Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah

: SMA Negeri 8 Yogyakarta

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

: XI/2

Materi Pokok

: Kaidah Pencacahan

Alokasi Waktu

: 1 kali pertemuan (2 x 45 menit)

Tahun Ajaran

: 2015/ 2016

A; Kompetensi Inti

KI 1 :

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 :

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli


(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan

KI 3 :

lingkungan

sosial

dan

alam

dalam

jangkauan

pergaulan

dan

keberadaannya.
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata

KI 4 :

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,


merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B; Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar :
2.1. Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin,
rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih
dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
Indikator:
2.1.1. Menunjukkan sikap kerjasama dalam memecahkan masalah aturan perkalian.
2.1.1. Menunjukkan sikap kerjasama dalam memecahkan masalah aturan perkalian.
2.1.2. Menunjukkan sikap disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok.
2.1.3. Menunjukkan toleransi terhadap perbedaan strategi maupun proses
penyelesaian
masalah.

Kompetensi Dasar :
2.2. Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah,
kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
2.3. Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli
lingkungan.
3.16. Mendeskripsikan dan menerapkan berbagai aturan pencacahan melalui beberapa
contoh nyata serta menyajikan alur perumusan aturan pencacahan (perkalian,
permutasi dan kombinasi) melalui diagram atau cara lainnya.
Indikator :
3.16.1. Menjelaskan aturan perkalian dengan tepat melalui beberapa contoh
permasalahan nyata.
3.16.2. Menyajikan alur perumusan aturan perkalian melalui diagram atau tabel.
3.16.3. Menerapkan aturan perkalian dalam pemecahan masalah nyata.
Kompetensi Dasar :
4.13. Memilih dan menggunakan aturan pencacahan yang sesuai dalam pemecahan
masalah nyata serta memberikan alasannya.
Indikator :
4.13.1. Mengidentifikasi aturan perkalian yang sesuai dalam pemecahan masalah
nyata serta memberikan alasannya.
4.13.2. Menggunakan aturan perkalian yang sesuai dalam pemecahan masalah nyata.
C; Tujuan Pembelajaran

Dengan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan


mengkomunikasikan melalui kegiatan di dalam kelas diharapkan :
1; Siswa dapat mengembangkan kerjasama, disiplin dan toleransi dalam kegiatan
2;
3;
4;
5;

kelompok maupun individu selama proses pembelajaran.


Setelah bekerja dengan teman satu meja, siswa dapat menjelaskan aturan perkalian
melalui beberapa contoh nyata dengan tepat
Setelah bekerja dengan teman satu meja, siswa dapat menyajikan alur perumusan
aturan perkalian dengan tepat.
Setelah bekerja dengan teman satu meja, siswa dapat memilih aturan perkalian yang
sesuai dalam pemecahan masalah nyata serta memberikan alasannya dengan tepat.
Setelah bekerja dengan teman satu meja, siswa dapat menerapkan berbagai aturan
perkalian dalam pemecahan masalah nyata dengan tepat.

D; Materi Pembelajaran

1; Aturan Perkalian

Fakta
Permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan pencacahan menggunakan aturan
perkalian.
Konsep
Konsep pencacahan menggunakan aturan perkalian.
Prinsip
a; Aturan perkalian
Jika terdapat k unsur yang tersedia, dengan:
n1 = banyak cara untuk menyusun unsur pertama
n2 = banyak cara untuk menyusun unsur kedua setelah unsur pertama tersusun
n3 = banyak cara untuk menyusun unsur ketiga setelah unsur kedua tersusun
.
.
.
nk = banyak cara untuk menyususn unsur ke k setelah objek unsur
sebelumnya tersusun
Maka banyak cara untuk menyususn k unsur yang tersedia adalah:
n1 n2 n3 nk
b; Faktorial

Jika n bilangan asli maka n! (dibaca n faktorial) didefinisikan dengan:


n != D ( n1 ) ( n2 ) ( n3 ) 3 2 1
Atau
n !=1 2 3 (n3) (n2)(n1) n
0 !=1 Prosedur
Langkah-langkah menyelesaikan masalah pencacahan menggunakan aturan
perkalian.
2; Permutasi

Fakta
Permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan pencacahan menggunakan
permutasi.
Konsep
Konsep pencacahan menggunakan permutasi.
Prinsip
a; Permutasi dengan unsur yang berbeda

Permutasi k unsur dari n unsur yang tersedia biasa dituliskan


serta P(n,k) dengan k n .
- Banyak permutasi n unsur ditentukan dengan aturan
n
Pn=n ( n1 ) ( n2 ) L 3 2 1=n!

Pk

atau

Pk

Banyak permutasi unsur dari n unsur yang tersedia, dapat ditentukan dengan:
n!
n
Pk =
( nk ) !
b; Permutasi dengan unsur unsur yang sama
Misalkan dari n unsur terdapat k 1 , k 2 , k 3 , , k n unsur yang sama dengan
k 1 +k 2+ k 3 ++k n n . Banyak permutasi dari n unsur tersebut adalah
n!
n
Pk ,k , k , ,k =
k 1 ! k2 ! k3 ! k n !
c; Permutasi siklis
Misalkan dari n unsur yagn berbeda yang tersusun melingkar. Banyak permutasi
siklis dari n unsur tersebut dinyatakan:
Psiklis=( n1 ) !
-

Prosedur
Langkah-langkah menyelesaikan masalah pencacahan menggunakan permutasi.
3; Kombinasi

Fakta
Permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan pencacahan menggunakan
kombinasi.
Konsep
Konsep pencacahan menggunakan kombinasi.
Prinsip
a; Kombinasi
n
Kombinasi k unsur dari n unsur biasa dituliskan C k ; n C k ; C (n , k ) atau
n
r
Banyak kombinasi k unsur dari n unsur yang tersedia, tanpa memperhatikan
urutan susunannya dapat ditentukan dengan:
n!
n
C k=
,
n k , n , k merupakan bilangan asli.
( nk ) ! . k ! dengan
b; Aturan Binomial Newton
n
n n
n n1 1
n
n1
n n
(a+ b) =C0 a +C 1 a b ++C n1 a b +C n b

()

Atau
n
n
n nr r
(a+ b) = C r a b
r =0

n, r merupakan bilangan asli.


Prosedur
Langkah-langkah menyelesaikan masalah pencacahan menggunakan kombinasi.
4; Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang digunakan adalah konvensional dengan bantuan LKS


berbasis PBL (Problem Based Learning).
5; Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

Pendahuluan

1; Salam
10 menit
2; Mengisi jurnal harian
3; Guru memberikan informasi tentang pembelajaran yang akan

dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan


materi sebelumnya.
4; Guru memberikan informasi tentang kompetensi, ruang lingkup

materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran

serta

metode yang akan dilaksanakan.


5; Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali siswa

tentang perkalian berurutan bilangan asli.


6; Guru mengantarkan siswa pada materi yang akan dipelajari,
yakni Aturan pencacahan.
7; Guru memberikan gambaran tentang pentingnya pemahaman

aturan pencacahan.
8; Guru memberi motivasi siswa manfaat dan aplikasi konsep
aturan pencacahan.
9; Guru membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa).
Inti

Mengamati

15 menit

1; Melalui instruksi yang diberikan oleh guru, siswa bersama


teman satu meja mengamati dan mencermati permasalahan
yang terdapat dalam LKS yang memuat materi aturan
perkalian.

10 menit

Menanya
1; Guru memancing siswa untuk bertanya mengenai ide yang
ditemukan untuk menyelesaikan permasalahan yang terdapat
pada LKS.
2; Siswa juga menanyakan apakah ada ide/cara lain yang dapat

digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.


30 menit
Mengeksplorasi
1. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru mengenai materi

pencacahan menggunakan aturan perkalian, permutasi dan


kombinasi.
2. Bersama teman satu meja, setiap siswa mendiskusikan
bagaimana menyelesaikan permasalahan yang terdapat dalam
LAS apakah diselesaikan menggunakan aturan perkalian,
permutasi ataupun kombinasi.
3. Guru mengarahkan siswa untuk melengkapi lembar kerja dalam
bahan ajar yang diberikan.
4. Guru berkeliling kelompok untuk mengecek kegiatan siswa.

10 menit

5. Sesekali guru menanyakan perkembangan siswa dalam


menyelesaikan permasalahan.
Mengasosiasi
1; Siswa menganalisis masalah yang merupakan aplikasi dari
konsep aturan pencacahan serta memilih strategi untuk
menyelesaikannya.
2; Siswa menganalisis masalah yang merupakan aplikasi dari
konsep

permutasi

serta

memilih

strategi

untuk

menyelesaikannya.
3; Siswa menganalisis masalah yang merupakan aplikasi dari 10 menit

konsep

kombinasi

serta

memilih

strategi

untuk

menyelesaikannya.
Mengomunikasikan
1. Menuliskan atau mengomunikasikan secara lisan hasil
diskusi dengan teman satu meja dengan memberikan
kesempatan kepada siswa yang ingin menyampaikan.
2. Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa untuk
Penutup

mengulas sifat-sifat aturan pencacahan.


1; Siswa diminta menyimpulkan tentang kaidah pencacahan.
5 menit
2; Siswa diberi tugas untuk dikerjakan dirumah, yaitu soal-soal di
bahan ajar yang belum dikerjakan.
3; Salam

E; Penilaian
1; Teknik penilaian : Tes, Pengamatan

Penilaian dilakukan meliputi penilaian sikap, dan pengetahuan. Penilaian sikap


dilakukan melalui pengamatan, sedangkan penilaian hasil dilakukan melalui tes.
2; Instrumen Penilaian (terlampir)
Yogyakarta, 22 Januari 2016
Mengetahui,
Dosen Pengampu

Dra. MB. Sunaringsih


NIP : 19580209 198403 2 003

Mahasiswa I,

Mahasiswa II,

Yuhan Futri Basya


NIM : 13600003

Ardi Nur Afiyan


NIM : 13600037

Lampiran 1
LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

: XI/2

Topik

: Kaidah Pencacahan

Indikator sikap dalam pembelajaran Kaidah Pencacahan:


1; Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak berusaha menyelesaikan tugas yang
diberikan
2; Baik jika menunjukkan sudah ada usaha menyelesaikan tugas yang diberikan tetapi belum
konsisten
3; Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha menyelesaikan tugas yang diberikan
secara konsisten

Tabel Pengamatan Sikap Siswa


Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan!
No.

Nama Siswa

KB

Sikap
B SB

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Lampiran 2
Instrumen Penilaian Tes
Nama :
Kelas/ No. Absen

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan tepat!

1; Pada pemilihan pengurus OSIS terpilih tiga kandidat yakni Aziz, Oza, dan Putri yang

akan dipilih menjadi ketua, sekretaris, dan bendahara. Aturan pemilihan adalah setiap
orang hanya boleh dipilih untuk satu jabatan. Berapakah kemungkinan cara untuk
memilih dari tiga orang menjadi pengurus OSIS?
2; Dari masalah nomer 1, misalnya Aziz merupakan siswa kelas X, Oza dan Putri dari kelas
XI. Berapa banyak cara memilih pengurus OSIS jika Bendahara OSIS merupakan siswa
dari kelas XI.
3; Berapa banyak kata dapat disusun dari huruf:
a; AGUSTUS
b; GAJAH MADA

PEMBAHASAN PENILAIAN TES


1; a. Jabatan ketua OSIS
Untuk jabatan ketua dapat dipilih dari ketiga kandidat yang ditunjuk yakni Aziz
(A), Oza (O), Putri (P) sehingga untuk posisi ketua dapat dipilih dengan 3 cara.
b. Jabatan sekretaris OSIS
Karena posisi ketua sudah terisi oleh satu kandidat maka posisi sekretaris hanya
dapat dipilih dari 2 kandidat yang tersisa.
c. Jabatan bendahara OSIS
Karena posisi ketua dan sekretaris sudah terisi maka posisi bendahara hanya ada
satu kandidat.
Dari uraian di atas banyak cara yang dapat dilakukan untuk memilih tiga kandidat
untuk menjadi pengurus OSIS adalah 3x2x1= 6 cara.
2; a. Jabatan ketua OSIS
Untuk jabatan ketua dapat dipilih dari 2 kandidat antara anak siswa kelas X atau
siswa kelas XI, karena satu siswa lainnya yang kelas XI merupakan kandidat untuk
menjadi bendahara.
b. Jabatan sekretaris OSIS
Karena posisi ketua dan bendahara sudah terisi maka posisi sekretaris hanya ada
satu kandidat.
c. Jabatan bendahara
Karena bendahara merupakan siswa dari kelas XI maka posisi sekretaris dapat
dipilih dari 2 kandidat.
Dari uraian di atas banyak cara yang dapat dilakukan untuk memilih tiga kandidat
untuk menjadi pengurus OSIS adalah 2x1x2=4 cara.
3; a. AGUSTUS
banyaknya huruf = 7, banyaknya S = 2, banyaknya U = 2
7!
7.6 .5 .4 .3 .2.1
P=
=
=1.260
2! 2!
2.1 .2.1
b. GAJAH MADA
Banyaknya huruf = 9, banyaknya A = 4
9 ! 9.8.7 .6 .5 .4 .3 .2 .1
P= =
=15.120
4!
4.3.2 .1