Anda di halaman 1dari 21

HIDRAULIKA

KLASIFIKASI ALIRAN
Disampaikan Oleh:
M. Baitullah Al Amin, ST, M.Eng.
Mail to: baitullah_ceed03@yahoo.com

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

I. PENDAHULUAN
Zat cair dapat diangkut dari suatu tempat ke tempat

lain melalui bangunan pembawa alamiah ataupun


buatan manusia. Bangunan pembawa ini dapat
terbuka maupun tertutup bagian atasnya.
Saluran yang tertutup bagian atasnya disebut
saluran tertutup (closed conduits), sedangkan yang
terbuka bagian atasnya disebut saluran terbuka
(open channels).
Sungai, saluran irigasi, selokan, estuari merupakan
saluran terbuka, sedangkan terowongan, pipa,
aquaduct, gorong-gorong, dan siphon merupakan
saluran tertutup.
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

I. PENDAHULUAN

1/24/16

M. Baitullah Al Amin

II. DEFINISI
Aliran dalam saluran terbuka maupun saluran tertutup

yang mempunyai permukaan bebas disebut aliran


permukaan bebas (free surface flow) atau aliran saluran
terbuka (open channel flow). Dalam pembahasan ini
keduanya mempunyai arti yang sama atau sinonim.
Permukaan bebas mempunyai tekanan sama dengan
tekanan atmosfer.
Jika pada aliran tidak terdapat permukaan bebas dan
aliran dalam saluran penuh, maka aliran yang terjadi
disebut aliran dalam pipa (pipe flow) atau aliran
tertekan (pressurized flow). Aliran dalam pipa tidak
mempunyai tekanan atmosfer, tetapi tekanan hidrolik
(Gambar 2).
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

II. DEFINISI

Gambar 2. Aliran permukaan bebas pada saluran terbuka (a),


aliran permukaan bebas pada saluran tertutup (b), dan
aliran tertekan atau dalam pipa (c)
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

III. KLASIFIKASI ALIRAN


Aliran permukaan bebas dapat diklasifikasikan

menjadi berbagai tipe tergantung kriteria


yang digunakan.
Berdasarkan perubahan kedalaman dan/atau
kecepatan mengikuti fungsi waktu, maka
aliran dibedakan menjadi aliran mantap
(steady) dan tidak mantap (unsteady).
Berdasarkan fungsi ruang, maka aliran
dibedakan menjadi aliran seragam (uniform)
dan tidak seragam (non-uniform).
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

III. KLASIFIKASI ALIRAN


Aliran
(flow)

Aliran Tak
Mantap
(Unsteady)

Aliran Mantap
(Steady)

Seragam
(Uniform
)

Berubah
(Varied)

Berubah lambat
laun
(Gradually)

Seragam
(Uniform
)

Berubah tibatiba
(Rapidly)

Berubah
(Varied)

Berubah lambat
laun
(Gradually)

Fungsi Waktu

Fungsi Ruang

Berubah tiba-tiba
(Rapidly)

Gambar 3. Klasifikasi aliran pada saluran terbuka


1/24/16

M. Baitullah Al Amin

III.1. Aliran Mantap dan Tak Mantap


Jika kecepatan aliran pada suatu titik tidak berubah terhadap

waktu maka alirannya disebut aliran mantap (steady flow).


Jika kecepatan aliran pada suatu lokasi tertentu berubah
terhadap waktu maka alirannya disebut aliran tak mantap
(unsteady flow).
Dalam hal-hal tertentu dimungkinkan mentransformasikan
aliran tak mantap menjadi mantap. Penyederhanaan ini
menawarkan beberapa keuntungan, seperti kemudahan
visualisasi,
kemudahan
penulisan
persamaan
terkait.
Penyederhanaan ini hanya mungkin jika bentuk gelombang
tidak berubah dalam perambatannya.
Jika bentuk gelombang berubah selama perambatannnya, maka
tidak mungkin mentransformasikan gerakan gelombang
tersebut menjadi aliran mantap. Misalnya gelombang banjir
yang
merambat
pada
sungai
alamiah
tidak
dapat
1/24/16
M. Baitullah
Al Amin aliran
8
ditransformasikan
menjadi
mantap karena bentuk

III.1. Aliran Mantap dan Tak Mantap

Gambar 4. Gelombang banjir melalui saluran terbuka


1/24/16

M. Baitullah Al Amin

III.2. Aliran Seragam dan Berubah


Jika kecepatan aliran pada suatu waktu tertentu

tidak berubah sepanjang saluran yang ditinjau,


maka alirannya disebut aliran seragam (uniform
flow).
Namun, jika kecepatan aliran pada saat tertentu
berubah terhadap jarak, maka alirannya disebut
aliran tidak seragam atau aliran berubah (nonuniform flow atau varied flow).
Berdasarkan laju perubahan kecepatan terhadap
jarak, maka aliran dapat diklasifikasikan menjadi
aliran berubah lambat laun (gradually varied flow)
atau aliran berubah tiba-tiba (rapidly varied flow).
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

10

III.2. Aliran Seragam dan Berubah

Gambar 5. Aliran seragam (a) dan berubah (b)


1/24/16

M. Baitullah Al Amin

11

III.3. Aliran Laminer dan Turbulen


Jika partikel zat cair yang bergerak mengikuti

alur tertentu dan aliran tampak seperti


gerakan serat-serat atau lapisan-lapisan tipis
yang paralel, maka alirannya disebut aliran
laminer.
Sebaliknya, jika partikel zat cair bergerak
mengikuti alur yang tidak beraturan, baik
ditinjau terhadap ruang maupun waktu, maka
alirannya disebut aliran turbulen.
Aliran laminer dan turbulen terlihat pada
Gambar 6 berikut.
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

12

III.3. Aliran Laminer dan Turbulen

Gambar 6. Aliran laminer (a), transisi (b), turbulen (c)


1/24/16

M. Baitullah Al Amin

13

III.3. Aliran Laminer dan Turbulen


Faktor yang menentukan keadaan aliran adalah pengaruh relatif antara

gaya kekentalan (viskositas) dan gaya inersia.


Jika gaya viskositas yang dominan, maka alirannya laminer.
Jika gaya inersia yang dominan, maka alirannya turbulen.
Nisbah antara gaya kekentalan dan inersia dinyatakan dalam angka
Reynold (Re), yang didefinisikan seperti rumus berikut.

V .L
Re

.. (1)

dengan V = kecepatan aliran (m/det)


L = panjang karakteristik (m), pada saluran
muka air bebas L = R
R = jari-jari hidraulik saluran
= viskositas (m2/det)
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

14

III.3. Aliran Laminer dan Turbulen


Percobaan Osborne Reynolds (1884)

Gambar 7. Alat Osborne Reynolds

1/24/16

M. Baitullah Al Amin

15

III.3. Aliran Laminer dan Turbulen


Pada aliran bebas dipakai jari-jari hidraulik

sebagai
panjang
karakteristik.
Jari-jari
hidraulik
didefinisikan
sebagai
luas
penampang basah dibagi keliling basah.
Aliran laminer terjadi apabila Re < 500.
Aliran turbulen terjadi apabila Re > 1000.
Dalam kehidupan sehari-hari, aliran laminer

pada saluran terbuka sangat jarang ditemui.


Aliran jenis ini mungkin dapat terjadi pada
aliran dengan kedalaman sangat tipis di atas
permukaanM.gelas
yang sangat halus dengan
1/24/16
Baitullah Al Amin
16

III.4. Aliran Subkritis, Kritis, dan


Superkritis
Aliran dikatakan subkritis (mengalir) apabila suatu gangguan

(misalnya batu dilemparkan ke dalam aliran sehingga


menimbulkan gelombang) yang terjadi di suatu titik pada aliran
dapat menjalar ke arah hulu. Aliran subkritis dipengaruhi oleh
kondisi hilir, dengan kata lain keadaan di hilir akan
mempengaruhi aliran di sebelah hulu.
Apabila kecepatan aliran cukup besar sehingga gangguan yang
terjadi tidak menjalar ke hulu maka aliran adalah superkritis.
Dalam hal ini kondisi di hulu akan mempengaruhi aliran di
sebelah hilir.
Aliran kritis merupakan tipe aliran di antara aliran subkritis dan
superkritis.
Ilustrasi ketiga jenis aliran terlihat pada Gambar 8.
Penentuan tipe aliran dapat didasarkan pada angka Froude (Fr).
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

17

III.4. Aliran Subkritis, Kritis, dan


Superkritis

Gambar 8. Pola penjalaran gelombang di saluran terbuka


1/24/16

M. Baitullah Al Amin

18

III.4. Aliran Subkritis, Kritis, dan


Superkritis
Angka Froude (Fr) dapat dinyatakan seperti pada persamaan

berikut.

V
Fr
g.h

.. (2)

dengan V = kecepatan aliran (m/det)


h = kedalaman aliran (m)
g = percepatan gravitasi (m/det2)
Aliran adalah subkritis apabila Fr < 1 atau V < (gh)0,5
Aliran adalah kritis apabila Fr = 1 atau V = (gh)0,5
Aliran adalah superkritis apabila Fr > 1 atau V > (gh)0,5
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

19

IV. LATIHAN SOAL


1. Air

mengalir penuh dalam pipa dengan


diameter 1,5 m pada kecepatan aliran 3,0
m/det.
Tentukan
angka
Reynolds
jika
temperatur air adalah 20C.
2. Air mengalir dalam saluran trapesium dengan
lebar dasar saluran 15 ft dan kemiringan
dinding saluran 1 (vertikal) ; 1,5 (horisontal).
Debit aliran adalah 200 cfs. Tentukan jenis
aliran apakah subkritik, kritik atau superkritik
jika kedalaman aliran 2 ft.
1/24/16

M. Baitullah Al Amin

20

SELESAI

1/24/16

M. Baitullah Al Amin

21