Anda di halaman 1dari 3

PENCABUTAN GIGI PERMANEN

SPO

No. Kode

: B/ VI/ KIA/ SPO/ 6/ 13/


013.

Terbitan

:01

No. Revisi

:0

Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas
Pakem

Tgl. Mulai Berlaku : 2015

PUSKESMAS
PAKEM

Halaman

: 1- 2

Sulistya, SKM
NIP: 19621002 198703 1 005

1.Pengertian

Gigi permanen adalah gigi yang menggantikan gigi decidui.Pencabutan gigi


permanen adalah pengambilan gigi permanen yang sudah tidak berfungsi dan
tidak dapat dipertahankan lagi.

2.Tujuan

Menghilangkan gigi yang tidak berguna, gigi sumber infeksi, untuk


keperluan perawatan ortodonsi dan untuk keperluan pembuatan gigi
tiruan
Berlaku untuk semua pasien di BPGigi yang memerlukan pencabutan
gigi permanen dengan blok anestesi dan atau infiltrasi.

3.Kebijakan
4.Referensi
5.Prosedur

Pedersen, G.W.,Buku Ajar Praktis Bedah Mulut ( Terj), Jakarta EGC,


1996 : 192/219
1. Anamnesa
1.1. Menanyakan apakah gigi terasa sakit jika untuk mengunyah
1.2. Menanyakan riwayat pengobatan sebelumnya jika ada.
Untuk pasien paska premedikasi ditanyakan apakah obat
yang diberikan sudah diminum sampai habis.
1.3. Apakah ada riwayat penyakit sistemik yang diderita,riwayat
alergi,kehamilan serta komplikasi pencabutan yang pernah
dialami.
1.4. Menanyakan kondisi umum pasien: semalam tidur cukup,
sudah sarapan, tidak pusing.
2. Pemeriksaan Klinis
Gigi mati atau sisa akar dengan perkusi(-) palpasi(-)
KU baik
3. Diagnosa
Gangren pulpa
Radixes
4. Terapi
4.1. Jelaskan pada pasien mengenai jalannya pencabutan dan

resiko komplikasi

fraktur apabila gigi ada kelainan.

4.2. Lakukan pengukuran tekanan darah.


4.3. Persetujuan tindakan/inform consern.
4.4. Pemilihan anestesi. Isikan spuit injeksi dengan obat
anestesi.
4.5. Intruksikan pasien untuk berkumur. Daerah yang akan
dianestesi olesi dengan Betadin solution.
4.6. Lakukan anestesi: Blok anestesi , infiltrasi dan atau chlor
ethyl.
4.7. Setelah ada tanda teranestesi lakukan separasi dan
longgarkan soket gigi, ke sisi mesial dan distal dengan bein.
Letakkan blade tang sejauh mungkin sepanjang permukaan
akar.
4.8. Fiksasi tulang alveolar sekitar gigi yang akan dicabut
dengan tangan kiri. Gerakkan tang kearah bucco lingual
atau labiopalatal, bila gigi sudah terasa goyang

lakukan

rotasi sambil ditarik keluar soketnya


4.9. Setelah

pencabutan

berkumur.Apabila

intruksikan

ada

tulang

pasien
yang

untuk
tajam

sedikit
lakukan

pemotongan atau haluskan. Massase soket dengan kapas


yang telah diberi betadine/yod. Beri tampon

pada luka

bekas pencabutan. Intruksi untuk menggigit tampon selama


1jam.
4.10.

Pasien dianjurkan untuk jangan sering berkumur dan

meludah, jangan

menghisap daerah bekas pencabutan

serta hindari merokok dan mengunyah permen karet.


4.11.

Bila perlu berikan analgetik, antibiotik dan anti inflamasi.

Pemberian antibiotik dengan dosis yang adekuat untuk


jangka waktu 5 hari.

6. Distribusi

Dokter Gigi
Perawat Gigi

7.Dokumen

Rekam medis

Terkait