang berasal dari Ny.R dan Bp.S. Dalam memberikan pola pengasuhan terhadap anak,
Ny. R memberikan nasehat kepada anaknya agar selalu menjalani kehidupan dengan
penuh kejujuran dan tanggung jawab. Itu merupakan bekal dalam mengarungi
kehidupan yang selalu ia tanamkan kepada anaknya.
3. Fungsi Perawatan Kesehatan
Bagi keluarga Bp.S, sehat adalah apabila keluarga dapat melaksanakan seluruh
aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa ada gangguan seperti demam, flu, dan sakit
kepala. Sedangkan sakit adalah suatu keadaan di mana seluruh kegiatan tidak dapat
dilaksanakan atau seluruh aktivitas sehari-hari tidak dapat dilakukan dengan baik.
Ditinjau dari tugas kesehatan keluarga :
Masalah DM
Ny. R mengatakan ia belum pernah periksa kadar gula darah ke rumah sakit secara
langsung,jadi ia belum tau secara pasti mengenai penyakit DM tersebut dari petugas
kesehatan. Ny.R merasakan gejala seperti sulit berjalan, kesemutan, sering sakit
kepala, penglihatan kabur, jantung sering berdebar. Namun itu disikapi sebagai hal
yang wajar dialami oleh lansia, jadi hanya diobati sebisanya saja seperti dengan
pengobatan tradisional. Keluarga jarang melakukan kunjungan ke pelayanan kesehatan
karna proses nya sangat rumit dan pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan di
rumah sakit, yaitu diabaikan. Jadi mereka malas berobat.
4. Fungsi Reproduksi
Keluarga Bp. S mempunyai 3 orang anak, mereka mendapatkan anak pertamanya
setelah 1 tahun menikah. Namun anak pertama meninggal dunia pada usia 1 minggu, 1
tahun kemudian lahir anak kedua, juga meninggal dunia. 1 kemudian lahir anak ke-3.
Setelah anak ke-3 klien menggunakan alat kontrasepsi implant.

5. Fungsi Ekonomi
Keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, walaupun
pekerjaan Bp. S hanya sebagai tukang becak. Pendapatan keluarga jarang sekali
dibelikan ke perabotan rumah dan barang-barang rumah tangga lainnya. Karna mereka
berusaha keras untuk menmbiayai kuliah anak satu-satunya yg mereka punya. Jika
penghasilan perbulan berlebih dari pengeluaran, biasanya Ny.R menabungkan uang
tersebut.
F. Stres dan Koping Keluarga
1. Stressor jangka pendek dan jangka panjang
Stressor jangka pendek yang dialami keluarga adalah masalah lingkungan, letak
selokan/got yang berada didepan rumah sering menimbulkan bau yang tidak sedap.
Sementara stressor jangka panjang adalah keluhan penyakit yang dialami akibat gejala
penyakit DM pada Ny. R. Ditambah dengan rasa kesepian akibat menjalani usia senja
hanya berdua saja
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi stressor
Stressor jangka pendek: Keluarga Bp. S hanya dapat berusaha untuk menjaga
kebersihan lingkungan
Stressor jangka panjang: Keluarga berusaha mengupayakan pengobatan untuk Ny.
R dengan pengobatan tradisional. Keluarga berusaha mengunjungi anak nya setiap
bulan, terkadang anak mereka yg diajak mengunjunginya.
3. Strategi koping yang digunakan
Dalam menghadapi masalah adalah keluarga bersikap terbuka dengan langsung
melontarkan perasaan yang dialami oleh masing-masing anggota keluarga. Dalam
menyelesaikan masalah selalu didiskusikan meskipun akhirnya kepala kelaurga yang
mengambil keputusan akhir.
4. Strategi adaptasi Disfungsional
Jika dalam keluarga terjadi pertengkaran, maka masing-masing akan introspeksi
diri, meskipun sebelumnya antar anggota keluarga terjadi perang mulut, namun tidak
pernah menyakiti secara fisik. Selain itu keluarga tidak pernah mengalami berduka
disfungsional, jika salah satu anggota keluarga atau kerabat ada yang meninggal,
keluarga tabah menerimanya
G. Harapan Keluarga
Ny. R menyatakan ia berharap anaknya bisa mencapai status ekonomi yang lebih
baik daripada kedua orang tuanya. Dan mau sering mengunjungi mereka.
Ny. R berharap keluhan-keluhan penyakit yang di rasakannya juga bisa segera
sembuh, berharap mendapatkan pengobatan gratis yang tidak harus melalui prosedur
panjang.

H. Pemeriksaan Fisik
Aspek yang dinilai
Keadaaan umum

Tanda-tanda vital

Nama klien
Bp S (67)
Ny R (66)
Kondisi badan cukup bersih dan Kondisi badan kurang bersih,
rapi, bergerak

kesulitan bergerak, tanda distress

tanpakesulitan,tanda-tanda

seperti meringis (+),

meringis tidak ada

BB: 80 kg,

BB: 60 kg, TB: 160cm

TB: 157cm

TD : 130/100 mmHg, Nadi 72

TD: 185/100 mmHg, Nadi 60

x/mnt,

x/mnt,

suhu 36,7C,

suhu 36,9C, Pernafasan 24x/mnt

Pernafasan 22x/mnt
Kulit

Rambut

Warna kulit gelap, tidak ada

Warna kulit gelap kulit, ada bercak-

bercak-bercak, kulit kering

bercak, kulit kering dan hangat,

hangat, lesi(-), edeme(-),agak

turgor kulit buruk,

keriput

lesi (+), edema(+)

Distribusi merata, tekstur

Distribusi merata, beruban, tekstur

halus,kering, beruban, kulit

agak kasar dan kering, kulit kepala

kepala tidak ada yang

tidak ada yang mengelupas,

mengelupas, ada bagian yang

ketombe(+)

berketombe
Kuku

Tekstur halus, warnadasar kuku

Tekstur halus, warna dasar kuku

merah jambu, sianosis(-),

merah jambu, lesi (+),path jari

pucat(-), kapiler refill < 3 dtk,

tengah kanan dengan p:3 mm

lesi disekitar kuku (-), kuku

sudah terbentuk jaringan sikatrik,

tidak terawat dengan baik

kap.refill <3 dtk, sianosis (-), pucat


(-), kuku kurang terawat dengan
baik

Analisis data

DATA

MASALAH

DIAGNOSA

o
1.

DO:

Resiko infeksi

Resiko infeksi pada Ny. R

1.

TD: 185/100 mmHg,

pada Ny. R

keluarga Bp. S b.d

2.

Nadi 60 x/mnt,

keluarga Bp. S

kurangnya pengetahuan

3.

suhu 36,9C,

keluarga merawat anggota

4.

Pernafasan 24x/mnt

keluarga dengan masalah

5.

BB: 80 kg,

diabetes militus/ penyakit

6.

TB: 157cm

gula

7.

Kondisi badan kurang bersih,

8.

kesulitan bergerak,

9.

Terlihat borok di kaki Ny.R

10. Kaki terlihat sembab (udem)


DS :
1. Bp.S mengatakan tidak pernah
memeriksakan kadar gula darah
Ny.R ke pelayanan kesehatan,
jadi tidak tau pasti tentang DM
2. Ny.R mengatakan bahwa
mengalami luka Lama Sembuh
3. Ny R menyatakan sering cepat
lelah jika beraktivitas lama
4. Ny.R mengatakan tidak pernah
melakukan olahraga khusus, dan
juga mengatur pola makan untuk
lansia dengan DM.

FORMAT CATATAN KEPERAWATAN KELUARGA


Diagnosa
1.

Waktu

Implementasi
Mengkaji pengetahuan
keluarga tentang
pengertian diabetes

militus/ penyakit gula


Memberi reinforcement
positif atas jawaban
keluarga

Mendiskusikan pengertian
diabetes militus / penyakit
gula dengan keluarga
Memberi kesempatan
keluarga bertanya seputar
DM
Menjawab pertanyaan
keluarga

Mengkaji pengetahuan
keluarga ttg penyebab
diabetes militus/ penyakit
gula pada lansia

Memberi reionforcement
positif atas jawaban

keluarga
Mendiskusikan penyebab
diabetes militus/ penyakit
gula pada lansia
Memberi kesempatan
keluarga bertanya tentang
DM pada lansia
Menjawab pertanyaan
keluarga

Mendiskusikan tanda dan


gejala diabetes militus/
penyakit gula pada lansia
dengan keluarga
Memberi kesempatan
keluarga untuk bertanya
Menjawab pertanyaan
keluarga
Memotivasi keluarga
untuk mengulang kembaliz
Memberi reinforcement
positif atas usaha keluarga

Mengkaji pengetahuan
keluarga tentang akibat
lanjut diabetes militus/
penyakit gula
Memberi reinforcement
positif atas jawaban
keluarga
Mendiskusikan akibat
lanjut diabetes militus/
penyakit gula dengan
keluarga
Memberi kesempatan
keluarga bertanya
Menjawab pertanyaan
keluarga
Meminta keluarga
menyebutkan kembali
Memberi reinforcement
positif atas jawaban
keluarga

Mengkaji pengetahuan

keluarga tentang diet bagi


diabetes militus/ penyakit
gula
Memberi reinforcement
positif atas jawaban
keluarga
Mendiskusikan tentang
diet penderita diabetes
militus/ penyakit gula
dengan keluarga
Memberi kesempatan
keluarga bertanya
Menjawab pertanyaan
keluarga
Memotivasi keluarga
mengulang lagi
Memberi reinforcement
positif atas usaha keluarga
Mengevaluasi pada
kunjungan yang tidak
direncanakan.

Mengkaji pengetahuan

keluarga tentang prinsip


olahraga bagi diabetes
militus/ penyakit gula
Memberi reinforcement
positif atas jawaban
keluarga
Mendiskusikan tentang
prinsip olahraga penderita
diabetes militus/ penyakit
gula dengan keluarga
Memberi kesempatan
keluarga bertanya
Menjawab pertanyaan
keluarga
Memotivasi keluarga
mengulang lagi
Memberi reinforcement
positif atas usaha keluarga

Mengkaji pengetahuan
keluarga tentang manfaat
olahraga bagi diabetes
militus/ penyakit gula.

Memberi reinforcement
positif atas jawaban
keluarga
Mendiskusikan tentang
manfaat olahraga penderita
diabetes militus/ penyakit
gula dengan keluarga
Memberi kesempatan
keluarga bertanya
Menjawab pertanyaan
keluarga.
Memotivasi keluarga
mengulang lagi
Memberi reinforcement
positif atas usaha keluarga

Menjelaskan kepada
keluarga tentang cara
memodifikasi lingkungan
bagi penderita diabetes
militus/ penyakit gula
Memberikan kesempatan
keluarga untuk

mengekspresikan
perasaannya dan
memberikan pertanyaan
Menjawab pertanyaan
keluarga
Memotivasi keluarga
untuk mengulang
Memberi reinforcement
positif atas usaha keluarga
Memotivasi keluarga
untuk menerapkan dalam
kehidupan sehari-hari

Mengkaji pengetahuan
keluarga tentang fasilitas
pelayanan kesehatan yang
bisa digunakan
Memberi reinforcement
positif atas kemampuan
keluarga
Memberikan informasi
tentang fasilitas yankes
apa saja yang bisa

digunakan keluarga
Memberitahukan manfaat
yang bisa didapatkan
keluarga dari fasilitas
yankes tersebut
Memotivasi keluarga
untuk mengulang
Memberikan
reinforcement atas usaha
keluarga
Memberikan kesempatan
kepada keluarga untuk
bertanya
Menjawab pertanyaan
keluarga
Mendorong keluarga
untuk mengunjungi
fasilitas yankes