Anda di halaman 1dari 184

9/22/2015

Intansari Nurjannah
SNL (Standardized Nursing Language)
dan Nursing Process

NURSING Language
.. Istilah tertulis yang universal dan definisi dari
istilah itu yang merupakan nomenklatur atau
thesauria yang digunakan untuk tujuan
membuat indeks, memilih, menarik (data)
kembali dan mengklasifikasikan data
keperawatan dalam pencatatan klinik, dalam
sistem informasi, dalam literatur dan laporan
penelitian (NCNR, 1993) cited from(Clark, 1999)

9/22/2015

Macam-macam standard:
Standar akreditasi (JCI,KARS, ISO)
Standard Kinerja
Standard Gaji UMR
Standard lulus
Standard diagnoses
Standard Bahasa Standard Nursing Language
(SNL)

Mengapa perlu SNL?


Contoh: ICD dan DSM (Diagnostic and Statistic
Manual for Mental Disorders) tidak cukup untuk
menggambarkan praktek keperawatan
(Beckstead, 2009)
Pengertian yang sama
Berkomunikasi dimengerti di hargai (Clark,
1999).
Keperawatan membuat perbedaan (Clark,
1999).
Bukan lagi INVISIBLE BPJS ICD 10 Diagnosa
keperawatan medis

9/22/2015

Mengapa perlu SNL?


Jika kita tidak bisa memberikan nama, kita
tidak bisa mengontrolnya, membiayainya,
mengajarkannya, atau mengusulkan untuk
menjadi kebijakan publik (Clark and Lang
1992, cited from (Clark, 1999) UU Keperawatan
Kita percaya bahwa standar bahasa
seharusnya dan akan menjadi sumber
kebanggaan bagi profesi (McCloskey &
Bulechek, 1994) page 61

9/22/2015

https://www.google.co.id/search?q=Access+to+Quality+Health+Care:+Links+Between+Evidence,+Nursing+Language,+and+Informatics&biw=
1024&bih=623&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAmoVChMIrpDKosm5xwIVEY6OCh0lTgfg#tbm=isch&q=Standardized+nursin
g+language&imgrc=u551snXmFnGsuM%3A

A. Pengertian Standar

(Westra, Delaney, Konicek, & Keenan, 2008) :

- Suatu cara untuk menyimpan dan mempertukarkan data dalam dan diantara sistem
informasi (p. 258)
- Standar adalah suatu mekanisme untuk menjamin validitas data (p.258)

B. Tiga standar dalam keperawatan


(Bakken, S, 2006 cited in Westra, Delaney, Konicek, & Keenan, 2008)

Content standard:

terdiri dari istilah atau konsep untuk


mendokumentasikan praktek keperawatan

Standar pesan
Standar keamanan

9/22/2015

Content standard

(Westra, Delaney, Konicek, & Keenan, 2008)

Standar terminologi
Fokus pada kesehatan (diagnosa, intervensi dan
outcomes) konsisten dengan lingkup dan praktek
keperawatan
Konsep atau istilah yang digunakan
Mewakili: data keperawatan, informasi dan
pengetahuan
Diorganisasikan ke dalam: Nomenclatures,
classifications, terminologies and vocabularies

Standardized Nursing Language (SNL): What Does It


Mean for Nursing Practice?

Should be defined
Nursing care can be communicated accurately among nurses and other
health care providers
A term can be measured and coded
Codes Nursing Informatics /Electronic system Large data base
Databases, evidence-based standards can be developed to validate the

contribution of nurses to patient

outcomes (Rutherford, 2008)

http://www.nursingworld.org/mainmenucategories/thepracticeofprofessionalnursing/health-it/standardizednursinglanguage.html

9/22/2015

Pemahaman istilah

Terminology adalah pelajaran mengenai istilah dan bagaimana


menggunakannya.
Istilah adalah kata atau kumpulan kata yang dalam konteks yang spesifik
memiliki arti yang spesifik, memeiliki arti yang mungkin berbeda dengan
kata yang sama pada konteks yang lain dan bahasa sehari-hari

Terminology artinya: secara arti kamus: 1. Vocabulary dari istilah yang


digunakan dalam suatu field tertentu, subyek tertentu, keilmuan atau seni.
2. Pelajaran mengenai nomenklatur.

KAMUS KEPERAWATAN, KAMUS KEDOKTERAN

Taksonomi, praktek dan keilmuan (pelajaran) mengenai klasifikasi atau


konsep, meliputi prinsip yang menggaris bawahi klasifikasi

FUNGSI DARI TAXONOMY


Untuk membantu perawat dalalm membuat
penilaian dan keputusan yang lebih baik (Beckstead,
2009)
Sebagai alat bantu, mengingat dan membuat
keputusan (Beckstead, 2009)
Semua ilmu diawali dengan memberikan nama
terhadap fenomena yang menjadi perhatian mereka
disebut dengan factor isolating theory (Dickoff
and James 1968) (Clark, 1999)

NURSING IS ART AND SCIENCE

9/22/2015

Issues terkait SNL


Akreditasi (KARS, JCI pengakuan dari JCI)
Diagnosa yang ada di NANDA umum dipakai di
Indonesia atau tidak? Uji coba
Kemenkes sedang menyusun pedoman
Diagnosa dan Intervensi Mengacu ke NANDA
(Nara sumber sementara Nov - dari UI,
UNPAD dan UGM)
UUK (2014) Menyebutkan bahwa perawat
mendiagnosis

Nursing diagnoses Sejauh mana


mengenal nursing diagnosis?
Appendiksitis diagnosa medis

Autonomic dysreflexia = Disreflexia autonomic (code: 00009)


Risk for disuse syndrome = Risiko sindrome disuse (code: 00040)
Deficient diversional activity = Defisiensi aktifitas pengalih
(code: 00097)

Wandering (code: 00154)

9/22/2015

The history of Standardized


terminologies

(Westra, Delaney, Konicek, & Keenan, 2008)

MEDICAL TERMINOLOGIES

NURSING TERMINOLOGIES

ICD (International Classification of


Disease) since 1850 (Clark, 1999)

NANDA (Clark, 1999)


OMAHA system (Clark, 1999)
Home Health Care Classification

SNOMED (Systematised Nomenclature of


Human and Veterinary Medicine) (Clark,

1999)

1999)

(Clark,

NIC (Nursing Intervention Classification)


(Clark, 1999)

NOC (Nursing Outcome Classification)

Read Thesaurus UK GP originally

(Clark,

(Clark, 1999)

1999)

Ozbolt Patient Care Dataset


ICNP

UMLS (Unified Medical Language System)


(1986) UN National Library of Medicine

Diagnosa ala INDONESIA ????

(Clark, 1999)

(Clark, 1999)

Apa beda diagnosa medis dan diagnosa keperawatan? Bagaimana format


penulisannya?

History of taxonomy in Nursing (ANA)

9/22/2015

Mapping among Taxonomy

(Kim, 2012)

The study found that the UMLS mappings of


CCC and NANDA-I concepts to SNOMED CT
were highly concordant to expert mappings.
The level of concordance in mappings of ICNP
to SNOMED CT, CCC and NANDA-I within
UMLS was relatively low.

Perbedaan
ICNP

NANDA

9/22/2015

Contoh perbandingan penggunaan


NANDA dan OMAHA system

http://www.nursediscovery.com

Artikel
Saya menggunakan Carpenito
Dia menggunakan Doengoes
Mereka menggunakan NANDA, NOC, NIC

Apakah bedanya?
http://nursediscovery.com/saya-pakai-doengoes-dia-pakai-carpenito-mereka-pakainanda-noc-dan-nic-nnn-apakah-bedanya/

10

9/22/2015

NANDA-I

Mengapa NANDA?
Kesimpulan: Literatur internasional dan opini dari ahli
perawat di Swiss menunjukkan bahwa dari pespektif
klasifikasi komprehensif diagnosa keperawatan NANDA
harus di rekomendasikan untuk praktek keperawatan dan
sistem elektronik
(Muller et al, 2007)
NANDA dalam bahasa Indonesia

SNL dalam Nursing Process


Apakah proses keperawatan itu?
Suatu cara yang khusus dalam berpikir dan
bertindak
Pendekatan yang sistemik dan kreatif untuk
mengidentifikasi, mencegah dan menangani
masalah kesehatan aktual atau potensial dalam
rangka mengidentifikasi kekuatan pasien dan
untuk mendukung kesejahteraan pasien
Kerangka kerja dimana perawat menggunakan
pengetahuan dan ketrampilan untuk
mengekspresikan human caring
Salah satu SNL: NANDA, NOC dan NIC

11

9/22/2015

Proses keperawatan
Keperawatan sebagai suatu proses
digambarkan pada tahun:
- 1995 by Hall
- 1959 by Johnson
- 1961 by Orlando
- 1963 by Wiedenbach
- 2004 = SERIES OF STEPS by ANA

Komponen proses keperawatan


Little & Carnavelli
(1976) cited in
Hammers (1994)

Yura & Walsh


Carpenito (1983) cited in
(1878, 1988) cited Hammers (1994)
in Hammers
(1994)

Wilkinson (2007)

Assessment
Diagnosis
Prescription
Implementation
Evaluation

Assessing
Planning
Implementing
Evaluating

Assessment
Diagnosis
Planning
Implementation
Evaluation

Assessment
Problem identification
Planning
Intervention
Evaluation

12

9/22/2015

ALUR DALAM PROSES KEPERAWATAN

Terminologi Diagnosis
Diagnosis
(Diagnosis)

Nursing diagnosis
(Diagnosis
Keperawatan)

Diagnostic label
(Label diagnostic) KITAB

1.
2.

(Wilkinson, 2007)

Fase kedua dari proses keperawatan


Reasoning process digunakan untuk interpret
(menginterpretasikan) data dalam rangka menarik
kesimpulan dan membuat nursing diagnosis

The product (hasil): adalah kesimpulan mengenai


status kesehatan pasien, pada saat ditulis sebagai
statemen formal, gunakan Diagnostic label

The standardized list of diagnostic terminology (Daftar


standar dari terminologi diagnostik) yang disetujui oleh
NANDA
-Gordons nursing diagnoses
-Maslows nursing diagnoses

13

9/22/2015

Pengertian diagnosis
Is a clinical judgment about individual, family
or community experiences/responses to
actual or potential health problems/life
processes (Approved at the ninth NANDA
Conference, amended in 2009
Adalah penilaian klinis mengenai
pengalaman/responses individu, keluarga atau
komunitas terhadap masalah kesehatan aktual
atau potensial/proses kehidupan

Diagnosis keperawatan Respon manusia


(Wilkinson, 2007)
Respon manusia: reaksi pada kejadian atau stressor
misalnya penyakit atau injury (bisa biological/physical,
psychological, interpersonal/social, spiritual)
Respon manusia terjadi pada levels yang
berbeda: cellular, systemic, organic, or whole person
(organismic)
Diagnosa keperawatan biasanya pada level whole
person or level systemic.
Stressor tunggal bisa menyebabkan lebih

responses *

dari satu

(Contoh stressor: Kanker Paru-dr)

Respon bisa helpful (HP diagnoses) as well as harmful =


masalah kesehatan -- PASIEN BEBAS MEMIIH RESPONSE (dx tidak terbatasSOP terbatas)

14

9/22/2015

Penulisan respon manusia


Menggunakan SNL NANDA I

Apakah NANDA-I cukup untuk perawat?

TIDAK!!

Why?

15

9/22/2015

Mengapa NANDA-I tidak cukup?


Situasi dimana perawat harus berkolaborasi
untuk mengatasi masalah yang ada pada
pasien. Masalah-masalah ini disebut dengan
Collaborative Problem - The Bifocal Clinical
Practice Model (Carpenito, 2006) Grey area
Posisi perawat dalam tim kes
Posisi data ada 3

Posisi data dalam diagnosa


Akan memunculkan
Diagnosa keperawatan
saja

Akan memunculkan
diagnosa keperawatan
dan diagnosa kolaborasi

Akan memunculkan
hanya diagnosa
kolaborasi (Potensial
Complication = PC) saja.

16

9/22/2015

Potensial komplikasi (PC) (2006)


Risk for complication (RC) (2010)
Collaborative problems menggambarkan komplikasi fisiologi yang
jelas dimana perawat MEMONITOR untuk MENDETEKSI onset dari
komplikasi ini atau perubahan status pasien. Perawat mengelola
komplikasi ini dengan menggunakan intervensi yang di resepkan
baik oleh perawat dan intervensi yang di resepkan oleh dokter
(Carpenito, 2006).
Apa yang dilakukan perawat untuk PC (RC):
Jika teridentifikasi adanya resiko PC maka perawat perlu mengangkat
diagnosa PC (RC) ini (Referensi 2006)

17

9/22/2015

SNL dalam Nursing Process


Evaluation

Assessment

NOC

Diagnosis (NANDA)

Implementation (NIC)

NANDA 2005-2017

Prinsip penulisan diagnosa 2

Planning
(NOC NIC)3

Prinsip penulisan diagnosa

18

9/22/2015

Prinsip Penulisan diagnosa


keperawatan

Diagnosa aktual (2005 2014) tidak ada lagi,


diganti: PROBLEM-FOCUSED (2015-2017)
Diagnosa resiko (2005 2017)
Diagnosa promosi kesehatan (2005 2017)

Isu terkait dengan penulisan diagnosa


Istilah: Diagnosa Tunggal

(http://nursediscovery.com/diagnosis-tunggal-

single-diagnoses-dari-manakah-asalnya/)

19

9/22/2015

Contoh label diagnosa NANDA 2015-2017 dan


bagaimana penulisan diagnosa keperawatan

Activity Intolerance (hal 315)

Activity Intolerance / Intoleran Aktifitas (00092)halaman 315


(penulisan menurut NANDA 2015-2017)
Formasi diagnosa
keperawatan:
Definition: .
Batasan karakteristik:

Respon tekanan darah abnormal terhadap aktifitas

Respons frekuensi jantung abnormal terhadap aktivitas

Dst

PES

Faktor yang berhubungan:

Tirah baring

Kelemahan umum

Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen

Imobilitas

Gaya hidup monoton (Sedentary Lifestyle


hal 227) LIHAT DI NANDA

Kemudian lihat poster The map .


Cari Activity intolerance di INDEX

Cari - grief H61

Intoleransi aktifitas b.d gaya hidup


monoton ditandai dengan:
S: respon tekanan darah abnormal
terhadap aktifitas

20

9/22/2015

Diagnosa resiko
Risk for Latex Allergy Response (hal 591)

Risk for latex allergy response/Risiko respons alergi


lateks (00042) hal 591 (penulisan menurut NANDA 20152017)
Definisi: Resiko hipesensitivitas terhadap produk
karet lateks alami
Faktor resiko:
- Alergi terhadap alpokat
- Alergi terhadap pisang
- Alergi terhadap chesnut
- Alergi terhadap buah kiwi
- Alergi terhadap tanaman ponsetia
- Alergi terhadap buah tropis
- Riwayat alergi
- Riwayat asma
- Riwayat reaksi terhadap lateks
- Prosedur bedah yang banyak, khususnya saat
masih bayi
- Porfesi terkait pemajanan lateks harian

Formasi diagnosa
keperawatan:
P E S

Risiko respons alergi


lateks as evidenced by
(Ditandai dengan)
Riwayat asma

21

9/22/2015

Diagnosa health promotion


Readiness for Enhanced Nutrition (hal. 253)

Readiness for enhanced nutrition/Kesiapan meningkatkan nutrisi (00163) hal 253


(penulisan menurut NANDA 2015-2017)

Definisi: Suatu pola asupan nutrisi..

Formasi diagnosa
keperawatan:

Batasan Karakteristik:
Sikap terhadap minum sama
dengan tujuan kesehatan
Sikap terhadap makan sama
dengan tujuan kesehatan
Mengonsumsi cairan adekuat
Mengonsumsi makanan adekuat
..

P E S

Kesiapan
meningkatkan
nutrisi as evidenced by
Mengonsumsi cairan adekuat

22

9/22/2015

NOC dan NIC

Apa NOC itu ?


NOC: Nursing Outcome Classification
NOC: Standar bahasa untuk kumpulan Outcome
yang sensitif terhadap intervensi keperawatan
An outcome is an individual, family or
community state, behavior, or perception, that is
measured along a continuum in response to
nursing intervention (Moorhead, Johnson &
Maas, 2004, p. 25).

23

9/22/2015

NOC Level 1: Domains

Level 2 Classes

I. Functional health

A. Energy maintenance
B. Growth & Development

C. Mobility
D. Self-Care

II. Physiologic health

E. Cardiopulmonary
F. Elimination
G. Fluid and Electrolytes
H. Immune response
I. Metabolic regulation

III. Psychosocial health

M. Psychosocial Well-Being
N. Psychosocial Adaptation

O. Self Control
P. Social interaction

IV. Health knowledge &


Behavior

Q. Health Behavior
R. Health beliefs

S. Health knowledge
T. Risk Control & Safety

V. Perceived Health

U. Health & Life quality


V. Symptom severity

e. Satisfaction with care

VI. Family Health

W. Family caregiver Performance


Z. Family member health status
X. Family Well being

VII. Community health

b. Community well being


c. Community health protection

J. Neurocognitive
K. Nutritional
a. Therapeutic response
L. Tissue integrity
Y. Sensory function

d. Parenting

How to identify outcomes for use?


Review the NOC taxonomy Berdasarkan ICRM
Example
NOC:
Respiratory status: Gas exchange
Aggression Self-Control

24

9/22/2015

Coding structure of NOC


Domain Class Outcome Indicator Scale Scale value
Psychosocial health: (III)
Self Control (O)
Outcome Aggression self control: (1401)
Indicator 140110
Scale (Never demonstrated to consistently demonstrated)
1-5
III O 1401103

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam


menyeleksi pilihan NOC
(Moorhead, Johnson, Mass, 2004

Kondisi kesehatan
Diagnosa atau masalah kesehatan
Karakteristik klien (personal, keparahan
penyakit, sumber daya)
Apa yang lebih disukai klien
Potensi untuk penanganan

25

9/22/2015

NIC (Nursing Intervention Classification)


Edisi ke 4: 514 intervention
Edisi ke V (2008): 542 intervention (sekitar
12000 activities)
Terdiri dari
- Label
- Definisi
- Aktifitas

Domain dalam NIC

Basic physiological
Complex physiological
Behavior
Safety
Family
Health system
Community

26

9/22/2015

Contoh NIC
Example NIC: Acid-Base Management:
Respiratory alkalosis
Example NIC: Anger control assistance

Bagaimana penulisan kode NIC?

NIC: Anger control assistance


Activity:
1
17. Identify consequences of inappropriate expression of
anger
Domain 3
18.
(behavioral)

Code: 3P-4640.17
17 = Urutan
aktifitas ke 17
P = Level 2 clases

4640 = Code NIC


(Level intervention)

27

9/22/2015

Faktor dalam menyeleksi pilihan


NIC
(Bulechek, Butcher, Doctherman, 2008):

Desired client outcome


Characteristic of nursing diagnosis
Research based on nursing diagnosis
EVIDENCE BASED
Feasibility for doing intervention
Acceptability to the patient
Capability of nurse

Evidence Based Nursing- Evidence


Based Practice
Meaning of evidences
Definition: the available body of facts or
information indicating whether a belief or
proposition is true or valid
Synonyms:
proof, confirmation,
verification,substantiation,
corroboration, affirmation, attestation

28

9/22/2015

EBN - EBP
Apakah EBP based itu?
Mencari dan menggabungkan sumber-sumber
terpercaya dari evidence/pembuktian yang
telah dilakukan ---- salah satunya melalui riset
(Brown. 2014)

Mengapa evidence based penting?


Ketika sesuatu memiliki resiko, penting
mendapatkan informasi yang tidak hanya
sekedar OPINI itulah mengapa petugas
kesehatan komitmen dengan EBP
(Brown. 2014

EBN
Apakah EBP based itu?
Mencari dan menggabungkan sumber-sumber
terpercaya dari evidence/pembuktian yang
telah dilakukan ---- salah satunya melalui riset
(Brown. 2014)

Mengapa evidence based penting?


Ketika sesuatu memiliki resiko, penting
mendapatkan informasi yang tidak hanya
sekedar OPINI itulah mengapa petugas
kesehatan komitmen dengan EBP
(Brown. 2014

29

9/22/2015

Apakah EBN itu?


the application of valid, relevant, research
based information in nurse decision-making
Aplikasi dari informasi penelitian yang valid
dan relevant dalam pembuatan keputusan
keperawatan
(Cullum et sl. 2008)

30

9/22/2015

Tugas perawat terkait dengan EBP/N


(Brown. 2014)

Memahami:
1. Dasar-dasar tipe penelitian dilakukan dan
makna dari hasil penelitian
2. Seperti apa cara mendapatkan data yang baik
dan menghindari pengambilan kesimpulan
yang salah

Posisi Evidence dalam pengambilan keputusan


(Cullum, et al, 2008)

Valid relevant
research
evidence

Judgment and
expertise of the
nurse

Clinical
Decision

Patient
preference and
circumstances

Available
resources

31

9/22/2015

What are evidences in nursing?


The available body of facts or information indicating whether a belief or

proposition is true or valid

What an ACCURATE nursing diagnoses?


What an ACCURATE choices for nursing outcome?
What an ACCURATE choices for nursing intervention?

https://www.google.co.id/search?q=what+is+evidence%3F&biw=1024&bih=667&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAYQ_AUoAWoVChMIooey1
bq5xwIVhNSOCh1_twJI#tbm=isch&q=what+is+evidence&imgrc=XZp2xBUf6m7VLM%3A

32

9/22/2015

https://www.google.co.id/search?q=what+is+evidence%3F&biw=1024&bih=667&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAYQ_AUoAWoVChMIooey1
bq5xwIVhNSOCh1_twJI#tbm=isch&q=nursing+evidence&imgrc=QH2FnPBiHHco9M%3A

http://weirddreams.org/blog/2013/04/objection-1-evidence-precognitivedreaming/

33

9/22/2015

Urutan sumber Evidence

(Brown, 2014)

Evidence Based protocol


Systematic review
Original research

Systematic review

(Cullum, 2008)

Adalah proses mengkonsolidasikan hasil hasil


penelitian yang memiliki pertanyaan
penelitian yang sama dengan cara:
- Mengidentifikasi
- Penelitian yang relevan tersebut dievaluasi
terkait dengan kualitas metodologi penelitian
- Data disimpulkan
- Kesimpulan di ambil

34

9/22/2015

Roads to E-B Protocol

(Brown, 2014)

E-B Protocol
Develop

Develop

Adapt

E-B Guidelines

Systematic
review

Summarize

Retrieve
Original
studies

Start

Langkah-langkah untuk
mengaplikasikan EBN:

(Brown, 2014)

1. Identifikasi area praktek


2. Temukan apakah terdapat evidence based
practice guidelines sudah ada contoh
hyperthermia
3. Evidence dinilai secara kritis untuk menentukan
apakah evidence tersebut valid dan
mempertimbangkan apakah hasil penelitian
tersebut bisa diaplikasikan dalam lingkup lokal

35

9/22/2015

Kemana mencari the best evidence?


(Cullum, 2008)

System- Computerized decision


support systems (CDSSs)
Synopses = Evidence based
journal abstract

Syntheses = Cochrane review

Studies original published


articles in Journal

Saran pencarian evidence based

(Cullum,

2008)

E-B Protocol guideliness


System: ex
http://www.uptodate.com
http://www.clinicalevidence.com
http://www.ovid.com
Synopses: (hasil dari critically appraisal)
Journal: Evidence Based Nursing
Evidence Based Medicina
ACP Journal Club

36

9/22/2015

Syntheses: Cochrane library


(http://www3.interscience.wiley.com/cgi_bin/
mrwhome/106568753/HOME)
Evidence based nursing
(http://ebn.bmjjournals.com)
MEDLINE and CINAHL: Find systematic
review

No system, no synopses, no synthesis go to


STUDIES
TRIP (Turning Research Into Practice)
http://www.tripdatabase.com
Atau google: type MEDLINE Plus xxx
(xxx is the name of intervention)
Ex: MEDLINE plus trimethapram

37

9/22/2015

Text book?

(Cullum, 2008)

Jarang ada perubahan = misalnya


perkembangan anak usia 2 tahun
Ada di buku nggak?

Hambatan Evidence practice

(Cullum, et al, 2008)

Kurang nya kemampuan untuk mengakses


penelitian dan mengevaluasi kualitas
penelitian tersebut
Tidak ada kolega yang dapat mendiskusikan
hasil penelitian
Kurangnya kepercayaan diri untuk
mengimplementasikan
Karakteristik organisasi

38

9/22/2015

Posisi anda?
1. Mereview melakukan systematic review
2. Membaca mengaplikasikan KENDALA:

SUMBER2 terlalu banyak waktu terbatas


UMUMnya berbahasa Inggris yang bahasa
Indonesia apakah ada???
Akses database kadang harus membayar

3. Berpartisipasi dalam research - responden


penelitian

SOLUSI:
Harus ada orang atau grup yang menjadi
jembatan:
- membacakan, menterjemahkan, menuliskan
kembali EBN dengan sumber-sumber paling
terpercaya ke dalam bahasa yang mudah
dimengerti dan singkat --- NDI (Nursing
Discovery Indonesia) http://www.nursediscovery.com
- Yayasan ISDA Foundation:
http://www.isdafoundation.org

39

9/22/2015

Keanggotaan NDI
Dapat mengakses sumber-sumber
pembelajaran/Learning resources di
http://www.nursediscovery.com
Berpartisipasi untuk pengembangan
keperawatan Indonesia
Memudahkan memahami informasi terkait
keperawatan dengan bahasa yang
(diharapkan) mudah dimengerti
Berlaku satu tahun

https://www.google.co.id/search?q=Why+updating+evidence+in+nursing+practice+is+important%3F&biw=1024&bih=623&source=ln
ms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAmoVChMIw4z4wcK5xwIVT3GOCh3zKwaM#imgrc=j_ou5cljzGKlHM%3A

40

9/22/2015

Strategies
Standardized Language
- Medical language
- Nursing language (Standardized Nursing
Language/SNL)
Informatics/Electronic system

https://www.google.co.id/search?q=Access+to+Quality+Health+Care:+Links+Between+Evidence,+Nursing+Language,+and+Informatics&biw=1024&b
ih=623&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAmoVChMIrpDKosm5xwIVEY6OCh0lTgfg#imgrc=vIRBHYZvjXT3gM%3A

41

9/22/2015

Strategy to maximize the potential of EBN


(Swan, B; Lang, N; McGinley, A, 2004)

Not clear
SNL

Manual

No/Lack of Evidence
What nurses do remains essentially invisible

...it is impossible for medicine, nursing, or any


health care-related discipline to implement
the use of [electronic documentation] without
having a standardized language or vocabulary
to describe key components of the care
process
(Rutherford, 2008)
http://www.nursingworld.org/mainmenucategories/thepracticeofprofessionalnursing/healthit/standardizednursinglanguage.html

42

9/22/2015

Strategy to maximize the potential of EBN


(Swan, B; Lang, N; McGinley, A, 2004)
Defined

Informatics-

SNL

Electronic
System

Evidence - available
Improve:
Clinical practice
Education
Research

How to put SNL into Informatics-Electronic


systems?
1. NurScope how to diagnose nursing
diagnoses
2. ISDA mobile version how to diagnose
Printed version
Mobile version electronic systems

3. ICRM Clinical reasoning NOC dan NIC

43

9/22/2015

https://www.google.co.id/search?q=Access+to+Quality+Health+Care:+Links+Between+Evidence,+Nursing+Language,+and+Informatics&biw=1024&bih=623&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CA
cQ_AUoAmoVChMIrpDKosm5xwIVEY6OCh0lTgfg#tbm=isch&q=nurscope&imgrc=j4tDvZFbXdIBvM%3A
https://www.google.co.id/search?q=Access+to+Quality+Health+Care:+Links+Between+Evidence,+Nursing+Language,+and+Informatics&biw=1024&bih=623&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CA
cQ_AUoAmoVChMIrpDKosm5xwIVEY6OCh0lTgfg#tbm=isch&q=nurscope&imgrc=kWDNOYRmGo_DsM%3A

ISDA
Printed version
Mobile version App Store

44

9/22/2015

ISDA PRINTED

ISDA MOBILE VERSION


Google app Play store

https://www.google.co.id/search?q=Access+to+Quality+Health+Care:+Links+Between+Evidence,+Nursing+Language,+and+Informatics
&biw=1024&bih=623&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAmoVChMIrpDKosm5xwIVEY6OCh0lTgfg#tbm=isch&q=isda+int
an%27s+screening+diagnoses+assessment&imgrc=LRsK52wWcMg6IM%3A

45

9/22/2015

https://www.google.co.id/search?q=Access+to+Quality+Health+Care:+Links+Between+Evidence,+Nursing+Language,+and+Informatics&
biw=1024&bih=623&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAmoVChMIrpDKosm5xwIVEY6OCh0lTgfg#tbm=isch&q=isda+intan
%27s+screening+diagnoses+assessment&imgrc=qBD1qUhk3WPJvM%3A

Aplikasi SNL dalam Nursing Process


-

Review outcome
Mengumpulkan data
Membanding status pasien
dengan outcome
Menuliskan
Menghubungkan
intervensi
dengan outcome

Gordon Functional Health Pattern2


Head to to
ISDA 3 (Publication)4
Assessment

Evaluation
NOC

- Screen1
- In depth assessment

Intans Screening
Diagnoses
Assessment

Diagnostic reasoning
Process5
Diagnosis (NANDA)

Implementation (NIC)

NANDA 2005-2017
Prinsip penulisan diagnosa

Planning7
(NOC NIC)

46

9/22/2015

Part of ISDA
Published in:
Book: Nurjannah, I. and S. Warsini (2013). Diagnostic
reasoning in nursing: a new method in making diagnoses. In
Chris Kewley. Contemporary Issues in Nursing: An
International Perspective. Singapore, Springer.
Journal: Comparing methods of diagnostic reasoning in
Nursing, Journal of Nursing and Health Care, Volume 1, Issue
1, 2013
International conference: March 2013 Ireland
International conference: July 2013 Singapore
International conference: October 2013 Perth
International conference: May, 2014 Madinah
ISDA TELAH MENG-COVER RISK FOR COMPLICATION
(Diagnosa kolaboratif) dan NURSING DIAGNOSES

Assalamualaikum bu Intan, untuk acara di*******


mohon brosur dikirim ke kampus ibu. banyak
mahasiswa dan dosen yang tertarik belajar ISDA.
Kemarin teman yang kuliah di Thailand cerita tentang
ISDA di luar negeri. Mereka malu kalo sampai kalah tau
tentang ISDA dari orang Thailand.

47

9/22/2015

Diagnostic reasoning
Definisi:
a component of clinical decision-making and
involves the recognition of cues and analysis
of data in clinical situations. This reasoning
will eventually come to some diagnostic labels
by analysing the cues, and the process varies
as a function of task complexity(Wong and
Chung, 2002).

Proses analisis data


Data

Diagnosa keperawatan

Data Subyektif (DS):

Diagnosa keperawatan:

Data Obyektif (DO):

48

9/22/2015

Tahap tahap dalam diagnostic reasoning

Carvanelli

Elstein and

Lunney (2012)

(1984)

associates (1972,

(Halaman 107 Buku

1978) cited in

NANDA Bahasa

Westfall et al.

Indonesia)

Wilkinson
(2007)

Nurjannah
(2012)

(1986)

4 step

Diagnostic reasoning method


1

Carnevalli (1984)

Lunney (2012)

Exposure to pre-encounter data

Recognize the existence of Interpret


cues

Wilkinson (2007)
Level I: Identify significant cues
Level II: Cluster cues and identify data
Level III: Draw conclusion about present
health status
Level

IV

Determine

etiologies

and

categories problems
2

Entry to the data search field and shaping Mentally generate possible Verify
the direction of data gathering

nursing diagnoses

Coalescing of cues into clusters of chunks

Compare cues to possible Label


nursing diagnoses

Activating

possible

explanations (hypothesis)
5

diagnostic Conducted a focused data Recording


collection

Hypothesis and data directed search of Validate diagnoses


the data field

Testing diagnostic hypothesis

Diagnosis

49

9/22/2015

WILKINSON (2007)
4 Steps

1. Interpret:
Level I: Identify significant cues
Level II: Cluster cues and identify data
Level III: Draw conclusion about present
health status
Level IV: Determine etiologies and
categorize problems
2. Verify
3. Label
4. Record

NURJANNAH (2012)
6 Steps

Menggunakan
1. ISDA sejarah
2. Buku Fast Method of
Formulating Diagnoses
3. The Map of Nursing
Diagnoses

Nurjannahs method
Alat yang digunakan selain NANDA taksonomi dan Referensi untuk diagnosa
kolaboratif:
1. ISDA
2. Buku Fast method of Formulating nursing diagnoses
3. The Map of Nursing Diagnoses

50

9/22/2015

Contoh alur 4 Steps (Wilkinson) (2007)

Identifying
significant cues

School of Nursing, Faculty of


Medicine, Gadjah Mada University,
INDONESIA

51

9/22/2015

Cluster
cues
I

Draw
conclusion

School of Nursing, Faculty of


Medicine, Gadjah Mada University,
INDONESIA

Enam Tahap dalam diagnostic reasoning menurut Nurjannahs method (Nurjannah, 2012):
1. Mengklasifikasikan data menggunakan ISDA, jika data tidak didapatkan dalam
ISDA bisa ditelusuri dengan menggunakan buku The Fast Method of Formulating
Nursing Diagnoses for Diagnostic Reasoning in Nursing
2. Tetapkan kemungkinan diagnosa keperawatan atau diagnosa kolaborasi (activated
possible diagnoses)
3. Baca/pelajari informasi tentang diagnosa keperawatan/diagnosa kolaboratif
terutama definisinya (menggunakan taksonomi NANDA dan referensi yang
membahas mengenai diagnosa kolaborasi), tetapkan apakah diagnosa tersebut
dikategorikan pada:
A. Dapat ditegakkan
B. Dianulir (digugurkan)
C. Memerlukan pengkajian lanjutan dan tetapkan apa pengkajian lanjutannya
4. Menentukan kemungkinan dignosa keperawatan dan hubungan antara satu
diagnosa dengan diagnosa yang lain (Menggunakan The Map of Nursing
Diagnoses) pada diagnosa keperawatan kategori A (telah ditegakkan), kegiatan
no 4 ini dilakukan setiap diagnosa keperawatan telah di tetapkan (kategori A)
5. Menggunakan fokus pengkajian lanjutan jika diperlukan untuk memverifikasi
diagnosa yang ditetapkan sebelumnya (Dapat menggunakan NANDA taxonomi
dan referensi yang membahas diagnosa kolaborasi)
6. Label diagnoses

52

9/22/2015

6 step

The 6 Step method (Nurjannah, 2012)

Step

Activities

Tools

Classifying data

- ISDA or
- Book: The fast method of
formulating nursing diagnoses (if
necessary)

Activate possible diagnoses (nursing diagnoses


and collaborative problems)

Search information related to possible diagnoses


and determined:
A. If diagnoses confirmed
B. If the diagnoses ruled out
C. Pending need more assessment

A category of diagnoses finding relationship


among diagnoses

C category of diagnoses - continue focused


assessment if necessary

Label the diagnoses

The Map of Nursing Diagnoses

The 4 Step Method and The 6 Step Method of Diagnostic


Reasoning in Nursing: An Outcomes Comparison
(Nurjannah I, Warsini, S, Mills, J)

Result:
This study shows that the 6 step method of
diagnostic reasoning can identify more possible
plausible diagnoses and differential diagnoses
(DDx) than the 4 step method can

The 6 step method of diagnostic reasoning also


reduces the possibility to identify inaccurate
diagnoses
Published: Journal of Nursing and Health Care, Volume 1, Issue 1, 2013

53

9/22/2015

Diagnoses with A category

http://www.nursediscovery.com/pubication-2/

Referensi untuk rujukan


American Nurses Association. ANA Recognized Terminologies and DataElementSets.Availableat:http://nursingworld.org/npii/terminologies.htm.Accessed July 5, 2007.

Brown, S, J (2014). Evidence Based Nursing The research practice connection. Burlington: Jones and Bartlett Learning
Bulechek G, M, Butcher H, K & Dochterman J, M (2008) Nursing Intervention Classification. Mosby Elsevier, St Louis, Missouri.
Carnevali, D., L, Mitchell, P., H, Wood, N., F, & Tanner, C., A. (1984). Diagnostic reasoning in nursing. Philadelphia: JB Lippincott.
Carpenito L, J, M (2006) Nursing Diagnosis Application to Clinical Practice (11rd ed.). Lippincott Williams & WIlkins, Philadelphia.
Carpenito L, J, M (2010) Nursing Diagnosis Application to Clinical Practice (13rd ed.). Lippincott Williams & WIlkins, Philadelphia..
Cullum, N, Ciliska, D, Hayne, R, B, Marks, S (2008). Evidence-based Nursing An introduction. UK, USA, Australia: Blackwell Publishing
Field, P, A. (1987). The impact of nursing theory on the clinical decision making process. Journal of Advance Nursing, 12: 563-578.
Hamers, J., P, H, Huijer Abu-Saad, H., & Halfens, R., J, G. (1994). Diagnostic Process and Decision Making in Nursing: A Literature Review. Journal of Professional Nursing, 10(3), 154-163.
Herdman T, H & Kamitsuru E (2014) NANDA International Nursing Diagnoses: Definition & Classification, 2015-2017. Wiley Blackwell, Oxford.
Herdman T, H (2012) NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2012 - 2014. Oxford: Wiley-Blackwell.
http://www.nursediscovery.com
Lunney, M. (2012). Nursing assesment, clinical judgment, and nursing diagnoses: how to determine accurate diagnoses. In T. Herdman, H (Ed.), NANDA International Nursing Diagnoses: Definition & Classification, 2012 - 2014: Blackwell Publishing Ltd.

Moorhead S, Johnson M & Maas M (2004) Iowa Outcome Project Nursing Outcome Classification (NOC). Mosby, St Louis, Missouri.

Muller-Staub, M, Lavin, M, A, Needham, I, van Achterberg, T. (2007). Meeting the criteria of a nursing diagnosis classifications: Evaluation of ICNP, ICF, NANDA and ZEFP. International Journal of Nursing Studies. 44: 702-713

Nurjannah I & Warsini S (2013) Diagnostic reasoning in nursing: a new method in making diagnoses. In Contemporary Issues in Nursing: An International Perspective (C.Kewley ed.). Springer, Singapore.

Nurjannah I, Warsini S & Mills J (2013): Comparing methods of diagnostic reasoning in nursing. Journal of Nursing and Health Care 1.
Nurjannah, I. (2013). ISDA Intan's Screening Diagnoses Assessment Retrieved 20 August, 2013, from http://www.nursediscovery.com/publication-2/
Pearson, A., Vaughan, B., and FitzGerald, M. (2005). Nursing Models for Practice. 3 rd. Elsevier
Westfall, U, E, Tanner, C, A, Putzier, D, Padrick, K, P (1986). Activating clinical inferences: A component of diagnostic reasoning in nursing. Research in Nursing and Health, 9: 269-277.
Wilkinson. J.M (2007). Nursing Process and Critical Thinking. 4th ed. New Jersey. Pearson Education.
Wong, K., S, T, & Chung, W., Y, J. (2002). Diagnostic reasoning process using patient simulation in different learning environments. Journal of Clinical Nursing, 11, 65-72.

54

9/22/2015

Terimakasih

55

MATERI PELATIHAN
RISK FOR COMPLICATION MATERIAL

Domain dan definisi diagnosa keperawatan NANDA 2012


Terjemahan
diagnosa
keperawatan
dalam
bahasa
Indonesia
http://isdafoundation.org/diagnosa-keperawatan-dalam-bahasa-indonesia/
Definisi diagnosa keperawatan NANDA 2012
Diagnosa keperawatan
Autonomic dysreflexia

Decreased Cardiac
output
Decreased intracranial
adaptive capacity

Deficient fluid volume


Disorganized infant
behavior
Hyperthermia
Hypothermia
Impaired Gas Exchange
Impaired Parenting
Impaired Spontaneous
Ventilation
Ineffective Breathing
Pattern
Ineffective
Thermoregulation
Latex Allergy Response
Risk for Autonomic
Dysreflexia
Risk for Compromised
Resilience
Risk for Delayed
Development
Risk for Falls
Risk for Imbalanced
Fluid Volume
Risk for Impaired
Parenting
Risk for Peripheral
Neurovascular
Dysfunction
Risk for Shock
Risk for Suicide

(Bahan pelatihan hari 1)

dapat

dilihat

di

Definisi dalam bahasa Indonesia


Ancaman kehidupan, respon simpatetik yang tidak dihalangi dari system syaraf
terhadap stimulus berbahaya setelah adanya cedera tulang belakang di T7 atau di
atasnya
Tidakcukupnya pemompaan darah oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik
tubuh
Rusaknya mekanisme cairan dinamik intrakranial yang secara normal mengkompensasi
peningkatan volume intracranial, sehingga terjadi pengulangan peningkatan tekanan
intracranial (ICP) yang tidak seimbang dalam berespon terhadap berbagai stimulus
berbahaya atau stimulus yang tidak berbahaya
Penurunan cairan intravascular, interstitial, dan/atau intraselular. Ini merujuk pada
dehidrasi, kehilangan cairan tanpa perubahan sodium
Disintegrasi response fisik dan neurobehavioral bayi terhadap lingkungannya
Suhu tubuh meningkat diatas rentang normal
Suhu tubuh berada dalam rentang di bawah normal
Kelebihan atau kurangnya oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida di tingkat
membrane alveolar-kapiler
Ketidakmampuan dari primary caretaker
untuk menciptakan, memelihara atau
mendapatkan kembali lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan
optimum anak
Decreased energy reserves resulting in an ability to maintain independent breathing that
is adequate to support life
Inspirasi atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang adekuat
Fluktuasi temperatur antara hipotermia dan hipertermia
Reaksi hipersensitif terhadap produk karet latek alami
Berada pada ancaman kehidupan, respon simpatetik yang tidak dihalangi dari system
syaraf, postspinal shock, pad aidndividu dengan cedera tulang belakang di T7 atau di
atasnya (telah ditunjukkan pad paien dengan cedera di T7 dan T8)
Berada dalam resiko penurunan kemampuan untuk memelihara pola respon positif
terhadap situasi merugikan atau krisis
At risk for delay of 25% or more in one or more of the areas of social or self-regulatory
behavior, or in cognitive, language, gross or fine motor skills
Berada pada resiko peningkatan mudah jatuh yang mungkin menyebabkan bahaya fisik
Berada pada resiko penurunan, peningkatan, atau perubahan cepat dalam cairan
intreavaskular, interstitial dan atau intracellular satu dengan yang lain yang mungkin
membahayakan kesehatan. Ini merujuk pada kehilangan cairan tubuh, penumpukan,
dan keduanya
Berada pada resiko ketidakmampuan primary caretaker
untuk memelihara,
menciptakan, memelihara, atau mendapatkan kembali lingkungan yang mendukung
pertumbuhan dan perkembangan optimum dari anak
Berada pada resiko gangguan dalam sirkulasi, sensasi atau pergerakan dari ekstremitas
Berada pada resiko ketidakadekuatan aliran darah ke jaringan tubuh, yang mengarah
pada ancaman hidup disfungsi seluler
Berada pada resiko membuat diri menderita, mencederai diri yang mengancam
kehidupan

Domain dan definisi diagnosa keperawatan NANDA 2012


AUTONOMIC DYSREFLEXIA
(Disreflexia autonomic: 493)
Batasan karakteristik
Pandangan kabur
Bradikardia
Nyeri dada
Menggiggil
Kongesti konjungtive
Diaforesis (diatas lokasi
cedera)
Sakit kepala (nyeri difus pada
bagian kepala yang berbeda
dan tidak terbatas pada area
syaraf yang mempersyarafi)
Syndrome Horner
Sensasi logam di mulut
Kongesti nasal
Pucat (di bawah area injury)
Parestesia
Hipertensi paroksismal
Refleks pilomotor
Bercak merah pada kulit (di
atas area cedera)
Takikardia
Related factors
Distensi kandung kemih
Distensi usus
Kurangnya pengetahuan
pemberi asuhan
Kurangnya pengetahuan
pasien
Iritasi kulit
DECREASED CARDIAC
OUTPUT
Defining characteristics
Perubahan frekuensi/irama
jantung
Aritmia
Bradikardia
Perubahan EKG
Palpitasi
Takikardia

Perubahan preload
Penurunan tekanan vena
sentral (central venous
pressure, CVP)
Penurunan tekanan baji arteri
paru (pulmonary artery wedge
pressure, PAWP)
Edema
Keletihan
Peningkatan CVP
Peningkatan PAWP
Distensi vena jugular
Murmur
Peningkatan berat badan
Perubahan afterload
Kulit lembap
Penurunan nadi perifer
Penurunan resistensi vascular
paru (pulmonary vascular
resistance, PVR)
Penurunan resistensi vascular
sistemik (systemic, vascular
resistance, SVR)
Dispnea
Peningkatan PVR
Peningkatan SVR
Oliguria
Pengisian kapiler memanjang
Perubahan warna kulit
Variasi pada pembacaan
tekanan darah
Perubahan kontraktilitas
Batuk
Crackle
Penurunan indeks jantung
Penurunan fraksi ejeksi
Penurunan left ventricular
stroke work index (LVSW)
Penurunan stroke volulme
index (SVI)
Ortopnea
Dispnea prakosismal
nocturnal
Bunyi S3

Bunyi S4
Perilaku/Emosi
Ansietas
Gelisah
Related factors
Perubahan afterload
Perubahan kontraktilitas
Perubahan frekuensi jantung
Perubahan preload
Perubahan irama
Perubahan volume sekuncup
DECREASED INTRACRANIAL
ADAPTIVE CAPACITY
Defining characteristics
Tekanan intracranial (TIK)
dasar 10 mm Hg
Peningkatan TIK tidak merata
setelah terjadi stimulus
Kenaikan bentuk gelombang
P2 TIK
Peningkatan TIK > 10 mm Hg
secara berulang selama lebih
dari 5 menit setelah adanya
berbagai stimuli eksternal
Uji respons tekana volume
yang beragam (volume: rasio
tekanan 2, indeks volume
tekanan <10)
Bentuk gelombang TIK
menunjukkan amplitude yang
tinggi
Related factors
Cedera otak
Penurunan perfusi serebral
50-60 mm Hg
Peningkatan TIK secara
kontinu 10-15 mm Hg
Hipotensi sistemik disertai
hipertensi intrakranial

(Bahan pelatihan hari 1)

DISORGANIZED INFANT
BEHAVIOR
Defining characteristics
Sistem perhatian-interaksi
Respons abnormal terhadap
stimuli sensorik (mis.,
kesulitan untuk
tenang/berhanti manangis,
tidak mampu
mempertahankan status
terjaga)
Sistem motoric
Gangguan reflex primitive
Perubahan tonus motoric
Jari terbuka/menekuk keluar
Tangan mngepal
Tangan ke wajah
Hiperekstensi ekstremitas
Gugup/gelisah
Refleks kejut
Tremor
Kedutan otot
Gerakan tidak terkoordinasi
Fisiologis
Aritmia
Bradikardia
Desaturasi
Intoleransi pemberian makan
Perubahan warna kulit
Takikardia
Sinyal time-out (periode rehat
singkat) (mis., menatap,
menggenggam, cegukan,
batuk, bersin, menghela
nafas, rahang, mengendur,
mulut terbuka, sariawan
mulut)
Masalah Regulatorik
Ketidakmampuan
menghambat reflex kejut
Iritabilitas/rewel
Sistem organisasi-Kondisi
Aktif-terjaga (rewel,
pandangan gelisah)

Tidur dalam
Menangis kejar
Tenang-terjaga (memandang,
enggan menatap)
Kondisi-osilasi
Related factors
Pemberi asuhan
Kurangnya pengetahuan
tentang isyarat
Salah membaca isyarat
Kontribusi stimuli lingkungan
Lingkungan
Kurangnya kendali lingkungan
Ketidaktepatan lingkungan
fisik
Penurunan sensorik
Ketidaktepatan sensorik
Stimulasi sensorik yang
berlebihan
Individual
Usia kehamilan
Penyakit
Sistem neurologis imatur
Usia pascakonsepsi
Postnatal
Intoleransi pemberian
makanan
Prosedur invasive
Malnutrisi
Masalah motoric
Masalah mulut
Nyeri
Prenatal
Gangguan kongenital
Gangguan genetic
Pemajanan teratogenic
HYPERTHEMIA
Defining characteristics
Konvulsi
Kulit kemerahan
Peningkatan suhu tubuh di
atas kisaran normal
Kejang

Domain dan definisi diagnosa keperawatan NANDA 2012


Takikardia
Takipnea
Kulit terasa hangat
Related factors
Anestesia
Penurunan perspirasi
Dehidrasi
Pemajanan lingkungan yang
panas
Penyakit
Pemakaian pakaian yang
tidak sesuai dengan suhu
lingkungan
Peningkatan laju metabolism
Medikasi
Trauma
Aktifitas berlebihan
HYPOTHERMIA
Defining characteristics
Suhu tubuh di bawah kisaran
normal
Kulit dingin
Dasar kuku sianotik
Hipertensi
Pucat
Piloereksi
Menggigil
Pengisian ulang kapiler
lambat
Takikardia
Related factors
Penuaan
Konsumsi alcohol
Kerusakan hipotalamus
Penurunan kemampuan
menggigil
Penurunan laju metabolism
Penguapa/evaporasi dari kulit
dil lingkungan yang dingin
Pemajanan lingkungan yang
dingin
Penyakit

Tidak beraktifitas
Pemakaia pakaian yang tidak
adekuat
Malnutrisi
Medikasi
Trauma
IMPAIRED GAS EXCHANGE
Defining characteristics
pH darah arteri abnormal
pH arteri abnormal
Pernapasan abnormal (misl,
kecepatan, irama, kedalaman)
\Warna kulit abnormal (misl,
pucat, kehitaman)
Konfusi
Sianosis (pada neonates saja)
Penurunan karbondioksida
Diaforesis
Dispnea
Sakit kepala saat bangun
Hiperkapnia
Hipoksemia
Hipoksia
Iritabilitas
Nafas cuping hidung
Gelisah
Somnolen
Takikardia
Gangguan penglihaan
Related factors
Perubahan membrane
alveolar-kapiker
Ventilasi-perfusi
IMPAIRED PARENTING
Defining characteristics
Infant or child
Gangguan perilaku
Kegagalan tumbuh kembang
Sering kecelakaan
Sering skait
Insiden penganiayaan

Insiden trauma (mis., fisik dan


psikologis)
Kurangnya perlekatan
Kurang ansietas perpisahan
Performa akademik buruk
Perkembangan kognitif buruk
Kompetensi social buruk
Melarikan diri
Parental
Penelantaran
Penganiayaan anak
Pengabaian anak
Sering menghukum
Sikap bermusuah terhadap
anak
Ketidakadekuatan perlekatan
Ketidakadekuatan
pemeliharan kesehatan anak
Ketidaktepatan ketrampilan
pemberian asuhan
Ketidaktepatan stimulasi
(sivual, taktil, auditori)
Ketidaktepatan pengaturan
pengasuhan anak
Manajemen perilaku tidak
konsisten
Asuha tidak konsisten
Kurang fleksibel dalam
memenuhi kebutuhan anak
JHarang memberi pelukan
Defisit interaksi ibu-anak
Pernyataan negative tentang
anak
Defisit interaksi ayah-anak
Penolkan terhadap anak
Menyatakan frustasi
Menyatakan ketidakmampuan
mengendalikan akan
Menyatakan
ketidakadekuatan peran
Pernyataan ketidakmampuan
memenuhi kebtuuhan anak
LIngkungan rumah tidak
aman

(Bahan pelatihan hari 1)

Related factors
Infant or child
Perubahan kemampuan
persepsi
Gangguan hiperaktifitas
kurang perhatian
Keterlambatan perkembangan
Temperamen sulit
Kondisi cacat
Penyakit
Kelahiran kembar
Jenis kelamin tidak sesuai
harapan
Kelahiran premtur
Pemisahan dari orang tua
Konflik temperamental
dengan harapan orang tua
Knowledge
Defisiensi pengetahuan
tentang perkembangan anak
Defisiensi pengetahuan
tentang pemeliharaan
kesehatan anak
Defisiensi pengetahuan
tentang ketrampilan menjadi
orang tua
Ketidakmampuan berespons
terhadap isyarat bayi
Kurang kesiapan kognitif
untuk mengemban peran
sebagai oran gtua
Kurang edukasi
Keterbaasna fungsi kognitif
Keterampilan komunikasi
buruk
Kecenderungan erhadap
hukuman fisik
Harapan yang tidak realistis
Physiological
Penyakit fisik
Psychosocial
Jarak kehamilan terlalu dekat
Depresi
Proses kelahiran sulit

Ketunadayaan
Gangguan pola tidur
Jumlah kehamilan banyak
Riwayat penyakit jiwa
Riwayat pengyalahgunaan zat
Kurang asuhan prenatal
Deprivasi tidur
Usia orang tua terlalu muda
Social
Perubahand alam unit
keluarga
Harga diri rendah kronik
Kesulitan finansial
Ayah dari anak tidak terlibat
Kesulitan finansial
Riwayat dianiaya
Riwayat melakukan
penganiayaan
Ketidakmampuan
mengutamakan kebtuuhan
anak di atas kebutuhan
pribadi
Ketidakadekuatan pengaturan
pengasuhan anak
Masalah pekerjaan
Kurang persatuan keluarga
Kurang model peran orang
tua
Kurang sumber
Kurang jaringan dukngan
social
Kurang transportasi
Kurang penerapan nilai
menjadi orang tua
Kesulitan hokum
Strategi koping maladaptive
Konflik perkawinan
Ibu anak tidak dilibatkan
Lingkungan rumah buruk
Model peran orang tua buruk
Ketrampilan penyelesaian
masalah buruk

Domain dan definisi diagnosa keperawatan NANDA 2012


Adanya tekanan (mis.,
keuangan, hokum krisis
terkini, pergeseran budaya)
Perpindahan
Ketegangan peran
Orang tua tunggal
Harga diri rendah situasional
Isolasi social
Menganggur
Kehamilan tidak terencana
Kehamilan yang tidak
diinginkan
INEFFECTIVE BREATHING
PATTERN
Defining characteristics
Perubahan kedalaman
pernafasan
Perubahan ekskursi dada
Mengambil posisi tiga titik
Bradipnea
Penurunan teknan ekspirasi
Penurunan tekanan insipirasi
Penurunan ventilasi semenit
Penurunan kapasitas vital
Dispnea
Peningkatan diameter
anterior-posterior
Pernafasan cuping hidung
Ortopnea
Fase ekspirasi memanjang
Pernapasan bibir
Takipnea
Penggunaan otot aksesoris
untuk bernafas
Related factors
Ansietas
Posisi tubuh
Deformitas tulang
Deformitas dinding dada
Keletihan
Hiperventilasi
SIndrom hipoventilasi

Gangguan muskuloskelatasl
Kerusakan neurologis
Imaturitas neurologis
Disfunsi neuromuscular
Obesitas
Nyeri
Keletihan otot pernafasan
Cedera medulla spinalis

LATEX ALLERGY RESPONSE


Defining characteristics
Reaksi mengancam jiwa yang
terjadi < 1 jam setelah
pemajanan protein lateks
Bronkospasm
Henti jantung
Urtikaria kontak yang
berkembang menjadi gejala
umum/generalisata
Dispnea
Edema bibir
Edema tenggorok
Edema lidah
Edema uvula
Hipotensi
Henti napas
Sinkop
Dada terasa sesak
Mengi
Karakteristik Orofasial
Edema kelopak mata
Edema sklera
Eritema mata
Eritema wajah
Gatal-gatal pada wajah
Gatal-gatal pada wajah
Gatal-gatal pada mulut
Kongesti nasal
Eritem anasal
Gatal-gatal pada hidung
Rinorea
Mata mengeluarkan air mata

Karakteristik Orofasial
Nyeri abdomen
Mual
Karakteristik umum
Flushing
Rasa tidak nyaman
menyeluruh
Edema umum
Peningkatan keluhan suhu
tubuh terasa hangat
Gelisah
Reaksi tipe IV terjadi > 1 jam
atau lebih setelah pemajanan
lateks protein
Reaksi tidak nyaman
terhadap aditif eperti tiuram
dan karbamat
Ekzema
Iritasi
Kemerahan
RISK FOR PHERIPHERAL
NEUROVASCULAR
DYSFUNCTION
Risk factors
Luka bakar
Fraktur
Imobilisasi
Kompresi mekanik (mis.,
torniket, tongkat, penyanga,
verban pengekang)
Pembedahan ortopedik
Trauma
Obstruksi vascular
RISK FOR COMPROMISED
RESILIENCE
Risk factors
Kronisitas krisis yang ada
Banyak siatuasi yang
membahayakan yang
menyertai

(Bahan pelatihan hari 1)

Adanya tambahan krisis baru


(mis., kehamilan yagn tidak
terencana, kematian
pasangan, kehilangan
pekerjaan, sakit, kehilangan
rumah, kematian anggota
keluarga)
RISK FOR DELAYED
DEVELOPMENT
Risk factors
Prenatal
Kemiskinan
Gangguan endokrin
Gangguan genetic
Buta huruf
Nutrisi tidak adekuat
Asuhan prenatal tidak
adekuat
Infeksi
Kurang perawatan prenatal
Perawatan prenatal yang telat
Usia ibu < 15 tahun
Usia ibu > 35 tahun
Substance abuse
Kehamilan yang tidak
direncanakan
Kehamilan yang tidak
diinginkan
Individual
Anak yang diadopsi
Gangguan perilaku
Kerusakan otak (mis.,
perdarahan pada periode
postnatal, bayi yang diayun,
penganiayaan, kecelakan)
Penyakit kronis
Gangguan kongenital
Kegagalan untuk tumbuh
Anak asuh
Sering emngalami otitis media
Gaangguan genetic
Gangguan pendengaran
Nutrisi yang tidak adekuat

Keracunan timbal
Bencana alam
Penapisan obat tergolong
positif
Prematuritas
Kejang
Penyalahgunaan zat
Begantung pada teknologi
Efek samping terkait
pengobatan (misl, kemoterapi,
terapi radiasi, agens
farmaseutikal)
Gangguan penglihatan
Enviromental
Kemiskinan
Perilaku kekerasan
Caregiver
Penganiayaan
Kesulitan belajar
Penyakit mental
Ketunadayaan belajar yang
berat
RISK FOR FALLS
Risk factors
Dewasa
Usia 65 tahun atau lebih
Riwayat jatuh
Tinggal sendiri
Prostesis ekstremitas bawah
Penggunaan alat bantu (mis.,
walker, tongkat)
Panggunaan kursi roda
Anak
Usia 2 tahun atau kurang
Tempat tidur yang terletak di
dekat jendela
Kurangnya
penahan/pengekang kereta
dorong
Kurangnya/longgarknya pagar
pada tangga
Kurangnya penghalang/terali
pada jendela

Domain dan definisi diagnosa keperawatan NANDA 2012


Kurang pengawasan orang
tua
Jenis kelamin anak laki-laki
yang berusia <1 tahun
Bayi yang tidak diawasi saat
berada di permukaan yang
tinggi (mis., tempat tidur/meja)
Kognitif
Penurunan status mental
Lingkungan
LIngkungan yang tidak
terorganisasi
Ruang yang memiliki
pencahayaan yang redup
Tidak ada materi yag antislip
di kamar mandi
Tidak ada materi yang antislip
di tempat mandi pancuran
Pengekangan
Karpet yang tidak rata/terlipat
Ruang yang tidak dikenal
Kondisi cuaca (mis., lantai
basah, etc)
Medikasi
Penggunaan alcohol
Inhibitor enzim pengubah
angiotensin
Agens antiansietas
Agens antihipertensi
Diuretik
Hipnotik
Narkotik/opial
Obat penenang
Antidepresan trisiklik
Fisiologis
Sakit akut
Anemia
Artritis
Penruunan kekuatan
esktremias bawah
Diare
Kesulitan gaya berjalan
Vertigo saat mengekstensikan
leher

Vertigo saat menolehkan


leher
Maslaah kaki
Kesulitan mendengar
Gangguan keseimbangan
Gangguan mobilitas fisik
Inkontinensia
Neoplasma (mis.,
letih/mobilitas terbatas)
Neuropatik
Hipotensi ortostastik
Kondisi postoperative
Perubahan gula darah
postprandial
Defisit proprioseptif
Ngantuk
Berkemih yang mendesak
Panyakit vascular
Kesulitan melihat
RISK FOR IMBALANCED
FLUID VOLUME
Risk factors
Bedah abdomen
Asites
Luka bakar
Obstruksi intestinal
Pankreatitis
Merasakan berkeringat
Sepsis
Cederat traumatic (mis.,
fraktur pinggul)
RISK FOR IMPAIRED
PARENTING
Risk factors
Infant or Child
Perubahan kemampuan
persepsi
Gangguan hiperaktifitas
kurang perhatian
Keterlambatan perkembangan
Temperamen sulit

Kondisi cacat
Penyakit
Kelahiran kembar
Jenis kelamin tidak sesuai
harapan
Kelahiran premature
Perpisahan lama dari orang
tua
Konflik temperamental
dengan harapan orang tua
Knowledge
Defisiensi pengetahuan
tentang perkembangan anak
Defisiensi pengetahuan
tentang pemeliharaan
kesehatan anak
Defisiensi pengetahuan
tentang ketrampilan menjadi
orang tua
Ketidakmampuan untuk
berespons terhadap isyarat
bayi
Kurangnya kesiapan kognitif
untuk menjadi orang tua
Fungsi kognitif rendah
Tingkat pendidikan rendah
Keterampilan komunikasi
buruk
Cenderung melakukan
hukuman fisik
Harapan yang tidak realistic
terhadap anak
Physiological
Penyakit fisik
Psychological
Jarak antar-kehamilan terlalu
dekat
Depresi
Kesulitan proses melahirkan
Ketunadayaan
Jumlah kehamilan banyak
Riwayat penyakit jiwa
Riwayat penyalahgunaan zat
Deprivasi tidur

(Bahan pelatihan hari 1)

Gangguan tidur
Usia orang tua terlalu muda
Social
Perubahan dalam unit
keluarga
Harga diri rendah kronik
Kerugian ekonomi
Ayah anak tidak dilibatkan
Kesulitan finansial
Riwayat penganiayaan
Riwayat menjadi pelaku
penganiayaan
Ketidakadekuatan pengaturan
asuhan anak
Masalah pekerjaan
Kurang akses terhadap
sumber
Kurang persatuan keluarga
Kurang model peran orang
tua
Kurang asuhan prenatal
Kurang sumber
Kurang jaringan dukungan
social
Kurang transportasi
Kurang penerapan nilai
tentang peran menjadi orang
tua
Asuhan prantal lambat
Kesulitan hokum
Strategi koping maladaptive
Konflik perkawinan
Ibu anak tidak dilibatkan
Perpisahan orang tua-anak
Lingkungan rumah buruk
Model peran orang tua buruk
Keterampilan pemecahan
masalah buruk
Relokasi
Ketegangan peran
Orang tua tunggal
Harga diri rendah situasional
Isolasi social

Stres
Menganggur
Kehamilan tidak direncanakan
Kehamilan tidak diinginkan

RISK FOR SHOCK


Risk factors
Hipotensi
Hipovolemia
Hipoksemia
Hipoksia
Infeksi
Sepsis
Sindrom respons inflamasi
sistemik
RISK FOR SUICIDE
Risk factors
Behavioral
Membeli senjata
Mengubah surat warisan
Memberikan harta
milik/kepemilikan
Riwayat upaya bunuh diri
sebelumnya
Impulsif
Membuat surat warisan
Perubahan sikap yang nyata
Perubahabn perilaku yang
nyata
Perubahan performa/kinerja di
sekolah secara nyata
Membeli obat dalam jumlah
banyak
Pemulihan euforik yang tiba
tiba dari depresi mayor
Demographic
Usia (misl, lansia, pria dewasa
muda, remaja)
Perceraian
Jenis kelamin pria

Domain dan definisi diagnosa keperawatan NANDA 2012


Ras (Mis, orang kulit putih,
suku Asli-Amerika)
Janda/duda
Physical
Nyeri kronik
Penyakit fisik
Penyakit terminal
PsycholoGical
Penganiayaan masa kanakkanak
Riwayat bunuh diri dalam
keluarga
Rasa bersalah
Remaja homoseksual
Gangguan psikiatrik
Penyakit psikiatrik
Penyalahgunaan zat
Situational
Remaja yang tinggal di
tatanan nontradisional (mis.,
penjara anak-anak, penjara,
rumah singgah, rumah
grup/kelompok)
Ketidakstabilan ekonomi
Institusionalisasi
Tinggal sendiri
Kehilangan otonomi
Kehilangan kebebasan
Adanya senjata di dalam
rumah
Relokasi/pindah rumah
Pensiun
Social
Bunuh diri
massal/berkelompok
Gangguan kehidupan
keluarga
Masalah disiplin
Berduka
Tidak berdaya
Putus asa
Masalah legal
Kesepian

(Bahan pelatihan hari 1)

Kehilangan hubungan yang


penting
Sistem dukungan yang buruk
Isolasi social
Verbal
Menyatakan keinginan untuk
mati
Mengancam bunuh diri

Diagnostic reasoning process (Bahan latihan pelatihan hari 1)

KUMPULAN LATIHAN KASUS


Kasus 1
Seorang An. G, perempuan berusia 1,5 tahun, mengalami tanda dan gejala: tekanan darah saat
pengkajian 80/60 mmHg (saat MRS 130/80 mmHg), sianosis saat pemberian minum melalui
oral (menyusu), tampak frekuensi pernafasan meningkat menjadi 62 kali per menit, suhu 36, 5
derajat Celcius, detak jantung 185 kali permenit, ada retraksi otot bantu nafas, akral dingin.
Hasil pemeriksaan auskultasi jantung terdengar murmur, dan pemeriksaan penunjang ECHO
mendapatkan VSD (Ventricle Septum Defect).
Kasus 2
Kasus: Nn X 26 tahun. Dibawa ke Unit Gawat Darurat dengan patah tulang bahu tertutup.
Keluarga menyatakan pasien terjatuh pada saat dicegah oleh keluarga untuk melakukan
percobaan bunuh diri. Pasien telah mencoba beberapa kali bunuh diri sejak mengetahui dirinya
hamil di luar nikah/kehamilan tidak diinginkan.
Perawat segera melakukan pemeriksaan tanda vital dengan hasil sbb: TD = 120/80 mmHg
Pemeriksaan tanda-tanda vital: HR: 82x/menit; RR = 18x/menit; suhu = 36.7 derajad Celcius.

Pelatihan ISDA |

Diagnostic reasoning process (Bahan latihan pelatihan hari 1)


PANDUAN DIAGNOSTIC REASONING
MENGGUNAKAN 6 STEPS DIAGNOSTIC REASONING
Kasus 1
Step 1:
Data diklasifikasikan
dalam ISDA

Step 2:
Tuliskan kemungkinan
diagnosa
keperawatan/kolaboratif

Step 3:
Tentukan apakah diagnosa
keperawatan atau kolaboratif
tersebut

Step 4:

Step 5:

Step 6:

Penggunaan The map


of nursing diagnoses
untuk diagnosa A

Lanjutkan pengkajian
focus pada diagnosa C

Tuliskan label diagnosa

Cek SaO2

A. Ditegakkan
B. Di anulir
C. Perlu pengkajian lanjutan

retraksi otot bantu


nafas

Impaired spontaneous
ventilation

Tekanan darah

PC: Calcium Channel


Blocker TAE

tekanan darah saat


pengkajian 80/60
mmHg (saat MRS
130/80 mmHg),

C.Perlu pengkajian
lanjutan

Cek PO2

Risk for Shock


PC: Pulmonary embolism
PC: Atelectasis pneumonia

HIPOTENSI
PC: Hyperglicemia

Pelatihan ISDA |

Risk for shock d.t


UNKNOWN

Diagnostic reasoning process (Bahan latihan pelatihan hari 1)


PC: Hypokalemia
PC: Hypermagnesemia
PC: Hypocholaremia
PC: Allergy Reaction
PC: Neuroleptic malignant
syndrome
PC: GI Bleeding
PC: Paralysis Ileus
PC: Hypovolemia
PC: Decreased Cardiac
Output
Risk for falls
Decrased Cardiac output
Deficient fluid volume
Latex allergy response
Decreased Cardiac
intracranial adaptive
capacity
PC: Dyrhytmias

Pelatihan ISDA |

Diagnostic reasoning process (Bahan latihan pelatihan hari 1)


detak jantung 185
kali permenit,
Meningkat/takikardi

Impaired gas exchange


Ineffective
thermoregulation

Hyperthermia
B
Hypothermia
B

Impaired spontaneous
ventilatin

Deficient fluid volume

Fear
PC: Hypoxemia dst.

Sianosis

Ineffective airway
clearance

Pelatihan ISDA |

Lanjut.

Diagnostic reasoning process (Bahan latihan pelatihan hari 1)


Frekuensi pernafasan 62
kali per menit

PC: Hiperchloremia
PC: Atelectatasis
pneumonia
PC: Hypovolemia
PC: Hypoxemia
Decreased Cardiac output
A
Impaired swallowing
B

Impaired memory b.d


Decreased cardiac
output

Retraksi otot bantu


nafas

Pelatihan ISDA |

Decreased cardiac
output b.d UNKNOWN

Diagnostic reasoning process (Bahan latihan pelatihan hari 1)


Akral dingin

Murmur

Pelatihan ISDA |

Diagnostic reasoning process (Bahan latihan pelatihan hari 1)


Kasus 2
Step 1:
Data diklasifikasikan
dalam ISDA

Step 2:
Tuliskan kemungkinan
diagnosa
keperawatan/kolaboratif

Step 3:
Tentukan apakah diagnosa
keperawatan atau kolaboratif
tersebut

Step 4:

Step 5:

Step 6:

Penggunaan The map


of nursing diagnoses
untuk diagnosa A

Lanjutkan pengkajian
focus pada diagnosa C

Tuliskan label diagnosa

A. Ditegakkan
B. Di anulir
C. Perlu pengkajian lanjutan
Patah tulang bahu
tertutup (partial/total)

Percobaan bunuh diri

Hamil di luar
nikah/kehamilan tidak
diinginkan

Pelatihan ISDA |

MATERI PELATIHAN
NOC MATERIAL

MATERI PELATIHAN
NIC MATERIAL

ICRM (Intans Clinical Reasoning Model) (Bahan pelatihan hari ke 2)

KUMPULAN LATIHAN KASUS


Kasus 1
Seorang An. G, perempuan berusia 1,5 tahun, mengalami tanda dan gejala: tekanan darah saat
pengkajian 80/60 mmHg (saat MRS 130/80 mmHg), sianosis saat pemberian minum melalui
oral (menyusu), tampak frekuensi pernafasan meningkat menjadi 62 kali per menit, suhu 36, 5
derajat Celcius, detak jantung 185 kali permenit, ada retraksi otot bantu nafas, akral dingin.
Hasil pemeriksaan auskultasi jantung terdengar murmur, dan pemeriksaan penunjang ECHO
mendapatkan VSD (Ventricle Septum Defect).
Kasus 2
Kasus: Nn X 26 tahun. Dibawa ke Unit Gawat Darurat dengan patah tulang bahu tertutup.
Keluarga menyatakan pasien terjatuh pada saat dicegah oleh keluarga untuk melakukan
percobaan bunuh diri. Pasien telah mencoba beberapa kali bunuh diri sejak mengetahui dirinya
hamil di luar nikah/kehamilan tidak diinginkan.
Perawat segera melakukan pemeriksaan tanda vital dengan hasil sbb: TD = 120/80 mmHg
Pemeriksaan tanda-tanda vital: HR: 82x/menit; RR = 18x/menit; suhu = 36.7 derajad Celcius.

Pelatihan ISDA |

ICRM (Intans Clinical Reasoning Model) (Bahan pelatihan hari ke 2)


KASUS 1
Data

Diagnosis yang ditegakkan

Statemen diagnosa? (Ada


etiologi atau tidak)

Perencanaan awal atau NOC dan NIC by default

NOC by default

Pelatihan ISDA |

NIC by default

NOC dan NIC dengan


etiologi yang pasti

ICRM (Intans Clinical Reasoning Model) (Bahan pelatihan hari ke 2)


PANDUAN MENGGUNAKAN ICRM
Kasus 2
Data

Diagnosis yang ditegakkan

Statemen diagnosa? (Ada


etiologi atau tidak)

Perencanaan awal atau NOC dan NIC by default

NOC by default

Pelatihan ISDA |

NIC by default

NOC dan NIC dengan


etiologi yang pasti

ICRM (Intans Clinical Reasoning Model) (Bahan pelatihan hari ke 2)

Pelatihan ISDA |