Anda di halaman 1dari 8

1

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Pemerintah orba pada hakekatnya adalah agen kepentingan kapitalis
internasional moderm bawah komando AS. Sejak saat itu , beberapa strategi
social, politik dan ekonomi yang dibangun oleh negara-negara kapitalis mulai
diterapkan dibawah payung ideologi development (pembangunan). Untuk
merealisasikan ideologi terebut, pemerintah orba melaksanakan konsepkonsep W.W. Rostow. Sebagaimana dipesankan oleh Negara donor, seperti
tertuang dalam konsep The Stages of Growth; Five Stages Scheme dan
sejenisnya.
Untuk

merealisasikan

konsep

tersebut

pemerintah

orba

membuat

berbagai kebijakan yang mengamankan pertumbuhan ekonomi, meski harus


mengorbankan kepentingan bangsa dan mengabaikan amanat rakyat.
Sebagai dampak dari pembangunan ekonomi selama 32 tahum, timbul satu
segmen masyarakat yang memiliki harapan-harapan berlebihan (rising
expectations) atas kehidupan material yang bercorak konsumtif yang gagal
dipenuhi oleh pemerintah orba. Terjadilah gejolak social politik Indonesia
yang pada ujungnya bermuara pada proses lengsernya soeharto dan
penggusuran orde baru yang secara euphoria digembar-gemborkan sebagai
reformasi.
B.

Rumusan Masalah

1.

Apa yang dimaksud dengan orde ?

2.

Apa latar belakang yang menjadikan adanya orde baru ?

3.

Bagaimana kehidupan politik pada masa orde baru ?

4.

Bagaimana kehidupan ekonomi pada masa orde baru ?

5.

Langkah apa yang dilakukan untuk menggusur orde baru ?

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Orde Baru
Secara demografi, orde yaitu Ilmu, susunan, jumlah, dan perkembangan
penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai
suatu bangsa dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan.
Sedangkan secara bahasa, orde yaitu penyelidikan berbagai kelompok
pemakai bahasa dan variasi bahasa dalam suatu masyarakat bahasa dengan
mempergunakan statistik, dan penggolongannya berdasarkan faktor kelas
sosial, agama, umur, tempat, pendidikan, dsb.
B. Latar Belakang Lahirnya Orde Baru
Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan
antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. Sebagai
masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun
1965.
Orde baru lahir sebagai upaya untuk :

Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama.


Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat, bangsa, dan negara

Indonesia.
Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas
nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.

C.

Kehidupan Politik Masa Orde Baru


Upaya untuk melaksanakan Orde Baru :
Melakukan

pembaharuan

menuju

perubahan

seluruh

tatanan

kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.


Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional
guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil
dan makmur.
Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan
UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembagalembaga negara.

4
Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan.
Perkembangannya, kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan
masa Demokrasi Terpimpin. Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka
Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan
Trias Politika (dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan
yaitu

Eksekutif,Yudikatif,

Legislatif)

tetapi

itupun

tidak

diperhatikan/diabaikan.
D.

Kehidupan Ekonomi Masa Orde Baru


Pada masa Demokrasi Terpimpin, negara bersama aparat ekonominya
mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan
kreasi unit-unit ekonomi swasta. Sehingga, pada permulaan Orde Baru
program

pemerintah

berorientasi

pada

usaha

penyelamatan

ekonomi

nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi, penyelamatan


keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Tindakan
pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun
1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Hal itu
menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah
direncanakan pemerintah.
E.

Menggusur Orde Baru


a) Strategi mempertahankan kepentingan
Setelah Negara-negara ketiga tidak dibutuhkan lagi oleh Negara
kapitalis,

maka

selanjutnya

dibuat

mengembangkan

kepentingan

kapitalisme

menjadi

untuk

sasaran

merealisasikan

proyek

social

baru

internasional.

gagasan

tersebut

yaitu

Indonesia
dengan

dihancurkannya struktur dan fondasi ekonomi Indonesia. Pertama-tama


hali ini ditandai dengan tekanan untuk melakukan liberalisasi sector
perbankan pada tahun 1988 yang mengakibatkan munculnya puluhan
bank swasta. Pada tahun 1992 pengusaha swasta melakukan pinaman
devisa secara besar-besaran dengan menggunakan bank-bank swasta
sebagai kendaraan.
Mayoritas utang pengusaha swasta Indonesia dijamin oleh commercial
paper yang memiliki jatuh tempo 5 tahun. Ketika jatuh tempo pembayaran
lima tahun berikutnya, yaitu pada tahun 1997, terjadi gejolak moneter
yang sangat dahsyat sehingga para pengusaha tersebut tidak dapat

5
mengembalikan utangnya yang mengakibatkan merosotnya nilai tukar
rupiah.
Untuk mengatasi krisis moneter tersebut, pada januari 1998, Managing
Director IMF, Michael Camdesus, berhasil memaksa Soeharto untuk
menandatangani
perekonomian

letter

of

Indonesia

intent

yang

menyangkut

yang

bernaung

restrukturisasi

dibawah

wacana

developmentalisme-modernisme. Gejolak inii akhirnya bermuara pada krisi


social dan politik sehingga menurunkan Soeharto dari tahta kekuasaan
yang telah dilestarikannya selama 32 tahun.
Jelas disini terlihat bahwa reformasi adalah bagian dari scenario dunia
internasional

dalam

mempertahankan

kepentingannya

di

Indonesia.

Karena ada kesamaan kepentingan antara kapitalisme global internasional


dengan kekecewaan sebagian rakyat Indonesia yang mengalami rising
expectations maka proses reformasi dapat berjalan.
Disamping menggunakan strategi ekonomi, juga digunakan ekspansi
wacana dan rekayasa social. Hal ini terlihat dalam berbagai teori social
pasca perang dingin. Dalam bukunya, Huntington menjelaskan bahwa
periode pasca perang dingin akan diwarnai pertarungan peradaban antara
peradaban barat (WASP) dengan peradaban timur (Islam an Confucian).
Pengaruh paling terasa dari antisipasi benturan peradaban tersebut adalah
terjadinya sentiment anti Cina hingga berujung pada terjadinya kerusuhan
13-15 mei 1998 dan kerusuhan di Ambon pada pertengahan Januari 1999.
Pada tahun 1997 dua sosiolog inggris, A. Giddens dan R. Dahrendorf
mulai mensosialisasikan konsep supremasi sipil yang terdidik. Dampak
dari konsep ini adalah penyingkiran ABRI dan munculnya hujatan terhadap
militer Indonesia secara berlebihan disatu sisi serta menjamurnya program
diploma luar negri. Semua ini dilakukan untuk mengamankan kepentingan
kapitalisme internasional Indonesia.
b) Tangan-tangan gaib di balik pemilu
Dalm

rangka

kapitalisme

mempertahankan

internasional

tidak

kepentingannya

ingin

melakukan

di

Indonesia,

perubahan

yang

mendasar atas system politik dan ekonomi yang ada di dindonesia. Agar
hal itu bisa berjalan dengan baik, maka dibuatlah skenario yang bisa
mengganti aktor-aktor yang sedang bermain. Maka bisa kita maklumii kalu
dunia internasional memiliki antusiasme tinggi atas pemilu diindonesia.

6
Namun satu hal yang perlu diingat, melihat hasil pemilu yang ada,
hampir bisa dipastikan tidak akan terjadi perubahan kebijakan yang
mendasar dalam system ekonomi dan politik Indonesia. Tokoh- tokoh yang
akan naik dalam tampuk kepemimpinan masih didominasi oleh merekamereka yang mempertahankan wacana developmentalisme-modernisme.
Semua ini mengindikasikan adanya kenyataan buatan (virtual reality)
yaitu suatu penampakan semu demokrasi dimana terdapat parta-partai
peserta pemilu, panitia pemilu, pengawas pemilu, para pemilih, bahkan
ada pula demonstrasi yang menunutut diusutnya kecurangan-kecurangan
pemilu yang semuanya itu hanya melegitimasi demokrasi procedural
tanpa membahas substansi kedaulatan rakyat itu sendiri. Dengan
demikian, pemilu lebih merupakan mekanisme pemutihan politik dan
pembaharuan actor untuk mengokohkan kebijakan kapitalisma global
Indonesia.
Kini kekuatan kapitalisme global di Indonesia hamper tidak dibendung
lagi. Mereka melakukan strategi-strategi lanjutan untuk memperkokoh
posisinya. Pertama-tama yang akan dilakukan para pemilik modal Negaranegara kapitalis adalah mengambil alih perusahaan-perusahaan Indonesia
yang telah bengkrut dan tidak mampu membayar utang melalui system
debt-to equity swap. Dengan cara ini mayoritas saham perusahaan
nasional akan jatuh ke tangan asing.
Disamping itu, untuk memperkuat pengaruhnya di Indonesia, Negaranegara kapitalis akan terus memberlakukan system demokrasi formalprosedural. Strategi lain adalah restrukturalisasi ditubuh militer. Melihat
gejala yang ada bukan tidak mungkin akan terjadi penghilangan atas
jabatan Panglima TNI untuk diganti dengan jabatan Kepala Staf Gabungan
yang akan dijabat secara bergiliran oleh masing-masing pimpinan dari
ketiga angkatan. Dengan cara ini maka TNI tidak mampu melakukan
konsolidasi politik, rasanya akan sulit bagi bangsa Indonesia untuk
merumuskan kebijakan pengembangan masyarakat dan pengembangan
ekonomi yang baik, terpadu, dan berkesinambungan untuk jangka
menengah maupun jangka panjang. Keadaan yang demikian hanya akan
melahirkan kebijakan-kebijakan nasional jangka pendek yang bersifat
adhoc , dan akibat logis berikutnya seluruh aspek kehidupan Negarabangsa Indonesia akan didikte oleh aktor-aktor kapitalisme global yang

7
bergerak dipasar modal, pasar financial, pasar komoditi dan pasar
informasi / media.
c) Membangun masyarakat baru
Menghadapi situasi yang demikian memang sulit, sebab kita tidak
mungkin keluar dari cengkeraman kapitalisme global karena Indonesia
telah ikut menjadi penandatanganan APEC dan telah pula terdaftar
sebagai anggota organisasi perdagangan dunia WHO. Yang paling mungkin
untuk dilakukan adalah menrima keberadaan kapitalisme global secara
sadar, kritis dan cerdas.
Setelah itu langkah selanjutnya adalah merumuskan kepentingan
kolektif

nasional

dengan

melihat

potret

besar

konstelasi

politik

internasional sebagai acuan, dengan tetap menjadikan kepentingan dan


cita-cita

kemerdekaan

bangsa

sebagaimana

pembukaan UUD 45 sebagai titik pijak bersama.

dirumuskan

dalam

8
BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan
Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan
antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. Sebagai
masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun
1965.
Orde baru dilatar belakangi karena adanya peristiwa pembunuhan secara
besar-besaran pada 30 september 1965 oleh PKI. Setelah dikeluarkannya
Surat Perintah sebelas maret 1966 yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna
mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara
yang semakin kacau dan sulit dikendalikan, terjadilah konflik dualism yang
membawa Soeharto menjadi presiden.
Namun

ternyata

pemerintah

orba

pada

hakekatnya

adalah

agen

kepentingan kapitalis internasional modern di bawah komando AS. Mereka


menggunakan berbagai macam strategi yang mengorbankan kepentingan
bangsa dan mengabaikan amanat rakyat, itulah yang menyebabkan adanay
penggusuran masa orde baru.
B.

Saran
Masyarakat Indonesia harusnya menerima keberadaan kapitalisme global
secara sadar, kritis dan cerdas. Dan memilih konsep atau model sosioekonomi-politik yang tetunya dengan memperhitungkan keberadaan sumber
daya alam dan manusia, keadaan geografi demografi, kultur, system nilai,
kondisi soial dan infrastruktur yang ada.