Anda di halaman 1dari 27

FRAKTUR

LOWER END OF HUMERUS


AND DISLOKASI ELBOW
Reiny Whidyawati
Monika Sandra
RST. SALAK
KOTA BOGOR

STATUS PASIEN
Nama

Tn. R

Umur

: 61 tahun

Alamat

: Cibinong

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Agama

: Kristen

Status

: BPJS II

No. rekam Medik

: 584304

Tanggal Masuk RS

: 14 Januari 2016

ANAMNESIS

Keluhan
utama

Patah pada
tangan siku
sebelah kanan

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang ke poli ortopedi dengan kontrol patah tulang
pada tangan siku sebelah kanan. Hal ini dialami pasien sejak
2 minggu SMRS dikarenakan pasien terjatuh dari
motor dengan posisi tangan kanan menjadi
tumpuan tubuh pasien. Pasien sudah berobat ke
dokter ortopedi dan dilakukan penanganan berupa
operasi.

Selanjutnya setelah dilakukan operasi awal pada pasien, dokter


merencakan untuk reposisi 2 minggu kemudian. pasien
merasakan siku kanannya semakin sakit dan membengkak
kemudian dilakukan foto rontgen siku kanan.

Tidak ada riwayat penggunaan


obat
Disangkal
Pasien belum pernah mengalami
keluhan yang sama seperti ini

RPO
RPK
RPD

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
Kesadaran

: compos mentis

Tekanan darah

: 130/80 mmHg

Nadi

: 96 x/ min

Pernafasan

: 21 x/min

Suhu

: 37,7oC

Warna: sawo matang


Sianosis: Ikterik : Udem : -

Kulit

Leher
Inspeksi : simetris
Palpasi : pem. KGB (-)

Rambut : hitam lurus


Wajah: simetris
Mata : konj. Pucat -/T/H/M : dalam batas
normal

kepala

Thoraks

I: asimetris
P: SF kanan normal, SF ki normal
P: sonor=sonor
A: vesikuler (+/+), rh (-/-)

Jantung
Abdomen
Ekstremitas
(Post ORIF)
Pergerakan

BJ 1>BJ 2, reguler, bising (-)

I: distensi (-)
P: soepel, H/L/R tidak teraba
P: tympani (+)
A: peristaltic (+) kesan normal

S.L a.r humerus dextra


L: Luka (-)

Edema (+)

Deformitas (+)
F: nyeri tekan (+)

Gerakan aktif dan pasif sendi siku tangan kanan


terhambat
(gerakan
ekstensi),
sakit
bila
digerakkan, gangguan persarafan tidak ada, tampak
gerakan terbatas, keterbatasan pergerakan sendisendi

HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG


Laboratorium

Tanggal
14/01/2016

Hb
Ht
Leukosit
Trombosit
CT/BT
Ureum
Creatinin
SGOT
SGPT
GDP
GD 2PP

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

13,3 gr/dl
41 %
7.100 rb/ul
438.000 rb/ul
: 2/7
36 mg/dl
1,3 mg/dl
22 U/l
35 U/l
90 MG/DL
122 MG/DL

FOTO RONTGEN ELBOW JOINT DEXTRA PRE REKONSTRUKSI ORIF

Tgl 17/07/2014

DIAGNOSIS
Malunio Fraktur Suprakondilar Humerus
Sinistra

FOTO RONTGEN ELBOW JOIN SINISTRA


AP/Lat Post Rekonstruksi dan ORIF

Tinjauan Pustaka
Organ
jantung

Sistem
sirkulasi
Pembuluh
darah

Definisi
Fraktur
Menurut Mansjore Arif et al fraktur adalah terputusnya
kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan
oleh rudapaksa.

Fraktur Suprakondiler humerus


Fraktur suprakondiler humeri adalah fraktur yang terjadi
padabagian sepertiga distal tulang humerus setinggi
kondilus humeri tepat proksimal troklea dan capitulum
humeri, yang melewati fossa olekrani. Garisfrakturnya
berjalan melalui apeks coronoid di bagian anterior dan
fossa olecranon pada bagian posterior.

Etiologi

Riwayat rauma
tunggal seperti
penekukan ,
penekan akibat
jatuh dari
ketiggian

Tekanan yang
berulang - ulang

Kelemahan
abnormal pada
tulang

Epidemiologi

Anak-anak sekitar
177,3 per 100.000
setiap tahunnya.

Terjadi pada anakanak, yaitu sekitar


65% dari seluruh
kasus patah tulang
lengan atas

anak laki-laki :
anak perempuan =
3:2.

Tipe Ekstensi
(sering terjadi
pada 99% kasus)

Menurut Gartland
Tipe I Non displaced
Tipe II Displaced dengan cortex posterior
intact, sedikit terangulasi
Tipe II Displaced komplit, posteromedial

Tipe
Ekstensi
(sering
terjadi
pada 99%
kasus)

Menurut Wilkins
Tipe 1 : Undisplaced
Tipe 2A : Cortex
posterior intact dan
terdapat angulasi aja
Tipe 2B : Cortex
posterior intact,
terdapat angulasi dan
rotasi
Tipe 3A : Displace
komplit, tidak ada
kontak cortical kortical
posteromedial
Tipe 3B : Displace
komplit, tidak ada
kontak cortical
posteromedial

Tipe Fleksi (Jarang


Terjadi)

Berdasarkan derajat displacement :


Tipe I : undisplaced atau minimal
displaced
Tipe II : extended but have a posterior
hinge
Tipe III : completely displaced.

Manifestasi
Klinis

Ciri-ciri adanya fraktur biasanya


ditandai dengan gejala :
Bengkak (swelling) pada sendi siku
Deformitas pada sendi siku
Sakit (pain)
Denyut nadi arteri Radialis yang
berkurang (pulsellessness)
Pucat (pallor)
Rasa semutan (paresthesia, baal)
Kelumpuhan (paralisis)

ANAMNESIS
Biasanya pasien datang
dengan
suatu
trauma
(traumatik, fraktur), baik
yang hebat maupun trauma
ringan dan diikuti dengan
ketidakmampuan
untuk
menggunakan
anggota
gerak. Anamnesis harus
dilakukan dengan cermat,
karena
fraktur
tidak
selamanya
terjadi
di
daerah
trauma
dan
mungkin fraktur terjadi
pada daerah lain. Pasien
biasanya datang karena
adanya
nyeri,
pembengkakan, gangguan
fungsi
anggota
gerak,
krepitasi
atau
datang
dengan gejala-gejala lain.

Pada pasien anak


yang masih sangat
kecil sering terdapat
kesulitan
untuk
mendapatkan
anamnesa, terutama
jika tidak ada saksi
yang melihat saat
terjadinya trauma.
Jika
orang
tua
pasien ada, biasanya
anamnesa mengenai
saat jatuh, jatuh
setelah
berjalan
atau jatuh setelah
belajar melangkah
bisa didapatkan

PEMERIKSAAN FISIK
Tipe
ekstensi

Tipe fleksi

Gangguan sirkulasi
perifer dan lesi pada
saraf tepi

Cabang N.
Medianus N.
N. Medianus (28 Interosseus
60%) tidak
anterior
dapat oposisi ibu ketidakmampuan
jari dengan jari jari I dan II untuk
lain.
melakukan fleksi
(pointing sign).

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Foto Rontgen

Pemeriksaan dengan proyeksi


AP/LAT jelas dapatdilihat tipe
ekstensi / fleksi.
Tanda fraktur pada anak
biasanya adanya terlihat
pembengkakan (Fat Pad Sign)

Penatalaksanaan
Reposisi tertutup dan immobilisasi

Reposisi Terbuka

Indikasi Operatif
Adanya kelumpuhan saraf
setelah reduksi
Fraktur yang tidak membaik
dengan reposisi tertutup
Fraktur dengan gangguan
vaskular

Komplikasi
1. Pembentukan lepuh kulit
2. Iskemik Volkmann

3. Mal union cubiti varus (Gunstock deformity)

Prognosis
Pasien yang mengalami cedera fraktur suprakondiler
humerus, sikunya mungkin tidak akan pernah menjadi
normal sehingga pasien harus diedukasi tentang keadaan
ini. Tujuan dari terapi fraktur suprakondiler humerus
adalah untuk memberikan siku nyaman yang fungsinya
mendekati keadaan senormal mungkin

TERIMAKASIH