Anda di halaman 1dari 17

Abses Peritonsil

Rika Rehulina S
UISU
Pembimbing :
Dr. Rehulina Surbakti, Sp THT-KL

Anatomi Tonsil

WALDEYERS
RING

Tonsil merupakan
massa yang
terdiri dari
jaringan limfoid
dan ditunjang
oleh jaringan ikat
dengan kriptus
didalamnya.

Pada kutub atas tonsil


ditemukan celah
intratonsil.

Kutub bawah tonsil


melekat pada dasar
lidah.

Tonsil terletak di
dalam Fosa Tonsil.
Dilapisi oleh epitel
skuamosa.
Permukaan
medial
tonsil bentuknya
beraneka ragam dan
berkriptus.
Permukaan lateral
tonsil melekat pada
fasia faring (kapsul
tonsil)

Pendarahan Tonsil
Cabang cabang Arteri
Karotis Eksterna

Abses Peritonsil
Definisi
Abses
Suatu lesi
akibat adanya
supurasi lokal
didalam
jaringan padat.
Peritonsil /
Peritonsilar

Abses peritonsil
merupakan kumpulan
pus yang terlokalisir
pada jaringan
peritonsil.

Abses peritonsil terjadi sebagai


akibat komplikasi tonsilitis akut.
Abses peritonsiler disebabkan oleh
organisme yang bersifat aerob
maupun anaerob.

Etiologi

Patofisiologi
Infeksi Jar.
Peritonsil

Menembus Kapsul
Tonsil

Penumpukan
dan Perluasan
PUS

Fossa Tonsil
Kelenjar
Weber

Sumbatan

Infeksi Kronis
PUS

ABSES
PERITONSIL

Kelenjar
Membesar

DIAGNOSA
ANAMNESA
1. Demam
2. Odinofagia yang
hebat
3. Sukar membuka
mulut (Trismus)
4. Banyak ludah
(Hipersalivasi)
5. Mulut berbau
(foetor ex ore)
6. Suara gumam
(hot potato
voice)

PEMERIKSAA
Kadang
sukar
N

diperiksa,
karna trismus.
Tampak palatum mole
membengkak
dan
menonjol
ke
depan,
teraba fluktuasi. Uvula
bengkak dan terdorong
kontralateral.
Tonsil
bengkak dan hiperemis.

Diagnosa Banding
Peritonsil Selulitis
Tumor/ Keganasan / Limfoma

Komplikasi
Komplikasi segera yang dapat terjadi
berupa dehidrasi karena masukan makanan
yang kurang. Pecahnya abses secara
spontan dapat mengakibatkan perdarahan
atau aspirasi paru. Penyebaran infeksi dan
abses ke daerah parafaring (abses
parafaring)
dan
mediastinum
(mediastinitis).

Penatalaksanaan
Terapi
Antibiotika dosis tinggi
Dengan mengutamakan
sensitifitas.
Penisilin
Metronidazol

pemeriksaan

Staphylococcus

Anaerob

Simptomatik
Kumur-kumur dengan cairan hangat
Kompres dingin pada leher.

kultur

dan

Insisi dan Drainase


Lokasi insisi :
1. Daerah
paling
menonjol dan lunak
2. Pertengahan
garis
yang
menghubungkan
dasar uvula dengan
geraham atas terakhir
pada sisi yang sakit

Teknik Insisi
1. Tindakan dapat dilakukan dengan
posisi duduk.
2. Anestesi lokal dilakukan dengan
menyuntikkan lidokain melalui
mukosa ke dalam fosa tonsil.
3. Menggunakan
pisau
skalpel
no.11.
4. Menghisap pus penting dilakukan
untuk mencegah aspirasi.
5. Biasanya bila insisi yang dibuat
tidak cukup dalam, harus lebih
dibuka lagi dan diperbesar.
6. Penderita
kemudian
disuruh
berkumur dengan antiseptik dan
diberi terapi antibiotika.

Drainase dengan Aspirasi


Jarum
Teknik Aspirasi
1. Tindakan dilakukan
menggunakan spuit 10 ml dan
jarum no.18
2. Pemberian anestesi topikal
(misalnya xylocain spray) dan
infiltrasi anestesi lokal
(misalnya lidokain).
3. Lokasi aspirasi adalah pada
titik atau daerah paling
berfluktuasi atau pada tempat
pembengkakan maksimum.
4. Aspirasi jarum

Peritonsillar abscess drainage.3GP

Tonsilektomi
Waktu pelaksanaan tonsilektomi sebagai
terapi abses peritonsil, bervariasi :
Tonsilektomi a chaud
: dilakukan segera / bersamaan dengan
drainase abses.
2. Tonsilektomi a tiede
: dilakukan 3-4 hari setelah insisi dan drainase.
3. Tonsilektomi a froid
: dilakukan 4-6 minggu setelah drainase.
1.

Indikasi
tonsilektomi
segera, yaitu :
1. Abses
peritonsil yang
tidak dapat diinsisi dan
drainase karena trismus
atau
abses
yang
berlokasi
di
kutub
bawah.
2. Abses
peritonsil yang
meluas dari hipofaring
ke daerah parafaring,
dengan resiko meluas ke
daerah leher dalam.
3. Penderita
diatas
50
tahun
dengan
tonsiltonsil yang melekat.

Kesimpulan
Abses peritonsil termasuk salah satu abses leher dalam.
Penyakit ini merupakan komplikasi dari tonsilitis akut.
Gejala gejala abses peritonsil yaitu odinofagia, trismus
serta hipersalivasi. Terapi untuk abses peritonsil pada
stadium infiltrasi diberikan antibiotika dosis tinggi dan
obat simptomatik. Juga perlu kumur-kumur dengan
cairan hangat dan kompres dingin pada leher. Jika
terbentuk abses yang lanjut dapat dilakukan pembedahan
drainase. Tehnik pembedahan dilakukan dengan cara
tehnik aspirasi jarum atau dengan tehnik insisi dan
drainase. Apabila terjadi abses peritonsil berulang,
sebaiknya dilakukan tonsilektomi efektif.