Anda di halaman 1dari 20

Batuk Kronik Berulang

Definisi
Batuk

Refleks perlindungan untuk membuang sekresi trakeobronkial


yang berlebihan atau benda asing yang masuk ke saluran
pernapasan.

Batuk kronis

Keadaan klinis yang disebabkan oleh berbagai etiologi dengan


gejala batuk yang berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu
berturut-turut dan atau paling sedikit 3 episode dalam 3 bulan
dengan atau tanpa disertai gejala respiratorik/non-respiratorik
lainnya.

Etiologi
Bronkitis

Infeksi (virus, bakteri)


Alergi (asma)
Kimiawi (aspirasi susu/isi lambung, inhalasi asap rokok)

Penyakit paru supuratif

Fibrosis
Bronkiektasis
Kolaps paru dengan infeksi sekunder
Kista, abses, pneumonia

Lesi fokal laring, trakea, atau bronkus

Benda asing
Tumor
Kista

Tuberkulosis
Batuk psikogen
Post nasal drip

Etiologi tersering di Indonesia


Tb primer
Batuk karena alergi
Batuk karena kelainan jantung bawaan

Anamnesis
Lamanya batuk
Frekuensi serangan
Waktu serangan (batuk malam hari)
Faktor pencetus
Batuk paroksismal/bila berat berakhir muntah
BB turun, keringat malam
Demam menetap
Kontak dengan pasien TB, pertusis
Riwayat serangan wheezing, asma, alergi
Riwayat tersedak/menghirup benda asing
Terinfeksi HIV
Riwayat pengobatan dan respon thdp pengobatan

Pemeriksaan Fisik
Demam
Limfadenopati (regional, general)
Gizi buruk
Wheezing/ekspirasi memanjang
Episode apnea
Perdarahan subkonjungtiva
Tanda aspirasi benda asing

Wheezing unilateral
Ada daerah bunyi pernapasan menurun, pekak/hipersonor pada
perkusi
Deviasi trakea

Tanda infeksi HIV

DD Batuk Kronik
Diagnosis

Gejala

TB

-Riwayat kontak dengan pasien TB


-Uji tuberkulin +
-BB turun atau gagal tumbuh
-Demam 2 minggu tanpa sebab yg jelas
-KGB leher, aksila inguinal membengkak
-Tulang/sendi punggung, panggul, lutut, falang membengkak
-Tidak ada nafsu makan, keringat malam

Asma

-Riw. Wheezing berulang


-Hiperinflasi dinding dada
-Ekspirasi memanjang
-Respon baik thdp bronkodilator

Benda
asing

-Riw. Tiba-tiba tersedak


-Stridor atau distress napas tiba-tiba
-Wheezing atau SN turun fokal

Diagnosis

Gejala

Pertusis

-Batuk paroksismal diikuti whoop, muntah, sianosis atau


apnea
-demam
-Belum/tidak lengkap imunisasi DPT
-Klinis baik diantara episode buruk
-Perdarahan subkonjungtiva

HIV

-Infeksi HIV pada ibu


-Riw. Transfusi darah
-Gagal tumbuh
-Oral thrust
-Parotitis kronis
-Infeksi kulit oleh herpes zoster
-Limfadenopati generalisata
-Demam lama
-Diare persisten

Bronkiektasis

-Riw. TB atau aspirasi benda asing


-Tidak ada kenaikan BB
-Sputum purulen, napas bau
-Jari tabuh

Abses paru

-Suara napas menurun di area abses


-Tidak ada kenaikan BB
-Pada foto dada tampak kista berongga

Pertusis

Masa inkubasi : 7-10 hari


Minggu ke-2 bulan ke-3 :

batuk paroksismal, pilek


Masa infeksius

Diagnosis
Anak batuk berat lebih dari 2 minggu
Batuk paroksismal diikuti suara whoop saat

inspirasi, disertai muntah


Perdarahan sub konjungtiva
Imunisasi belum lengkap thdp pertusis
Bayi muda : sianosis, henti napas tanpa batuk
Kejang

Tata laksana
Rawat jalan : kasus ringan, >6 bulan
Rawat inap :

<6 bulan
Pneumonia
Kejang
Dehidrasi
Gizi buruk
Henti napas lama
Kebiruan setelah batuk

Antibiotik

Eritromisin oral (12.5 mg/kg/kali 4x1 10 hari-14 hari)

Oksigen

Bila sianosis/henti napas/batuk paroksismal berat


Gunakan nasal prongs

Tatalaksana jalan napas

Posisi kepala lebih rendah dalam posisi telungkup/miring


(mencegah aspirasi muntahan, membantu pengeluaran sekret)
Sianotik : isap lendir dari hidung, tenggorokan
Apnea : bersihkan jalan napas, beri bantuan pernapasan

Perawatan Penunjang
Hindari pemakaian alat isap lendir, pemeriksaan

tenggorokan, penggunaan NGT merangsang


batuk
Jangan beri antitusif (kecuali sangat mengganggu),
sedatif, mukolitik atau antihistamin
Demam 39 distress PCT
Beri ASI per oral/NGT (porsi kecil tapi sering)
Cairan rumatan IV

Komplikasi
Pneumonia infeksi sekunder bakteri/aspirasi

muntahan

Napas cepat diantara episode batuk, demam, distres


pernapasan

Kejang anoksia saat serangan apnea/sianotik,

atau ensefalopati akibat pelepasan toksin

Tidak berhenti dalam 2 menit anti konvulsan

Gizi kurang berkurangnya asupan, sering muntah


Perdarahan sub konjungtiva dan epistaksis
Hernia inguinalis/umbilikalis batuk kuat

Aspirasi Benda Asing

4 tahun : kacang-kacangan/biji-bijian terhirup

tersangkut di bronkus (paling sering paru kanan)


kolaps/konsolidasi pada distal penyumbatan

Manifestasi Klinis
Awal : tersedak, diikuti interval bebas gejala

beberapa hari-minggu wheezing menetap, batuk


kronik, atau pneumonia yang tidak respon terhadap
terapi
Benda tajam yang tersangkut di laring : stridor, atau
wheezing
Benda besar tersangkut di laring : kematian
mendadak akibat sumbatan segera trakeostomi

Terima Kasih