Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS DATA KATAGORIKAL

CHI-SQUARE (TES X KUADRAT)


- Digunakan pada data yang bersifat katagorikal (Skala nomimal atau ordinal)
- Data dengan skala interval atau ratio dapat juga dibuat katagorikal bila memang
dikehendaki.

Contigency Table
Merupakan tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris membentuk sel-sel
yang digunakan untuk memaparkan sekaligus frekuensi distribusi beberapa data dari
variabel hasil penelitian. Tabel ini dapat berupa 2 x 2 tabel, 3 x 2 tabel dan seterusnya,
serta dipakai untuk menentukan degre of freedom (df) dari nilai X2 dalam tabel.
Degree of Fredom pada Tes X Kuadrat
Derajad kebebasan pada tes X Kuadrat ditentukan oleh banyaknya kolom (k) dan baris
(b) pada contigency table dengan formula :
df = (k-1)(b-1)
Rumus Tes X Kuadrat
(o e)2
X = ----------------e
2

Keterangan :
o = frekuensiobservasi (observed frequencies)
e = frekuensi harapan (expected frequenicies)
Pada formula di atas terdapat dua jenis frekuensi, yaitu frekuensi observasi dan frekuensi
harapan, dimana frekuensi observasi berasal langsung dari hasil observasi, sedangkan
frekuensi harapan merupakan frekuensi yang dibuat secara teoritis oleh peneliti untuk
keperluan suatu hipotesis.

Timbul pertanyaan, apakah kedua frekuensi ini berbeda satu sama lain secara signifikan.
Dalam hal ini kita dapat membuat suatu hipotesis null, bahwa tidak ada perbedaan yang
bermakna antara frekuensi observasi dengan frekuensi harapan, sebaliknya bila ada
perbedaan kita akan menolak hipotesis null atau teori yang ada.
Batasan-batasan untuk Tes X Kuadrat
a. Pada contigency table 2 x 2, nilai frekuensi harapan atau expected frekuencies
tidak boleh kurang dari nilai 5
b. Pada contigency tableyang besar, nilai frekuensi harapan atau expected
frequencies tidak boleh ada nilai kurang dari 1 dan tidak boleh lebih 20 % dari
seluruh sel pada contogency table mempunyai nilai frekuensi harapan kurangdari
nilai 5.
c. Tes x Kuadrat dengan nilai frekuensi harapan kurang dari nilai 5 pada contigency
table 2 x 2, dapat dikoreksi dengan memakai rumus Yates Correction for
Continuity seperti pada formula berikut :
(o e )2 - 0,5
X = ----------------------e
2

d. Untuk tes X kuadrat dengan tabel 2 x 2, dapat dilakukan secara langsung tanpa
perlu menghitung lagi frekuensi harapan dengan mempergunakan formula :

A
C
A+C

B
D
B+D

A+B
C+D
N

Formula :
N (AD BC)2
X2 = -------------------------------------(A+B) (C+D) (A+C) (B+D)

Contoh soal :
2

Soal 1 Tabel 2 x 2
Tabel 1. Hubungan Merokok dan Hipertensi (Tabel 2 x 2)
No.
1
2

Hipertensi
+
80
60
20
40
100
100

Merokok
+
Jumlah

Jumlah
140
60
200

Langkah :
1. Ho : tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan penyakit hipertensi
H1 : ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan penyakit hipertensi
2. Level of significance (alpa) = 0,05
3. Daerah kritis penolakan X2 3,841 (lihat tabel chi-square pada alpa 0,05 dan df = 1)
4. Tes Statistik :
A1 : (100 x 140)/200
B1 : (100 x 140)/200
C1 : (100 x 60)/200
D1 : ( 100 x 60)/200

=
=
=
=

70
70
30
30

oe
(o e)2 / e
--------------------------------------------------------------------A1 : 80 70
= 10
(10)2 / 70
= 1,428
B1 : 60 70
= - 10
(-10)2 / 70
= 1,428
2
C1 : 20 30
= - 10
(-10) /30
= 3,333
D1 : 40 30
= 10
(10)2 / 30
= 3,333
------------------------ X2
= 9,522
Kesimpulan :
X2 tabel = 3,841
Ho ditolak berarti H1 diterima, ada hubungan antara merokok dengan kejadian
hipertensi.

Soal 2 Tabel 2 x 3
3

Tabel 2. Hubungan status gizi dan tingkatan IQ anak


No.
1.
2.

Tingkatan IQ anak
< 120
120
210
340
50
35
260
375

Status Gizi
Baik
Kurang
Jumlah

> 120
150
15
165

Total
700
100
800

Langkah :
1. Ho : tidak ada hubungan antara status gizi dan tingkatan IQ anak
H1 : ada hubungan antara status gizi dan tingkatan IQ anak
2. Level of significance (alpa) = 0,05
3. Daerah kritis penolakan X2 5,991 (lihat tabel chi-square pada alpa 0,05 dan df = 2)
4. Tes Statistik :
A1
B1
C1
D1
E1
F1

: (260 x 700)/800
: (375 x 700)/800
: (165 x 700)/800
: (260 x 100)/800
: (375 x 100)/800
: (165 x 100)/800

=
=
=
=
=
=

228
328
144
32
47
21

oe
(o e)2 / e
--------------------------------------------------------------------A1 : 210 228 = - 18
(18)2 / 228
= 1,42
B1 : 340 328 = 12
(12)2 / 328
= 0,44
2
C1 : 150 144 = 6
(6) / 144
= 0,25
D1 : 50 33
= 17
(18)2 / 32
= 8,76
2
E1 : 35 47
= 12
(12) / 47
= 3,06
F1 : 15 21
= -6
( 6 )2 / 21
= 1,71
------------------------ X2
= 15,64
Kesimpulan :
X2 table (df=2 dan alpa = 0,05) nilai tabel 5,991
Ho di tolak dan H1 diterima, ada hubungan antara status gizi dan tingkatan IQ anak.