Anda di halaman 1dari 11

HITUNG LEUKOSIT

OLEH :

KOMANG OKTARINA PUTRI


(P07134014004)
SEMESTER III

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2015/2016

MENGHITUNG LEUKOSIT
I.

TUJUAN
a. Tujuan Instruksional Umum
1. Mahasiswa dapat memahami cara hitung jumlah leukosit darah probandus.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan cara hitung jumlah leukosit darah probandus.

b. Tujuan Instruksional Khusus


1. Mahasiswa dapat melakukan hitung jumlah leukosit darah probandus.
2. Mahasiswa dapat mengetahui jumlah leukosit /mm3 darah probandus.
3. Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil hitung leukosit darah probandus.
I.

METODE
Metode yang digunakan dalam pemeriksaan leukosit ini adalah metode manual
dengan menggunakan kamar hitung ( Improved Neubauer )

II.

PRINSIP
Darah diencerkan dalam pipet leukosit dengan larutan asam lemah dan hipotonis,
kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. Jumlah leukosit dihitung dalam volume
tertentu, dengan mengenakan faktor konversi jumlah leukosit per l darah dapat
diperhitungkan.

III.

DASAR TEORI
Sel darah putih (leukosit) rupanya bening dan tidak berwarna, bentuknya lebih
besardari sel darah merah, tetapi jumlah sel darah putih lebih sedikit. Diameter leukosit
sekitar10 m. Leukosit memainkan peran utama dalam respon kekebalan terhadap
patogen infeksius dan selama gangguan inflamasi. Proses leukosit ekstravasasi dari darah
ke dalam jaringan yang meradang membutuhkan peristiwa yang kompleks yaitu perekat
antara leukosit dan endotelium termasuk leukosit bergulir, adhesi dan migrasi
transendothelial. Interaksi leukosit-endotel dimediasi oleh interaksi mengikat diatur
secara ketat antara reseptor adhesi pada kedua sel. (Chavakis.2010)
Sel darah putih dapat dikategorikan menjadi beberapa kelas sesuai dengan
morfologi kontur dan inti mereka. Klasifikasi sel darah putih biasanya melibatkan tiga
yaitu segmentasi sel darah putih dari gambar smear, ekstraksi fitur yang efektif, dan
desain classifier. Ada lima jenis sel darah putih yaitu limfosit, monosit, eosinofil, basofil,
dan neutrofil. (A. Nalls.2011)
Sel darah putih (leukosit) terlibat dalam sistem kekebalan tubuh, yang berfungsi
sebagai mekanisme pertahanan utama terhadap patogen asing. Leukosit digunakan
sebagai penanda klinis status inflamasi, dan jumlah Leukosit meningkat telah dikaitkan

dengan risiko penyakit kardiovaskular, kematian kanker dan semua penyebab kematian.
(F. Keller.2014)
IV.

ALAT DAN BAHAN


a. Alat
Pipet thoma leukosit
Kamar Hitung Improved Neubauer
Cover glass
Mikroskop
b. Bahan pemeriksaan
Darah vena dengan antikoagulan EDTA atau oxalat
Darah Kapiler
c. Reagen
Larutan Turk

V. CARA K ERJA
A. Mengisi pipet Leukosit
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan diatas meja praktikum.
2. Diisap darah dengan pipet thoma leukosit hingga skala 0,5 tepat.
3. Dihapus kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet.
4. Dimasukkan ujung pipet dalam larutan Turk sambil menahan darah pada garis
tanda tadi. Pipet dipegang dengan sudut 45 derajat dan larutan Turk diisap
perlahan-lahan sampai garis tanda 11. Hati-hati jangan sampai terjadi gelembung
5.

udara.
Diangkat pipet dari cairan, tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet

6.

penghisap.
Dikocok pipet tersebut selama 15-30 detik. Jika tidak segera akan dihitung,
letakkanlah dalam sikap horisontal.

B. Mengisi Kamar Hitung


1. Diletakkanlah kamar hitung yang bersih dengan kaca penutupnya terpasang
mendatar diatas meja.
2. Dikocok pipet yang diisi tadi selama 3 menit terus menerus, jagalah jangan
sampai ada cairan terbuang dari dalam pipet itu selama waktu mengocok.
3. Dibuang semua cairan yang ada didalam batang kapiler pipet (3 atau 4 tetes) daan
segeralah sentuhkan ujung pipet itu dengan sudut 30 derajat pada permukaan
kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung
itu terisi cairan perlahan-lahan dengan daya kapilaritasnya.

4. Dibiarkan kamar hitung itu selama 2 atau 3 menit supaya leukosit dapat dihitung.

Jika tidak segera dihitung maka kamar hitung dapat diletakkan pada sebuah cawan
petri tertutup yang berisi segumpal kapas basah.
C. Menghitung Jumlah Sel
1. Dipakai lensa objektif kecil, yaitu dengan perbesaran 10x. Diturunkan lensa
kondensor atau kecilkan diafragma. Meja mikroskop harus dalam posisi datar.
2. Kamar hitung dengan bidang bergarisnya diletakkan dibawah obyektif dan focus
mikroskop diarahkan kepada garis bagi itu. Dengan sendirinya leukosit jelas
terlihat.
3. Dihiyung semua leukosit yang terdapat dalam keempat bidang besar pada sudut
sudut seluruh permukaan yang dibagi.
a.
Menghitung dimulai dari sudut kiri atas, terus kekanan, kemudian turun
kebawah dan kanan ke kiri, lalu turun lagi kebawah dan dimulai lagi dari
b.

kiri kekanan. Cara seperti ini dilakukan pada keempat bidang besar.
Kadang kadang ada sel sel yang letaknya menyinggung garis batas
sesuatu bidang. Sel sel yang menyinggung garis batas sebelah kiri atau
garis atas haruslah dihitung. Sebaiknya sel sel yang menyinggung garis
batas sebelah kanan atau bawah tidak boleh dihitung.

VI.

NILAI RUJUKAN
4000 10.000 /mm3 darah

VII.

HASIL PENGAMATAN
Nama Probandus
: Widi
Umur
: 19 Tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Jumlah Teombosit
: 164
Jumlah Sel
: 164 x 50 = 8.200/mm3 darah
Gambar Praktikum

Kamar Hirung Leukosit

Siring

Pipet Leukosit

Alat Hitung

Hasil Pengamatan Leukosit

Hasil Pengamatan Leukosit

VIII. PEMBAHASAN
Sel darah putih (leukosit) rupanya bening dan tidak berwarna, bentuknya lebih
besar dari eritrosit. Diameter leukosit sekitar10 m. Batas normal jumlah leukosit
berkisar 4.000 10.000 / mm darah. Secara garis besar, fungsi leukosit ada 2, yaitu:

Fungsi Defensif
Leukosit di dalam tubuh berfungsi untuk mempertahankan tubuh terhadap bendabenda asing (foreign agents) termasuk kuman kuman penyebab penyakit infeksi.

Leukosit yang berperan adalah monosit, netrofil, limfosit.


Fungsi Reparatif
Leukosit di dalam tubuh berfungsi untuk memperbaiki kerusakan vaskuler.
Leukosit yang memegang peranan adalah eosinofil dan basofil yang menghasilkan
heparin, sehingga pembentukka thrombus pembulu-pembuluh darah dapat
dicegah.
Pembentukan leukosit dibagi menjadi tiga tahap pokok yaitu : granulopoesis,

agranulopoesis dan plasmosit. Granulopoesis terdiri dari Mieloblast, Proagranulosit,


Mielosit, Metamielosit, dan Neutrofil Batang dan Segmen. Agranulopoesis terdiri dari

Limpopoesis dan Monopoesis. Leukosit dibagi menjadi dua golongan berdasarkan jenis
granula dalam sitoplasma dan bentuk intinya, yaitu :
1. Leukosit bergranula : Eusinofil, Basifil, dan Neutrofil
2. Leukosit tak bergranula : monosit, limfosit, dan sel plasma
Jumlah Leukosit pada darah manusia bisa saja diatas bahkan dibawah normal.
Penyakit yang diakibatkan dengan peningkatan nilai leikosit disebut dengan Leukositosis,
sedangkan penyakit yang diakibatkan dengan penurunan nilai leukosit disebut dengan
Leukopenia. Leukositosis dapat dijumpai pada pasien yang menderita pneumonia,
tuberkulosis, meningitis, apendisitis, tonsilitis, pielonefritis, peritonitis, pankreatitis,
leukemia, nekrosis jaringan, anemia hemolitik dan sel sabit, penyakit parasitik, stress ,
dan juga beberapa pengaruh obat tertentu, seperti Aspirin, heparin, epinefrin, Sedangkan
untuk Leukopenia dapat dijumpai pada pasien yang mengalami anemia aplastik, anemia
pernisiosa, infeksi virus, malaria, agranulositosis, alkoholisme, artritis rheumatoid. dan
juga beberapa pengaruh obat tertentu, seperti Antibiotik penisilin, sefalotin, kloram
fenikol.
Dalam praktikum kali ini digunakan teknik manual untuk menghitung sel leukosit
yaitu menggunakan kamar hitung khusus untuk hitung sel Leukosit yang sama dengan
kamar hitung yang kita gunakan untuk hitung eritrosit. Sebelum menuangkan darah
kedalam kamar hitung, darah probandus diencerkan dengan menggunakan pipet leukosit
atau pipet thoma dengan menggunakan larutan Turk. Pengenceran ini dilakukan agar saat
proses pembacaan sel lebih mudah, karena jika tidak diencerkan, darah akan sangat kental
dan sangat susah untuk dibaca. Penggunaan larutan Turk karena larutan ini mengandung
cat Gentian Violet yang berfugnsi untuk mewarnai inti sel pada sel darah leukosit,
sehingga memudahkan kita untuk membaca leukosit. Selain itu larutan Turk juga dapat
melisiskan eritrosit dan trombosit sehingga kita bisa membedakan sel leukosit.
Pada proses pembacaan, ada bidang-bidang tertentu yang memang khusus untuk
pembacaan leukosit. Leukosit dihitung dalam 4 bidang besar yang terletak di bagian
paling pinggir. 4 bidang tersebut, tiap-tiap bidang ini dibagi lagi menjadi 16 bidang
sedang.

Penghitungan Leukosit
(lingkaran besar: daerah penghitungan leukosit)
Dalam melakukan penghitungan Leukosit ada dua metode yang digunakan, yaitu metode
manual yang dilakukan dalam praktikum kali ini dan metode otomatis dengan
menggunakan alat atau instrument khusus. Penggunaan metode otomatis memiliki prinsip
yang sama dengan metode manual, hanya saja semua prosedur yang dilakukan
dilaksanakan oleh alat tersebut, sehingga petugas sudah menerima hasil akhir yang
lengkap dengan hasil dan nilai normal.
Setelah dilakukan pengamatan dibawah mikroskop didapatkan jumlah leukosit
pada sampel darah probandus atas nama Widi dengan pembesaran 10 kali sebanyak 164
sel darah. Dari hasil perhitungan sesuai dengan ketentun rumus, didapat jumlah sel
trombosit sebanyak 8.200/mm3. Hasil tersebut menyatakan nilai leukosit

pasien

tergolong normal jika disesuaikan dengan nilai rujukan, dimana nilai rujukan menyatakan
nilai normal sebesar 4.000 10.000/mm 3. Namun dengan nilai yang dikatakan normal
berdasarkan pemeriksaan manual, tidak bisa disimpulkan juga bahwa pasien memiliki
nilai leukosit sejumlah demikian. Karena mengingat metode manual sudah tentu memiliki

kesalahan saat penghitungan, mengingat metode ini memiliki nilai subjektifitas yang
sangat tinggi. Selain itu, pemeriksaan leukosit menggunakan metode manual, tidak bisa
digunakan untuk menentukan keadaan atau kondisi pasien, perlu dilkukan tes penunjang
atau pendukung lainnya guna memasikan kondisi pasien.
Pada praktikum kali ini menggunakan teknik manual, dimana teknik ini tentunya
memiliki kekurangan dan kelebihannya, sama seperti menggunakan alat instrument.
Adapun kelebihan dan kekurangan metode manual yaitu :
1. Kelebihan :
Baik digunakan untuk konfirmasi hasil pemeriksaan karena yang dihitung di
kamar hitung benar-benar sel leukosit dengan pengenceran turk yang
menyebabkan lisisnya sel lain kecuali leukosit.
Sedikit memerlukan energi listrik
Harga lebih murah jika dibandingkan dengan Hematology Analyzer
2. Kekurangan :
Memerlukan waktu yang lama untuk pemeriksaan satu sampel. Jadi tidak efisien

a.

untuk banyak sampel


Memerlukan reagen tertentu dan sampel darah yang dibutuhkan lebih banyak
Memiliki kesalahan 10%
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah leukosit yaitu :
Jenis Kelamin
Pada laki-laki dan wanita normal leukosit dalam darah jumlahnya lebih sedikit
daripada eritrosit dengan rasio 1 : 700 (Frandson, 1992). Leukosit adalah bagian dari
sel darah yang berinti, disebut juga sel darah putih. Di dalam darah normal didapati

b.
c.

jumlah leukosit rata-rata 4000- 11.000 sel/cc.


Usia
Orang dewasa memiliki jumlah leukosit lebih banyak dibanding anak - anak.
Kondisi Tubuh Seseorang
Sakit dan luka yang mengeluarkan banyak darah dapat mengurangi jumlah leukosit
dalam darah.

IX.

SIMPULAN
Sel darah putih (leukosit) rupanya bening dan tidak berwarna, bentuknya lebih
besar dari eritrosit. Sel darah putih (leukosit) terlibat dalam sistem kekebalan tubuh, yang
berfungsi sebagai mekanisme pertahanan utama terhadap patogen asing. Leukosit
digunakan sebagai penanda klinis status inflamasi. Hitung leukosit normal adalah sekitar
4000 10.000/mm3. Penyakit akibat peningkatan nilai leukosit disebut Leukositosis
sedangkan

penurunan

nilai

leukosit

disebut

leukositopenia.

Hasil

praktikum

menunjukkan bahwa probandus memiliki nilai leukosit 8.200 /mm 3, dimana probandus
memiliki umur 19 tahun dan berjenis kelami perempuan. Dapat dikatakan bahwa
probandus memiliki leukosit dalam batas normal.

Daftar Pustaka

A. Nalls, Michael.2011. Multiple Loci Are Associated with White Blood Cell Phenotypes.
[online].tersedia : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3128114/ (diakses : 19
Desember 2015, 20.12 Wita)
Chavakis , Emmanouil .2010.Novel aspects in the regulation of the leukocyte adhesion cascade.
[online].tersedia : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2722029/ (diakses : 19
Desember 2015, 19.18 Wita)

F. Keller ,Margaux.2014. Trans-ethnic meta-analysis of white blood cell phenotypes.


[online].tersedia : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4245044/
(diakses : 19 Desember 2015, 19.30 Wita)
Gokhan Yilmaz and D. Neil Granger.2010.Leukocyte Recruitment and Ischemic Brain Injury.
[online].tersdia : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2878882/ (diakses : 19
Desember 2015, 20.20 Wita)
Riswanto.2013.Pemeriksaan Laboratorium Hematologi.Yogyakarta.Alfamedia & Kanal Medika

Denpasar, 22 Desember 2015


Praktikan

Komang Oktarina Putri


P07134014004

Lembar Pengesahan
Mengetahui,
Pembimbing I

Pembimbing II

I Ketut Adi Santika, Amd., AK

Luh Putu Rinawati, Amd.,AK


Pembimbing III

Surya Bayu Kurniawan.,S.Si