Anda di halaman 1dari 4

Definisi dan klasifikasi Memori dan Belajar

Oleh : Dikie Mustofadijaya, 0806323896.

Definisi

Menurut Bloom definisi belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif menatap
sebagai hasil dari pengalaman. Secara praktis diasosiasikan sebagai proses memperoleh
informasi
Menurut Kupferman belajar adalah proses dimana manusia dan binatang menyesuaikan
tingkah lakunya sebagai hasil dari pengalaman.
Memory ingatan adalah proses dimana informasi belajar disimpan dan dapat dibaca
kembali (dikeluarkan kembali).
Secara fisiologis ingatan (memori) adalah hasil perubahan kemampuan penjalaran
sinaptik dari satu neuron ke neuron berikutnya ,sebagai aktivitas neural sebelumnya.

Memori dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara dan isi dari memori terbagai sebagai:
1. Memori Episodik ,yaitu kemampuan mengingat kejadian-kejadian yang sangat berkesan
(pengalaman pahit,manis,dll)
2. Memori Semantik ,merupakan daya ingat yang berhubungan dengan pengetahuan seperti
benda,fakta-fakta, konsep, dsb.
3. Memori prosedural /motor, merupakan daya ingat yang berhubungan dengan keterampilan.
Memori/ ingatan dapat diklasifikasikan secara umum menjadi ,yaitu:
1. Ingatan jangka pendek ,yaitu ingatan yang berlangsung beberapa detik atau paling lama
beberapa menit, kecuali jika ingatan ini diubah menjadi ingatan jangka panjang. Penjelasan
mengenai ingatan jangka pendek ini adalah fasilitas atau inhibisi presinaptik. Hal ini terjadi pada
sinaps-sinaps yang terletak pada fibril-fibril saraf terminal segera sebelum fibril-fibril tersebut
bersinaps dengan neuron-neuron berikutnya. Bahan-bahan neurotransmitter yang disekresikan
pada terminal seperti itu seringkali menyebabkan fasilitas atau inhibisi yang berlangsung selama
beberapa beberapa detik sampai beberapa menit. Lintas seperti ini dapat menimbulkan ingatan
jangka pendek.
2. Ingatan jangka menengah, berlangsung beberapa menit sampai beberapa minggu tetapi
kemudian dapat mennghilang, kecuali jika jejak ingatan memperolah aktivitas secukupnya
sehingga menjadi lebih permanen, yang kemudian diklasifikasikan sebagai ingatan jangka
panjang. Ingatan jangka panjang menengah ini adalah hasil perubahan fisik atau kimiawi yang
bersifat sementara, atau keduanya, baik pada terminal sinaps persinaptik atau pada membran

sinaps postsinaptik. Ada dua terminal presinps, yaitu terminal sensorik dan fasilitator. Terminal
sensorik berasal dari neuron input sensorik dan berakhir secara langsung pada permukaan neuron
yang akan dirangsang. Terminal lainnya, yaitu ujung presinaptik yang terletak pada permukan
terminal sensorik disebut terminal fasiliator. Efek asosiasi terminal fasiliator yang terangsang
pada saat bersamaan dengan terangsangnya terminal sensorik menyebabkan peningkatan
sensitivitas perangsangan yang lama pada terminal sensorik, dan hal itu dapat menimbulkan jejak
ikatan. Selain itu, penelitian Byrne dkk, memperlihatkan bahwa stimulus yang berasal dari dua
sumber terpisah bekerja pada suatu neuron dan pada keadaan sesuai dapat menyebabkan
perubahan jangka panjang pada sifat membran neuron postsinaptik dan bukan didalam membran
neuron presinaptik, tetapi menimbulkan efek ingatan yang pada dasarnya sama.
3. Ingatan jangka panjang, merupakan ingatan yang sekali disimpan, dapat ingatan kembali
selama bertahun-tahun kemudian atau bahkan seumur hidup. Tidak ada batasan yang jelas antara
jenis ingatan jangka menengah yang lebih lama dengan ingatan jangka panjang yang
sesungguhnya. Namun, stuktural pada saat ini bukan hanya perubahan kimiawi, pada sinapssinaps, dan hal tersebut memperkuat atau menekan penghantaraan sinyal-sinyal. Pembentukan
ingatan jangka panjang bergantung pada restrukturisasi sinapss-sinap itu sendiri secara fisik
dalam cara-cara tertentu untuk mengubah sensitivitasnya dalam menjalankan sinyal-sinyal saraf.
Perubahan struktur fisik paling penting yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. peningkatan tempat-tempat pelepasan vesikel untuk menyekresikan bahan-bahan
transmitter.
2. Peningkatan jumlah vesikel-vesikel transmitter yang dilepaskan.
3. Peningktan jumlah terminal presinaptik.
4. Perubahan pada spina dendritik yang membolehkan terjadinya transmisi sinyal yang
lebih kuat.
Kemampuan struktural-struktural dari sinaps-sinaps untuk menjalarkan sinyal tampaknya
menjadi meningkat selama adanya jejak ingatan jangka panjang yang sebenarnya.
Ingantan jangka pendek dapat diubah menjadi ingatan jangka panjang dan dapat dipanggil
kembali beberapa minggu atau beberapa tahun kemudian, maka ingatan tersebut harus
mengalami konsolidasi. Artinya ingatan jangka pendek jika diaktifkan berulang-ulang akan
menimbulkan perubahan kimia, fisik, dan antomis pada sinaps-sinaps yang berperan untuk
ingatan jangka panjang. Proses ini memerlukan waktu lima sampai sepuluh menit untuk
konsolidasi minimal dan satu jam atau lebih untuk konsolidasi maksimal. Ingatan jangka panjang
membutuhkan aktifasi gen spesifik yang mengontrol sintesis protein. Protein ditimbulkan untuk
membentuk koneksi sinaps baru. Maka, ingatan jangka panjang mempengaruhi perubahan fisik
otak secara permanen.

Memori jangka panjang dapat terbagi menjadi dua tipe yaitu :


1. Explicit Memory, disebut juga declarative memory, yang merupakan memori yang
diasosiasikan dengan kesadaran atau keadaan terjaga dan bergantung pada kinerja regio
hippocampus dan bagian lain di lobus temporal. Hippocampus dan daerah sekitarnya
berperan penting dalam declarative memory, yang merupakan memori mengenal orang,
tempat, objek, fakta, dan kejadian yang sering dihasilkan setelah suatu pengalaman dan
bisa dideklarasikan dalam bentuk kalimat.
2. Implisit Memory, atau disebut juga sebagai reflexive memory, procedural memory, dan
nondeclarative memory, tidak dipengaruhi kesadaran dan tidak diproses dihippocampus.
Implicit memory termasuk skill, habits dan conditioned reflex. Impliciti Memory atau
procedural memory diproses di cerebellum, korteks motor primer, korteks somatosensor
dan area visual.
Implicit memory mencakup non-associative learning, yaitu ketika suatu oragnisme
merespon stimulus tunggal, contoh habituasi dan sensitisasi. Juga mencakup associative
learning, yaitu ketika suatu oraganisme mempelajari mengenai hubungan antara satu dan
lainya. Contohnya conditioned reflex baik itu conditioned reflex classic maupun operant.
Conditioned reflex adalah respon yang berupa reflex terhadap stimulus yang sebelumnya
mendatangkan respon yang kecil bahkan tidak ada respon sama sekali, didapatkan dengan
memasangkan secara berulang stimulus dengan stimulus lain yang dapat mnghasilkan
respon. Operant Conditioned Reflex adalah bentuk pengondisian dimana suatu organisme
diperintahkan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan untuk mendapat reward atau
menghindari hukuman. Sekain itu, implicit memory juga mencakup skill, habits dan
priming (mengenai kata-kata atau objek yang dilihat secara sekilas).
Table perbandingan karakteristik ingatan jangka pendek dan jangka panjang
Karateristik

Ingatan jangka pendek

Ingatan jangka panjang

Waktu penyimpanan setelah segera


memperoleh informasi baru

Harus dikonsolidasi sehingga


lebih lama

Kapasitas penyimpanan

Terbatas

Sangat besar

Waktu mengingat

Cepat

Lebih lamabat kecuali ingatan


yang kuat

Ketidak mampuan mengingat

Cepat mengilang permanen Hanya sesaat karena relative


jika tidak dikonsolidasi
stabil

Mekanisme penyimpanan

Modifikasi sementara fungsi Perubahan


sinaps yang sudah ada struktrural
misalnya mengubah jumlah permanen,

fungsional atau
yang
relative
seperti

neurotransmitter
dikeluarka.

yang pembentukan
sinpas
perotenin baru.

dan

Daftar Pustaka:
1. Bloom FE. Brain, Main, and Behavior. 2nd ed. New York : W.H. Freeman. 1988.p.240-69.
2. Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi kedokteran. Ed 9. Jakarta: EGC;1997.p. 75964.
3. Ibrahim N. Neurofisiologi. Kuliah Modul Neurosains. Jakarta: FKUI,2009.
4. Kupfermann I. Learning. In: kandel E.R. Principles of neural science. 2nd ed. London :
Edward Arnorld. 1982,p. 570-2.