Anda di halaman 1dari 1

PALU MENUJU KOTA ADIPURA

Bicara masalah sampah banyak yang pesimis Ujar Ningsi namun mendapatkan penghargaan menjadi harapan
setiap orang.
Hampir di setiap sudut kota terlihat sampah berserakan Pasar Inpres misalnya, salah satu pusat
perbelanjaan yang menjadi andalan Kota Kaledo. Bukan hal yg tidak biasa, siapa saja yang berkunjung ke tempat itu
pasti akan menghirup bau tidak sedap dari tumpukan-tumpukan sampah dipinggir jalan. Belum lagi pantai teluk Palu
salah satu pusat wisata dikota ini, begitu banyak terlihat sampah berserakan, sungguh memprihatinkan jika sampah
itu terus di biarkan menjadi pemandangan khas.
Setelah di Launching Palu Green & Clean (19/2/2011) beberapa hari lalu, kini gerakan menuju Palu hijau
dan Bersih mulai di jalankan. Sebuah langkah positif untuk meninggalkan permasalahan sampah di kota Palu,
meraih piala Adipura tahun 2012 nanti. Upaya ini tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak tidak hanya
bertumpuk pada pemerintah saja. Senada dengan itu Ningsi warga Perumahan Tavanjuka Mas, saat ditemui
(27/2/2011) dirumahnya terlihat sedang asyik merawat bunganya Saya manaruh harapan yg besar terhadap
program Kotaku hijau dan bersih ini, masyarakat sangat mengiginkan Palu ini menjadi kota yang hijau dan
bersih,Ungkapnya banyak lokasi yang kelihatan gersang daripada dibiarkan kosong tampa ditumbuhi apa-apa
mending kita hijaukan. Tambahnya Ningsi juga menuturkan selain armada untuk mengangut sampah perlu
ditambah, penyuluhan tentang mengolah sampah menjadi bahan yg bernilai ekonomi perlu dilakukan oleh
pemerintah agar masyarakat tidak perlu lagi membuang sampahnya, lanjut ibu tiga anak ini sampah kan bisa diloah
menjadi bahan yg berguna, pupuk kompos contohnya untuk sampah plastik kan bisa di jadikan kerajinan, saya
sangat optimis jika program ini berjalan lancar dan mendapat respon serta dukungan dari masyarakat, kota Palu
akan meraih piala Adipura nanti. yang pastinya akan menjawab masalah-masalah sampah tersebut..
Lanjut Ningsi, Menuju kota Palu yang hijau dan bersih memang bukan hal yg muda ibarat membalikan
telapak tangan, perlu kesadaran dari setiap individu untuk mencapainya. Pemandangan sampah dikota Palu seolaholah menjadi pemandangan yang biasa, ini diakibatkan kerena masih lemahnya kesadaran dari setiap individu atas
sampah tersebut. Membuang sampah disembarang tempat misalnya, mungkin masalah ini dianggap sepele tetapi
jika kita sadari setiap kali sampah yang dibuang akhirnya akan semakin banyak berserakan. Katanya, hal ini
tentunya akan menyurutkan langkah kota Palu meraih Piala Adipura di Tahun 2012. Kita harus tetap Optimis untuk
meraih penghargaan tersebut . setiap orang punya andil yang besar untuk kenyamanan disekelilingnya namun
terlepas dari itu semua, untuk menjadikan kota Palu hijau dan bersih dan menjadi kota untuk semua (city for all)
adalah tanggung jawab bersama. Tutur Ningsi, Janda tiga Anak ini dengan semangat hijaunya mengakhiri
wawancara. (03GaC)