Anda di halaman 1dari 22

Program dan Kegiatan

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI


Telaah Berdasarkan Nawa Cita

Disampaikan oleh Biro Perencanaan pada Dialog Terbuka, 25 November 2014

Outline Paparan
1.
2.
3.
4.

Problem Pokok Bangsa


Trisakti
Visi dan Misi
Nawa Cita dan Agenda Strategis untuk

berdaulat dalam bidang politik,


berdikari dalam ekonomi,
berkepribadian dalam kebudayaan

5. Perbandingan Nawa Cita dengan BPPT terkait formulasi strategi


untuk berkontribusi dalam pembangunan
6. Keterkaitan program/kegiatan BPPT dengan Nawa Cita & Agenda
Strategis
7. Tujuan yang ingin dicapai BPPT dan ukuran keberhasilan dalam
pemenuhan Nawa Cita

Sugeng Santoso-Roren

I. TIGA PROBLEM POKOK BANGSA


1. merosotnya kewibawaan negara

harapan untuk menegakkan wibawa negara semakin pudar ketika negara


mengikat diri pada sejumlah perjanjian internasional yang mencederai
karakter dan makna kedaulatan, yang lebih memberi keuntungan bagi
perseorangan, kelompok maupun perusahaan multinasional ketimbang bagi
kepentingan nasional

2. melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional

Ketregantungan penyediaan pangan yang mengandalkan impor


tidak tanggap dalam menghadapi persoalan krisis energi akibat dominasi alat
produksi dan modal korporasi global serta berkurangnya cadangan minyak
nasional

3. merebaknya intoleransi dan krisis kepribadian bangsa

Tantangan kemajuan teknologi informasi dan transportasi yang begitu cepat


telah melahirkan dunia tanpa batas (borderless-state),
SOLUSI TRISAKTI
TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN BERKEPRIBADIAN
BERLANDASKAN GOTONG ROYONG
3

II. Trisakti
Berdaulat
Kemampuan untuk berdaya saing menjadi kunci untuk mencapai kemajuan sekaligus
kemandirian

Kemandirian
Kemampuan untuk memenuhi pembiayaan pembangunan yang bersumber dari
dalam negeri yang makin kokoh dan berkurangnya ketergantungan kepada sumber
luar negeri
Kemampuan memenuhi sendiri kebutuhan pokok, yang disertai dengan keunggulan
dalam inovasi, kreativitas, intergritas, dan etos kerja sumber daya manusia

Kepribadian dalam kebudayaan


dicerminkan dalam setiap aspek kehidupan, baik hukum, ekonomi, politik, sosial
budaya, maupun pertahanan keamanan. Kemandirian dan kemajuan suatu bangsa
tidak boleh hanya diukur dari perkembangan ekonomi semata
Kemandirian dan kemajuan juga tercermin dalam kelembagaan, pranata-pranata,
dan nilai-nilai yang mendasari kehidupan politik dan sosial
kemandirian sesungguhnya mencerminkan sikap seseorang atau sebuah bangsa
mengenai jati dirinya, masyarakatnya, serta semangatnya dalam menghadapi
berbagai tantangan. Karena menyangkut sikap, kemandirian pada dasarnya adalah
masalah budaya dalam arti seluas-luasnya
Sugeng Santoso-Roren

III. VISI DAN MISI

Sugeng Santoso-Roren

IV. NAWA CITA dan AGENDA STRATEGIS

Sugeng Santoso-Roren

Berdaulat Dalam Bidang Politik


terdiri dari 4 Nawa Cita dan 12 agenda strategis
No

Nawa Cita/Agenda Strategis

Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh WN

Potensi Kontribusi Teknologi

Meminimalisasi dampak dari globalisasi, integrasi ekonomi regional dan perdagangan bebas terhadap
kepentingan ekonomi nasional Indonesia
Penyediaan alutsista secara terpadu di ketiga matra pertahanan dengan target peningkatan anggaran
pertahanan 1,5 persen dari GDP dalam lima tahun
Kemandirian pertahanan dengan mengurangi ketergantungan impor kebutuhan pertahanan melalui
pengembangkan industri pertahanan nasional serta diversifikasi kerjasama pertahanan

1. Membangun wibawa politik LN &


mereposisi peran Indonesia dalam isu
global

Mengintensifkan kerjasama internasional dalam mengatasi masalahmasalah global yang mengancam umat manusia seperti penyakit
menular. perubahan iklim, kelangkaan air, ketahanan energi
Mengelola dampak integrasi ekonomi regional dan perdagangan bebas
terhadap kepentingan ekonomi nasional Indonesia

2. Menguatkan sistem pertahanan negara

penyediaan alutsista secara terpadu di ketiga matra pertahanan


dengan target peningkatan anggaran pertahanan 1,5 persen dari GDP
dalam lima tahun
mengurangi ketergantungan impor kebutuhan pertahanan melalui
pengembangkan industri pertahanan nasional serta diversifikasi
kerjasama pertahanan

3. Membangun politik keamanan dan


ketertiban masyarakat
4. Mewujudkan profesionalitas intelijen
negara

Berdaulat Dalam Bidang Politik


terdiri dari 4 Nawa Cita dan 12 agenda strategis
No

Nawa Cita/Agenda Strategis

Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis,
dan terpercaya mempunyai 2 agenda strategis
5. Membangun keterbukaan informasi dan

komunikasi publik

Potensi Kontribusi Teknologi

meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan


instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk
menghasilkan layanan informasi yang berkualitas
mendorong inovasi dan pengembangan industri teknologi informasi
dan komunikasi, sehingga Negara besar seperti Indonesia tidak
sekedar menjadi pasar bagi semua industri teknologi informasi dan
komunikasi asing, tetapi mampu menciptakan dan memproduksi
teknologi informasi dan komunikasi serta menjadi tuan rumah di
Negara sendiri

12. Reformasi Birokrasi dan Pelayanan

Publik

Sugeng Santoso-Roren

Berdaulat Dalam Bidang Politik


terdiri dari 4 Nawa Cita dan 12 agenda strategis
No

Nawa Cita/Agenda Strategis

Potensi Kontribusi Teknologi

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daaerah-daerah dan desa dalam kerangka negara
kesatuan mempunyai 4 agenda strategis
6. Mereformasi sistem dan kelembagaan demokrasi
7. Memperkuat politik desentralisasi dan otonomi
daerah

melindungi kepentingan nasional Indonesia di kawasankawasan perbatasan


memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara global

8. Mendedikasikan diri untuk memberdayakan desa


9. Melindungi dan memajukan hak-hak masyarakat
adat
4

Melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercya mempunyai 2
agenda strategis
10. Pemberdayaan Perempuan dalam Politik dan
pembangunan
11. Mewujudkan sistem dan penegakan hukum yang
berkeadilan

Sugeng Santoso-Roren

Berdikari Dalam Bidang Ekonomi


terdiri dari 3 Nawa cita dan 16 agenda strategis
No

Nawa Cita/Agenda Strategis

Potensi Kontribusi Teknologi

Meningkatkankualitas hidup manusia Indonesia mempunyai 1 agenda strategis


1. Pembangunan kualitas sumber daya manusia

Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional; mempunyai 9 agenda strategis

Meningkatkan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi,


Menjadikan instansi urusan hak cipta dan paten bekerja proaktif melayani para inovator dan para inventor
Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah

5. membangun pemberdayaan Buruh


7. penguatan investasi sumber domestik

Memberikan insentif pada industri yang menghasilkan bahan baku atau


barang modal yang sederhana

8. membangun penguatan kapasitas fiskal negara

membangun penguatan kapasitas fiskal negara

9. penguatan infrastuktur

Pengembangan industri perkapalan di dalam negeri untuk menyediakan


sarana transportasi laut yang aman,efisien & nyaman

10. pembangunan ekonomi maritim

Peningkatan kapasitas dan pemberian akses terhadap sumber modal


(melalui bank pertanian), sarana produksi, infrastruktur, teknologi
dan pasar
Pembangunan 100 sentra perikanan sebagai tempat pelelangan ikan
terpadu dengan penyimpanan dan pengolahan produk perikanan
terpadu
Rehabilitasi kerusakan lingkungan pesisir dan lautan
Meningkatkan produksi perikanan dua kali lipat, menjadi sekitar
4050 juta ton per tahun pada tahun 2019
10

Berdikari Dalam Bidang Ekonomi


terdiri dari 3 Nawa cita dan 16 agenda strategis
No

Nawa Cita/Agenda Strategis

Potensi Kontribusi Teknologi

Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional; mempunyai 9 agenda strategis (lanjutan)
13. membangun perimbangan
pembangunan kawasan

membangun perimbangan pembangunan kawasan melalui: Ketersediaan air bersih

14. membangun karakter dan potensi


pariwisata

membangun karakter dan potensi pariwisata, melalui: pengembangan ekonomi


kreatif berbasis pada eco-tourism

15. mengembangkan kapasitas


perdagangan nasional melalui

Peningkatan daya saing produk nasional melalui peningkatan kualitas-pencitraanharga-servis;


Pendampingan ekonomi untuk menumbuhkan industriawan muda;
Implementasi dan pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI)

16. pengembangan industri


manufaktur

mengembangkan industri manufaktur untuk pengolahan sumber daya alam yang


selama ini diekspor dalam bentuk bahan mentah
mengurangi kandungan impor dalam industri manufaktur Indonesia secara bertahap
memproteksi HKI
Promosi produk manufacture nasional dan pengembangan industri kecil dan
menengah serta koperasi untuk meningkatkan nilai tambahnya
Memfasilitasi kemitraan antara industri dan perguruan tinggi dalam kerjasama R&D
pengetahuan dan teknologi yang dapat diaplikasikan untuk memperkuat daya saing
industri manufaktur nasional
Pemerintah memberikan fasilitas fiskal dan non-fiskal untuk mempromosikan HKI
nasional di pasar global

11

Berdikari Dalam Bidang Ekonomi


terdiri dari 3 Nawa cita dan 16 agenda strategis
No

Nawa Cita/Agenda Strategis

Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik; 6 agenda strategis

Potensi Kontribusi Teknologi

Kami akan mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi nasional (Kerjasama SwastaPemerintah-Perguruan Tinggi) khususnya untuk sektor pertanian dan industri
Riset dan pengembangan dasar didukung dengan dana pemerintah

2. membangun kedaulatan Pangan berbasis


pada Agribisnis Kerakyatan

Pemanfaatan teknologi pengolahan pangan lokal (sagu)

3. program untuk membangun daulat energi


berbasis kepentingan nasional

menghadirkan teknologi hemat energi dan memberikan disinsentif pada


teknologi yang tidak memenuhi minimum operational performance standard
(MOPS) yang ditetapkan oleh pemerintah
merancang isu perubahan iklim bukan hanya untuk isu lingkungan semata
melainkan juga untuk keekonomian nasional

4. penguasaan sumber daya alam

pengolahan hasil tambang atau kebijakan hilirisasi harus segera dilakukan


dengan tujuan untuk menurunkan impor dan meningkatkan ekspor hasil
tambang yang sudah diolah

6. membangun penguatan sektor keuangan


berbasis nasional

membangun penguatan sektor keuangan berbasis nasional

11, melakukan penguatan sektor kehutanan

Pemanfaatan teknologi pembibitan untuk pembudidayaan dan peremajaan


karet untuk industri

12. membangun tata ruang dan lingkungan


yang berkeberlanjutan

Mengeksploitasi SDA yang tidak terbarukan secara prudent (tidak merusak


lingkungan
Memacu pembangunan pertanian yang berkelanjutan yang berbasis bio-ecoregion dengan pola pengembagnan pertanian organik maupun pertanian yang
12
hemat lahan dan air

Berkepribadian Dalam Bidang Kebudayaan


terdiri dari 2 Nawa cita dan 3 agenda strategis
No

Nawa Cita/Agenda Strategis

Melakukan revolusi karakter bangsa, mempunyai 1 agenda strategis

Potensi Kontribusi Teknologi

Memprioritaskan pembiayaan untuk kegiataan yang berhubungan dengan penelitian pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi unggulan akan diupayakan untuk diberikan secara regular dengan terintegrasi dengan arah pengembangan
pendidikan tinggi
Pengetahuan dan penguasaan teknologi sebagai kurikulum wajib di sekolah dan perguruan tinggi sebuah keharusan

1. mewujudkan pendidikan sebagai


pembentuk karakter bangsa

memberikan perhatian yang tinggi terhadap pendidikan yang


berbasiskanpeningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi
Meningkatkan sarpras yg mendukung transfer pengetahuan
Pengembangan Iptek dalam kurikulum pendidikan Indonesia

Memperteguh ke-bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia; mempunyai 2 agenda strategis

Mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan local serta membentuk lembaga
kebudayaan sebagai basis pembangunan budaya dan karakter bangsa Indonesia seperti membangun rumah pusat
kebudayaan, kesenian, museum dan sarana dan prasarana olah raga, di tingkat pusat maupun daerah

2. memperteguh ke-bhineka-an Indonesia


dan memperkuat restorasi sosial
3. membangun jiwa bangsa melalui
pemberdayaan pemuda dan olah raga

Membangun jiwa bs melalui pemberdaya pemuda dan OR


Industri Olahraga
13

V. Perbandingan Nawa Cita dengan Formulasi Strategi BPPT (Perka 007/2014)


No

Nawa Cita

BPPT

Peningkatan daya saing produk nasional


melalui peningkatan kualitas-pencitraanharga-servis

Daya Saing adalah nilai proposisi BPPT yang ditawarkan kepada pemangku
kepentingan sehingga dapat
meningkatkan produktivitas dan potensi di industri, daerah, nasional,
mendorong peningkatan pangsa pasar dan pengguna,
menghasikan produk/ proses yang unik/khas, lebih murah dan unggul,
serta dapat menghasilkan nilai tambah suatu potensi/produk/proses

mengembangkan industri manufaktur


untuk pengolahan sumber daya alam
yang selama ini diekspor dalam bentuk
bahan mentah
mengurangi kandungan impor dalam
industri manufaktur
Peningkatan nilai tambah IKMK

Tuntutan laporan sidang kabinet 17 Nov


2014 dari Roren Ristek thd LPNK Ristek
menekankan:
Program/kegiatan mencantumkan:
hitungan keekonomiannya, misal
berapa anggaran yang dikeluarkan
untuk R&D dan berapa yang dihaslkan
dari anggaran yang dihasilkan tsb &
akselerasi waktu
Efisiensi teknologi yang dihasilkan
dengan teknologi lain
Kesiapan teknologi untuk mengatasi
masalah-masalah pembangunan

Kemandirian Bangsa adalah nilai proposisi BPPT yang ditawarkan sehingga


menyebabkan
peningkatan kandungan lokal (TKDN),
peningkatan ekspor dan atau subtitusi impor,
menghasilkan inovasi, penguasaan, kemampuan teknologi,
tumbuhnya ketahanan dan keamanan nasional serta tumbuhnya
perekonomian daerah/nasional
Visi BPPT sebagai pusat unggulan teknologi yang mengutamakan inovasi dan
layanan teknologi untuk mewujudkan kemandirian bangsa, peningkatan daya
saing dan peningkatan pelayanan publik
Layanan Teknologi adalah hasil perekayasaan teknologi yang dihasilkan dalam
bentuk produk barang maupun jasa yang dapat dimanfaatkan
Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, penerapan, dan
perekayasaan, yang bertujuan untuk menghasilkan produk atau proses
produksi baru yang komersial atau, dipakai oleh masyarakat luas.

14

VI. Keterkaitan program/kegiatan BPPT dengan Nawa Cita & Agenda Strategis
No

Nawa Cita/Agenda
Strategis

Potensi
Kontribusi
Teknologi

Program BPPT
2015-2019 (Renstra
Teknokratis)

Target Outcome

Tahun Tercapainya
Outcome

Indikator /Target Nawa Cita

Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh WN
1). Membangun
wibawa politik LN &
mereposisi peran
Indonesia dalam isu
global

Perubahan
Iklim

Monitoring karbon

Penurunan
Neraca Carbon
Indonesia

2019 (?)

kerjasama internasional dalam


mengatasi masalah-masalah global
yang mengancam umat manusia
diantaranya yaitu perubahan iklim;
dan penanggulangan penyakit
infeksi dan penyakit menular

Penyakit
menular

Penyakit infrksi dan


degeratif: HIV, DBD,
malaria

Produksi sediaan
biofarmasetika
oleh industri
(produk
diagnostik)

2015 (?)

2). Menguatkan sistem


pertahanan negara

UAV

PUNA Wulung

1 (satu) skuadron
dimanfaatkan TNI
AU tahun 2017

2017 (?)

kemandirian pertahanan dengan


mengurangi ketergantungan
impor kebutuhan pertahanan
melalui pengembangkan industri
pertahanan nasional serta
diversifikasi kerjasama
pertahanan ; penyediaan
alutsista secara terpadu di
ketiga matra pertahanan;
kemandirian

Cyber defense

Sisfohankam

Pemanfaatan
Interoperabilitas
Sisfohankam

2016 (?)

Sisfohanneg dan Penyiapan


Infrastruktur Digital Forensic

15

VI. Keterkaitan program/kegiatan BPPT dengan Nawa Cita & Agenda Strategis
No

Nawa
Cita/Agenda
Strategis

Program BPPT
2015-2019
(Renstra
Teknokratis)

Target Outcome

Tahun
Tercapainya
Outcome

Indikator/ Target Nawa Cita

Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan
terpercaya.
5). Membangun
keterbukaan
informasi dan
komunikasi politik

Potensi
Kontribusi
Teknologi

Mendorong
inovasi dan
pengembangan
industri
teknologi
informasi

E-muliguna terdiri dari:


E-Gov

Intelegent e-govt (elogistik, e-keuangan


dll)

2017 (?)

E-ID

E-KTP (Card Reader)

2016 (?)

E-Subsidi

E-KTP digunakan
untuk KIS, KIP, KKS

2016 (?)

E-pemilu

Peningkatan
penggunaan utk
tingkat lebih banyak
kabkota/provinsi

2018 (?)

mendorong inovasi dan


pengembangan industri
teknologi informasi dan
komunikasi,
Indonesia tidak sekedar
menjadi pasar bagi semua
industri teknologi
informasi dan komunikasi
asing,
mampu menciptakan dan
memproduksi teknologi
informasi dan komunikasi
serta menjadi tuan rumah
di Negara sendiri

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daaerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan
7) Memperkuat
politik
desentralisasi dan
otonomi daerah

memperkuat
daya saing
ekonomi
Indonesia secara
global

Sistem Inovasi
Daerah

SID Kota Pekalongan


SID Kab. Pelalawan

2015 (?)

Peningkatan daya saing


daerah
16

VI. Keterkaitan program/kegiatan BPPT dengan Nawa Cita & Agenda Strategis
No
6

Nawa
Cita/Agenda
Strategis

Potensi
Kontribusi Teknologi

Program BPPT 2015-2019


(Renstra Teknokratis)

Target Outcome

Tahun
Tercapainya
Outcome

Indikator/ Target
Nawa Cita

Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional


2:membangun
kedaulatan
Pangan berbasis
pada Agribisnis
Kerakyatan

Pemanfaatan teknologi
pengolahan pangan
lokal (sagu)

Pengolahan Pangan Lokal


(sagu)

Tumbuhnya industri sagu


nasional terkait rantai nilai
IKMK lokal

2015 (?)

kedaulatan Pangan
berbasis pada Agribisnis
Kerakyatan

9. Penguatan
Infrastruktur

Teknologi Transportasi
logistik untuk 5
pelabuhan besar (tol
laut)

transportasi sistem
logistik logistik nasional

Mempercepat dan
mengurangi biaya
overhead dalam
transportasi

2018 (?)

Harga yang stabil


disemua wilayah karena
transportasi logistik
yang terjamin;

Transportasi massal

Transportasi Kota dengan


Inteligent Transportation
System (ITS)

Mengurangi kemacetan di
mteropolitan, kota besar
dan kota sedang

2016 (??)

Program CNS-ATM untuk


mengatur Lalu lintas
penerbangan

Kemandirian pengaturan
lalu lintas udara

2016 (?)

Sikbes=inteligent Fish
Tracker; Belfos= BPPT
elektonik Log Bokk for
Fishery of Serving System
Keduanya: mencari posisi
potensi ikan di laut &
mencatat hasil tangkapan
(sesuai PermenKKP)
remote sensing

2015 (?)

Industri Perkapalan
10.
Pembangunan
Ekonomi Maritim

Meningkatkan produksi
perikanan dua kali
lipat, menjadi 40-50
juta ton/tahun pada
tahun 2019.

keamanan lalu lintas


pada transportasi darat
serta kemandirian pada
jalur udara

?
SIKBES, BELFOS sudah
berhenti pada tahun
2014.

Tangkapan nelayan
yang efisien
berdasarkan data belfos
dan sikbes, dan log
potensi ikan yang
terekam dengan baik

17

VI. Keterkaitan program/kegiatan BPPT dengan Nawa Cita & Agenda Strategis
No

Nawa Cita/
Agenda
Strategis

Potensi
Kontribusi Teknologi

Program BPPT 20152019 (Renstra


Teknokratis)

Target Outcome

Tahun
Tercapai
nya
Outcome

Indikator/ Target Nawa


Cita

Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional


13. Membangun
Perimbangan
Pembangunan
Kawasan

Penyediaan air bersih


dan ketersediaan air
untuk ketahanan
pangan

Pemanfaatan tek
pengolahan air bersih di
daerah serta kesediaan
air di DAS Pelayanan
Tek

Unit Pengolahan air


bersih dari air paya,u
air limbah serta
potensi kesediaan air
di DAS untuk
pertanian

2015 (?)

Kesediaan dan potensi


air untuk kebutuhan
primer (air bersih) dan
ketahanan untuk pangan

14. Membangun
karakter dan
potensi
pariwisata

15.
Mengembangka
n kapasitas
perdagangan
nasional

Peningkatan daya
saing produk nasional
(kualitas-pencitraanharga-servis),

Formulasi Obat Herbal


Terstandar (OHT)
immunosurveilence

produksi ekstrak dan


formula Obat Herbal
Terstandar yang
dimanfaatkan oleh
industri

2018 (?)

Meningkatnya nilai
tambah & kualitas obat
herbal

Pendampingan
ekonomi untuk
menumbuhkan
industriawan muda,

Pelatihan &
pendampingan calon
Technoprenur

Sistem
Technopreunurship
yang diakomodasi

2017 (?)

Munculnya produk2
inovatif hasil
pengusahaan bisnis
berdasar keahilian iptek

Implementasi SNI.

Pelayanan LPK
(Lembaga Penilai
Kesesuaian: Lab Uji &
LS Pro)

Sugeng Santoso-Roren

18

VI. Keterkaitan program/kegiatan BPPT dengan Nawa Cita & Agenda Strategis
Potensi
Kontribusi Teknologi

Program BPPT 20152019 (Renstra


Teknokratis)

No

Nawa Cita/ Agenda


Strategis

Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional


16.
Pengembangan
Industri
Manufaktur

Target
Outcome

Tahun
Tercapainya
Outcome

Indikator/ Target
Nawa Cita

Pengembangan Industri
manufaktur untuk pengolahan
SDA yg selama ini diekspor dlm
bahan mentah.

Tek ekstraksi mineral


utk bahan baku
industri (Pemurnian
biji nikel)

Pilot Project
teknologi pemurnian
mendukung UU
minerba

2018
(??)

Nilai tambah
mineral untuk
kesejahteraan
nasional

Pengurangan kandungan import


dlm industri manufaktur secara
bertahap.

BBO

Tumbuhnya industri
yang memproduksi
BBO

2018 (?)

Industri TI (card
reader),

Tumbuhnya industri
yang memproduksi
Card Reader

2016 (?)

Teknologi
Keselamatan Sarana
KA

Tumbuhnya industri
yang memproduksi
tek keselamatan
Sarana KA

2017 (?)

Pengurangan
kandungan import
dlm industri
manufaktur (BBO,
Card Reader, Tek
Keselamatan
Sarana KA) secara
bertahap

Proteksi HAKI

?.

mendorong inovasi

Peningkatan nilai tambah IKMK

Kemitraan unk daya saing


industri manufaktur.

Peningkatan TKDN
teknologi permesinan
(industri barang
modal) baja (?)

Memanfaatkan fasilitas fiskal dan


non fiskal unk mempromosikan
HAKI di pasar global.

?
19

VI. Keterkaitan program/kegiatan BPPT dengan Nawa Cita & Agenda Strategis
No

Nawa
Cita/Agenda
Strategis

Program BPPT
2015-2019

Target Outcome

Tahun
Tercapai
Outcome

Indikator/ Target Nawa Cita

Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik


2. Daulat
Energi

Potensi
Kontribusi
Teknologi

Ener baru
dan
Terbarukan

Biomassa

Pemanfaatan teknologi PLT Biomasa


(<3Mw) dari limbah di daerah
perkebunan

2019 (?)

Berkurangnya kebutuhan listrik dari


PLN khususnya di perkebunan
dengan pemanfaatan PLT Biomasa

Biodiesel Non
Katalitik

Pemanfaatan teknologi biodisel secara


langsung di industri

2019 (?)

Berkurangnya penggunaan energi


fosil dg pemanfaatan BBN (biodisel)
bahan bakar alternatif oleh industri
guna memenuhi kebutuhan nasional

PLTP

Panas bumi di daerah terpencil


termanfaatkan dengan adanya PLTP
skala kecil (<5Mw)

2018 (?)

Daerah remote area dengan potensi


panas bumi akan terlistriki secara
mandiri

SmartGrid

Dimanfaatkannya teknologi Smart Grid


dengan TKDN maksimal oleh industri
dalam negeri dalam rangka
peningkatan kehandalan dan efisiensi
sistem ketenagalistrikan nasional.

2019 (?)

Adanya efisiensi pada penggunaan


listrik dan terkelolanya dengan baik
untuk beban puncak

Kogenerasi

Pemanfaatan Teknologi Kogenerasi di


Sektor Penyedia Energi dan di Sektor
Industri (Komersial)

2019 (?)

Efisiensi pada sektor industri dan


penyedia energi terhadap
penggunaan listrik

SEMS

Smart Energy Management System


(SEMS) yang dimanfaatkan untuk
Peralatan dan System Energi

2019 (?)

Efisiensi pada sektor industri dan


penyedia energi terhadap
penggunaan listrik

Diadopsinya Kurikulum Technopreunur


di Perguruan Tinggi

2015 (?)

Melakukan revolusi karakter bangsa


mewujudkan
pendidikan
sebagai
pembentuk
karakter bs

Pengembanga
n Iptek dalam
kurikulum
pendidikan
Indonesia

Kurikulum
Technopreunur

20

VII. Tujuan yang ingin dicapai BPPT dan ukuran keberhasilan


dalam pemenuhan Nawa Cita

? Refokus
1.

TEKNOKRATIK

2.

Nawa Cita sesuai Teknokratik


percepatan/ penguatan
Nawa Cita dalam Area Bisnis
(Teknologi) New Inisiatif
percepatan/ penguatan

NAWA CITA

1.

Tujuan: mengkonsolidasikan program kegiatan ke dalam Nawa Cita

2.

Keberhasilan program kegiatan harus diukur dengan dampak ekonomi yang dihasilkan.

Perlu mendapatkan perhatian:


harus disusun melalui interaksi pendekatan top-down dan bottom-up.
perlu merumuskan kemitraan antara supply demand linkage yang menggambarkan pentingnya
interaksi antara pihak-pihak tersebut.
harus dibedakan antara ukuran keberhasilan dengan parameter perkembangan Iptek.
indikator seperti anggaran dan tenaga kerja Iptek, publikasi ilmiah, paten merupakan parameter
perkembangan Iptek tidak menggambarkan konstribusi pembangunan Iptek dalam ekonomi

21

Terimakasih

www.bppt.go.id
Sugeng Santoso-Roren