Anda di halaman 1dari 23

Makalah

PENYAMPAIAN MATERI RUKUN IMAN KEPADA AL-QURAN PADA


SISWA KELAS 6 SD

Disusun oleh :
Muhammad Musthofa Imtikhan
NIM. G000140108

JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSTAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah
satu materi yang penting dalam pendidikan. Urgensi diwajibkannya
pendidikan agama merupakan bentuk kesadaran bersama guna
mencapai kualitas hidup yang utuh. PAI

merupakan

salah

satu

bidang studi yang diajarkan di SD yang mempunyai andil besar


dalam mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. Salah satu materi
yang wajib diajarkan dalam mata pelajaran PAI adalah mengenai iman
kepada kitab Allah.
Kitab-kitab Allah yang wajib diketahui itu ada empat, yaitu
Zabur, Taurot, Injil, dan Al-Quran. Dan diantara keempat kitab-kitab
tersebut Al-Quran yang wajib diimani dan diamalkan isinya, karena AlQuran sebagai kitab penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Karena pentingnya Al-Quran untuk diimani maka maeri juga
cukup penting untuk diajarkan kepada siswa. Karakter siswa SD kelas
6 dapat menerima materi ini, oleh karena itu materi ini diajarkan pada
siswa kelas 6.
Mengingat pentingnya materi ini, sekolah

maupun pihak-

pihak yang berkaitan dengan masalah pendidikan telah melakukan


berbagai
pendidikan.

usaha

pembaharuan

Diantaranya

melalui

untuk

meningkatkan mutu

seminar,

loka

karya,

penyempurnaan kurikulum, pelatihan-pelatihan, baik guru maupun


tenaga pendidikan lain mengenai metode pembelajaran maupun
materi

pelajaran.

Namun

pada kenyataanya menunjukkan bahwa

pengajaran PendidikanAgama Islam (PAI) di SD dan tingkat sederajat


masih menemui banyak permasalahan. Permasalahan itu berakibat
pada

rendahnya

tingkat

prestasi

belajar

peserta

didik,

yang

disebabkan oleh banyaknya guru yang kurang menguasai bahan


ajar, atau tidak sesuainya metode pembelajaran yang digunakan
oleh

guru.

Bukan berarti

usaha pembaharuannya

yang

telah

dilakukan tersebut gagal sama sekali, namun perlu ditingkatkan


lagi dan dicari alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan
mutu

pendidikan

adalah

pembelajaran yang tepat.

dengan

cara

guru

memilih

metode

BAB II
MATERI PEMBELAJARAN
A. PENGERTIAN IMAN KEPADA AL-QURAN
Al-Qurn(menurut ejaan KBBI: Alquran, ARAB: )adalah
kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an
merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi
manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi
Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat
Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW
adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.
Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Quran berasal dari bahasa
Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulangulang". Kata Al-Quran adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata
kerja qara'a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat
juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat
17

dan

18

Surah

Al-Qiyamah

yang

artinya:Sesungguhnya

mengumpulkan Al-Quran (di dalam dadamu) dan (menetapkan)


bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,)
jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan}
bacaannya.
Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan
mutawatir, membacanya termasuk ibadah
Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an
sebagai

berikut:

"Al-Qur'an

adalah

firman

Allah

yang

tiada

tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para


Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis
pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara
mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah,
yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat AnNas"
Menurut Bahasa iman artinya Percaya, Sedangkan menurut
arti sebenarnya iman adalah mempercayai dengan sepenuh hati akan

apa

yang

kita

imani

dalamnya.Sedangkan

tanpa

Al-Quran

ada

keraguan

berasal

dari

sedikitpun

bahasa

di

qa-ra-aa

yangartinya Bacaan.Kata Al-quran berbentuk masdhar dengan arti


isim yaitu maful yaitu maqru(yang dibaca).
Jadi arti dari Iman Kepada Kitab Suci Al-Qur'an adalah kita
harus mempercayai akan kebenaran semua ayat-ayat yang ada dalam
Kitab Suci Al-Qur'an tanpa ada keraguan terhadap kandungan ayat
tersebut, meskipun hanya satu ayat.
Maka dari itu apabila kita masih ragu terhadap kandungan
ayat-ayat Al-Qur'an meskipun hanya satu ayat saja, maka dipastikan
iman kita belum sempurna atau masih di katakan belum sah. Kalau
iman kita belum sah betul maka, secara otomatis segala amaliah kita
baik itu duniawi maupun ukhrawi akan sia-sia belaka. Fenomena yang
terjadi sekarang adalah, terkadang ada tutur kata dari kita yang
mencerminkan adanya keraguan terhadapa Ayat Suci Al-Qur'an baik
itu secara sadar ataupun secara tidak sadar. dan fenomena ini sudah
sangat sering terjadi. 2 masalah yang sering terjadi dengan ucapan
kita yang secara tidak sadar merupakan suatu cerminan ada rasa
ragu-ragu dalam iman kita terhadap Ayat Al-Qur'an.
B. KARAKTERISTIK AL-QURAN.
1. Diturunkan bukan untuk menyusahkan manusia.
2. Bacaan yang teramat mulia dan terpelihara.
3. Tidak seorangpun yang dapat menandingi

keindahan

dan

keagungan Al-Quran.
4. tersusun secara terperinci dan rapi.
5. Mudah dipahami dan diambil pelajaran .
Dr. Yusuf Qaradhawi memaparkan beberapa karakteristik AlQuran dalam kitabnya Kaifa Nataamal maal al-Quran,( Bagaimana
berinteraksi dengan Al-Quran), secara singkatnya sebagai berikut :
1. Al-Quran adalah Kitab Ilahi
Al-Quran berasal dari Allah SWT, baik secara lafal maupun makna.
Diwahyukan

oleh

Allah

SWT

kepada

Rasul

dan

Nabi-Nya;

Muhammad saw melalui wahyu al-jaliy wahyu yang jelas. Yaitu


dengan

turunnya

malaikat

utusan

Allah,

Jibril

a.s

untuk

menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW yang manusia, bukan

melalui jalan wahyu yang lain ; seperti ilham, pemberian inspirasi


dalam jiwa, mimpi yang benar atau cara lainnya.

Artinya : Alif laam raa, (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya


disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang
diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha tahu
( Huud: 1)
2. Al-Quran adalah Kitab Suci yang terpelihara
Diantara karakteristik Al-Quran yang lainnya adalah ia
merupakan kitab suci yang terpelihara keasliannya. Dan Allah SWT
sendiri yang menjamin pemeliharaannya, serta tidak membebankan
hal itu pada seorang pun. Tidak seperti yang dilakukan pada kitabkitab

suci

selainnya,

yang

hanya

dipelihara

oleh

umat

yang menerimanya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman


Allah SWT :









. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah
(Al-Maidah 44)
Adapun makna dipeliharanya al-Quran adalah Allah SWT
memeliharanya dari pemalsuan dan perubahaan terhadap teksteksnya, seperti yang terjadi terhadap Taurat, Injil, dan sebelumnya.
3. Al-Quran adalah Kitab suci yang menjadi Mukjizat
Diantara karakteristik Al-Quran adalah kemukjizatannya. Ia
adalah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad
SAW sehingga bangsa arab hanya menyebut-nyebut mukjizat itu
saja, tidak yang lainnya, meskipun dari beliau terjadi mukjizat yang
lain yang tidak terhitung jumlahnya.
4. Al-Quran adalah Kitab Suci yang menjadi Penjelas dan dimudahkan
Pemahamannya
Al-Quran adalah kitab yang memberi penjelasan dan mudah
dipahami. Tidak seperti kitab filsafat, yang cenderung untuk
menggunakan simbol-simbol dan penjelasan yang sulit, tidak pula
seperti kitab sastra yang menggunakan perlambang-perlambang,

yang berlebihan dalam menyembunyikan substansi, sehingga sulit


dipahami akal.
Allah SWT menurunkan Al-Quran agar makna-maknanya dapat
ditangkap, hukum-hukumnya dapat dimengerti, rahasia-rahasianya
dapat dipahami, serta ayat-ayatnya dapat ditadabburi. Oleh karena
itu

Allah

SWT

menurunkan

Al-

Quran dengan jelas dan memberi penjelasan, tidak samar dan sulit
dipahami. Sebagaimana firman Allah SWT :








Artinya : Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk
pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? (AlQomar 17)
5. Al-Quran adalah Kitab Suci yang Lengkap
Al-Quran adalah kitab agama yang menyeluruh, pokok
agama dan ruh wujud islam. Darinya disimpulkan konsep akidah
Islam, tatacara ibadah, tuntutan akhlak, juga pokok-pokok legislasi
dan hukum. Allah SWT berfirman :




Artinya :

..dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk

menjelaskan segala sesuatu (An-Nahl 89)


6. Al-Quran adalah Kitab Suci Seluruh Zaman
Makna Al-Quran sebagai kitab keseluruhan zaman adalah ia
merupakan kitab yang abadi, bukan kitab bagi suatu masa tertentu,
yang kemudian habis masa berlakunya. Maksudnya, hukum-hukum
Al-Quran, perintah dan larangannya, tidak berlaku secara temporer
dengan suatu kurun waktu tertentu, kemudian habis masanya.
7. Al-Quran adalah Kitab suci bagi Seluruh Umat Manusia
Al-Quran bukanlah kitab yang hanya ditujukan pada suatu
bangsa, sementara tidak kepada bangsa yang lain, tidak juga untuk
hanya satu warna kulit manusia, atau suatu wilayah tertentu. Tidak
juga hanya bagi kalangan yang rasional, dan tidak menyentuh
mereka yang emosional dan berdasarkan intuisi.Tidak juga hanya
bagi

rohaniawan,

sementara

tidak

menyentuh

mereka

yang

materialis. Al-Quran adalah kitab bagi seluruh golongan manusia.


Allah SWT berfirman :




Artinya : Al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi alam
semesta (At-Takwir 27)
Demikian beberapa karakteristik Al-Quran, untuk penjelasan
yang lebih lengkap dan menyeluruh, rujuk kembali kitab Qardhawi
yang disebutkan di atas Di antara karakteristik Al-Quran: ia adalah
Kitab suci yang dimudahkan untuk dihapal dan diulang-ulang dan ia
juga mudah untuk diingat dan dipahami. Dan sesungguhnya telah
kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang
mengambil pelajaran (Al-Qamar:17)
Lafazh-lafazh

Al-Quran,

redaksi-redaksinya,

dan

ayat-

ayatnya mengandung keindahan, kenikmatan, dan kemudahan


sehingga mudah untuk dihapalkan, menyimpannya dalam hati, dan
menjadikan hatinya sebagai tempat Al-Quran. Kita mendapat ribuan
umat muslim yang menghapal Al-Quran dan mayoritas dari mereka
adalah anak-anak yang menginjak balig. Dalam usia yang masih
anak-anak itu, mereka tidak mengetahui nilai kitab suci tersebut,
juga ia suci apa tidak namun tetap saja Al-Quran dihapal oleh
mereka.
Apabila kita perhatikan umat-umat beragama selain agama
islam, kita tidak akan mendapatkan tidak seorang pun yang hapal
isinya, tidak setengahnya, atau seperempatnya, dari kalangan
orang-orang beriman dengan kitab suci tersebut hingga para rahib,
pendeta, bahkan sampai tingkat yang tertinggi.
Sementara Al-Quran, kita akan banyak mendapati orangorang non arab yang hapalanya amat bagus bahkan ada orang non
muslim yang punya hapalan yang bagus juga. Ambil contoh
pemimpin politik Koptik Mesir yang terkenal, Makram Ubeid, beliau
begitu banyak hapalan Al-Qurannya dan sangat licah mengutip AlQuran dalam pidato-pidatonya. Contoh lain Dr. Snoeck Hurgronje,dia
merupakan mata-mata Pemerintah Belanda semasa Kolonialisme di

Indonesia. Menurut sejarah dia ke Aceh menyamar sebagai ulama


dari Turki dan sangat fasih apabila menyangkut bahasa Arab dan
masalah agama, konon dia belajar langsung ke Makkah. Apa mau
dikata memang Al-Quran dapat keluar dari mulut manisnya namun
hatinya tetaplah bukan seorang muslim.
C. FUNGSI AL-QURAN
1. Pengganti kedudukan

kitab

suci

sebelumnya

yang

pernah

diturunkan Allah SWT


2. Tuntunan serta hukum untuk menempuh kehidupan. Sumber pokok
ajaran islam.Fungsi AL-Quran sebagai sumber ajaran islam sudah
diyakini

dan

diakui

kebenarannya

oleh

segenap

hukum

islam.Adapun ajarannya meliputi persoalan kemanusiaan secara


umum seperti hukum, ibadah, ekonomi, politik, social, budaya
,pendidikan ,ilmu pengethuan dan seni.
3. Menjelaskan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh
umat terdahulu
4. Peringatan dan pelajaran bagi manusia.Dalam AL-Quran banyak
diterangkan tentang kisah para nabi dan umat terdahulu,baik umat
yang taat melaksanakan perintah Allah maupun yang mereka yang
menentang dan mengingkari ajaran Nya.Bagi kita,umat uyang akan
datang kemudian rentu harus pandai mengambil hikmah dan
pelajaran dari kisah-kisah yang diterangkan dalam Al-Quran.
5. Sebagai Obat
Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi obat dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan (Alquran itu) tidaklah
menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (AlIsra' (17): 82).

D. AKHLAK TERHADAP AL-QURAN


1. Bersuci dari hadast besar da hadast kecil.
2. Membaca taawudz sebelum membaca Al-quran.
3. Membaca Al-quran secara tahtil.

4.
5.
6.
7.

Lapang dada menerima Al-quran.


Mendengarkan baik-baik pembacaan al-quran.
Bergetar hati dan bertambah imannya.
Tidak menafikkan ayat Allah dalam Al-quran.

E. KANDUNGAN INTI SARI AL-QURAN


Al-Quran adalah kitab suci agama islam untuk seluruh umat
muslim

di

seluruh

dunia

dari

awal

diturunkan

hingga

waktu

penghabisan spesies manusia di dunia baik di bumi maupun di luar


angkasa akibat kiamat besar.
Di dalam surat-surat dan ayat-ayat alquran terkandungkandungan yang secara garis besar dapat kita bagi menjadi beberapa
hal pokok atau hal utama beserta pengertian atau arti definisi dari
masing-masing kandungan inti sarinya, yaitu sebagaimana berikut ini :
1. Aqidah/Akidah
Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai
kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia.
Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan
keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur
dan tidak beranak-pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah
satu butir rukun iman yang pertama. Orang yang tidak percaya
terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir.
Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak
yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau
akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW
tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq. Setiap
manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi
laranganNya.
2. Ibadah
Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa.
Dari pengertian "fuqaha" ibadah adalah segala bentuk ketaatan
yang dijalankan atau dkerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah
SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti
yang tercantum dalam lima butir rukum islam. Mengucapkan dua
kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di

bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah
mampu menjalankannya.
3. Hukum-Hukum
Hukum yang ada di Al-quran adalah memberi suruhan atau
perintah

kepada

orang

yang

beriman

untuk

mengadili

dan

memberikan penjatuhan hukuman hukum pada sesama manusia


yang terbukti bersalah. Hukum dalam islam berdasarkan Alqur'an
ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, mu'amalat,
munakahat, faraidh dan jihad.
4. Peringatan / Tadzkir
Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi
peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa
neraka atau waa'id. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi
orang-orang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa
nikmat surga jannah atau waa'ad. Di samping itu ada pula
gambaran yang menyenangkan di dalam alquran atau disebut juga
targhib dan kebalikannya gambarang yang menakutkan dengan
istilah lainnya tarhib.
5. Sejarah-Sejarah atau Kisah-Kisah
Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang
yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada
Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak
taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan
sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari
sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.
6. Dorongan Untuk Berpikir
Di dalam al-qur'an banyak ayat-ayat yang mengulas suatu
bahasan yang memerlukan pemikiran menusia untuk mendapatkan
manfaat dan juga membuktikan kebenarannya, terutama mengenai
alam semesta. Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Quran
berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia. Petunjuk
mengenai hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan
hal-hal

negatif

seperti

membunuh,

menyakiti

badan,

atau

mengambil harta tanpa alasan yang benar, melainkan juga sampai


kepada menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang di

belakangnya, tidak peduli aib itu benar atau salah, walaupun sambil
memberikan materi kepada yang disakiti hatinya itu.
F. KONSEKUENSI BERIMAN KEPADA AL-QURAN
Pengakuan bahwa kita beriman dan bermakmum kepada AlQuran tentunya memiliki konsekuensi tertentu, diantaranya:
1. hidup bersama Al-Quran dan beribadah kepada Allah dengan
membaca dan menghafalnya
Dibandingkan bacaan dan aktifitas lainnya, Al-Quran bagi
seorang

mukmin

haruslah

menjadi

sahabat

setia

yang

menemaninya baik dalam keadaan sendiri maupun di tengah


keramaian. Seorang mukmin dalam hatinya merasakan bahwa Allah
Swt.

secara

Quran.Allah

pribadi
taala

sedang

selalu

berbicara

mengawasi

dengannya
dan

lewat

memantau

Al-

kondisi

manusia ciptaannya. Manusia adalah ciptaan Allah yang paling


mulia

sehingga

tak

pernah

dibiarkannya

sia-sia

dalam

ketidakpastian. Dengan perantara Rasul, utusan Allah yang dibekali


dengan kitab suci, umat manusia dapat menerima petunjuk Allah
atas setiap persoalan yang menimpanya. Allah taala berfirman:
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti
kebenaran dari Tuhanmu (Muhammad dengan mukjizatnya) dan
telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al
Quran)," (QS An-Nisa'; 174).
"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang
teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan
mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan
karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk
sampai) kepada-Nya," (QS An-Nisa'; 175).
Hidup bersama Al-Quran akan
membuka

jendela

hati,

dan

menajamkan

memberikan

kesegaran

intuisi,
rohani.

Mengapa? Karena pada saat kita akrab dengan Al-Quran itu berarti
kita

sedang

terhimpun

hidup

dalam

bersanding
kitab-Nya

dengan

dan

cahaya

sanggup

rabbani

menerangi

yang
setiap

persoalan yang dihadapi jika kita mentadaburinya dengan baik.


2. Mendidik jiwa kita dengan tuntunan Al-Quran.

Karena Al-Quran adalah manual pendidikan Islami yang


integral dan sanggup mengentaskan umat ini menjadi yang terbaik.
Minimal, hasil pendidikan Al-Quran terhadap jiwa-jiwa manusia itu
telah terbukti dan teraplikasikan dengan baik pada era generasi
muslim terbaik (salafus saleh).Di dalam Al-Quran, Allah taala telah
menjanjikan kaum Muslimin kemenangan yang gemilang justru pada
saat mereka masih minoritas, lemah, dan belum merengkuh
kekuasaan dunia. Ayat-ayat yang turun pada periode Makkiyah dan
Madaniyah merekam janji-janji Allah yang telah terealisasi itu,
diantaranya QS An-Nur; 53, Ar-Rum; 46, An-Nisa; 140, Al-Munafiqun;
8, dan Ali Imran; 39.Pemenuhan janji kemenangan yang gemilang
itu, menurut Syekh Rasyid Ridha, tak lain disebabkan kaum
Muslimin saat itu konsisten menjadikan Al-Quran sebagai sumber
petunjuk (atsaran lil ihtida bil-Quran).
Keunggulan Al-Quran dalam aspek pendidikan jiwa manusia
dapat dilihat pada penekanan segi akidah yang kokoh dan
terejawantahkan dalam amaliah yang nyata dan membentuk hati
dan perilaku yang bersih. Akidah dalam Al-Quran bukanlah sebatas
formalitas dan lips service pengakuan bahwa tiada tuhan selain
Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah! Namun Al-Quran selalu
mengaitkannya dengan amaliah nyata:
"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan
kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?
hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil
pelajaran,"

(QS

Ar-Rodu;

19).

"(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak


perjanjian," (QS Ar-Rodu; 20).
" Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah
perintahkan

supaya

dihubungkan,

dan

mereka

takut

kepada

Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk," QS Ar-Rodu; 21).


"Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya,
mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami
berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan

serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang


mendapat tempat kesudahan (yang baik)," (QS Ar-Rodu; 22).
Dari rangkaian ayat di atas, kita memetik hikmah bahwa
komitmen terhadap janji, menjaga tali silaturahim, sikap sabar
menerima cobaan hidup, salat dan rajin berinfak adalah sebagian
aplikasi turunan dari akidah yang kokoh menghujam dalam qalbu.
3. Mentransformasi kehidupan kita selaku umat kepada orientasi islami
dalam semua aspek kehidupan.
Perilaku individu setiap kita harus sesuai dengan inspirasi AlQuran. Hidup jujur, berintegritas, bersih badan, suci jiwa dan jauh
dari dosa dan kezaliman seperti yang Allah taala inginkan:
Katakanlah, "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu
oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu
dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan
janganlah

kamu

membunuh

anak-anak

kamu

karena

takut

kemiskinan, kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada


mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang
keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi,
dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah
(membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar".
demikian

itu

yang

diperintahkan

kepadamu

supaya

kamu

memahami(nya). (QS Al-An'am; 151).


"Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara
yang

lebih

bermanfaat,

hingga

sampai

ia

dewasa.

dan

sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Lami tidak


memikulkan

beban

kepada

sesorang

melainkan

sekedar

kesanggupannya. dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu


berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji
Allah. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu
ingat," (QS Al-An'am; 152).

BAB II
TEORI PEMBELAJARAN

A. TEORI PEAGET
1. Sensori Motor (0-2th)
Tahap ini ditandai oleh seorang individu berinteraksi dengan
lingkungannya melalui alat indera dan gerakan.
2. Praoperasional (2-7th)
Tahap ini juga disebut dengan tahap intuitif di mana terjadinya
perkembangan fungsi, simbol, bahasa, pemecahan masalah yang
bersifat fisik.
3. Operasi Konkret (7-11th)
Proses berfikir anak harus konkret, belum bisa berfikir abstrak.
Dengan demikian pada masa ini dalam menyelesaikan masalah,
anak menggunakan logika-logika yang bersifat konkret atau bersifat
fisik.
4. Operasi Formal (11+)
Proses berfikir anak sudah mulai abstrak, penalaran yang kompeks
sudah mulai digunakan dan sudah dapat menguji satu hipotesis
dalam mentalnya (Sutirna, 2013: 28).
B. TEORI JAMES W. FOWLER
Kepercayaan sintetis konfensional timbul pada masa adolesen
(12th 20 th). Di sekitar umur 12 th, remaja biasanya mengalami
suatu perubahan yang radikal dalam caranya memberi arti (Agus,
1995: 32).
Yang perlu ialah mengintegrasikan segala gambaran diri yang
begitu berbeda supaya menjadi satu identitas diri yang koheren. Maka
tugas paling pokok pada masa ini adalah upaya menciptakan sintesis
identitas (Agus, 1995: 33).
Boleh dikatakan bahwa upaya menciptakan dengan operasioperasi

formal

kerangka

arti

dan

makna

baru

(sintesis)

ini

menyebabkan remaja sangat tertarik kepada ideologi dan agama.


Remaja berjuang membentuk suatu sintesis dari beberapa keyankinan
dan nilai religius yang dapat membentuk proses pembentukan

identitas

diri.

Pola

kepercayaan

ini

disebut

Fowler

dengan

konvensional.
BAB IV
METODE MENGAJAR
A. METODE NABI MUHAMMAD SAW

Dari Abi Umar bin Khatab, berkata: ketika kami bersama Rasulullah
SAW.

di

suatu

hari,

tiba-tiba

datanglah

seorang

lelaki

yang

mengenakan baju yang sangat putih dan berambut hitam legam.


Tidak tampak

padanya

seorangpun diantara
duduk

tanda-tanda

kami

yang

perjalanan

jauh

mengenalnya.

dan

tidak

Kemudian

dia

dihadapan Nabi dengan menempelkan kedua lututnya pada

lutut Rasulullah SAW. seraya berkata: Ya Muhammad beritahukan aku


tentang Islam! maka Rasulullah
engkau bersaksi bahwa tidak
selain Allah,
engkau
ramadhan,

SAW.

bersabda:

((Islam

ada Ilah yang berhak

adalah

disembah

dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah,

mendirikan
dan

pergi

sholah, menunaikan
haji jika

zakat,

mampu)). Kemudian

berpuasa
orang

itu

berkata, Anda benar. Kami semua heran, dia yang bertanya,


dia

pula

yang

membenarkannya.

Kemudian

dia bertanya

lagi,

beritahukan aku tentang Iman! Lalu beliau bersabda, ((Engkau


beriman

kepada

rasul-rasul-Nya,

Allah,

dan

hari

malaikat-malaikat-Nya,
akhir

serta

engkau

kitab-kitabNya,
beriman

kepada

takdir yang baik maupun yang buruk)). Kemudian dia berkata, Anda
benar. (H. R Muslim)
Di dalam hadits ini di contohkan bahwa ada seorang laki-laki
yang secara tiba-tiba datang kepada Nabi yang sedang duduk
bersama para sahabatnya. Dan bertanya pada nabi tentang islam,dan
iman, kemudian Nabi menjawabnya. Maka metode tanya jawab di
dalam hadits ini dapat dicontoh sebagai metode dalam pembelajaran
untuk kelas VI SD yang mana anak pada usia tersebut memiliki rasa
keingin tahuan yang tinggi.
B. Metode Luqman (Nasihat)

12. dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman,


Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur

(kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya


sendiri;

dan

Barangsiapa

yang

tidak

bersyukur,

Maka

Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".


13. dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di
waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah
kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan
(Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
14. dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada
dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam
Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam
dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang
ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
15. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan
dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,
Maka

janganlah

kamu

mengikuti

keduanya,

dan

pergaulilah

keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang


kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu,
Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada
(sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau
di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya
(membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha
mengetahui.
17. Hai anakku,

dirikanlah

shalat

dan

suruhlah

(manusia)

mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan


yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.
Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan
(oleh Allah).
18. dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi
dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong lagi membanggakan diri.
19. dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah
suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Penanaman akidah yang dilakukan Luqman yakni pemberian


hikmah dan anjuran bersyukur (syukur) serta larangan berbuat syirik
kepada Allah Swt, berbakti kepada kedua orang tua merupakan
dasar pendidikan yang harus dilaksanakan sejak dini.
Menurut Abdullah Nashih `Ulwn dalam kitab Tarbiyyah alAuld fi al-Islammengatakan bahwa mendidik dengan nasehat
memberikan

bekas

dalam

keimanan

peserta

didik,

serta

memberikan persiapan bagi dia untuk dapat hidup dengan mandiri,


dan di masyarakat dengan akhlak yang baik. Akan tetapi dalam
pendidikan, nasehat saja tidaklah cukup apabila tidak dibarengi
dengan keteladanan atau uswah hasanah. Sebagaimana nasehat itu
tidak akan membekas ketika pada diri anak tidak ada sikap yang
bersih, hati yang terbuka dan akal yang siap menampung nasehat
tersebut.
Dalam memberikan nasehat kepada anak, Alquran menurut
Abdullah Nashih `Ulwn memberikan berbagai macam cara yaitu
antara lain:
1) Menasehati dengan kata-kata yang menyenangkan
2) Menasehati dengan kata-kata yang mengundang pelajaran
3) Memberikannasehat dengan wasiat Pelajaran yang diberikan
Luqman kepada anaknya dalam surat Luqman ini merupakan
sebuah cara yang dilakukan dengan memberikan nasehat kepada
anaknya. Hal ini seperti yang diungkap oleh Abdullah Nashih `Ulwan
di atas,Luqman memberikan nasehat kepada anaknya dengan katakata yang menyenangkan, dengan kata-kata yang mengandung
banyak pelajaran, serta mengandung banyak wasiat.
Dalam

surat

(menasehatinya),

di

Luqman
mana

ayat
kata

ke-13,
dengan

terdapat
jelas

kata

menunjukkan

bahwa Luqman mengajarkan anaknya dengan metode nasehat.


Selain itu dalam ayat ke-16, yakni dari kata
juga

( wahai anakku)

menunjukkan bahwa Luqman memberikan pelajaran kepada

anaknya

dengan

nasehat,

yakni

dengan

kata-kata

yang

menyenangkan seperti yang diungkapkan oleh

Abdullah

Nashih

`Ulwn di atas. Selanjutnya, apabila di amati


secara mendalam nasehat yang diajarkan Luqman merupakan
nasehat yang mempunyai arti sebagai wasiat dan memberikan
berbagai macam pelajaran berharga bagi anaknya yaitu antara lain:
a) Adanya perintah untuk bersyukur kepada Allah Swt atas
nikmat
yang telah diberikanNya.
b)

Agar menyembah Allah Swt dan tidak melakukan syirik

kepadaNya.
c)

Agar berbakti kepada orang tua di dunia ini, akan tetapi jika

mereka
menganjurkan unutk melakukan hal yang dilarang Allah Swt
agar
tidak dituruti.
d) Pelajaran bahwa setiap kebaikan dan keburukan yang dilakukan
oleh
manusia, pasti akan ada balasannya oleh Allah Swt.
e) Agae selalu mengerjakan shalat serta untuk selalu berbuat
amar
ma`ruf dan nahi munkar.
f ) Pelajaran agar tidak sombong dan angkuh dalam kehidupan.
g) Pelajaran agar sopan dalam berjalan dan berbicara.
Dari

pelajaran-pelajaran

berharga

di

atas

yang

diajarkan oleh Luqman kepada anaknya dalam surat Luqman ini


sangat baik untuk dijadikan rujukan bagi para orang tua dan
pendidik. Dengan merujuk kepada cara Luqman dalam mendidik
anaknya
berisi

yaitu

banyak

dengan memberikan
macam

nasehat

pelajaran kepada

yang

anaknya.

baik

dan

Hendaknya

kepada para orang tua dan pendidik mengajarkan kepada anak


dan peserta didiknya dengan nasehat-nasehat

yang berupa kata-kata yang baik dan mengandung berbagai


macam pelajaran yang berguna bagi kehidupan anak dan peserta
didik di masa yang akan datang.

BAB V
KESIMPULAN

Dari

pemaparan

teori

pembelajaran

dan

metode

efektif

pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa metode yang tepat untuk


penyampaian materi Iman kepada Al-Quran adalah dengan metode tanya
jawab dan juga metode nasihat, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi
Muhammad SAS dan oleh Luqman.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah,

Abdurrahman

Shaleh.

Educational

Theory

(A

Quranic

Outlook). Terjemahan M. Arifin dan Zainuuddin dengan TeoriTeori Pendidikan Berdasarkan Alquran. 1990. Cet. 1. Jakarta:
Rineka Cipta Karya
Azwar, Syaifudin. 1998. Metode Penelitian. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Mustaqim, dan kawan-kawan. November 2010. Nilai-Nilai Pendidikan
Dalam Kisah Alquran (Antologi Pendidikan Islam). Cet. 1.
Yogyakarta: Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai