Anda di halaman 1dari 20

PATOLOGI

1. Penimbunan cairan di ginjal yang menyebar hingga pyelum disebut :


Hydronefrosis.
Pyelonefritis.
NB: penimbunan nanah diginjal Pyonefrosis
2. Pemeriksaan darah sebelum dinekropsi wajib dilakukan untuk penyakit :
Anthrax.
3. Jantung tampak ganda (double apex) disebabkan karena :
Dilatasi (Ventrikel kanan).
4. Gagal jantung PEMBENDUNGAN KANAN apa yang terjadi?????
Acites.
Hydrothorax.
5. Atelektasis pada paru-paru, pada pemeriksaan PA akan tampak :
Gelap, merah & keras (mengecil).
6. Emphisema pada paru-paru, pada pemeriksaan PA akan tampak:
Meluas, pucat (pengembangan paru-paru).
7. Gejala utama pada penyakit anthrax:
Spleenitis hemoragika.
Textur limpa:
warna hitam.
8. Organ yang mengalami perubahan paling hebat pada penyakit anthrax melalui
pencernaan :
Limpa.
9. Hewan yang digunakan untuk uji anthrax adalah:
Marmot.
10. Cara insisi/ pemeriksaan jantung yang benar:
Jantung dipegang dengan tangan kiri, anterior jantung menghadap
secant", ventrikel kiri disebelah kanan secant.
Apex jantung mendekati kita, sayatan 1 cm kanan dan kiri sejajar dengan
sulkus longitudinal.
11. Makrofag jantung dinamakan:
Sel purkinje.
NB:- Sel debu
: Paru-paru.
- Histiosit
: Jaringan Ikat.
- Sel Glia
: Otak.
12. Duktus arteriosus adala saluran yang menghubungkan antara:
Arteri pulmonalis dan aorta.
13. Urutan peredaran darah yang benar adalah:
Vena Kava Atrium Kanan Katup Tricuspidalis Bilik (Ventrikel) Kanan.
Ventrikel Kanan Arteri Pulmonum Paru-Paru V.Pulmonum Atrium Kiri
Katup Mitralis Ventrikel Kiri.
Ventrikel Kiri (darah arterial) Aorta Seluruh Tubuh.
Ventrikel Kanan (darah venous) melalui Arteri Pulmonalis Paru-paru.
14. Istilah untuk linfoglandula yang meradang:
Limfadenitis.
15. Peradangan pada buluh limfe disebut:
Limfangitis.
16. Istilah untuk peradangan paru-paru disebut:
Pneumonia.
17. Coxsitis adalah :
Radang panggul (coxo-femoralis/articulation coxae).
ada 2 bentuk: degeneratif, septic dpt tjd pd sapi pnyakit yg blanjut mjd
hipdiplasia/ islokasio.
18. Istilah untuk peradangan pada limpa disebut:

Spleenitis.
19. Antrakosis disebabkan oleh akumulasi dalam jaringan.
Karbon.
PA = titik hitam pada paru-paru dan glandula.
i. Kalau parah fibrosis.
20. Pada nekropsi abdomen anjing, organ yang pertama kali diambil adalah:
Limpa.
21. Limfoglandula yang wajib diperiksa pada saat akan dinekropsi adalah:
Lg. Suprascapularis.
22. Pada pemeriksaan hati, menunjukkan hati tumpul dan berwarna putih, disebut:
Sirosis.
23. Istilah
peradangan
untuk
hati
(hal-hal
perubahan
yang
terjadi
mikroskopis/makroskopis)
Hepatitis.
24. Tanda-tanda pembengkakan pada hati adalah:
Tepi tumpul, capsula tegang, sayatan tidak kembali.
25. Urutan pemeriksaan patologi yaitu: (Nekropsi)
Inspeksi palpasi insisi.
26. Creutzfeld-Jacob Disease disebabkan oleh akumulasi:
Timbal/Lead = Pb.
27. Tujuan pengikatan usus dan lambung pada saat nekropsi adalah untuk:
Mencegah pengeluaran isi usus dan lambung.
28. Agen ineksius penyebab Johne Disease (para TBC) yaitu:
Mycobacterium paratuberculosum.
29. Faktor umum penyebab Myopati (White Muscle Disease) pada kuda adalah:
Difesiensi vitamin E dan atau selenium (Se).
30. Beda Atrofi dan hipertrofi:
Atrofi
: jumlah tetap dan ukuran sel berkurang.
Hipertrofi : jumlah tetap dan ukuran sel bertambah.
Hyperplasia
: jumlah bertambah dan ukuran sel tetap.
31. Istilah untuk kekurangan oksigen akibat tersumbatnya aliran darah disebut:
Hypoxia.
32. Kematian jaringan akibat tidak dapat suplai oksigen disebut:
Infark ( putih).
33. Akumulasi eksudat purulent disebut
Abses.
34. Jantung (apex) menyentuh thorax disebut:
Iktus cordis.
35. Istilah peradangan :
Rubor
= Merah.
Calor
= Panas.
Dolor
= Sakit.
Tumor
= Bengkak.
Functio Lesa
= Kehilangan Fungsi.
36. Pernyataan yang benar:
Thrombus = bekuan darah yang menempel di dinding pembuluh darah.
Embolus = bekuan darah yang berdar dalam aliran darah.
Embolus lebih berbahaya dari pada Thrombus.
NB:- Embolus
: hewan hidup, berupa gumpalan asing.
- Thrombus
: gumpalan darah, untuk pertahanan.
37. Cairan oedema berisi:
Plasma.
NB:- Oedema =kompartemen cairan tubuh yang berlebihan jumlahnya.
Darah.

Interstitium.
Sel.
- Jantung/Pericardum = Hydropericardium.
- Paru-Paru
= Oedema Pulmonum/Pulmonalis.
- Otak
= Hydrocephalis.
- Perut
= Hydropacites.
- Rongga Dada
= Hydrothorax.
- Subcutis
= Hydrops Ana Sacra.
38. Cairan nanah di rongga:
Dada
= Pyothorax.
Perut
= Pyopacites.
39. Pengertian peritonitis:
Radang Peritoneum.
40. Pengertian acites:
Penggumpalan transudat pada ruang peritonitis
41. Eksudat dalam kasus peradangan kataralis:
Lendir yang berasal dari sel & bukan berasal dari darah.
42. Beda thrombus dan bekuan darah setelah hewan mati.
Bekuan darah postmortem = lebih mengkilat,licin, warna merah/kuning,
tidak ada perlekatan dengan endotel dan konsistensi kenyal.
Thrombus = suram, ada perlekatan (melekat erat) dengan endotel,
warna kelabu dan merah (pola belang) dan konsistensi rapuh.
43. Perubahan patologis anatomi akibat thrombus :
Infark.
44. Beda transudat dengan eksudat:
Transudat = tidak ada infeksi, berisi plasma, Kandungan protein (encer),
penyebab (kongesti = biru).
Eksudat = ada infeksi, berisi sel radang, kandungan protein (pekat),
penyebab (inflamasi = merah).
45. Beda antara oedema pulmonum dengan bronchopneumonia:
Oedema pulmonum:
i. Penimbunan transudat.
ii. Di parenkhim.
iii. Berawal dari pemuluh darah ke interstitium, karena ada
perbedaan tekanan omolaritas, dari yang tidak jenuh ke jenuh,
sehingga sama //
iv. Pengenceran ekstraseluler.
v. Nanah memenuhi alveoli <oksigen (karena ruang dipersempit).
vi. Tidak demam.
vii. Kalau diperkusi membentuk titik horizontal karena berisi cairan;
dimana ventral lebih redup karena cairan tadi.
viii. Kalau pas batuk, kasus oedema tidak ada nasal discharge.
Bronchopneumonia:
i. Penimbunan Exudat.
ii. Dari luar masuk kedalam.
iii. Menghasilkan mekanisme peradangan non-spesifik.
iv. Ruang alveoli dipenuhi sel debris <oksigen untuk memenuhi
oksigen nafas dipercepat.
1. Batuk.
2. Kurang oksigen CO2 + Hb methemoglobin cyanosis.
3. Kaki abduksio untuk melapangkan rongga dada.
v. Demam.
vi. Kalau diperkusi debris bisa dimana-mana, jadi redup yang ada
nanahnya, biasanya diruang paru-paru.
vii. Kalau pas batuk, ada nasal discharge.
46. Radang kronis didominasi oleh sel radang tipe:

Limfosit.
NB:- Limfosit
- Neutrophil
- Eosinofil
&

= radang kronis, tp dlm keadaan tertentu dpt mengitari


radang akut.
= radang akut.
= radang kronis, tp bila randang oleh parasit(helminth

arthropoda) jadi sel radang akut (reaksi


Hipersensitifitas)
imun ber(+).
- Makrofag
= akut dan kronis.
- Sel Plasma(Limfosit B)
= Kronis Ig or Ab (antibody).
47. Infeksi oleh virus didominasi oleh sel radang:
Limfosit Limfositik (eksudat).
NB:- Neutrofil
= Bakteri Pyogenic (Purrulenta/Suppuratif).
- Basofil
(mast cell) = randang akut; jaringan ikat (heparin &
histamine);
antigen nematode.
48. Infeksi oleh cacing (nematode) didominasi oleh sel radang:
Basofil.
NB:- Bakteri
: Monosit + Makrofag.
- Parasit
: Eosinofil + Makrofag + Giant cells.
- Kapang, khamir, benda asing : Makrofag + Neutrofil + Giant cells.
49. Caseosa contagious spleenitis (peradangan apa)???
Kronis.
Akut.
Kronis aktif.
50. Uji negative rongga dada bertujuan untuk:
Melihat adanya cairan dalam rongga dada.
Melihat adanya rupture diafragma.
51. Apabila ada kuda kholik dan terlihat adanya sisa rumput dan cairan keruh pada
rongga perut karena:
Rupture lambung.
52. Kucing mati terlihat ususnya kecil, hati dan jantung masuk kerongga dada. Maka
kucing tersebut mengalami:
Ruptura diafragmatica.
53. Nama lain dari Panleukoenia: (leukosit).
Agranulositosis.
Parvovirus.
Distemper.
Wabah Kucing.
Muntaber.
54. Peradangan pada konjungtiva dan kornea yang disebabkan agen infeksius
disebut:
Kerato-konjungtivitis.
55. Dermoid kornea merupakan kelainan pada kornea mata berupa :
Tumor yang ditandai dengan adanya potongan kulit pada kornea,
konjungtiva atau keduanya
Paling umum terjadi di sapi, bisa unilateral atau bilateral. Terjadinya
congenital (diturunkan) dan bisa didapatkan saat lahir atau saat kelupak
mata terbuka. Bila kejadiannya bersamaan dengan iritasidermatoid
dikelompokkan dengan mukopurulenta discharge dan blepharospasmus.
Secara mikroskopis Dermoid mempunyai struktur kulit dan mungkin
kista, berwarna (pigmen) dan tanpa rambut.
56. Radang pada kelopak mata:

Blepharitis.
NB:- Konjungtivitis
= konjungtiva.
- Keratitis
= kornea.
- opthalmitis = bola mata.
Gejalanya:
57. Terisapnya cairan dari lambung ke paru-paru disebut:
Aspirasipulmonum / Slikpneumoni.
58. Masuknya bagian usus depan kebagian belakang usus:
Invaginasio.
NB: Torsio = Terpelintirnya usus.
59. Gejala dan akibat torsio colon :
Gejala klinis:
- Gelisah.
- tubuh melengkung melihat begian perut yang sekit.
- menggelinding di tanah/lantai.
Akibat : kholik kematian.
60. Gejala klinis aspergilosis:
Granuloma paru-paru.
61. Gambaran histology identifikasi virus
Inclusion body (IN, IS).
62. Ricket merupakan defisiensi:
Vitamin D.
Calcium.
REPRODUKSI
1. Satu siklus birahi adalah:
Kembalinya fase estrus sapi kepada estrus selanjutnya.
NB:
siklus seksual (21-22 hari) =jarak antara satu siklus estrus
dengan estrus berikutnya.
2. Urutan fase estrus pada anjing:
Estrus diestrus proestrus anestrus.
3. Urutan saluran reproduksi yang benar dari terluar kedalam:
Vulva Vagina Cervic Corpus Cornua uteri tuba junction
Isthmus Ampula Infundibulum.
4. Satu kali estrus pada sapi mengalami gelombang folikel sebanyak:
2-3 kali.
5. Ciri-ciri sapi betina estrus:
3 A (Abang, Abuh, Anget) or (Benkak, Merah, Hangat).
Diam dinaiki.
Keluar lendir.
6. Terdengar suara krepitasi pada palpasi perektal tanda adanya:
Maserasi fetus = fetus, plasenta diabsorbsi, sehingga tinggal tulang
bersifat septis.
7. Pemeriksaan menggunakan hemocytometer dilakukan untuk:
Konsentrasi sperma.
8. Pernyataan yang benar tentang penggunaan vagina buatan adalah:
Jeli dioleskan dengan pengukur suhu.
Suhu vagina buatan 40-45oC (42-44oC).
Bila ejakulasi memegang pangkal penis.
9. Pemeriksaan yang hanya dapat dirasakan dengan palpasi perektal:
Umur kebuntingan.
Gangguan reproduksi.
10. Penis tidak dapat keluar karena preputium menutup disebut:
Phimosis.

NB: - paraphimosi = penis keluar tap nggak bisa masuk lagi.


11. Milk Fever disebabkan oleh:
Hypocalcemia.
Sebelum saat dan sesudah partus.
12. Grass Tentany disebabkan oleh:
Hipomagnesemia.
Setelah partus.
13. Terapi penyakit Impotensia Coendi adalah dengan:
Elektroejakulator tanpa betina.
NB:
- Coendi
= Libido, sperma bagus, tidak mampu menaiki
betina.
- Eregendi
= Libido, tidak bisa ereksi.
- Generandi = sperma steril.
14. Pemeriksaan semen yang masih layak untuk proses selanjutnya: (factor
terpenting)
Pergerakan masa.
Motilitas.
Konsentrasi sperma.
15. Sudah waktunya lahir tapi tidak mampu merejan disebut:
Inertia uteri/ atoni uteri.
NB:
- Sering pada anjing
- Kadang pada sapi
- Kausa:
primer (kekurangan hormone E2, P4, oxytosin)
Sekunder (,infeksi uteri)
16. Pada kejadian diatas maka harus dilakukan:
Traksi = penarikan keluar fetus secara paksa.
NB: syarat = Posisi fetus searah jalan kelahiran.
Cairan amnion bisa ditambah(+) air tajin, minyak.
Diameter fetus = diameter jalan keluar.
Seirama dengan kontraksi uterus.
17. Urutan dari peradangan uterus, oviduct dan vagina:
Endometritis (uterus).
Salphingitis (oviduct).
Vaginitis (vagina).
NB:
- Balaelitis = peradangan pada preputium.
- Balanopostitis = radang gland penis.
18. Jalur masuknya agen terjadinya endometritis :
Ascendens.
Descendens.
19. Metritis pada sapi disebabkan oleh :
penularan dari berbagai mikroorganisme (brucellosis, trichomoniasis,
vibrosi,) atau karena peradangan sekunder berasal dari bagian lain
dari tubuh, dapat menyebabkan gangguan reproduksi pada berbagai
ternak betina.
20. Infeksi yang terjadi saat perkawinan dan kelahiran dapat segera diperbaiki
apabila :
Involusi uterus berjalan tidak normal dan siklus reproduksi normal
Involusi uterus berjalan normal dan siklus reproduksi tidak normal
Involusi eterus berjalan tidak normal dan siklus reproduksi tidak
normal
Involusi uterus berjalan tidak normal dan siklus reproduksi terhenti
Involusi uterus berjalan normal dan siklus reprduksi normal
21. Pengamatan kebuntingan hanya berdasarkan catatan disebut:
Non Return Rate (NRR).

22. Berikut adalah bukan tempat penyeleksian spermatozoa kecuali:


Uteri tuba-junction.
23. Hewan dengan testis tidak bisa turun disebut:
Cryptorchid.
Monorchid (sebelah/salah satu testis).
24. Pernyataan yang benar tentang tipe penis sapi adalah:
Sapi = fibroelastis.
Kuda = cavernosus.
25. Posisi normal fetus sebelum melahirkan adalah:
Anterior dorsosakral, kaki depan mengarah ke lubang kelahiran.
NB:
- perbandingan sumbu memanjang induk // anak.
- Situs = kedudukan tulang punggung fetus (T) pelvis induk.
Situs longitudinal anterior dan pasisi dorsoventral.
26. Tipe plasenta:
Ruminansia = Cotiledonaria karunkula = induk ; kotiledon =
anak.
Carnivora
= Zonaria.
Kuda
= Difusa.
Primata
= Diskoidal.
Multiplex
= Sapi
Complex
= .
27. Berat optimal sapi perah FH yang dapat dijadikan bibit pejantan adalah:
>40 Kg.
28. Yang diperhitungkan dalam peternakan sapi perah adalah:
S/C < 1,8
Days open 90 hari, 60-80%.
29. Pada saat partus ada tanda hipokalsemia, maka yang tidak boleh dilakukan
adalah:
Memerah susu.
30. Preparat yang biasa digunakan untuk sikronisasi birahi:
PGF2 (Prostaglandin F2).
31. Hewan estrus berulang kali lebih cepat sehingga tidak bisa dibuahi disebut:
Anovulatoric cistik folikel.
32. Kejadian estrus terus menerus disebut:
Nympomania.
33. Kejadian diatas (Nympomania) akibat pengaruh hormone:
Estrogen terlalu tinggi.
34. Keluar lendir keruh dari vagina, kalau dipalpasi akan ditemukan:
CLP (Corpus Luteum Persisten).
35. Pada umur kebuntingan 5-6 bulan akan terasa apabila di palpasi pererktal.
Fremitus (arteri uterine) lunak.
36. Pada umur kebuntingan 2-3 bulan yang terasa pada palpasi perektal adalah:
Asimetris cornua uteri, terasa A. uterine.
37. Umur Kebuntingan:
Anjing : 56-63 hari.
Kucing : 60-75 hari.
Domba
: 5 bulan.
Sapi : 9 bulan 10 hari.
38. Penyebab penyakit White Muscle Disease adalah:
Difesiensi vitamin E dan selenium (Se).
39. Dibawah ini pernyataan yang benar :
volume semen IB pada sapi <babi.
40. Dosis IB semen cair pada sapi:
10-15 juta sperma/0,5 cc

NB:

- pada domba = 25-30 juta sperma/0,5 cc (semen cair).


- pada sapi = 25-30 juta sperma/1 cc (semen beku).
41. Cystic ovary yang bersifat patologis adalah:
Cystic folikel.
42. Predisposisi paresis purpureus:
Badan besar, susu tinggi, pakan bagus.
43. Pada kasus sterility ovary yang dapat diraba pada ovarium:
Ovarium kecil, konsistensi keras.
44. Gejala yang nyata pada ovarium karena pakan yang kurang baik adalah:
Hypofungsi ovary.
45. Irigasi penanganan pyometra sebaiknya mengunakan:
Rivanol atau KMNO4
46. Agen penyakit yang merupakan venereal disease adalah
Tritricomonas foetus.
NB: Venereal = Ditularkan melalui alat kelamin.
47. Terapi untuk cystic folikel adalah:
Chorulon (LH)
NB:
- Cystic folikel = cause defisiensi LH
48. Terapi untuk cystic luteal adalah:
Prosolvin (PGF2)
NB: LH kurang efektif karena tebalnya dinding cystic.
49. Ovary dengan kelainan hipofungsi dapat diberikan preparat hormone:
Foligon, Ovalumon, & Potahormon
NB:
- Foligon (FSH).
- Ovalumon (Estrogen).
- Potahormon (Progesteron).
- Hipofungsi ovary tidak boleh diberi PGF 2 karena tidak ada CL
berkembang.
- Estrogen tidak bisa digunakan karena tidak ada folikel
berkembang.
- Hipofungsi : defisiensi pakan dan penanganan menajemen.
50. Embrio mati dan hancur tetapi plasenta tetap disebut:
Mola.
NB: Mumufikasi = fetus mati, plasenta tetap.tumbuh, fetus di
reabsorbsi.
1/3 akhir kebuntingan.
51. Obat untuk hipokalsemia adalah:
Kalsium Borogluconat 20%, Intravena (IV).
52. Infeksi non spesifik pada alat kelamin betina sapi dapat menjadi lebih baik
apabila, ovarium menghasilkan hormone :
P4 (progesterone)
Relaksin
E2 (estrogen)
Oksitosin
LTH
53. Suatu keadaan ovarium yang pipih, keras dan kecil sekali disebut:
Hypoplasia ovary.
54. Otot yang menyelubungi testis:
M. Cremaster
Tunika dartos.
55. Pernyataan yang benar tentang saluran reproduksi ayam:
Ovary 1 (kiri) kanan rudimenter.
56. Teknik IB harus memperhatikan :
Handling semen

Kebersihan pekerja
Keadaan sapi
Waktu yang tepat
Semua benar
57. Factor-faktor apa saja yang mempengaruhi conception rate :
Kesuburan induk
Kualitas sperma
Teknik IB
Pengamatan birahi
Semua benar
58.
Kematian embrional dini
Kematian embrional lanjut
Mummifikasi
Semua benar.
59. Yang tidak termasuk kedalam bioteknologi reproduksi adalah :
IB
Embrio transfer
Invitro fertility
Sexing sperma
Teknologi pakan
60.
KLINIK
1. Fungsi atropine dalam operasi adalah:
Anastesi premedikasi (supaya tidak muntah).
NB:
- Ketamin = muntah dan hipersalivasi.
- kloroform = hipersalivasi.
2. Ivermectin tidak boleh diberikan pada anjing:
Bangsa Colly.
3. Yang tidak boleh diberikan secara Intra Muscular (IM) adalah:
Vit. C & B1
4. Obat yang tidak bisa diberikan secara Sub Cutaneous (SC) adalah:

vitC(oral/iv) dan B complex.


5. Demodekosis menyebabkan terjadinya immunosupresif, tidak boleh diterapi
dengan pemberian :
Kortikosteroid (menekan rasa sakit =immunosupresif).
NB: Boleh diberikan: - Antibiotic
- NSAIDs.
- Anti parasit.
- Anti histamine.
6. Berapa jumlah puting kucing:
4 pasang
7. Symptom dari tranfusi darah yang gagal pada resipien:
alergi, shock, demam.
Berkeringat.
Dypsnoe.
Tachicardy.
Anapilaksis.
8. Pengertian HEMOSTATIKUM:
Obat penghenti pendarahan.
NB :
- Adrenalin.

- vit. C.
- Manitol.
- vit K.
- Trombogen.
- FeCl3.
- HgNO3.
- CuSO4).
Penghentian darah secara mekanis:
- Tanpon.
- Dijahit.
- Diikat.
9. Stadium persembuhan luka:
Perprimum
= Dijahit
Persekundum = Granulasi
Pertertium
= Dijahit+Granulasi
Perquantum = Pembakaran (Keropeng).
10. Alat-alat pembalut dalam pesembuhan (jaringan lunak atau keras):
11. Tujuan Bandage (pembalutan luka):
memperbaiki sirkulasi darah
menghambat pergerakan
mempermudah persembuhan
mencegah gigitan hewan setelah persembuhan
semua jawaban benar
12. Pengertian hernia:
Organ masuk kesaluran normalnya
Keluarnya organ(jeroan) dari tempat normalnya.
13. Obat yang tidak boleh diberikan pad kucing:
Parasetamol.
Aspirin.
Kecuali : rontgen.
14. Proses pengolahan film meliputi:
Developing (pengembang = mengubah ion perak bromide dalam
kristal menjadi logam perak hitam = 5 menit).
Rinsing (beberapa detik).
Fixing (mengubah Kristal perak bromide menjadi tidak berkembang
lagi pada film menjadi komponen terlarut yang tidak terpecahkan =
15-20 menit).
Washing (30-40 menit).
Drying.
15. Alat bantu untuk menjatuhkan sapi disebut:
Coxer.
16. Balutan luka bakar pada dada menggunakan balutan:
Dry-wet.
17. Dalam keadaan tertentu jika jantung berhenti tiba-tiba maka diberi:
Epineprin.
NB:
- adrenalin.
- pump.
- corticosteroid.
18. Pernafasan pada ruminansia:
Abdominal.
NB:
- Kuda
: Costoabdominal.
- carnivore
: Costal.
19. Keadaan yang tidak mempengaruhi system imun:
Posisi & Rontgen.

20. Pada saat auskultasi suara pernafasan yang terdengar adalah:


Inspirasi lebih keras dari pada ekspirasi.
21. Batuk yang disertai dengan keluarnya darah disebut:
Hemoptysis.
22. Alat bantu pembiusan yang digunakan pada pasien gagal ginjal adalah:
Endotracheal tube.
23. Kesultian bernafas kecuali pada posisi tertentu, ketika siku abduksi(dijauhkan)
dan kepala dijulurkan:
Respirasi disstres.
NB: pada kasus Bronchopneumonia atau Oedema Pulmonum.
24. Pernafasan cepat tapi amplitudonya tidak panjang disebut:
Hiperpnoe (kepanasan).
NB:
- Dispnoe
= gagal nafas/ sesak nafas.
- oligopnoe
= banyak nafas tp nggak beraturan.
25. Pengambilan darah pada kucing di lakukan dari:
V. Cephalica antibrachii dorsalis.
V. Saphena magna.
NB:
- Sapi & Kuda = V. Jugularis.
- Babi & Kelinci = V. Auricularis.
26. Animal Restrain selain untuk pengurungan juga untuk immobilisasi, yaitu:
Menghilangkan aktivitas muscular.
Sapi
= Halotan.
Kambing
= Xylazin.
Anjing & kucing
=
Ketamin-diazepham
/
KetaminAsepromazin.
27. Urutan pemeriksaan yang benar adalah:
Anamnase Signalement Status Present.
28. Urutan pemeriksaan klinis yang benar adalah:
Anamnase Signalement Inspeksi Palapasi Auskultasi Uji Klinis.
29. Urutan operasi yang benar adalah:
Masker Topi Cuci Tangan Handuk Baju Operasi Sarung Tangan.
30. Persiapan operasi:
Pemeriksaan umum pembiusan cukur bulu alcohol iodium
tincture.
31. Deteksi rontgen pada film (radiographic density).
Mineral tulang cairan udara/gas.
Radiophage (Putih) Radiolucens (Hitam).
NB:
- Radiolucens = mudah ditembus X-ray (sedikit mengabsorbsi
radiasi).
- Radiophage = susah ditembus X-ray (menahan banyak
radiasi).
32. X-ray rongga dada pada anjing Doberman dengan posisi yang benar adalah:
Dorsoventral.
NB: Ventrodorsal = abdomen, coxae, hernia diafragmatika.
33. X-ray rongga dada dialakukan pada saat respirasi:
Inspirasi.
NB: kalau ekspirasi mengurangi densitas paru-paru, masa udara.
34. X-ray rongga perut sebaiknya menggunakan posisi:
Vebtrodorsal & Recombency.
35. Teknik X-ray pada duktus salivary:
Cyalografi.
Bahan kontras = propel iodine.
36. Istilah radiology untuk sumsum tulang (medulla spinalis)
Myelografi.
NB:
- Esophagus = Esofagografi.

- Lambung
= Gastrografi.
- Ginjal
= Pyelografi/Renografi.
- Ureter
= Ureterografi.
- Vesica Urinaria
= Cytografi.
- Bronchi
= Bronchografi.
- Pleura
= Pleurografi.
- Jantung
= Angiocardiografi.
- Pericardium = Pneumopericardiografi
37. Yang bukan pembuatan diaknostik image :
Fotocopy center
NB: Diagnostic image:
- Rontgenografi
- USG
- CT scan
- MRI
- ECG
- EEG
38. pengertian ekogenik dan ultrasound?????
(echo yang dihasilkan lebih terang)
39. Bahan kontras untuk lambung, bahan kontras tambahannya:
(+)Barium sulfat, iodine.
(-)NO2, CO2, udara.
40. Gambaran organ yang tidak terlihat saat radiology abdomen
Pankreas, Glandula Adrenal, Ovarium, Limphinode Mesenteri.
41. Anastetic bronchografi:
Gas Halotan.
NB:
karena recovery cepat dan kembalinya reflek batuk akan
secepat mungkin mendorong media kontras keluar.
42. Bahan yang tidak boleh digunakan untuk anastetik bronchografi
Atropin Sulfat.
NB:
karena akan mengganggu mucocilliary dalam mencegah
membersihkan media kontras, sehingga dapat mengakibatkan
sekresi menjadi kental dan membentuk sumbatan.
43. Posisi radiografi apex jantung
Ventrocoudal
44. Pembuluh darah untuk penyuntikan bahan kontras untuk system sirkulasi dalam
radiografi:
Iodine dan Terionisasi
45. Bahan kontras untuk bronchografi bekerja dengan cara apa
Teroksidasi.
46. Sifat dari iodium compound:
Terionisasi.
47. Istilah retrograde dalam system urogenitalis dalam radiology untuk organ apa
Usus Besar.
48. Anjing yang kepanasan sebaiknya diberikan
Air dingin.
49. Akibat pemberian bahan kontras IVP (Intravenous Pyelografi) pada kasus
penyakit diginjal:
Vomitus.
Anapilaksis.
Hipotensi.
50. Efek samping pada Myelografi (medulla spinalis) adalah:
Vomitus.
Nausea.
Seizure.

51. Posisi rontgen untuk melihat ginjal pada abdomen adalah:


Ventrodorsal (tidak begitu terlihat tanpa media kontras).
R/L lateral (overlapping).
52. Motilitas organ dapat dilihat dengan teknik:
Flouroscopy.
NB:
_Enemas = membersihkan saluran pencernaan dengan
memsukkan/meminum
air
sebanyak
mungkin
supaya
mandapatkan hasil maksimal.
_double contras = melihat mukosa.
53. Sebaiknya pemeriksaan Rontgen pada traktus gastrointestinal dengan bahan
kontras dilakukan terlebih dahulu:
Enemas.
54. Efek biologis pada rontgen diukur pada:
REM = hasil satuan biologis
NB: RAD = satuannya.
55. Gambaran USG pada udara memberikan warna:
Putih.
NB:
- Hiperschoic = semakin kuat echoic = putih
Tulang & Udara menghambat laju gelombang suara.
- Hipoechoic = abu-abu.
56. Penyuntikan Obat intravena pada sapi dilakukan melalui:
V. Jugularis.
57. Penyuntikan Intravena (IV) pada anjing dan kucing:
Lateral Saphena or Medial Saphena.
58. Penyakit pada anak Kucing umur 3 bulan yang bukan turunan dari uterus
induknya disebabkan oleh:

59. BB sapi 30 Kg, 10% obat dengan dosis 10 mg/Kg BB. Berapa dosis yang
diberikan:

60. Laparotomi medianus:


Linea alba (sayatan dilakukan).
61. Ukuran cat gut pada anjing dan kucing:
3/0
62. Ukuran cat gut untuk operasi Caesar pada kucing
Vikril 4/0.
NB:
- Vikril 3/0 = anjing.
- Vikril 2/0 = kulit.
63. Jarum suntik untuk mengambil darah anjing:
22-23
NB:
- Sapi : 18-20
64. Jarum untuk SC infuse:
22-23
65. Membius dengan handle heid syringe lebih mudah dilakukan apabila ukuran
jarum:
Besar & Pendek.
66. Mastitis pada mammae anjing pasangan ke-3 maka operasi pengambilan
mamae sebaiknya dilakukan pada mamae:
Pasangan 1, 2, 3.
NB:
- Pasangan 1, 2, 3
ln.axillaris

- Pasangan 4, 5
ln.
67. Pincang gerak pada kuda terjadi apabila sumber penyakit terjadi pada kaki kuda
bagian:
1/3 atas = pincang gerak.
NB:
- 1/3 bawah = pincang tumpu.
- Pertangahan kaki = pincang campuran.
68. Untuk mendiagnosa adanya microfilaria pada anjing sebaiknya pengambilan
darah dilakukan pada:
Malam hari.
69. Penyebab miasis pada kuda:
Larva Chrysomya benzziana.
70. Penyakit dibawah ini yang termasuk penyakit infeksius adalah:
Mastitis sub-klinis.
71. Suara krepitasi pada palpasi dapat ditemukan pada kasus:
Fisura.
NB: Fisura beban = elastis
72. Kerusakan tulang yang disebabkan karena melebihi beban elastisnya disebut:
Fraktura.
73. Saluran abnormal yang terbentuk karena kondisi patologis:
Fistula.
74. Pengertian ulkus:
Batas luka jelas dan bersifat purulenta.
75. Ada suatu peradangan atau suatu yang tidak beres pada Vesicca Urinaria maka
yang dikeluarkan adalah:
Hb. (Haemoglobulinuria).
Sel darah merah (Hematuria).
Sel radang.
76. Vaksinasi rabies pada kucing dimulai pada umur:
3 bulan
NB: pada anjing = 2 bulan.
77. Fungsi KOH pada pemeriksaan ektoparasit adalah:
Melisiskan jaringan yang ikut terbawa.
78. Infus untuk kasus:
Diare
= Ringer laktat.
Muntaber
=
Hyperthermis = Glukosa 5%.
79. Kondisi yang berhubungan dengan dehidrasi :
Demam
Diare
Muntah
80. Diare pada hewan yang diberi pencahar disebut :
Diare osmotic
Diare skretorik
Diare
81. Dehidrasi ditandai dengan:
PCV
Protein
82. Urine kuda normal keruh dan kental karena:
Mengandung mucus dan Kristal bicarbonate (garam karbonat).
83. Urine Herbivora mengandung Kristal:
Kalsium karbonat.
84. Pada kucing zat yang tidak ditemukan dalam urin abnormal adalah :
85. Proteinuria ditemukan pada kasus:
Hyperadrenocortisme.

86. Zat warna urine disebut:


Urobilinogen
87. Zat yang normal dalam urine:
Indol, Urea, Keratin.
88. Zat yang terlibat dalam pembentukan ureum
Ornitin, Sitrulin, Arginin.
89. Keadaan yang tidak berhubungan dengan kerusakan atau kegagalan hati :
Hipobilirubinemia
NB: yang berhubungan dg kerusakan hati:
- Hipoglikemia
- Hipoalbuminemia
- Hipokolesterolemia
- Hiperbilirubinemia
- Penurunan kadan BUN (blood nitrogen urea)
90. Yang tidak termasuk tes fungsi hati :
Tes pembekuan darah
NB: Tes fungsi hati:
Konsentrasi albumin serum
Aktivitas alakalinfosfatase serum
Konsentrasi bilirubin serum
Aktivitas enzim hati
91. Bagian dari ginjal yang tidak permeable terhadap air:
Tubuli Distalis.
92. Tanda-tanda klinis cystitis kecuali :
Paresis posterior
NB: tanda-tanda klinis Cystitis:
Nyeri hipogastrikum
Kiposis
VU penuh
Stranguria atau disuria
93. Jika tekanan filtrasi 30 mmHg maka tekanan pada arteri:
Tekanan darah arteri minimal 100 mmHg.
Tekanan hidrostastik kapiler sebesar 70 mmHg.
94. Mekanisme EDTA: (mengikat Cu darah)
Mengikat kalsium.
NB:
- Potasium EDTA.
- Sodium EDTA.
- Heparin (tidak mengikat kalsium tapi bekerja dengan
mengikatantitrombin III & tromboplastin).
95. Keadaan hiperparatiroidisme secara sekunder disebabkan oleh ganggauan organ
:
Ginjal
Paru-paru
Jantung
Hati
Otak
96. Kasus yang terjadi dengan symptom tegak curam pada sendi gelang puyuh :
97. Jahitan pertama pada hernia umbilikalis :
Matras.
98. Pasien kasus emergency yang harus ditangani segera oleh petugas medis RSH :
Sapi dengan lidah berwarna biru, terjulur keluar dan sesak napas
99. Puppies dan kitten membuka mata pada umur :
1 hari

100.

5 hari
10 hari
20 hari
25 hari
Jaundice berhubungan dengan apa????
Pigmen bilirubin

101.
KESMAVET
1. Pemalsuan susu dangan campuran air dapat diketahui dengan:
Uji BJ.
2. Uji kesegaran susu:
Uji didih.
Uji alcohol.
pH.
3. Pemeriksaan komposisi susu:

4. Beda antara MASTITIS KLINIS dan SUB KLINIS:


MASTITIS KLINIS: ada gejala klinis.
i. Ambing : Panas, bengkak, merah, sakit, keriput, keras.
ii. Susu : encer, coklat/merah, bau.
iii. Umum : gelisah, anoreksia, lesu.
MASTITIS SUB KLINIS: Tanpa gejala klinis di ambing & susu.
i. Produk susu turun
5. pH daging tidak pernah lebih kecil dari 5,1 karena:
Enzim-enzim glikolisis menjadi tidak aktif pada pH dibawah 5,1).
6. Alat pengukur BJ susu disebut:
Laktodensimeter.
7. Alat pengukur lemak susu:
Butirometer.
8. Komponen susu yang menyerap bau adalah:
Lemak susu.
9. Contoh uji mastitis Langsung adalah:
Metode Breed.
Coulter Counter.
Fossomatik.
Texture Analisis System (TAS).
10. Contoh uji mastitis tidak langsung adalah:
California Mastitis Test (CMT).
Aulendorfer Mastitis Probe (AMP).
Whiteside Test (WST).
IPB Mastitis Test.

1. Uji pembusukan daging: (Pemeriksaan untuk kesegaran daging):


Eber.
Postma.
H2S.
11. Uji kesempurnaan pengeluaran darah:
Malachit Green.
NB:
- Pengeluaran darah sempurna
: Biru.
- Pengeluaran darah tdk sempurna : Hijau dan keruh.
12. Prinsip AGPT adalah:
Ag-Ab homolog.
Ag-Ab soluble.
i. Garis presipitasi lebih dekat dg Ag = Ag lemah & Ab.
ii. Garis presipitasi lebih dekat dg Ab = Ab lemah & Ag.
13. Apa yang dimaksud daging adalah:
Semua bagian hewan yang di sembelih yang aman dan layak untuk
dikomsumsi manusia.
14. Larutan dalam pemeriksaan daging:
Buffer Tepton Water 0,1% (BPW 0,1%).
15. Milk Ring Test (MRT) adalah:
Uji keberadaan antibody dalam susu.
16. Yoghurt adalah susu fermentasi dari
S. thermophylus.
L. bulgaricus.
Lactobaccillus cassei.
NB:
Kefir
:- L. Caucasius.
Mentega :- S. diacetylactis.
Keju
:- S. lactis
- Luoconostoc citrovorum/ L. dextranicum.
17. Bakteri yang menjadi pencemar makanan adalah:
Salmonella.
Clostridium.
18. Penyakit yang tidak termasuk penyakit zoonosis adalah:
Parvoviral disease.
Sporhotrichosis.
19. Penangan yang benar tentang mastitis subklinis adalah:
Diperah sampai habis/hari.
20. Kesimpulan uji apung pada telur:
Telur yang baru mempunyai kantung hawa yang relative kecil
sehingga akan tenggelam bila dimasukkan kedalam larutan air garam
10%, sedangkan makin lama umur telur daya angkat kantung hawa
dalam telur makin besar dan telur akan melayang dan terakhir
mengambang di permukaan bila umur telur telah lama atau kantung
hawa besar (>0,9 cm).
21. Menghitung jumlah mikroorganisme dalam susu dan daging dengan cara :
Metoda hitungan cawan.
DIAGNOSTIC, PARASIT dan MIKROBIOLOGI
1. Metode apung tidak cocok digunakan untuk cacing:
Trematoda (cause = BJ_nya > BJ air = tenggelam) So trematoda
cocoknya dengan uji sedimen.
NB :
- Seistosoma NaCl Fisiologis (cause : pakai air menetas)

- Nematoda & Cestoda Uji apung.


2. Pemeriksaan ulas darah digunakan untuk:
Babesia.
Anaplasma.
Hemobartonella.
Plasmodium Leucocytozoon.
3. Terapi parasit darah:
Cleandamycin.
Dosisiklin.
Imidocain.
4. Parasit yang menjadi kendala pada peternakan sapi perah:
Cacing pada intestine.
Stomoxys calcitrans.
5. Pada burung merpati yang mengalami demam akibat:
Haemoproteus columbiae.
NB:
- Tenella
: pada ayam.
- leucocytozoon
: unggas.
6. Kutu dewasa pada anjing dan kucing lebih menyukai bertempat tinggal:
Pada tubuh induk semang.
7. Infeksi parasit yang menyebabkan kerugian ekonomi pada unggas:
Coccydiosis (ayam).
NB: Babesiosis (sapi).
8. Parasit pada anjing:
Demodex canis.
Rhypichepalus sanguineus.
NB:
- psoroptes = pada kambing.
9. Penggunaan Formalin dapat mengakibatkan:
Mengawetkan telur.
Efek negative
10. Formalin sebagai pengawet cacing tidak dapat diguakan pada cacing:
Strongyloid.
11. Pada kucing, caplak C.Felis dapat menjadi fektor:
D. Caninum.
12. CFT adalah:
Complement Fixation Test.
13. Metode untuk pengujian Rabies:
SNT.
14. Uji aglutinasi cepat berfungsi untuk:
Mengetahui pertumbuhan virus.
15. Uji RBT (Rose Bengal Test) adalah:
Uji Brucellosis terdapat butiran pasir (+).
16. Diagnosa penting pada brucellosis :
Isolasi dan serologis.
17. Pewarnaan untuk Kapsel Cryptococcus neoformans adalah:
Gram negative.
Tinta india.
Tinta china.
18. Pewarnaan yang dilakukan pada Cepticemia epizootica.
Pewarnaan gram.
NB: Sepsis bakteri di dalamnya.
19. Pewarnaan Gram:
Ungu (+).
Merah (-).

20. Suatu bakteri di mikroskop, terlihat berbentuk: batang, soliter, berwarna ungu,
spora sebesar selnya, berasal dari jenis bakteri:
Baccillus.
21. Uji bakteri hidup dan mati menggunakan :
FAT.
22. Fiksasi pewarnaan giemsa menggunakan:
Methanol.
23. Kita mengambil parasit dari kulit dengan cara:
Isolative.
Dikerok.
Biopsy.
24. Sampel terbaik untuk diagnose anthrax:
Darah dari verna perifer.
25. Perbedaan uji HA dan HI
HA = terjadi penggumpalan RBC, Identifikasi jenis virus, mentitrasi
virus.
HI
= tidak terjadi penggumpalan, Identifikasi jenis antigen,
mengetahui jenis antibody dan titernya.
26. Uji serologis:
SNT
ELISA
FAT
HI
NB: kecuali HA = buakn uji serologis.
27. Perbedaan kapang dan khamir:
Kapang
= bersel ganda, berfilamen panjang.
Khamir= bersel tunggal, tidak berfilamen.
28. Kapang bersifat:
Aerobic fakultatif/obligat.
29. Khamir bersifat:
Anaerobic fakultatif/obligat.
30. Enteritis hemoragika pada sekum ayam diakibatkan oleh infestasi parasit genus:
Eimeria = koksidiosis.
31. Pemeriksaan Mikal:
Uji Swap.
32. Gejala ekstramedulari hemopoiesis terdapat pada penyakit:
Ascariasis.
Cascado.
33. Virus yang mengaglutinasi darah:
ND (Newcastell Disease)
AI (Avian Influnza).
IBD (Infeksius Bronchitis).
34. Hemolisin terbagi :
Hemolisin alfa ()
= H. Sebagian.
Hemolisin Beta ()
= H. Sempurna.
Hemolisin gamma ()= Tidak terjadi Hemolisa.
35. Pengawetan jaringan pada pemeriksaan mikrobiologi adalah menggunakan:
Media transport.
36. Whole blood centrifuge terbentuk tiga lapis, buffy coat terdiri dari :
Eritrosit dan leukosit
Retikulosit dan eritrosit
Leukosit dan eritrosit
Leukosit dan trombosit

Eritrosit dan trombosit


37. Yang membedakan ciri penyakit malaria unggas adalah :
Diare
38. Kenapa dilakukan pemeriksaan tinja pada kasus koksidisis :
Memeriksa ookista
39. Lalat tabanus rubidus sebagai vector tripanosoma evansi sering ditemukan pada
:
Padang penggembalaan
40. Mengawetkan bakteri untuk pemeriksaan HP dengan cara :
Lemari es/pembekuan
Refrigerator
Formalin 10%
Formalin 10% dan penbekuan
Semua benar
41. Identifikasi cacing jantung melalui pemeriksaan darah dapat diambil dari :
Intrakardiak (intra vena pada malam hari).
42.

Anda mungkin juga menyukai