Anda di halaman 1dari 5

TETAPAN PEGAS

ABSTRAK
Getaran merupakan gerak bolak-balik menurut lintasan tertentu melalui titik
kesetimbangan. Gaya pada pegas juga dipengaruhi tetapan pegasnya, sehingga praktikum ini
bertujuan untuk memahami getaran selaraspada peas serta menentukan tetapan pegas cara
statisdan dinamis. Metode percobaan yang digunakan yakni membuat sistem dengan
menggantungkan pegas pada statif dan digantungkan beban pada ujung pegas. Untuk cara statis
dilakukan pengukuran pertambahan panjang pegas dan diulang minimal 5 kali untuk massa
beban yang berbeda. Sedangkan untuk cara dinamis, beban diberikan usikan sehingga terjadi
getaran selaras yang kemudian diukur waktu getar untuk 10 kali getaran. Langkah tersebut
diulangi minimal 5 kali dengan 3 kali pengulangan tiap massnya. Kendala yang dialami saat
percobaan yakni penekanan tombol stopwatch yang tidak sama antara percobaan yang satu
dengan yang lain, kondisi pegas yang kurang keelastisannya karena sering dipakai dan adanya
human eror saat melakukan percobaan. Tetapan pegas cara statis dapat diperoleh dengan
perbandingan gradien (m) sumbu x yang didapat dari grafik dan didapatkan rumusan persamaan
m=

g
k

sehingga hasil perhitungan tetapan pegas cara statis yakni (3,4980,001). Tetapan

pegas cara dinamis juga dapat diperoleh dengan perbandingan gradien (m) sumbu x yang
didapat dari grafik dan didapatkan rumusan persamaan m=

42
k

sehingga hasil perhitungan

tetapan pegas cara dinamis yakni (3,0480,011).

I. PENDAHULUAN
II.
II.1Latar Belakang
III.
IV.Getaran merupakan salah satu
bentuk gerak benda yang cukup
banyak dijumpai gejalanya salah
satunya
adalah
balok
yang
digantungkan pada sebuah pegas.
Dalam getaran, sebuah benda
melakukan gerak bolak-balik menurut
lintasan
tertentu
melalui
titik
setimbangnya. Pada saat pegas
memberikan gaya kepada benda yang
besarnya
sebanding
dengan
simpangannya namun berlawanan
arah dengan pergeseran bendanya,
Sehingga besarnya tetapan pegas juga
mempengaruhi gaya yang diberikan.
Untuk itulah percobaan ini dilakukan
agar kita dapat mencari tetapan pegas
cara statis dan dinamis.
V.
V.1 Tujuan
VI.

1. Memahami konsep getaran


selaras pada pegas.
2. Menentukan tetapan pegas
dengan cara statis dan
dinamis.
VII.
VIII.
IX.
IX.1 Rumusan Masalah
X.
1. Bagaiman konsep getaran
selaras pada pegas ?
2. Bagaimana
menentukan
tetapan pegas cara statis ?
3. Bagaimana
menentukan
tetapan pegas cara dinamis ?
XI.
XII. Isi
XIII.
XIII.1 Kajian Teori
XIV.
XV.
Persamaan
gerak
getaran dapat diturunkan dari dua
buah hukum gerak, yaitu hukum II
Newton dan hukum Hook.

XVI.
F = m.a atau F =
-kx. .... (1)
XVII.
Jika pegas yang telah
diberi beban tadi sedikit terusik yaitu
dengan memberi sedikit simpangan
kebawah,maka pegas akan mengalami
getaran selaras. Pada getaran selaras
jika
pada
t=
0
simpangan
maksimumnya = A, maka memenuhi
persamaan simpangan:
XVIII.
x = A cos t ..... (2)
XIX. dengan x = simpangan, A

= Amplitudo,
=
kecepatan sudut dan t=
waktu.
XX.
Sehingga dari
persamaan 1 didapatkan :
XXI.
-kx = m.a
XXII.
-kx = m d2x
XXIII.
dt
XXIV.
-kx = m. A cos
t d2x
XXV.
dt
XXVI. -kx = m.A sin t dx
XXVII.
dt
XXVIII.
t

kx = m.

XXX.

kx = m.
k=m.

XXXI.

k = m .(

XXIX.

A cos

2
2
T )

XXXII. sedangkan
pencarian tetapan pegas cara
statis didapatkan dari :
XXXIII. F = -k.x
F
XXXIV. k = x

XXXV. tanda
(-)
menunjukkan arah simpangan
yang berlawanan arah dengan
pergeseran bendanya.
XXXVI.
XXXVI.1
Variabel
XXXVII. Variabel
yang
digunakan pada percobaan tetapan
pegas cara statis adalah massa beban
yang digantungkan pada pegas
(variabel manipulasi), jenis pegas
yang digunakan (variabel kontrol),
dan panjang simpangan yang
ditimbulkan (variabel respon).
XXXVIII.Variabel
yang
digunakan pada percobaan tetapan
pegas cara dinamis adalah massa
beban yang digantungkan pada pegas
(variabel manipulasi), jenis pegas
yang digunakan (variabel kontrol),
dan waktu yang diperlukan untuk
menempuh 10 getaran (variabel
respon).
XXXIX.
XXXIX.1
Prosedur
XL. 2.3.1Langkah percobaan cara
statis
XLI.
Membuat
sistem
dengan menggantungkan pegas pada
statif yang telah diukur kedudukan
awalnya. Kemudian gantungkan
beban pada pegas dan ukur
pertambahan
panjang
pegas.
Mengulangi
percobaan
tersebut
minimal 5 kali dengan massa beban
yang berbeda. Mancatat pengamatan
pada tabel 1. Dilanjutkan dengan
membuat grafik dari data pengukuran.
XLII. 2.3.2 Langkah percobaan
cara dinamis
XLIII.
Membuat
sistem
dengan menggantungkan pegas pada
statif yang telah degantungi beban
dengan massa tertentu. Kemudian
diusik sedikit sehingga terjadi getaran

selaras. Mengukur waktu getar untuk


10 kali getaran. Mengulangi langkah
tersebut untuk 5 massa beban yang
berbeda dengan 3 kali pengulangan
pada setiap massanya. Kemudian
membuat grafik dari data pengukuran.
XLIV.
XLIV.1
Data
XLV.
XLVI.
Tabel 1 Cara Statis
XLVII.
XLIX. M L.
Pa LI.
T
XLVIII.assa
njang
etapan
N
beban
simpanga
pegas
o (m0,1 n (x0,1)
statis
) gr
cm
(k0,001)
LII. LIII. 4 LIV. 4,4
1
9,2
LVI. LVII. 5 LVIII. 5,7
2
4,0
LX. LXI. 5 LXII. 7,1
3
9,1
LXIV.LXV. 6 LXVI. 8,4
LV.
3,
4
4,0
LXVIII.
LXIX. 6 LXX. 9,9
498
5
9,1
LXXII.
LXXIII. LXXIV.
6
74,0
11,2
LXXVI.
LXXVII. LXXVIII.
7
79,1
12,7
LXXX.
LXXXI. LXXXII.
8
84,0
14,2
LXXXIV.

LXXXV.
Diagram 1. cara statis
0.15
f(x) = 2.8x - 0.09
R = 1 0.1
panjang simpangan (m)
0.05
0
0.05
0 0.1
Massa (kg)

LXXXVI. Tabel 2 Cara Dinamis

I.

II.

N Massa
o beban
(m0,
1) gr

W IV.
aktu 10
T
getaran
(t0,2)
s

III.

VIII.

T
etapan
pegas
dinamis
(k0,01
1)

V.

LXXXVII.
Diagram 2. cara dinamis
1.2

,4
VI. VII.

49,2

XXI.XXII.

54,0

7 IX.
,4
0,73
XVIII. 7
,2
XXIII. 7
,8
XXVIII.8 XXIV.
,0
0,79
XXXIII.8
,0
XIII.

periode (T2)

0
0

LXXXVIII.1 Analisis

0,83

XLVIII. 8

,2
LIII.

,8
LI. LII.

64,0

LVIII. 8 LIV.

,8

0,88

LXIII. 8
X.

,8
LXVIII. 9

,048

,2
LXVI.
LXVII.

69,1

LXXIII. 9 LXIX.

,0

0,91

LXXVIII.

9,0
LXXXIII.

9,4
LXXXI.
LXXXII. LXXXVIII.LXXXIV.

74,0

9,4

0,94

XCIII. 9

,4
XCVIII. 9

,6
9 XCIX.
,6
0,96
CVIII. 9
,6
CXIII. 1
0,2
CXVIII.1 CXIV.
0,0
1,01

XCVI.
XCVII. CIII.

79,1

CXI.CXII.

84,0

CXXIII.

10,0

0.1

LXXXVIII.

XXXVI.
XXXVII. XLIII. 8 XXXIX.

,4

0.05

Massa (kg)

8,4
59,1

0.4
0.2

XXXVIII.

1
f(x) = 12.94x - 0.08
0.8
R = 0.99
0.6

LXXXIX.
Dari
data
pengamatan
danperhitungan
didapatkan
bahwa tetapan pegas cara
statis dapat diperoleh dengan
perbandingan gradien (m)
sumbu x yang didapat dari
grafik
dan
didapatkan
g
rumusan persamaan m= k
sehingga hasil perhitungan
tetapan pegas cara statis yakni
(3,4980,001)
dan
taraf
ketelitian 99,9 %. Tetapan
pegas cara dinamis juga dapat
diperoleh
dengan
perbandingan gradien (m)
sumbu x yang didapat dari
grafik
dan
didapatkan
rumusan
persamaan
m=
42
sehingga
hasil
k
perhitungan tetapan pegas cara
dinamis yakni (3,0480,011)
dengan taraf ketelitian sebesar
98,9%.

XC.
XC.1 Diskusi
XCI.

Berdasarkan
percobaan
yang telah dilakukan,
terdapat perbedaan dari
hasil
tetapan
pegas
tersebut. Misalnya tetapan
pegasdengancaradinamisp
adapengulayang pertama
dan kedua dengan massa
yang
sama
tetapi
menghasilkan hasil waktu
yang berbeda. Hal ini
disebabkan karena ada
beberapa kendala yang
dialami saat percobaan.
Salah
satunya
yaitu
penekanan
tombol
stopwatch yang kurang
tepat antara percobaan
yang satu dengan yang
lain. Selain itu pegas yang
telah
berkurang
keelastisannya
karena
sering dipakai dan kurang
telitinya pengamat dalam
pengukuran benda.

XCII. Penutup
XCIII.
XCIII.1
Kesimpulan
XCIV.
Gaya bekerja
sebanding
dengan
pertambahan panjang pegas
pada daerah elastisitas. Pegas
akan
mengalami
getaran
selaras jika pegas diberi
sedikit usikan.
Getaran
selaras itu sendiri adalah

getaran bolak-balik melalui


titik setimbangnya, sehingga
periode berpengaruh pada
tetapan pegas.
XCV.
Tetapan pegas
cara statis dapat diperoleh
dengan perbandingan gradien
(m) sumbu x yang didapat
dari grafik dan didapatkan
g
rumusan persamaan m= k
sehingga hasil perhitungan
tetapan pegas cara statis yakni
(3,4980,001)
XCVI.
Tetapan pegas
cara dinamis juga dapat
diperoleh
dengan
perbandingan gradien (m)
sumbu x yang didapat dari
grafik
dan
didapatkan
rumusan
persamaan
m=
42
sehingga
hasil
k
perhitungan tetapan pegas cara
dinamis yakni (3,0480,011).
XCVII.
XCVIII. Daftar Pustaka
XCIX.
C. Dosen-Dosen Fisika. 2009. Fisika
1 Kinematika Dinamika Panas.
Surabaya : Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut
Teknologi
Sepuluh
Nopember.
CI.
Tim Fisika Dasar. 2012.
Fisika Dasar 1. Surabaya :
Unipress.

CII.