Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM OSCILLOSCOPE

I. Tujuan
1. Dapat menggunakan osciloskop dengan baik dan benar sebagai alat untuk
pengukuran tegangan listrik dan pengamatan bentuk sinyal tegangan,
2. Mengetahui cara kerja oscilloskop secara tepat,
3. Menentukan beda fase antara dua input pulsa sumber dengan pengamatan
kurva lissajous dan dual trace,
4. Menerangkan bagianbagian dan fungsi oscilloskop, serta mengetahui
prinsip kerjanya,
II. Landasan Teori
i.

Rangkaian RC (Resistor-Capasitor) adalah suatu rangkaian listrik yang


memiliki kombinasi komponen resistor dan kapasitor dimana komponen
tersebut biasanya dipasang secara seri atau sejajar. Walaupun sering
dijumpai

rangkaian

dengan

resistor

dan

kapasitor

yang

dipasang

berdampingan secara seri rangaian ini juga dapat dipasang secara paralel.
Pada satu susunan rangkaian komponen resistor dan kapasitor juga dapat
memiliki jumlah banyak atau lebih dari satu. Rangkaian ini biasa disebut RC Filter atau R-C Network. Karena memiliki resistor maka dalam rangkaian
ini terdapat efek resistansi, begitu pula pada kapasitor yang menghasilkan
kapasitansi. Catatan penting adalah rangkaian ini harus disusun berdasar
aturan yang benar agar bias dijalankan.
Rangkaian
RC
(ResistorCapasitor)

Circuits

digunakan

dalam penyaringan sinyal dengan


memberikan tahanan atau blok.
Tahanan

tersebut

dihasilkan

oleh resistor melalui kemampuan resistansi . Selanjutnya sinyal juga akan


disimpan dalam kapasitor melalui efek kapasitansi. Mengingat kembali
bahwa resistor adalah komponen yang memungkinkan adanya hambatan
untuk Manahan aliran arus listrik dan kapasitor yang berfungsi untuk
menyimpan sementara arus listrik yang lewat maka metode penyaringan
sinyal yang tepat telah ditemukan. Jika dikaitkan pada hukum kirchoff
maka pada rangkaian ini dengan mengabaikan unsur ekstern maka kita akan

mengetahui bahwa arus yang mengalir pada resistor dan kapasitor memiliki
nilai sama.
ii.

Function Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau


membangkitkan gelombang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat,
dan bentuk gelombang pulsa.
Function generator terdiri dari generator utama dan generator modulasi.
Generator Utama menyediakan gelombang output sinus, kotak, atau
gelombang segitiga dengan rangkuman frekwensi 0,01 Hz sampai 13 MHz.
Generator modulasi

menghasilkan

bentuk gelombang sinus, kotak, dan


segitiga

dengan

rangkuman

frekwensi 0,01 Hz sampai 10 kHz.


Generator
digunakan

sinyal

input

sebagai

dapat

Amplitudo

Modulation (AM) atau Frequensi


Modulation

(FM).

Selubung

(envelope) AM dapat diatur dari 0% sampai 100%; FM dapat diatur


frekwensi

pembawanya

hingga

5%.

Function

Generator

umumnya

menghasilkan frekuensi pada kisaran 0,5 Hz sampai 20 Mhz atau lebih


tergantung rancangan pabrik pembuatnya. Frekuensi yang dihasilkan dapat
dipilih dengan memutar-mutar tombol batas ukur frekuensi (frequency
range).
Amplitudo sinyal yang dapat

diatur berkisar antara 0,1V 20 Vp-p

(tegangan puncak ke puncak) kondisi tanpa beban, dan 0,1 V 10Vp-p (Volt
peak to peak/tegangan puncak ke puncak) dengan beban sebesar 50.
Output utama ditetapkan oleh SYNC Output.
iii.

Oscilloscope adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal
listrik. Padakebanyakan aplikasi, grafik yang ditampilkan memperlihatkan
bagaimana sinyal berubahterhadap waktu. Seperti yang bisa anda lihat
pada gambar di bawah ini ditunjukkan bahwa pada sumbu vertikal(Y)
merepresentasikan tegangan V, pada sumbu horisontal(X)menunjukkan
besaran waktu t.Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam
arah vertikal dan 10 kotak dalamarah horizontal. Tiap kotak dibuat skala
yang lebih kecil. Sejumlah tombol padaosiloskop digunakan untuk
mengubah

nilai

skala-skala

tersebut.Osiloskop

Dual

Trace

dapat

memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yangsama. Cara ini
biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang
berbeda dalam suatu rangkaian elektronik.Kadang-kadang sinyal osiloskop
juga dinyatakan dengan 3 dimensi. Sumbu vertikal(Y)merepresentasikan
tegangan V dan sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu
t.Tambahan sumbu Z merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop.
Tetapi bagian ini biasanya diabaikan karena tidak dibutuhkan dalam
pengukuran.

Tombol Umum:
On/Off: Untuk menghidupkan/mematikan Oscilloscope
Ilumination: Untuk menyalakan lampu latar.
Intensity: Untuk mengatur terang/gelapnya garis frekuensi
Focus: Untuk mengatur ketajaman garis frekuensi
Rotation: Untuk mengatur posisi kemiringan rotasi garis frekuensi
CAL: Frekuensi Sample yg dpt diukur utk mengkalibrasi
OscilloscopeTombol di Vertikal Block
Position: Untuk mengatur naik turunnya garis.
V. Mode: Untuk mengatur Channel yg dipakai
Ch1: Menggunakan Input Channel1
Ch2: menggunakan Input Channel 2
Alt: (Alternate) menggunakan bergantian Channel1 dan Channel 2
Chop: Menggunakan potongan dari Channel 1 dan Channel2
Add: Menggunakan penjumlahan dari Ch1 dan Ch2
Coupling: Dipilih sesuai input Channel yg digunakan,
Source: Sumber pengukuran bisa dari Channel1 atau Channel2
Slope : Normal digunakan yang +. Gunakan yang untuk kebalikan
gelombang.
AC-GND-DC: Pilih AC utk gelombang bolak-balik (peak to peak)
Pilih DC utk gelombang/tegangan searah DC
Pilih GND utk menonaktifkan gelombang mis:Utk menentukan posisi awal
VOLTS/DIV: Untuk menentukan skala vertikal tegangan dlm satu
kotak/DIV Vertikal.

Tombol di Horizontal Block :


Position: Untuk mengatur posisi horizontal dari garis gelombang.
TIME/DIV : Untuk megatur skala frekuensi dlm satu kotak/DIV
Horizontal.
X10 MAG: Untuk memperbesar/ Magnificient frekuensi menjadi 10x lipat.
Variable: Untuk mengatur kerapatan gelombang horizontal.
Trigger Level: Untuk mengatur agar frekuensi tepat terbaca.
III. Instrumen yang digunakan
a) Daftar alat :
1. Oscilloscope
2. Function Generator
3. BNC to BNC cable
4. Banana cable 0.5 meter/hitam
5. Banana cable 0.5 meter/merah
6. T-Junction
7. Protoboard
8. BNC to cable
9. Decade resistor
10. Capasitor 4.7uF

b) Gambar rangkaian
XFG1

XSC1
R1
100

Ext Trig
+
_
B

A
+

C1
4.7F

IV. Hasil Praktik