Anda di halaman 1dari 1

HIPOTEROID

PENYAKIT HIPOTEROID atau kekurangan produksi hormon tiroksin terjadi jika kelenjar
tiroid tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan hormon tiroid. Gejala ini merupakan
kebalikan dari penyakit hipertiroid yang menunjukkan kelebihan produksi hormon tiroksin.
hormon tiroid yang paling aktif sebenarnya adalah T3. Jadi mengapa dokter-dokter memilih
untuk merawat pasien-pasien dengan bentuk T4 dari tiroid? T3 [liothyronine sodium
(Cytomel)] tersedia dan ada indikasi-indikasi tertentu untuk penggunaannya. Bagaimanapun,
untuk mayoritas dari pasien-pasien, suatu bentuk dari T4 [levothyroxine sodium (Levoxyl,
Synthroid)] adalah perawatan yang lebih disukai. Ini adalah suatu bentuk yang lebih stabil
dari hormon tiroid dan memerlukan hanya satu kali dosis per hari, dimana T3 adalah kerjanya
lebih pendek dan perlu dikonsumsi beberapa kali per hari. Pada sebagian besar mayoritas
pasien-pasien, T4 sintetik secara alami telah siap dan secara tetap dirubah kedalam T3
didalam aliran darah, dan perubahan ini diatur secara memadai oleh jaringan-jaringan tubuh.
Dosis rata-rata dari penggantian T4 pada orang-orang dewasa adalah kira-kira 1.6
mikrogram per kilogram per hari. Ini diterjemahkan kedalam kira-kira 100 sampai
150 mickograms per hari.
Anak-anak memerlukan dosis-dosis yang lebih besar.
Pada pasien-pasien yang muda dan sehat, jumlah yang penuh dari hormon pengganti
T4 mungkin dimulai pada awalnya.
Pada pasien-pasien dengan penyakit jantung yang telah ada sebelumnya, metode dari
pengganti hormon ini mungkin memperburuk kondisi jantung yang mendasarinya
pada kira-kira 20% dari kasus-kasus.
Pada pasien-pasien yang lebih tua tanpa penyakit jantung yang diketahuinya, memulai
dengan suatu dosis penuh dari pengganti tiroid mungkin berakibat pada
penemuan/pembongkaran penyakit jantung, berakibat pada sakit/nyeri dada atau suatu
serangan jantung. Untuk sebab ini, pasien-pasien dengan suatu sejarah penyakit
jantung atau mereka yang dicurigai berada pada risiko yang tinggi dimulai dengan 25
mikrogram atau kurang hormon pengganti, dengan suatu kenaikkan dosis yang
berangsur-angsur pada interva-interval 6 minggu.
Diposkan oleh Nadia Salsabilla di 22.33
http://mencobapintarrr.blogspot.co.id/2014/03/hipoteroid.html