Anda di halaman 1dari 3

Cara Menentukan Dosis Pestisida ala Petani

Written By Admin on 28 Februari 2012 | 09.28

Tepat dosis, salah satu kunci


keberhasilan dalam penggunaan pestisida. Mengapa? Karena setiap
pestisida mengandung bahan aktif yang memiliki tingkat toksisitas
tertentu. Penggunaannya akan efektif jika kadar bahan aktif yang
diaplikasikan sesuai dengan sasaran. Jika dosisnya berlebih,
Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sasaran kemungkinan
besar akan mati. Namun efek sampingnya terlalu besar. Makhluk
hidup lain yang terkena paparan pestisida juga akan mati atau
keracunan. Padahal makhluk hidup yang berada di sekitar tanaman
berperan penting dalam menjaga ekosistem. Musuh alami akan
mati, tanah dan air bisa teracuni. Bahan aktifnya bisa menempel
pada tanaman dan kemungkinan terburuknya, sang petani
penyemprot justru keracunan.
Jika dosisnya kurang dari anjuran, kemungkinan OPT tidak akan
mati. Hanya mabuk sesaat, kemudian pulih lagi. Dampaknya OPT
justru akan membalas dengan terjadinya resistensi dan
resurjensi. Jadi, solusinya hanya satu. Aplikasi pestisida harus
sesuai anjuran.
Cara termudah menggunakan pestisida sesuai anjuran adalah
dengan membaca petunjuk yang terdapat pada label kemasan. Ini
harus selalu ditekankan pada petani, karena petani hanya
menggunakan pestisida sesuai kebiasaan setempat dan terkadang
disama ratakan antar pestisida.
Permasalahannya, dosis yang tercantum di kemasan biasanya
dalam satuan ml/l. Padahal kebiasaan petani menggunakan satuan
berapa tutup tiap tank?. Perbedaan satuan ini membuat bingung
dan akhirnya cenderung untuk mengabaikan anjuran.
Karena itu saya akan coba bahas cara sederhana menghitung
dosisnya pestisida dengan satuan tutup/tank. Satuan tidak
standar sebenarnya, tapi satuan inilah yang mudah difahami :)

Contoh kasus:
Sebuah pestisida Abrakadabra memiliki dosis anjuran untuk hama
penggerek batang 0,75 1,5 ml/l. Cara aplikasi dan volume
semprotnya adalah penyemprotan volume tinggi dengan volume
semprot 400-500 l air/ha.
Biasanya ditampilkan dalam bentuk tabel:
PETUNJUK PENGGUNAAN
Tanaman dan
jasad sasaran
Padi
-Penggerek
batang

Konsentrasi
formulasi
0,75 1,5 ml/l

Cara Aplikasi &


volume semprot
penyemprotan
volume tinggi
dengan volume
semprot 400500 l air/ha.

Waktu dan
interval aplikasi
Saat terjadi
serangan.dst

Asumsi:

Konsentrasi formulasi 1,5 ml/l.

Volume semprot 500 l/ha.

Volume tangki rata-rata: 14 l

Tutup pestisida ukuran sedang dengan diameter 3 cm dan


tinggi 1,5 cm, perkiraan volumenya adalah 10 ml. (ini yang
ditulis oleh pabriknya lo ya, jgn dihitung dengan rumus.
Karena ketebalan tutup berbeda. Tapi perkiraan ini bisa
dijadikan panduan)

Sebetulnya untuk menentukan dosis tutup/tank sangat mudah.


Caranya adalah konsentrasi formulasi x jumlah liter.
Untuk kasus diatas (tank 14 liter) berarti 1,5 x 14 = 21 ml. Setara
dengan 2 (dua) tutup/tank.
Sebenarnya sangat mudah. Namun terkadang muncul pertanyaan
apa fungsi volume semprot? Ini digunakan untuk menghitung
kebutuhan setiap hektar. Bisa juga kebutuhan per tanki dihitung
dari sini.

Satu ha lahan membutuhkan

: 1,5 x 500

= 750 ml

: 500/14

pestisida
Satu ha lahan membutuhkan
35,7 dibulatkan 36 tanki air.
Untuk setiap satu tanki air, membutuhkan : 750/36

= 20 ml

pestisida.
Maka setiap tanki membutuhkan

: 20/10

=2

tutup/tanki
Mudah kan?
Sebagai panduan kita. Rata-rata tutup kecil volumenya 3 ml. Untuk
tutup sedang volumenya adalah 10 ml.
Dari pengalaman, rata-rata kebutuhan insektisida untuk padi
dengan dosis 1-2 ml/l menggunakan tank ukuran 14 liter adalah:

Tutup kecil (3-5 ml)

Tutup sedang (10ml) : 2-3 tutup/tank

: 4-6 tutup/tank

Semoga bermanfaat.
Bot Pranadi

sumber gambar: agribisnis73.blogspot.com

Penting Untuk Anda


Baca http://www.gagaspertanian.com/2012/02/cara-menentukandosis-pestisida-ala.html#ixzz3xylVIKT9