Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Masalah


Pertumbuhan pada setiap individu manusia berlangsung terus menerus dan

tidak dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap
perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka yang suka mencobacoba pada hal yang baru. Pada masa remaja terjadi perubahan-perubahan fisik baik
bersifat struktural maupun fungsinya, yang berbeda antara remaja laki- laki dan
remaja perempuan. Gejala-gejala perubahan fisik remaja, mulai nampak ketika anak
mulai memasuki masa awal remaja sebagai bagian pertama dalam masa remaja secara
keseluruhan. Perubahan fisik pada remaja hampir selalu disertai dengan perubahanperubahan dalam sikap dan perilaku.
Tidak sedikit banyaknya terjadi ketidakseimbangan pada diri remaja
disebabkan karena perubahan tersebut merupakan pengalaman yang belum pernah
dirasakannya, sebelum datangnya masa remaja tersebut. Dengan adanya perubahanperubahan fisik remaja sering menampilkan sikap dan perilaku yang sulit dimengerti
oleh orang dewasa. Keadaan ini sering bertambah parah, karena sikap orang tua yang
kurang memahami tentang keadaan yang terjadi pada remaja. Ketidakseimbangan
yang dialami remaja terhadap perubahan fisik, ditambah dengan kekurangpahaman
orang tua, menyebabkan kesulitan bagi remaja untuk melakukan penyesuaian diri
dengan perubahan-perubahan yang mereka alami.
Melalui pemahaman yang mendalam terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi pada masa remaja, diharapkan remaja dapat mengalami perubahan- perubahan
tersebut dengan baik. Bimbingan orang tua dan guru terhadap anak pada usia remaja
sangatlah dibutuhkan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan
tingkat perkembangannya. Agar orang tua dan atau dapat memberikan bimbingan
kepada putra-putrinya hendaknya mengetahui perkembangan fisik remaja.
Pekembangan fisik remaja di tandai dengan kematangan seksual, dalam arti,
oragan-organ seksualnya sudah dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengembangkan
keturunan. Dengan matangnya fungsi-fungsi seksual, maka timbul pula dorongan dan
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 1

keinginan untuk pemuasan seksual.seksualitas merupakan sebuah proses yang


berlangsung secara terus-menerus sejak seseorang bayi lahir sampai meninggal,
sebuah proses yang memprelihatkan hubungan erat antara aspek fisik (sistem
reproduksi) dengan aspek psikis dan sosial yang muncul dalam bentuk perilaku, serta
merupakan bagian integral dari kehidupan manusia (Myles, 1993).
Perilaku tersebut ditunjukkan dalam bentuk seks bebas/free seks sebagai
hubungan yang didoreng oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun
dengan sesama jenis. Seks bebas dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
kurangnya kasih sayang orang tua, kurangnya komunikasi antara remaja dengan
orang tua dan kurangnya penanaman disiplin pada anak (Sarwono, 2002).
Untuk mengatasi masalah seks bebas pada remaja dibutuhkan dukungan
dalam keluarga. Dukungan keluarga dalam mendidik dan membesarkan anak
merupakan suatu tren yang mempengaruhi kepribadian seseorang termasuk
didalamnya kemampuan seseorang untuk peduli (Markum, 1991).
1.2.

Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui pengertian pertumbuhan fisik.
b. Untuk mengetahui bentuk-bentuk pertumbuhan fisik remaja.
c. Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku remaja.
d. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
remaja.
e. Untuk mengetahui perbedaan-perbedaan individu dalam pertumbuhan fisik.
f. Untuk mengetahui ciri-ciri, tahap dan kriteria pada masa puber
g. Untuk mengetahui perkembangan seksual remaja

1.3.

Manfaat Penulisan
a. Bagi orang tua
Memberikan informasi mengenai perubahan-perubahan fisik yang
akan di alami oleh anak yang akan beranjak remaja, agar anak siap untuk
menerimanya.
b. Bagi remaja

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 2

Diharapkan bagi remaja tidak terjerumus dalam bahaya pada masa


puber dan menjauhi seks bebas.
c. Bagi profesi
Memberikan dukungna keluarga tentang gambaran tentang tugas-tugas
yang harus di selesaikan pada masa remaja
d. Bagi institusi
Diharapkan bagi sekolah agar memberikan pendidikan seksual di
dalam kurikulum yeng telah dianjurkan.
BAB II
ISI
2.1.

Kasus Terkini yang Berkaitan dengan Materi


Kami mengambil kasus yang berkaitan dengan materi ini dari sebuah film

yang berjudul MBA (Married By Accident) yang ditulis oleh Ve Handojo yaitu
tentang seks bebas yang dilakukan oleh remaja, berikut ini ceritanya:
MBA (Married By Accident)
Raskal dan Ole, sepasang remaja yang sedang menjalin hubungan
berpacaran. Mereka dikenal sebagai anak baik-baik di lingkungannya, baik di
sekolah maupun di rumah. Sudah enam bulan pacaran, Raskal dan Ole dibingungkan
oleh pertanyaan paling penting sedunia: Harus ML gak ya?
Teman-teman Raskal yang bejat mencoba mempengaruhi Raskal supaya ia
mau melakukan hubungan suami-istri. Temannya mengatakan, Rugi kalau nggak
dapet!. Raskal yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayahnya,
ternyata sangat gampang terpengaruh oleh temah-temannya. Dilain pihak, kakak Ole
pun ikut-ikutan mempengaruhi Ole dengan mengatakan, cowok kalau nggak dikasih
maunya, pasti langsung menghilang. Sudah pasti pernyataan itu membuat Ole takut
akan kehilangan Raskal. Akhirnya dua remaja putih-abu-abu yang bingung itu nekat
melakukan hubungan suami-istri.
Sialnya, Sekali melakukan langsung hamil!. Ole pun memutuskan untuk
aborsi, tapi ia sangat ketakutan karena membayangkan nyeri dan sakitnya aborsi.
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 3

Perut Ole makin besar. Hal ini membuat keluarga panik, dan pastinya cita-cita
mereka menjadi buyar. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjalaninya saja
layaknya suami-istri (http://blogspot.com/2008/12/mba-married-by-accident.html).
2.2.

Analisa kasus
Sampai saat ini masalah seksualitas selalu menjadi topik yang menarik untuk

dibicarakan. Hal ini dimungkinkan karena permasalahan seksual telah menjadi suatu
hal yang sangat melekat pada diri manusia. Seksualitas tidak bisa dihindari oleh
makhluk hidup, karena dengan seks makhluk hidup dapat terus bertahan menjaga
kelestarian keturunannya.
Remaja dalam memasuki masa peralihan tanpa pengetahuan
yang memadai tentang seksual pranikah. Hal ini disebabkan orang
tua merasa tabu membicarakan masalah seksual dengan anaknya
dan hubungan orang tua anak menjadi jauh sehingga anak
berpaling ke sumber-sumber lain yang tidak akurat khususnya
teman. (Sarwono, 2006).
Remaja banyak yang tidak sadar dari pengalaman yang
tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan, salah satu
problema dari kaum remaja apabila kurangnya pengetahuan
seksual pranikah adalah kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi
tidak aman dan juga penyakit kelamin (Chyntia, 2003). Pengetahuan
tentang seksual pranikah dapat mempengaruhi sikap individu tersebut
terhadap seksual pranikah (Adikusuma, 2005)

Dalam kasus ini, dapat di analisa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya


seks pranikah yang dilakukan oleh remaja pada umumnya dan pada Raskal dan Ole
khususnya, yaitu:
1. Faktor lingkungan.
Dimana Raskal yang mempunyai teman-teman yang kurang baik yang
telah mempengaruhinya agar melakukan hubungan suami-istri dengan
pacarnya (Ole). Dan Ole pun mempunyai kakak yang nakal, mengajarkan
yang pergaulan yang tidak baik kepada adiknya (Ole).
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 4

Lingkungan sekitar sangat mempengaruhi tumbuh kembang seorang


remaja nantinya hingga mencapai masa dewasa, remaja yang pikiran dan
emosinya masih sangat labil membuat mereka gampang dipengaruhi oleh
lingkungnnya, oleh karena itu, perlunya dukungan dan pengawasan dari
keluarga supaya anak tersebut tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang
salah, seperti cerita Raskal dan Ole.
2. Kurangnya keyakinan diri untuk mempertahankan sesuatu yang dianggap
benar atau gampang terpengaruh.
Teman-teman sebaya mempengaruhi pola pikir remaja dalam dua cara.
Pertama, konsep diri remaja merupakan cerminan dari anggapan tentang
konsep teman-teman tentang dirinya dan yang kedua, ia berada dalam tekanan
untuk mengembangkan ciri-ciri pemikiran dan kepribadian yang diakui oleh
kelompok.
3. Kurangnya pengetahuan tentang seks.
Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi
mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan
dengan dorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memiliki
informasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri (Handbook
of Adolecent psychology, 1980).
Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa
remaja bila ia tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang tepat. Fakta
menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kita tidak mengetahui dampak
dari perilaku seksual yang mereka lakukan, seringkali remaja sangat tidak
matang untuk melakukan hubungan seksual terlebih lagi jika harus
menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut.
Seiring perkembangan yang terjadi sudah saatnya pemberian
penerangan dan pengetahuan masalah seksualitas pada anak dan remaja
ditingkatkan. Pandangan sebagian besar masyarakat yang menganggap
seksualitas merupakan suatu hal yang alamiah, yang nantinya akan diketahui
dengan sendirinya setelah mereka menikah sehingga dianggap suatu hal tabu
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 5

untuk dibicarakan secara terbuka, nampaknya secara perlahan-lahan harus


diubah.
Sudah saatnya pandangan semacam ini harus diluruskan agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan bagi anak dan
remaja sebagai generasi penerus bangsa. Remaja yang hamil di luar nikah,
aborsi, penyakit kelamin, dll, adalah contoh dari beberapa kenyataan pahit
yang sering terjadi pada remaja sebagai akibat pemahaman yang keliru
mengenai seksualitas.
4. Rasa ingin tahu dan coba-coba yang tinggi.
Karena meningkatnya minat remaja pada masalah seksual dan sedang
berada dalam potensi seksual yang aktif, maka remaja berusaha mencari
berbagai informasi mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang
berhasil mereka dapatkan, pada umumnya hanya sedikit remaja yang
mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu remaja
mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin
dapat diperoleh, misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi, membahas
dengan teman-teman, buku-buku tentang seks, media massa atau internet.
5. Kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tua.
Kasih sayang dan perhatian orang tua sangat penting, karena kalau
orang tua tidak memberikan perhatian dan sikap peduli kepada anaknya ketika
beranjak remaja, maka anak tersebut mencari pelampiasan terhadap masalah
yang ada di dalam keluarga, seperti minum-minuman keras, merokok, dan
seks bebas seperti yang di lakukan oleh Raskal dan Ole.
6. Takut hubungan akan berakhir.
Seperti cerita di atas, Ole yang takut Raskal akan pergi
meninggalkannya karena ia tidak memberikan semuanya kepada Raskal, Ole
dan Raskal tidak berfikir panjang atas akibat yang akan muncul ketika sudah
melakukan hubungan seks pranikah.
2.3.

Pengertian Perkembangan Fisik

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 6

Perkembangan fisik remaja merupakan perkembangan yang paling pesat.


Remaja tidak hanya tumbuh dari segi ukuran (semakin tinggi atau semakin besar),
tetapi juga mengalami kemajuan secara fungsional, terutama organ seksual atau
pubertas. hal ini ditandai dengan datangnya menstruasi pada perempuan dan mimpi
basah pada laki-laki.
Perkembangan adalah suatu proses perubahan fisiologis yang bersifat
progresif dan kontinyu dan berlangsung dalam periode tertentu. Perubahan ini
berkisar hanya pada aspek-aspek fisik individu. Perkembangan itu meliputi
perkembangan yang bersifat internal maupun eksternal. Perkembangan internal
meliputi perubahan ukuran alat pencernaan makanan, bertambahnya ukuran besar dan
berat jantung dan paru-paru, bertambah sempurna sistem kelenjar kelamin, dan
berbagai jaringan tubuh. Adapun perubahan eksternal meliputi bertambahnya tinggi
badan, bertambahnya lingkar tubuh, perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh,
ukuran besarnya organ seks, dan munculnya atau tumbuhnya tanda-tanda kelamin
sekunder.
Sebenarnya tanpa ada tambahan kata fisik pun itu tidak menjadi persoalan,
karena istilah perkembangan saja, sudah bermakna perubahan pada aspek-aspek
fisiologis. Jadi, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan fisik adalah perkembanganperkembangan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam perkembangan
remaja. Perubahan- perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan
proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri kelamin
kedua (sekunder).
2.4.

Perkembangan Fisik Remaja


a. Karakteristik Perkembangan Fisik
Pesatnya perkembangan fisik pada masa remaja seringkali menimbulkan

kejutan pada diri remaja. Pakaian yang dimilikinya seringkali menjadi cepat tidak
muat dan harus membeli lagi. Terkadang remaja dikejutkan dengan perasaan bahwa
tangan dan kakinya terlalu panjang sehingga tidak seimbang dengan besar tubuhnya.
Pada remaja putri ada perasaan seolah bahwa tanpa dibayangkan sebelumnya kini

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 7

buah dadanya membesar. Oleh karena itu, seringkali gerak-gerik remaja menjadi
canggung dan tidak bebas.
Pada remaja pria, perkembangan lekum menyebabkan suara remaja menjadi
parau atau membesar untuk beberapa waktu. Perkembangan kelenjar yang mencapai
kematangan mulai berproduksi menghasilkan hormon. Akibatnya, remaja mulai
merasa tertarik kepada lawan jenisnya. Ketertarikannya yang disebabkan oleh
berkembangnya hormon menyebabkan remaja pria mengalami mimpi basah. Pada
remaja putri, perkembangan hormon menyebabkan mereka mulai mengalami
menstruasi yang seringkali pada pertama kali mengalaminya, menimbulkan
kegelisahan.
b. Perubahan Fisik
Datangnya masa remaja, ditandai oleh adanya perubahan-perubahan fisik.
Hurlock (1992) menyatakan bahwa perubahan fisik tersebut, terutama dalam hal
perubahan

yang

menyangkut

ukuran

tubuh,

perubahan

proposisi

tubuh,

perkembangan ciri-ciri seks primer, dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder.


Perkembangan yang terjadi pada fisik remaja dapat terjadi melalui perubahanperubahan, baik internal maupun eksternal.
1. Perubahan Internal
Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan tidak tampak
dari luar. Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian remaja.
Perubahan tersebut adalah:
a. Sistem Pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk
pipa, usus bertambah panjang dan bertambah besar, otot-otot di perut dan
dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan kuat, hati bertambah berat
dan kerongkongan bertambah panjang.
b. Sistem Peredaran Darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia tujuh belas
atau delapan belas, beratnya dua belas kali lebih berat pada waktu lahir.

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 8

Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mencapai


tingkat kematangan bilamana jantung sudah matang.
c. Sistem Pernafasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia
tujuh belas tahun; anak laki-laki mencapat tingkat kematangan baru
beberapa tahun kemudian, satu atau dua tahun setelah usia anak
perempuan.
d. Sistem Endoktrin
Kegiatan kelenjar kelamin yang meningkat pada masa remaja
menyebabkan ketidakseimbangan sementara dari seluruh sistem kelamin
pada masa awal remaja. Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan
berfungsi, meskipun belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir
masa remaja atau awal masa dewasa.
e. Jaringan Tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia delapan belas
tahun. Jaringan selain tulang, khususnya bagi perkembangan otot, terus
berkembang sampai tulang mencapai ukuran yang matang.
2. Perubahan Eksternal
Perubahan dalam tubuh seorang remaja yang mengalami datangnya masa
remaja ini terjadi sangat pesat. Perubahan yang terjadi, dapat dilihat pada fisik luar
anak. Perubahan tersebut ialah:
a. Tinggi Badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi matang pada usia
antara tujuh belas dan delapan belas tahun, rata-rata anak laki-laki kirakira setahun setelahnya. Perubahan tinggi badan remaja dipengaruhi
asupan makanan yang diberikan, pada anak yang diberikan imunisasi pada
masa bayi cenderung lebih tinggi dari pada anak yang tidak mendapatkan
imunisasi. Anak yang tidak diberikan imunisasi lebih banyak menderita
sakit sehingga pertumbuhannya terhambat.
b. Berat Badan
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 9

Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan


perubahan tinggi badan, perubahan berat badan terjadi akibat penyebaran
lemak pada bagian- bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit lemak
atau bahkan tidak mengandung lemak. Ketidakseimbangan perubahan
tinggi badan dengan berat badan menimbulkan ketidakidealan badan anak,
jika perubahan tinggi badan lebih cepat dari berat badan, maka bentuk
tubuh anak menjadi jangkung (tinggi kurus), sedangkan jika perubahan
berat badan lebih cepat dari perubahan tinggi badan, maka bentuk tubuh
anak menjadi gemuk gilik/gembrot (gemuk pendek).
c. Proporsi Tubuh
Berbagai anggota tubuh lambat laun, mencapai perbandingan
tubuh yang baik. Ciri tubuh yang kurang proposional pada masa remaja
tidak sama untuk seluruh tubuh, ada pula bagian tubuh yang semakin
proposional. Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan
keanekaragaman

perubahan

proposisi

tubuh,

yaitu

endomorfik,

mesomorfik dan ektomorfik. Endomorfik banyak lemak sedikit otot


(padded). Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). Mesomorfik
sedikit lemak banyak otot (muscular).
d. Organ Seks/Ciri Seks Primer
Baik laki-laki maupun perempuan organ seks mengalami ukuran
matang pada akhir masa remaja, tetapi fungsinya belum matang sampai
beberapa tahun kemudian (dewasa).
e. Ciri-ciri Seks Sekunder
Ciri-ciri seks sekunder yang utama, perkembangannya matang
pada masa akhir masa remaja. Ciri sekunder tersebut antara lain ditandai
dengan tumbunya kumis dan jakun pada laki-laki sedangkan pada wanita
ditanda dengan membesarnya payudara.
2.5.

Kondisi Kondisi yang Mempengaruhi Perkembangan Fisik Remaja

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 10

Perkembangan fisik erat hubungannya dengan kondisi remaja. Kondisi yang


baik berdampak baik pada pertumbuhan fisik remaja, demikian pula sebaliknya.
Adapun kondisi-kondisi yang mempengaruhi sebagai berikut :
a. Pengaruh Keluarga
Pengaruh keluarga meliputi faktor keturunan maupun faktor
lingkungan. Karena faktor keturunan seorang anak dapat lebih tinggi atau
panjang dari anak lainnya, sehingga ia lebih berat tubuhnya, jika ayah dan
ibunya atau kakeknya tinggi dan panjang. Faktor lingkungan akan
membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan
yang dibawa dari orang tuanya.
b. Pengaruh Gizi
Anak yang mendapatkan gizi cukup biasanya akan lebih tinggi
tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf dewasa dibadingkan
dengan mereka yang tidak mendapatkan gizi cukup. Lingkungan juga
dapat memberikan pengaruh pada remaja sedemikian rupa sehingga
menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan di masa
remaja.
c. Gangguan Emosional
Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan
menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan dan ini akan
membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di
kelenjar pituitari (otak). Bila terjadi hal demikian pertumbuhan awal
remajanya terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.
d. Jenis Kelamin
Anak laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dari pada anak
perempuan, kecuali pada usia 12 15 tahun. Anak perempuan biasanya
akan sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada laki-laki-laki. Hal ini
terjadi karena bentuk tulang dan otot pada anak laki-laki berbeda dengan
perempuan. Anak perempuan lebih cepat kematangannya dari pada lakilaki .
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 11

e. Status Sosial Ekonomi


Umumnya anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial
ekonomi rendah, cenderung lebih kecil dari pada anak yang berasal dari
keluarga dengan tingkat ekonomi rendah.
f. Kesehatan
Kesehatan amat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik remaja.
Remaja yang berbadan sehat dan jarang sakit, biasanya memiliki tubuh
yang lebih tinggi dan berat atau besar dibanding yang sering sakit.
g. Kecerdasan
Pada umumnya, anak yang kecerdasannya lebih tinggi atau
berprestasi di sekolah biasanya lebih gemuk dan berat daripada anak yang
kecerdasannya rendah.
h. Pengaruh Bentuk Tubuh
Perubahan psikologis muncul antara lain disebabkan oleh
perubahan-perubahan fisik. Di antara perubahan fisik yang sangat
berpengaruh adalah; pertumbuhan tubuh (badan makin panjang dan
tinggi), mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid
pada perempuan dan "mimpi pertama" pada anak laki-laki ), dan tandatanda kelamin kedua yang tumbuh.
2.6.

Pengaruh Perkembangan Fisik Terhadap Tingkah Laku


Perkembangan fisik hampir selalu dibarengi dengan perubahan perilaku dan

sikap. Keadaan ini seringkali menjadi sedikit parah karena sikap orang-orang yang
berbeda di sekelilingnya dan sikapnya sendiri dalam menanggapi perubahan fisik itu.
Konsisten dengan konsep dasar bahwa individu merupakan satu kesatuan psikofisik
yang tidak dapat dipisah-pisahkan, maka pertumbuhan fisik mempunyai pengaruh
terhadap tingkah laku. Dalam masa remaja, perubahan yang terjadi sangat mencolok
dan jelas sehingga

dapat mengganggu keseimbangan yang sebelumnya sudah

terbentuk. Perilaku mereka mendadak menjadi sulit diduga dan seringkali agak
melawan norma sosial yang berlaku.

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 12

Seberapa jauh perubahan pada masa remaja akan mempengaruhi perilaku


sebagaian besar tergantung pada kemampuan dan kemauan anak remaja untuk
mengungkapkan keprihatinan dan kecemasannya kepada orang lain sehingga dengan
begitu ia dapat memperoleh pandangan baru dan yang lebih baik. Dunbar dalam
Hurlock (1992) menjelaskan, reaksi efektif terhadap perubahan utama ditentukan oleh
kemampuan untuk berkomunikasi. Karena berkomunikasi merupakan cara untuk
mengatasi kecemasan yang selalu disertai tekanan.
Perubahan pada masa remaja sering mempengaruhi sikap dan perilakunya.
Hurlock (1992) mengemukakan perubahan yang terjadi, yaitu:
a. Ingin menyendiri
b. Bosan
c. Inkoordinasi
d. Antagonis Sosial
e. Emosi yang meninggi
f. Hilangnya Kepercayaan Diri
g. Terlalu sederhana
2.7.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik Remaja


Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik individu, yaitu:
a. Faktor Internal
1. Sifat Jasmaniah yang diwariskan dari orang tuanya
Anak cendrung dapat lebih tinggi atau panjang dari anak
lainnya jika ayah dan ibunya atau kakeknya bertubuh tinggi dan
panjang, begitupun sebaliknya.
2. Kematangan
Perkembangan fisik seolah-olah seperti sudah direncanakan
oleh faktor kematangan. Meskipun anak itu diberi makanan yang
bergizi, tetapi kalau saat kematangan belum sampai, pertumbuhan itu
tetap seperti tertangguhkan.
b. Faktor Eksternal
1. Kesehatan

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 13

Anak yang sering sakit-sakitan pertumbuhan fisiknya akan


terhambat,

sebaliknya

anak yang sehat akan lebih bagus

pertumbuhannya.
2. Makanan
Anak yang kurang gizi pertumbuhannya akan terhambat,
sebaliknya yang cukup gizi pertumbuhannya akan lancar.
3. Stimulasi lingkungan
Individu yang tubuhnya sering dilatih untuk meningkatkan
percepatan perkembangannya akan berbeda dengan yang tidak pernah
mendapat latihan.
2.8.

Perbedaan Individu dalam Perkembangan Fisik


Secara umum, terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang sangat pesat

dalam masa remaja awal ( 12/13 17/18 tahun ). Menurut Dr. Zakiah Daradjat,
bahwa di antara hal yang kurang menyenangkan remaja, adalah adanya beberapa
bagian tubuh yang cepat pertumbuhannya, sehingga mendahului bagian yang lain
seperti kaki, tangan dan hidung yang mengakibatkan cemasnya remaja melihat wajah
dan tubuhnya yang kurang bagus. Hal lain yang dikhawatirkan adalah bentuk badan
yang terlalu gemuk, kurus, pendek, tinggi (jangkung). Wajah yang kurang tampan
atau cantik, ada jerawatnya dan sebagainya.
Faktor-faktor internal dan eksternal yang semuanya ikut mempengaruhi
perkembnagan individu mudah dimengerti bahwa pertumbuhan fisik itu akan sangat
bervariasi. Perbedaan faktor keturunan, kondisi kesehatan, gizi makanan, dan
stimulasi lingkungan menyebabkan perbedaan perkembangan fisik individu. Anak
yang selalu sehat dengan makanan yang mengandung gizi akan menunjukkan
perkembangan fisik yang lebih cepat daripada anak yang sering sakit-sakitan.
Perkembangan fisik juga menunjukkan perbedaan yang mencolok antara
remaja putri dan remaja putra. Pada umumnya, remaja putri lebih cepat
perkembangan fisiknya daripada remaja putra. Namun demikian, pada suatu periode
tertentu anak laki-laki menyusul dengan kecepatan melebihi anak perempuan. Ini
tidak berarti bahwa semua anaak laki-laki pasti lebih tinggi dan besar dari anak
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 14

perempuan. Sebab, ada juga anak perempuan yang tinggi besar, dan ada juga anak
laki-laki yang pendek dan kecil.
2.9.

Pubertas
Pubertas dalam rentang perkembangan ketika anak-anak berubah dari

makhluk aseksual menjadi makhluk seksual. Seperti diterangkan oleh Rood masa
pber adalah suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat
seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. Tahap ini disetai dengan perubahanperubahan dalam pertumbuhan somatik dan perspektif psikologis
Ciri-ciri masa puber
Di tandai oleh perubahan-perubahan perkembangan tertentu yang tidak terjadi
dalam tahap-tahap lain dalam rentang kehidupan.
Masa Pber adalah Periode Tumpang Tindih
Karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal
masa remaja. Sampai anak matang secara seksual, ia dikenal sebagai anak pber.
Setelah matang secara seksual, anak dikenal sebagai remaja.
Masa Puber adakah Periode Yang Singkat
Masa pber relatif merupakan periode yang singkat, sekitar 2-4 tahun yang di
anggap sebagai anak yang cepat matang. Anak perempuan cenderung lebih cepat
matang daripada kelompok anak laki-laki.
Masa Puber dibagi dalam Tahap-Tahap
Dibagi menjadi tiga tahap yaitu, tahap para pber, tahap pber, dan tahap
pasca pber.
Tahap-tahap pubertas
Tahap Prapuber
Disebut juga sebagai tahap pematangan. Ciri-ciri seks sekunder mulai tampak
tetapi organ-organ reproduksi belum sepenuhnya berkembang.
Tahap pber
Tahap ini terjadi pada garis pembagi antara masa kanak-kanak dan masa
remaja, saat di mna kriteria kematangan seksual muncul. Selama tahap ini ciri-ciri
seks sekunder terus berkembang dan sel-sel di produksi dalam organ-organ seks.
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 15

Tahap Pascapuber
Selama tahap ini, ciri-ciri seks sekunder telah berkembang baik dan organorgan seks mulai berfunfsi secara matang.
Kriteria pubertas
Kriteria yang paling sering digunakan untuk menentukan timbuknya pubertas
dan untuk memastikan tahap pubertas tertentu yang telah dicapai adalah haid, mimpi
basah, dll.
Pada ank perempuan, bila haid terjadi organ-organ seks dan ciri-ciri seks
sekunder sudah mulai berkembang tetapi belum sepenuhnya matang. Haid lebih tepat
di anggap sebagai titik tengah dalam masa pber. Bagi anak laki-laki, kriteria untuk
menandakan masa pber yaitu saat mengalami mimpi basah. Namun tidak semua
anak laki-laki mengalami gejala ini dan tidak semua mengalaminya.
Urutan perubahan fisiologis pada remaja
Karakteristik perempuan
Tumbuhnya payudara

Usia kemunculan pertama


6 - 13 tahun

Tumbuhnya rambut kemaluan

6 - 14 tahun

Pertumbuhan tubuh

9,5 14,5 tahun

Menstruasi pertama

10 16,5 tahun

Munculnya rambut ketiak

Sekitar dua tahun sejak munculnya


rambut kemaluan

Meningkatnya

kerja

kelenjer

yang Hamper bersamaan dengan munculnya

menghasulkan minyak dan keringat yang rambut ketiak


dapat menyebabkan jerawat
Karakteristik laki-laki
Pertumbuhan testis dan kantong skrotum

Usia kemunculan pertama


9 13,5 tahun

Tumbuhnya rambut kemaluan

12 16 tahun

Pertumbuhan tubuh

10,5 16 tahun

Pertumbuhan penis, kelenjer prostat, 11 14,5 tahun


vesikula seminalis
Perubahan suara

Hamper bersamaan dengan tumbuhnya

Ejakulasi mani pertama

penis

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 16

Sekitar
Munculnya rambut di wajah dan ketiak

setahun

setelah

mulainya

pertumbuhan penis
Sekitar dua tahun setelah munculnya

Meningkatnya

kerja

kelenjer

yang rambut kemaluan

menghasulkan minyak dan keringat yang Hamper bersamaan dengan munculnya


dapat menyebabkan jerawat
2.10.

rambut di ketiak

Perkembangan Seksual Remaja


Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting

dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. Padahal
pada masa remaja informasi tentang masalah seksual sudah seharusnya mulai
diberikan, agar remaja tidak mencari informasi dari orang lain atau dari sumbersumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali.
Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi
mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan dengan
dorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memiliki informasi yang
cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri (Handbook of Adolecent
psychology, 1980).
Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa remaja
bila ia tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang tepat. Fakta menunjukkan
bahwa sebagian besar remaja kita tidak mengetahui dampak dari perilaku seksual
yang mereka lakukan, seringkali remaja sangat tidak matang untuk melakukan
hubungan seksual terlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual
tersebut.
Karena meningkatnya minat remaja pada masalah seksual dan sedang berada
dalam potensi seksual yang aktif, maka remaja berusaha mencari berbagai informasi
mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan, pada
umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang
tuanya. Oleh karena itu remaja mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber
informasi yang mungkin dapat diperoleh, misalnya seperti di sekolah atau perguruan

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 17

tinggi, membahas dengan teman-teman, buku-buku tentang seks, media massa atau
internet.
Karakteristik Perkembangan Seksual Remaja
Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat
kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim
antara laki-laki dengan perempuan. Karakter seksual masing-masing jenis kelamin
memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini : Sexual
characteristics are divided into two types. Primary sexual characteristics are directly
related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Secondary sexual
characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one
sex from the other but are not essential to reproduction, such as the larger breasts
characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men
(Microsoft Encarta Encyclopedia 2002)
Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991), seorang ahli
psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang
penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, pada remaja putra : tumbuh
rambut kemaluan, kulit menjadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suara
membesar dan lain,lain. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar, payudara
mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid, dan lain-lain.
Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah
kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan
keinginan seksualnya. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara
alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang
antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan.
Perilaku Seksual
Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual,
baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat
beraneka ragam, mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan,
bercumbu dan senggama. Obyek seksual dapat berupa orang, baik sejenis maupun
lawan jenis, orang dalam khayalan atau diri sendiri. Sebagian tingkah laku ini
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 18

memang tidak memiliki dampak, terutama bila tidak menimbulkan dampak fisik bagi
orang yang bersangkutan atau lingkungan sosial. Tetapi sebagian perilaku seksual
(yang dilakukan sebelum waktunya) justru dapat memiliki dampak psikologis yang
sangat serius, seperti rasa bersalah, depresi, marah, dan agresi.
Sementara akibat psikososial yang timbul akibat perilaku seksual antara lain
adalah ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah,
misalnya pada kasus remaja yang hamil di luar nikah. Belum lagi tekanan dari
masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut. Selain itu resiko yang lain
adalah terganggunya kesehatan yang bersangkutan, resiko kelainan janin dan tingkat
kematian bayi yang tinggi. Disamping itu tingkat putus sekolah remaja hamil juga
sangat tinggi, hal ini disebabkan rasa malu remaja dan penolakan sekolah menerima
kenyataan adanya murid yang hamil diluar nikah. Masalah ekonomi juga akan
membuat permasalahan ini menjadi semakin rumit dan kompleks.
Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan
hubungan seksual antara lain dikenal sebagai :
a. Masturbasi atau onani yaitu suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi
terhadap alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk
pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi
dan emosi.
b. Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti
sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan
seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk menikmati dan
memuaskan dorongan seksual.
c. Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual yang
pada

dasarnya

menunjukan

tidak

berhasilnya

seseorang

dalam

mengendalikannya atau kegagalan untuk mengalihkan dorongan tersebut


ke kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan.
Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan seksual selalu muncul pada
remaja, oleh karena itu bila tidak ada penyaluran yang sesuai (menikah) maka harus
dilakukan usaha untuk memberi pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut.
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 19

Adapun

faktor-faktor

yang

dianggap

berperan

dalam

munculnya

permasalahan seksual pada remaja, menurut Sarlito W. Sarwono (Psikologi


Remaja,1994) adalah sebagai berikut :
a. Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual remaja.
Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyaluran
dalam bentuk tingkah laku tertentu
b. Penyaluran tersebut tidak dapat segera dilakukan karena adanya
penundaan usia perkawinan, baik secara hukum oleh karena adanya
undang-undang tentang perkawinan, maupun karena norma sosial yang
semakin lama semakin menuntut persyaratan yang terus meningkat untuk
perkawinan (pendidikan, pekerjaan, persiapan mental dan lain-lain)
c. Norma-norma agama yang berlaku, dimana seseorang dilarang untuk
melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Untuk remaja yang tidak
dapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-hal
tersebut.
d. Kecenderungan pelanggaran makin meningkat karena adanya penyebaran
informasi dan rangsangan melalui media masa yang dengan teknologi
yang canggih (VCD/DVD, buku stensilan, Photo, majalah, internet, dan
lain-lain) menjadi tidak terbendung lagi. Remaja yang sedang dalam
periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa dilihat atau
didengar dari media massa, karena pada umumnya mereka belum pernah
mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya.
e. Orangtua sendiri, baik karena ketidaktahuannya maupun karena sikapnya
yang masih mentabukan pembicaraan mengenai seks dengan anak,
menjadikan mereka tidak terbuka pada anak, bahkan cenderung membuat
jarak dengan anak dalam masalah ini.
f. Adanya kecenderungan yang makin bebas antara pria dan wanita dalam
masyarakat, sebagai akibat berkembangnya peran dan pendidikan wanita,
sehingga kedudukan wanita semakin sejajar dengan pria.

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 20

Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut di atas, maka orang tua bisa


mengambil langkah-langkah antisipatif terbaik sehingga tidak terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan akibat perkembangan seksualitas pada remaja tersebut.
BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan

merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik remaja tersebut
bukan saja menyangkut bertambahnya ukuran tubuh dan berubahnya proporsi tubuh,
melainkan juga meliputi perubahan ciri-ciri yang terdapat pada kelamin utama dan
kedua. Baik laki-laki maupun perempuan, perubahan fisik mengikuti urutan-urutan
tertentu.
Kondisi yang mempengaruhi perkembangan remaja adalah; pengaruh
keluarga, pengaruh gizi, gangguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi,
kesehatan, dan pengaruh bentuk tubuh. Disamping itu pengaruh lingkungan juga
mempengaruhi perkembangan fisik remaja. Seberapa jauh perubahan pada masa
remaja akan mempengaruhi perilaku sebagaian besar tergantung pada kemampuan
dan kemauan anak remaja untuk mengungkapkan keprihatinan dan kecemasannya
kepada orang lain sehingga dengan begitu ia dapat memperoleh pandangan baru dan
yang lebih baik.
Perubahan pada masa remaja sering mempengaruhi sikap dan perilakunya.
Hurlock (1992) mengemukakan perubahan yang terjadi, yaitu: ingin menyendiri,
bosan, inkoordinasi, antagonis sosial, emosi yang meninggi, hilangnya kepercayaan
diri, dan terlalu sederhana. Sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik
individu, yaitu, faktor internal (sifat jasmaniah yang diwariskan dari orang tuanya dan
kematangan) dan faktor eksternal (kesehatan, makanan, dan stimulasi lingkungan).
Faktor-faktor internal dan eksternal yang semuanya ikut mempengaruhi
perkembangan individu mudah dimengerti bahwa perkembangan fisik itu akan sangat
bervariasi. Perbedaan faktor keturunan, kondisi kesehatan, gizi makanan, dan
stimulasi lingkungan menyebabkan perbedaan perkembangan fisik individu
Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 21

3.2.

Saran
Hubungan antara remaja dengan anggota-anggota keluarga cenderung merosot

pada awal masa remaja, maka dari itu, bagaimana keluarga memberikan dukungan
kepada anaknya, serta mampu mendidik anaknya dengan baik, agar tidak terjadinya
salah pergaulan seperti pada kasus tersebut yaitu seks bebas.
Selain itu, pihak sekolah juga harus memberikan pendidikan seksual di dalam
kurikulum yeng telah dianjurkan. Dan pihak sekolah juga harus memberikan
dukungan moral terhadap keluarga yang kekurangan pengetahuan atau informasi
tentang seks.
Semua tugas perkembangan pada masa remaja, semua tergantng pada remaja
itu sendiri, apabila dia tidak menjalankan tugas perkembangannya dengn baik, maka
dia tidak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan di sekitarnya.

Perkembangan Fisik dan Seksual Remaja

Page 22