Anda di halaman 1dari 26

FRAKTUR TERBUKA

case based discussion

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama
: Aq. Marukia
Umur
: 66 th
Jenis kelamin : laki-laki
Agama
: Islam
Alamat
: Selong

Primary survey
A: Adekuat
B: RR : 18 x /menit
C: TD : 110/70 mmHg, N : 91x/menit,
reguler, isi dan tegangan cukup, akral
hangat, capilary refill < 2
D: GCS 15 (E4M6V5)
E:Suhu : 36,70C, Didapatkan jejas
pada kaki sebelah kanan.

Secondary survey
Data Subyektif
Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 12 Desember
2015 pukul 10.00 WITA Bangsal Dahlia Mawar.
Keluhan Utama
Nyeri pada jari ke 4 dan ke 5 kaki sebelah kanan.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada jari tengah kaki
sebelah kanan 2 hari yang lalu. Nyeri dirasakan terus- menerus. Nyeri
dirasakan bertambah bila kaki digerakkan. Pasien mengatakan saat
kejadian pasien sedang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan
50km/jam, lalu pasien ditabrak motor sepeda lainnya. Pasien tidak
mengeluh mual, muntah, pusing.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat trauma sebelumnya diakui
Riwayat alergi disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien berobat menggunakan BPJS.

Data Obyektif
Status Generalis
Keadaan umum : baik, kooperatif
Kesadaran: composmentis
Tanda Vital :
Tek. Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 91x/menit, reguler
Pernapasan : 18x/menit
Suhu : 36,7 C

Kepala : normal
Mata : conjungtiva palpebra pucat (-/-), sklera
ikterik (-/-), pupil isokor (-/-) raccon eye (-/-)
Hidung : nafas cuping (-), sekret (-), septum
deviasi (-), rhinorrea(-)
Telinga : discharge (-/-), ottorhea(-),
Mulut : bibir sianosis (-), parrese
Tenggorokan: T1-T1, faring hiperemis (-).
Leher : simetris, trakhea ditengah, pembesaran
limfonodi (-)

Thorax
Pulmo
I : simetris statis dan dinamis
Pa : stem fremitus kanan = kiri
Pe : sonor seluruh lapangan paru
Au : Suara dasar vesikuler, ronki -/-, wheezing -/Cor
I : ictus cordis tak tampak
Pa : ictus cordis teraba pada SIC V 2 cm medial Linea Midclavikularis
Sinistra
Pe : konfigurasi jantung dalam batas normal
Au : Suara jantung I-II murni, bising (-), gallop (-)
Abdomen
I : datar
Au : bising usus (+) normal
Pe : timpani, pekak sisi (+) normal, pekak alih (-)
Pa : supel, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan (-), defans muskuler
(-)

Ekstremitas Superior Inferior


Akral dingin
-/-/Sianosis
-/-/Edema
-/-/Sensibilitas
+/+
+/+
Motorik:
Gerak
+/+

+/+

Status lokalis :
Regio Pedis Dextra
Look : rupture tendon digiti IV dan V.
Feel : nyeri tekan digiti IV dan V
Move: Keterbatasan pergerakan fleksi
dan extensi pada digiti IV dan V

DIAGNOSIS KERJA
Open fraktur metatarsal digiti IV dan
V pedis dextra

PENATALAKSANAAN
IP.Tx :
Terapi cairan: infus RL 20 tpm
ATS 1500 u
Antibiotik (Injeksi Ceftriaxon 2x1 gr IV)
Analgetik (Injeksi Ketorolac 2x1 amp IV)
Konsul ke dokter spesialis ortophedi untuk penanganan
selanjutnya.
IP.Mx :
Keadaan umum, tanda vital, perbaikan tanda dan gejala, pola
makan, hasil pemeriksaan penunjang, perbaikan movement.
IP.Ex :
Penjelasan mengenai penyakit dan prognosisnya, minum obat
teratur, makanan tinggi protein dan kalsium, vitamin dan
mineral, cukup istirahat.
OPERASI : Tindakan pemasangan ORIF

FRAKTUR
Fraktur atau patah tulang adalah
terputusnya
kontinuitas
jaringan
tulang dan atau tulang rawan yang
umumnya
disebabkan
oleh
rudapaksa.

Fraktur menurut ada tidaknya


hubungan antara patahan tulang
dengan dunia luar dibagi menjadi
dua, yaitu fraktur tertutup dan
fraktur terbuka. Fraktur tertutup jika
kulit diatas tulang yang fraktur masih
utuh, tetapi apabila kulit diatasnya
tertembus maka disebut fraktur
terbuka

Menurut Penyebab terjadinya


FRaktur Traumatik : direct atau indirect
Fraktur Fatik atau Stress
Trauma berulang, kronis, misal: fr. Fibula pd
olahragawan
Fraktur patologis : biasanya terjadi secara
spontan
Menurut hubungan dg jaringan ikat sekitarnya
Fraktur Simple : fraktur tertutup
Fraktur Terbuka : bone expose
Fraktur Komplikasi : kerusakan pembuluh darah,
saraf, organ visera

Berdasar garis patah tulang

Berdasarkan bentuk patah


tulang

Etiologi
Ekstrinsik meliputi kecepatan dan
durasi trauma yang mengenai
tulang, arah dan kekuatan trauma.
Intrinsik meliputi kapasitas tulang
mengasorbsi energi trauma,
kelenturan, kekuatan, dan densitas
tulang.

Patofisiologi
Tekanan yang kuat atau berlebihan dapat
mengakibatkan fraktur terbuka karena dapat
menyebabkan
fragmen
tulang
keluar
menembus kulit sehingga akan menjadikan
luka terbuka dan akan menyebabkan
peradangan
dan
memungkinkan
untuk
terjadinya infeksi. Keluarnya darah dari luka
terbuka dapat mempercepat pertumbuhan
bakteri.
Tertariknya
segmen
tulang
disebabkan karena adanya kejang otot pada
daerah fraktur menyebabkan disposisi pada
tulang, sebab tulang berada pada posisi yang
kaku.

Manifestasi Klinis
Nyeri
Gangguan fungsi
Deformitas/kelainan bentuk
Pemendekan
Krepitasi
Bengkak dan perubahan warna

Riwayat
Anamnesis dilakukan untuk menggali riwayat mekanisme cedera
(posisi kejadian) dan kejadian-kejadian yang berhubungan
dengan cedera tersebut.
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi / Look
Deformitas : angulasi, rotasi, pemendekan, pemanjangan,
bengkak
Pada fraktur terbuka : klasifikasi Gustilo
Palpasi / Feel ( nyeri tekan (tenderness), Krepitasi
Neurovaskularisasi bagian distal fraktur meliputi
Gerakan / Moving
Pemeriksaan trauma di tempat lain : kepala, toraks, abdomen,
pelvis

Proses Penyembuhan
Fraktur
1. Fase hematoma
2. Fase proliferasi seluler subperiosteal
dan endosteal
3. Fase pembentukan kalus (fase union
secara klinis)
4. Fase konsolidasi (fase union secara
radiologik)
5. Fase remodeling

Penatalaksanaan
Jenis Fiksasi :
Ekternal / OREF (Open Reduction
External Fixation)
Gips ( plester cast)
Traksi
Internal / ORIF (Open Reduction
Internal Fixation)

Komplikasi Fraktur
a. Komplikasi umum
Syok karena perdarahan ataupun
oleh karena nyeri, koagulopati diffus
dan gangguan fungsi pernafasan.
b.Komplikasi lokal
- Pada Tulang : Infeksi, terutama
pada fraktur terbuka & Osteomielitis
Pada Jaringan lunak
- Pada pembuluh darah