Anda di halaman 1dari 3

PROTEKSI PADA DENS EVAGINATUS DENGAN

PIT DAN FISSURE SEALANT


T.Hermina Maimun, Drg.
Fakultas Kedokteran Gigi
Bagian Pedodonsia
Universitas Sumatera Utara
Pendahuluan
Dens evaginatus adalah suatu anomali pertumbuhan, terdiri dari tonjol ekstra yang
langsing, runcing pada permukaan oklusal atau ridge bukal triangular. Beberapa
laporan yang ada, anomali ini sering terjadi pada keturunan Mongoloid seperti : China,
Thailand, Melayu, Indian dan Eskimo. Anomali ini juga ditemukan pada orang-orang
Negro dan Kaukasia, tetapi sangat jarang. Anomali kelainan ini mempunyai banyak
nama terutama dalam bahasa Inggeris, tetapi paling tepat mungkin disebut
tuberkulum evaginatus. Tuberkel ini terdiri dari lapisan luar enamel, inti dentin dan
perluasan pulpa yang tipis. Secara klinis turbekel ini penting karena segera sesudah
muncul akan mengalami keausan atau patah yang dalam banyak kasus menyebabkan
pulpa terbuka.
Prevalensi dens evaginatus dilaporkan sebanyak 1,04,3 % dari populasi anak-anak.
Yip melakukan survey (1974) di Singapura dan melaporkan bahwa prevalensi pada
anak-anak China sebesar 3,62%. Lin dan Roan (1980) meneliti 8.651 anak sekolah di
kota Kaohsiung Taiwan, semua penduduk suku China menemukan prevalensi secara
keseluruhan adalah 3,52 %. Anomali ini lebih sering terjadi pada premolar bawah
daripada premolar atas.
Oleh karena bentuknya yang ramping, adanya atrisi atau trauma pada tuberkel secara
klinis akan menyebabkan pelebaran dan infeksi pulpa. Melier melaporkan 14,1 % gigi
dengan dens evaginatus adalah non vital, sedangkan Oehlers menemukan 40,2 % non
vital dan disertai abses perlapikal. Dengan matinya pulpa akan menyebabkan
berhentinya perkembangan akar gigi yang paling sering pada level dua pertiga panjang
akar.
Bentuk Rupa
Evaginatus menurut tempat dibagi dalam dua kelompok, tuberkulum pada fisur a
sentral dan tuberkulum vestibular pada fisura sentral. Tonjol yang lancip atau
berbentuk kerucut tertutup oleh selapis email. Sesudah patah atau aus tempat
evaginatus sukar ditemukan. Keluhan sakit yang disebabkan terbukanya pulpa sukar
ditunjukkan.
Dalam keadaan tidak rusak oleh tonjol ini rata-rata 3 mm tingginya dengan diameter
115 mm pada basis. Untuk 50% tanduk pulpa hamplr mencapal email. Dens
evaglnatus biasanya dijumpai bilateral.
Teknik Perawatan
Dens evaginatus dari gigi premolar pertama untuk yang baru erupsi yang dilindungi
dari kemungkinan terjadi fraktur dan gangguan oklusal dengan melakukan pit dan
fissure sealant.

2003 Digitized by USU digital library

1. Pemeriksaan radiograp menunjukkan struktur perluasan tanduk pulpa yang relatif


lebar dengan disertai perkembangan akar gigi yang tidak sempurna.
2. Pit dan fissure sealant diberikan diatas tuberkel dan disekitar gigi, terlebih dahulu
gigi dibersihkan. Untuk pembersihan ini dapat digunakan pasta poles dengan cup
brushes. Setelah gigi bersih kemudian dikeringkan dan dihindari kontaminasi
saliva. Bahan pelapis pit dan fissure yang telah diaduk secara merata dioleskan.
Setelah pengolesan selesai ditunggu sampai kering. Oleh karena gigi belum erupsi
sempurna dan tuberkel relatif kecil, maka tidak terjadi gangguan oklusal yang
disebabkan prosedur ini.
3. Pada kunjungan 6 bulan, gigi tetap vital dan asimptomatik disertai perkembangan
akar gigi yang fisiologis.
4. Oleh karena atrisi tuberkel sebagian yang terjadi, maka lapisan Ca(OH)2 dioleskan
dibagian permukaan yang abrasi dan kemudian tuberkel tersebut dilapisi lagi
dengan sealant.
5. Pasien dianjurkan untuk kunjungan 6 bulan kemudian, pada saat prosedur tersebut
harus diulang kembali.
Diskusi
Ukuran tuberkel pada dens evaginatus dilaporkan bervariasi sesuai dengan posisinya
pada gigi yang terlibat. Ukuran tuberkel paling besar terdapat dl daerah groove sentral
dan ukuran ini berkurang, tertinggi lokasinya pada ridge bukal triangular.
Penyingkiran tuberkel secara total dengan melakukan preparasi kavitas oklusal tidak
rnenguntungkan, oleh karena terbukanya pulpa yang lebar rnembuat sulit melakukan
tindakan pulp capping yang ideal. Lagi pula, penyingkiran tuberkel yang berada diatas
ridge bukal triangular akan memperlemah tonjol bukal. Pertimbangan ini menyebabkan
perawatan konservatif yang lebih dibutuhkan. Disamping itu kecilnya ukuran tuberkel
memungkinkan untuk membuat lapisan sealant sehlngga rnenarnbahkan dlrnensi ridge
lingual dari tonjol bukal dirnana sama tinggi dengan tuberkel tanpa menggangu
kemarnpuan gigi yang erupsi untuk mencapai hubungan oklusal yang normal dengan
gigi antogonisnya.
Oleh karena itu sealant yang diaplikasikan pada gigi dapat mencegah fraktur akibat
oklusi, dan juga membuat tekanan oklusal yang normal merangsang resesi pulpa yang
fisiologis. Prosedur ini berguna untuk dapat rnemberikan perlindungan terhadap pulpa
agar perkembangan akar gigi berlangsung terus.
Kesimpulan
Perawatan propilaktik yang sederhana terhadap dens evaginatust, untuk mencegah
nekrose pulpa dan gangguan oklusi.
Ukuran tuberkel yang kecil dan perluasan tanduk pulpa yang lebar kedalam struktur
gigi, perawatan dengan pit fissure sealant diperlukan.
Daftar Kepustakaan
1. Huey-Li.Su,DDS Dens evaginatus :
Report of case of continued root development after Ca(OH)2 apexification. Jorunal
of Dentistry For Children. July-August 1992:285
2. Mary Tallerico Bazan, DDS, Lowell R.Dawson, DDS,Protection of dens evaginatus
with pit and fissure sealant. Journal of Dentistry For Children September-October
1983 : 361-363

2003 Digitized by USU digital library

3. Merrill,R.G.: Occlusal anomalous stubercle on premolars of Alaskan Eskimos and


Indians. Oral Surgery. 17 : 484-496, April 1964
4. Poyton Hg. Vizcarra ER Three Evaginated Odontomes:Case reports. J.Canad Dent
Assoc 1965; 31 : 439-442
5. Pearlman J. Curzon MEJ an evaginated odontoma In a American Negro: Report of
case J.Am Dent.Assoc. 1977;95 : 570-572
6. Schuurs AHB. Patotogi gigi-geligi, kelainan-kelainan jaringan gigi: Alih bahasa
Sutatmi S. Yogjakarta : Gajah Mada University Press 1992: 32-34

2003 Digitized by USU digital library