Anda di halaman 1dari 4

B.

Organisasi Lini/garis
Bentuk organisasi lini merupakan adanya hubungan antara tanggungjawab, wewenang,
dan pekerjaan para pelaksana dilakukan dalam hubungan satu arah. Melalui hubungan satu
arah tersebut tugas-tugas organisasi dijadikan pedoman untuk menentukan kedudukan,
jabatan, dan unsur lainnya di dalam organisasi. Pedoman lain yang perlu dipertimbangkan
adalah tujuan yang ingin dicapai, kondisi daerah sasaran, waktu, dan lingkup kegiatan.
Hubungan bersifat tegak lurus, garis pimpinan lurus dari atas ke bawah dan garis
pertanggungjawaban lurus dari bawah ke atas. Setiap pejabat atau badan hanya mempunyai
satu pejabat atau badan diatasnya. Pimpinan atau komando dilakukan dari pimpinan atasan
melalui pimpinan bawahan yang masing-masing berurutan bertingkat ke bawah.
Organisasi lini cenderung digunakan dalam organisasi yang bersifat relative sederhana ,
jumlah tenaga terbatas, hubungan pimpinan dan yang dipimpin bersifat langsung, tidak
banyak membutuhkan spesialisasi , setiap orang telah saling mengenal, tujuan yang akan
dicapai sederhana, fasilitas masih terbatas, dan hasil yang akan dicapai tidak beragam.
Organisasi ini dibentuk oleh perorangan atau lembaga kemasyarakatan pada tingkat lokal
biasanya pemilik menjadi pimpinan organisasi.

Direktur Utama
Aris Kurnawan

Direktorat Pelayanan
Risha Putri M.

Bidang
Medik
Ananti D

Bidang
Keperawatan
Ari Januar

Bidang
Penunjang
Fakhrun Nisa
F

Direktorat Keuangan
Dwi Nida

Direktorat Umum, Sumber Daya


Manusia, dan Operasional
Yulfa Intan L.

Bagian
Umum
Nila
Sahuleka

Bagian
Sumber
Daya
Manusia
Raras R.

Bagian
Perencanaan
Progran dan
Farmasi
Reni Dwi

Bagian
Penyusunan
Anggaran
Raditya P.

Bagian
Perbenda
haran
Amanda P.

Bagian
Akutansi
Sintara
Eka

Kebaikan dari struktur organisasi ini adalah :


1. Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando.
2. Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar
3.

Proses decesion making berjalan cepat

4. Disiplin dan loyalitas tinggi


5.

Rasa saling pengertian antar anggota tinggi

Kelemahan dari struktur organisasi ini adalah :


1

Ada tendensi gaya kepernimpinan otokratis

Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat

Tujuan top manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi

Karyawan tergantung pada satu orang dalam organisasi