Anda di halaman 1dari 11

Pemeriksaan pendengaran

pada bayi dan anak

Dalam kadaan normal kesiapan bayi


berusia 18 bln dalam berkomunikasi
Pemeriksaan pendengaran yg dapat
dilakukan :
Behavioral observation audiometry (BOA)
Timpanometri
Play audiometry
Oto accustic emission (OAE)
Brainstem evoked response audiometry
(BERA)

BOA
Merupakan respon aktif pasien terhadap
stimulus bunyi dan respon yg disadari
Untuk mengetahui seluruh sistem
auditorik dan kognitif
Untuk penilaian habilitasi pendengaran
yaitu pd pengukuran alat bantu dengar
Dilakukan pd ruangan yg cukup tenang
(bising tdk boleh lebih 60dB)

Dinilai
Behavioral reflex : mengejapkan mata,
melebarkan mata, mengerutkan wajah,
reflek moro. Intensitas sekitar 65
80dBHL lewat loudspeaker.
Behavioral response :
normal usia 5-6bln stimulus akustik
menghasilkan respon berupa menoleh atau
menggerakkan kepala ke arah sumber bunyi.
Usia 13-16bln : melokalisir sumber bunyi dr
berbagai arah

Deteksi
dini
gangguan
pendengaran pada bayi
Joint committee of infant hearing (2000), resti
terhadap ketulian sbb :
1. Rwy keluarga tuli sensorineural
2. Infeksi masa hamil :TORCHS
3. Kelainan kraniofasial, termasuk pinna dan liang
telinga
4. BBL < 1500gr
5. Hiperbilirubin yg perlu tranfusi tukar
6. Obat ototoksik
7. Meningitis bakteri
8. AS 0-4 menit pertama, 0-6 menit kelima
9. Ventilasi mekanik 5 hari atau lebih di NICU

10.Sindroma yg berhubungan rwy


keluarga dg tuli sensorineural sejak
lahir
11.Tuli sensorineural/konduktif

Untuk bayi 29 hari 2 tahun

Baku emas skrining pemeriksaan


pendengaran bayi :
Otoacoustic emission (OAE)
Automated ABR (AABR)

2 macam program NHS (newborn


screening hearing)
Universal newborn hering screening
(UNHS)
Targeted newborn hearing screening

Pemeriksaan OAE
Pemeriksaan
OAE
merupakan
pemeriksaan elektrofisiologik untuk
menilai fungsi koklea yang objektif,
otomatis, tidak invasif, mudah, tidak
membutuhkan waktu lama dan
praktis sehingga sangat efisien untuk
program skrining pendengaran bayi
baru lahir.

Terdapat 2 jenis OAE:


Spontaneous OAE (SPOAE)
Evoked OAE (EOAE)

SPOAE adalah mekanisme aktif


koklea untuk memproduksi OAE
tanpa harus diberikan stimulus.

EOAE hanya akan timbul bila


diberikan stimulus akustik yang
dibedakan menjadi:
Transient Evoked OAE (TEOAE):
Stimulus akustik berupa suara click

Distortion Product OAE (DPOAE):


Stimulus berupa 2 buah nada murni yang
berbeda frekuensi dan intensitasnya