Anda di halaman 1dari 24

TUGAS METODE DAN TEKNIK ANALISIS DAN RENCANA WILAYAH

Neraca Sumber Daya Alam (NSDA) Pertanian Hortikultura


jenis Buah Buahan Kabupaten Magelang

DISUSUN OLEH:
DZAKY NAUFAL

13/351482/TK/41275

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2015

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan wilayah dipengaruhi oleh banyak faktor dari berbagai aspek yang
ada. Mulai dari aspek perekonomian, aspek fisik, aspek ketersediaan sumber daya dan
aspek sosial yang ada. Yang bisa dilihat dalam menilai perkembangan sebuah wilayah
adalah dari aspek perekonomian dan juga ketersediaan sumber daya, tentunya kedua
aspek ini sangat berkaitan.
Sumber daya alam merupakan salah satu faktor perkembangan perekonomian
sebuah wilayah ataupun negara dan nantinya harus dimanfaatkan dengan baik untuk
menuju perkembangan perekonomian sebuah wilayah. Tidak hanya diolah oleh satu sisi
misal hanya diolah oleh pemerintahan, melainkan harus adanya kerjasama antara
pemerintah dan pihak swasta sebagai mitra dalam mengolah sumber daya alam ini
untuk

menunjang perekonomian. Hal ini memiliki tujuan yang juga berdampak

terhadap

perkembangan

perekonomian,

yaitu

kesejahteraan

penduduk

dan

peningkatan kualitas hidup dan membuka lapangan kerja sehingga meningkatkan


produktivitas dan mampu berperan besar untuk berkontribusi di kegiatan
perekonomian
Bagaimana suatu wilayah dikatakan berkembang? Ada beberapa indikator yang
bisa kita gunakan untuk mencari tahu bagaimana kondisi perkembangan wilayah. Bisa
kita lihat dari:
1. Produktifitas
Produktifitas disini merupakan produktifitas yang diukur dari perkembangan kinerja
baik dari segi pemerintahan maupun masyarakatnya, apakah bisa berkontribusi bagi
perkembangan dan pertumbuhan wilayah atau tidak
2. Efisiensi
Efisiensi berdasarkan peningkatan kemampuan SDM dalam mengetahui kontribusinya
di bidang pembangunan
3. Partisipasi Masyarakat

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Bagaimana persentasi partisipasi masyarakat terhadap pembangunan. Apakah
masyarakat yang ada di wilayah tersebut mendukung ataupun menghambat jalannya
pembangunan.
Dengan metode metode yang akan dibahas di pembahasan,nantinya bisa
diharapkan bahwa SDA tersebut bisa dimanfaatkan untuk diunggulkan dan juga bisa
untuk menggambarkan seberapa jauh SDA tersebut memberikan kontribusi yang
berguna untuk pembangunan sebuah wilayah. Analisis NSDA memiliki tujuan dan
manfaat untuk mengetahui besarnya jumlah SDA dan Cadangannya dari waktu ke
waktu (statusnya), dengan manfaat sebagai salah satu basis penyusunan kebijakan dan
program pembangunan SDA. Disini kita juga bisa mengetahui perubahan jumlah, fungsi
dan status sumber daya. Kita juga bisa menganalisis keterkaitan antara pengaruh
degradasi lingkungan dan deplesi SDA yang ada.
B. Aturan Perundang Undangan
Landasan hukum yang membantu menjadi referensi referensi untuk penyusunan
Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah adalah sebagai berikut:
1. Undang Undang Indonesia nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura
2. SNI-19-6728-3-2002 Penyusunan Neraca Sumber Daya
3. Peraturan Menteri Pertanian no.41 /Permentan/OY.1409/2009 tentang Kriteria
Teknis Kawasan Peruntukkan Pertanian
4. Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya Direktorat Jendral Penataan Ruang
Kementrian Pekerjaan Umum
5. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu
Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura
C. Tujuan
Maksud dan Tujuan penyusunan Neraca Sumber Daya Alam sektor Hortikultura
Buah Kabupaten Magelang adalah
1. Mengetahui Kondisi tentang Sumber Daya Hortikultura Buah
2. Mengetahui cadangan Sumber Daya Hortikultura Buah dalam bentuk aktifa dan
pasiva
3. Mengetahui apakah sektor tersebut bisa menjadi unggulan di Kabupaten
Magelang

D. Ruang Lingkup
1. Substansial

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Lingkup analisis Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Jenis Buah
Buahan adalah tanah lahan basah, tanah lahan kering, kebun dan pertanian
hortikultura jenis buah di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan juga
sumber daya alam negara baik yang dikelola pemerintah ataupun swasta yang
memberikan manfaat berupa sebagai bahan pangan untuk masyarakat.
2. Temporal
Data yang digunakan adalah data Kabupaten Magelang tahun 2010-2013
dikarenakan keterbatasan data
3. Areal
Lingkup amatan adalah Kabupaten Magelang di 21 kecamatannya

BAB II
Metode
A. Metode Pengolahan NSDA (Sektoral)
Metode penyajian dan analisis data yang akan dilampirkan dalam NSDA
Hortikultura jenis buah ini adalah dengan menggunakan analisis neraca fisik dan
moneter. Dengan Panduan dari SNI yang sudah dilampirkan mengenai metode analisis
sektoral (Hortikultura Buah). Pemakaian data dengan menggunakan kebanyakan data
sekunder seperti dari Kabupaten Magelang dalam Angka time series, dan juga PDRB
Kabupaten Magelang yang didapat dari instansi terkait Kabupaten Magelang. Tapi
langkah awal adalah mencari kesesuaian lahan yang ada di Kabupaten Magelang untuk
mengetahui lahan yang sesuai untuk komoditas buah buahan di Kabupaten Magelang,
baik dengan perhitungan data maupun asumsi.

Gambar 2.1
Langkah Analisis NSDA
Sumber: PPT Mata Kuliah

B. Metode Analisa Ekonomi Kabupaten

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk menganalisis dan menilai
bagaimana kinerja perekonomian suatu wilayah. Dibagi menjadi dua kategori yaitu
analisis ekonomi makro, dan analisis ekonomi sektor unggulan dengan menggunakan
data
PDRB sebagai acuan penilaian dan analisisnya. Analisis ini dibagi lagi menjadi
beberapa bagian, yaitu Analisis berdasarkan struktur ekonomi wilayah, pola keruangan,
pertumbuhan ekonomi, analisis ekonomi per kapita dan elastisitas tenaga kerja.
Sedangkan untuk analisis ekonomi sektoral ada beberapa metode, yaitu dengan cara
tipologi klassen, shift share, dan LQ.
1. Makro
Untuk mengetahui bagaimana kontribusi tiap sektor didalam perekonomian
dengan cara melihat data PDRB dan data ketenagakerjaan di kabupaten yang ada.
2. Sektor Unggulan
Digunakan untuk mengetahui sektor unggulan disebuah wilayah. Ada beberapa
cara yang digunakan untuk menganalisis sektor unggulan yang ada di sebuah wilayah,
yaitu dengan cara klassen, shift share dan juga LQ.
3. Disparitas Perekonomian
Dapat dilakukan sebagai analisis apakah sektor sektor yang ada sudah merata
kontribusinya, jika masih ada yang tertinggal berarti dapat disimpulkan bahwa
perekonomiannya tidak merata. Awalnya adalah kita harus menggunakan analisis NSDA
terlebih dahulu baru kita menghubungkan dan mengaitkan dengan ketiga analisis
perekonomian tersebut. Tapi tidak hanya melakukan metode itu, harus menggunakan
tahapan tahapan.

C. Metode Keterkaitan NSDA dengan Ekonomi Wilayah


Hasil analisis NSDA Hortikultura jenis buah ini nantinya akan dianalisis
keterkaitannya dengan perekonomian Kabupaten Magelang untuk bisa melihat sektor
hortikultura buah dalam PDRB Kab Magelang yaitu Komoditas Unggulan dan
permasalahan seperti disparitas didalam Kabupaten Magelang sendiri

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


D. Kerangka Berpikir

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


BAB III
Gambaran Umum Wilayah
A. Letak Geografis
Kabupaten Magelang yang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang
terletak berbatasan dengan kabupaten kabupaten lain seperti berbatasan dengan
Kabupaten Temanggung, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sleman, Barat
berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo
Peta 3.1
Administrasi Kabupaten Magelang
Sumber: BAPPEDA Magelang
PETA TRANSECT

B. Kondisi Fisik
Luas wilayah Kabupaten Magelang sebesar 108.573 Ha. Dengan luas lahan
(menurut Kabupaten dalam angka Tahun 2013) sawah sebesar 34,05% dan 38,61
persen merupakan lahan kering dan sisanya merupakan lahan bukan pertanian
(gedung, perairan,dsb.). Lahan pertanian di Kabupaten Magelang didominasi oleh lahan
sawah irigasi yaitu sekitar 33,33%, dan lahan kering didominasi oleh tegal/kebun
dengan luas sekitar 65,99% dari seluruh lahan kering di Kabupaten Magelang.

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Kabupaten Magelang sendiri memiliki jumlah kecamatan yaitu 21 Kecamatan dengan
Mungkid sebagai ibukota dari Kabupaten Magelang. Curah hujan rata rata di magelang
adalah 2453mm/tahun menurut data dari tahun 2012 mulai Januari-Desember

Chart 3.2
Persentase Luasan Lahan Kabupaten
Magelang
Sumber: BPS Magelang

C. Kondisi Sosial Ekonomi


Kondisi Sosial Ekonomi Kabupaten Magelang akan dijelaskan pertama tama
melalui deskripsi kondisi sosial. Kabupaten Magelang memiliki jumlah penduduk yaitu
1181926 jiwa menurut sensus tahun 2010 dengan nilai 0.62 pertumbuhan penduduk
tiap tahunnya, dimana setiap tahunnya tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan
di jumlah penduduk. Untuk Pendapatan Domestik Regional Brutonya(atas dasar harga
konstan), di Kabupaten Magelang adalah Rp 4.542.888,65 menurut data PDRB
Kabupaten Magelang tahun 2012 , dengan sektor unggulan menggunakan analisis
ekonomi yaitu jasa jasa,bangunan dan kontruksi serta pertambangan dan penggalian.

No

Lapangan Usaha

Pertanian
PertambanganPenggalian
Industri Pengolahan
Listrik, Gas, dan Air
Bersih

2
3
4

Hasil Akhir Analisis Ekonomi Unggulan


Potensi Ekonomi
Potensi Relatif Ekonomi Wilayah
Wilayah
PDRB
PDRB
Shift Share
Klassen
Klassen
SLQ-DLQ
Klasik
Berkembang
Potensial
Tertinggal
Unggulan

Jumlah

Potensial

Unggulan

Potensial

Unggulan

Berkembang

Tertinggal

Tertinggal

Tertinggal

Potensial

Tertinggal

Unggulan

Berkembang

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


5
6
7

Bangunan-Konstruksi
Perdagangan
PengangkutanKomunikasi

Potensial
Berkembang

Unggulan
Tertinggal

Unggulan
Berkembang

Unggulan
Tertinggal

Potensial

Tertinggal

Unggulan

Potensial

Keuangan, Persewaan
dan Jasa Perusahaan

Terbelakang

Tertinggal

Berkembang

Tertinggal

Jasa-Jasa

Unggulan

Unggulan

Unggulan

Unggulan

Tabel 3.3
Sektor Unggulan Kabupaten Magelang
Sumber: Analisis Ekonomi Kelompok

BAB IV
Pembahasan
A. Analisis Kesesuaian Lahan dan Potensi Lahan

Analisis Kesesuaian lahan ini memiliki tahapan tahapan yang akan dilalui. Proses
penyatuan(overlay) peta peta yaitu peta Curah Hujan, Peta Kelerengan dan juga Peta
Jenis Tanah. Kesesuaian lahan adalah kecocokan lahan didalam mendukung segala jenis
kegiatan manusia yang ada didalamnya. Didalam Neraca Sumber Daya Alam
Hortikultura jenis Buah, perlu dilakukan analisis kesesuaian lahan dikarenakan untuk
mengetahui lahan mana yang sesuai untuk digunakan oleh Hortikultura jenis Buah.

Peta 4.1
Peta Curah Hujan
Sumber: BAPPEDA Magelang

Peta 4.2
Peta Kelerengan
Sumber: BAPPEDA Magelang

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015

Peta 4.3
Peta Jenis Tanah
Sumber: BAPPEDA Magelang

3 variabel diatas adalah aspek utama dalam menganalisis kesesuaian lahan


dimana analisis dilakukan dengan metode skoring dari tiap peta mana yang sesuai
untuk kawasan budidaya. Kemudian di overlay sehingga ditemukan peta kesesuaian
lahan untuk kawasan lindung, penyangga dan budidaya.

Peta 4.4
Peta Kesesuaian Lahan
Sumber: BAPPEDA Magelang dan
Olahan Penulis

Langkah selanjutnya adalah mencari lahan budidaya yang sesuai untuk dijadikan
produksi hortikultura buah berdasarkan overlay dari peta kawasan budidaya, peta
fungsi permukiman, hutan dan peruntukan sawah.

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015

Peta 4.5
Peta Kesesuaian Lahan
Sumber: BAPPEDA Magelang dan
Olahan Penulis

Peta 4.7
Peta Penggunaan Lahan Permukiman
Sumber: BAPPEDA Magelang dan
Olahan Penulis

B.

Peta 4.6
Peta Penggunaan Lahan Sawah
Sumber: BAPPEDA Magelang dan
Olahan Penulis

Peta 4.8
Peta Penggunaan Lahan Hutan
Sumber: BAPPEDA Magelang dan
Olahan Penulis

Peta 4.9
Peta Lahan Sesuai Hortikultura
Kondisi Eksisting Hortikultura Buah Kabupaten Magelang
Sumber: Data Olahan Penulis

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Luas Panen Tanaman Buah Buahan, 2010 - 2013
2010
20,02
369,18
23,52

Alpukat
Jeruk
Duku
Sawo
Mangga
Durian
Jambu
Nanas
Pisang
Rambutan
Pepaya
Salak
Melon
Semangka

26,86
62,32
207,93
172,09
72,95
6345,93
1231,57
579,13
21058,73
0,19
0,03
30170,45

Total (ha)

2011
20,21
121,97
22,17
8,02
88,2
343,44
33,69
74,22
3866,39
682,59
579,13
21058,73
0,19
0,03
26898,98

2012
10,64
100,28
103,57
8,06
116,42
57,09
77,24
72,97
4567
479
614,87
29844,42
0,26
0,03
36051,85

2013
13,46
15,49
112,64
11,22
178,55
240,38
150,25
88,14
6295,51
894,45
725,73
35449,72
0,26
0,03
44175,83

Tabel 4.10
Tabel Luas Panen Tanaman Buah
Buahan
Sumber: BPS Magelang

Bisa dilihat dari tabel yang dilampirkan diatas, bahwa kondisi eksisting sumber daya
pertanian hotikultura jenis buah luas lahannya seperti diatas, dengan menggunakan asumsi 1 Ha=
100 Pohon karena buah buahan biasanya produk dihasilkan dari pohon namun tidak dibagi menjadi
pohon besar dan pohon kecil dikarenakan komoditas di Kabupaten Magelang merupakan hasil
produk dari pohon yang ukurannya besar sehingga muncul asumsi demikian.

C. Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Jenis Buah


Didalam penyajian Neraca Sumber Daya Alam, penulis menggolongkan menjadi dua yaitu
neraca fisik dan neraca moneter, dengan tujuan seperti yang sudah dijelaskan di bab sebelumnya
adalah, mengetahui berapa sisa cadangan hortikultura buah Kabupaten Magelang yang bisa
dimanfaatkan untuk mendobrak perekonomian Magelang.

1) Neraca Fisik
Metode ini digunakan untuk mengetahui luas cadangan sisa lahan untuk Sumber Daya
Alam jenis Hortikultura Buah, juga mengetahui produktifitas komoditas buah buahan.
Neraca cadangan lahan pertanian hortikultura (buah buahan)
Kabupaten Magelang tahun 2013 terhadap kesesuaian lahan dan luas
panen

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Luas Lahan Sesuai
(ha)

Luas Lahan panen eksisting


(ha)

46.703,80

44175,83

Cadangan (ha)

2.527,97

Tabel 4.11
Tabel Cadangan Lahan
Sumber: Data Olahan Penulis

Untuk menghitung Cadangan berdasarkan Kesesuaian dan Luas panen dengan


mengurangkan Luas Lahan Sesuai-Luas Lahan Panen. Berdasarkan tabel diatas,
Kabupaten Magelang memiliki luas lahan sisa sebesar 2.527,97 Ha dalam penggunaan
Hortikultura Jenis Buah. Dari angka diatas, bisa kita lihat potensi yang sangat luas untuk
bisa dimanfaatkan dalam produktifitas sumber daya ini, dimana nantinya akan
berdampak ke perekonomian masyarakat. Jika tidak optimalkan dengan baik, luas lahan
sisa ribuan hektar itu nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan primer manusia
yaitu penambahan lahan spasial dengan fungsi permukiman atau fungsi lainnya
dikarenakan jumlah penduduk yang meningkat.
Dari tabel data diatas, bisa ditentukan berapa cadangan sumber daya
Hortikultura Buah dengan menggunakan data produktifitasnya. Berikut akan
dilampirkan tabel hitungan cadangan dari data produksi
Neraca cadangan produksi pertanian hortikultura komoditas buah buahan Kabupaten Magelang
tahun 2013
Luas Lahan
Luas Lahan panen
Produktivitas
Cadangan produksi
Cadangan (ha)
Sesuai (ha)
eksisting (ha)
(kw/ha)
(kw)
46.703,80

44175,83

2.527,97

4520,90

11.428.705,99

Tabel 4.12

Dari tabel diatas, terdapat


2 Neraca
variabel
tambahan
yaitu produktifitas pasiva dan
Tabel
Cadangan
Produksi
Sumber: Data Olahan Penulis

cadangan produksi, dimana kedua variabel tersebut didapat dari rumus berikut
=

+ +

L: Luas Lahan

P: Produktifitas Rata Rata


x: produktifitas tiap komoditas

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


n: Jumlah Komoditas

Kemudian untuk mencari jumlah cadangan produksi, dicari dengan rumus:


= .
CP: Cadangan Produksi
P: Produktivitas Rata Rata
CL: Cadangan Lahan

Setelah didapatkan hasil sisa cadangan lahan sebesar 2.527,97 Ha, dengan
menggunakan nilai produktifitas sebesar 4520 Kw/Ha maka didapatkan hasil sisa
cadangan produksi adalah 11.428.705 kwintal. Ini merupakan nilai yang sangat besar
untuk dioptimalkan
Dengan hasil diatas, bisa kita simpulkan bahwa Kabupaten Magelang masih sisa
lahan untuk hortikultura buah dengan cadangan produksinya sebesar 11.428.705
kwintal pertahun. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Kabupaten Magelang masih
memiiki banyak potensi untuk hortikultura jenis buah agar dapat dimanfaatkan dan
dioptimalkan agar berdampak kepada kesejahteraan penduduk dan meningkatkan
perekonomian
Neraca luas panen sumber daya pertanian hortikultura (Buah Buahan) Kabupaten
Magelang
Aktiva luas
panen tahun
2010 (ha)

Pasiva Luas
Panen
tahun
2013 (ha)

Alpukat

20,02

Jeruk

369,18

Jenis
Buah

Duku
Sawo
Mangga
Durian
Jambu
Nanas

23,52

Pengurangan
(ha)

Pertumbuhan
(%)

13,46

-9,45%

15,49

354

-54,74%

112,64
26,86
62,32
207,93
172,09
72,95

11,22
178,55
240,38
150,25
88,14

Pertambahan
(ha)

89
16
116
32
22
15

Pisang
Rambutan
Pepaya
Salak

6345,93
1231,57
579,13
21058,73

6295,51
894,45
725,73
35449,72

47,93%

147
14.391

-19,61%
30,10%
3,69%
-3,34%
4,84%

50

-0,20%

337

-7,68%
5,80%
13,91%

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Melon
Semangka
Total

0,19

0,26

0,03
30.170

0,03
44.176

8,16%

0,00%

14.791

785

10,00%

Tabel 4.13
Tabel Neraca Pertumbuhan SDA
Sumber: Data Olahan Penulis

Untuk menghitung pertumbuhan(%) digunakan rumus sebagai berikut

Pertumbuhan= (() . ( )) 1
Dimana t merupakan range tahun
Dari tabel diatas, dijabarkan komoditas komoditas buah buahan yang ada di
Kabupaten Magelang. Memiliki 14 jenis komoditas yang memiliki luas panen dan
produktifitas yang berbeda beda, terjadi penigkatan pada luasan lahan panen sebesar
10%

Luas Panen Tanaman Buah Buahan, 2010 - 2013


Alpukat
Jeruk
Duku
Sawo
Mangga
Durian
Jambu
Nanas
Pisang
Rambutan
Pepaya
Salak
Melon
Semangka
Total (ha)

2010
20,02
369,18
23,52
26,86
62,32
207,93
172,09
72,95
6345,93
1231,57
579,13
21058,73
0,19
0,03
30170,45

2011
20,21
121,97
22,17
8,02
88,2
343,44
33,69
74,22
3866,39
682,59
579,13
21058,73
0,19
0,03
26898,98

2012
10,64
100,28
103,57
8,06
116,42
57,09
77,24
72,97
4567
479
614,87
29844,42
0,26
0,03
36051,85

Tabel 4.14
Tabel Luas Panen Buah Buahan
Sumber: BPS Kab Magelang

2013
13,46
15,49
112,64
11,22
178,55
240,38
150,25
88,14
6295,51
894,45
725,73
35449,72
0,26
0,03
44175,83

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Neraca produksi sumber daya pertanian hortikultura (Buah Buahan) Kabupaten Magelang

Jenis Buah

Aktiva
Produksi
tahun
2010 (kw)

Pasiva
Produksi
tahun
2013 (kw)

Pertambahan (kw)

Alpukat

417

880

463

Jeruk

6063

756

5.307

-40,58%

Duku

12383

5972

6.411

-16,67%

Sawo
Mangga
Durian
Jambu
Nanas
Pisang
Rambutan
Pepaya
Salak
Melon
Semangka
Total

1567
3930
16069
2552
131
93166
138162
31539
152693
2849
3872
465.393

1254
10985
15201
8247
148
94236
64114
33663
338977
4270
1388
580.091

313

-5,42%
29,30%
-1,38%
34,08%
3,10%
0,29%
-17,46%
1,64%
22,06%
10,65%
-22,62%
5,66%

Pengurangan (kw)

20,53%

7.055
868
5.695
17
1.070
74.048
2.124
186.284
1.421
204.129

Pertumbuhan (%)

2.484
89.431

Tabel 4.15
Tabel Neraca Produksi
Sumber: Data Olahan Penulis

Dari tabel diatas, bisa dilihat bahwa peningkatan juga dialami oleh produksi buah

buahan, yaitu sebesar 5,66%. Namun, kedua data diatas tidak bisa menjamin dengan
detail nilai dari produktifitas pertanian hortikultura jenis buah. Berikut akan
dilampirkan tabel datanya.
Neraca produktivitas sumber daya pertanian hortikultura (buah buahan) Kabupaten
Magelang
Jenis
Buah

Aktiva
Produktivit
as tahun
2009
(kw/ha)

Pasiva
Produktivit
as tahun
2013
(kw/ha)

Alpukat
Jeruk
Duku

20,8291708
16,4228831
526,488095

65,3789004
48,8056811
53,0184659

Pertambahan
(kw/ha)

Pengurangan
(kw/ha)

Pertumbuhan
(%)

473,47

33,10%
31,30%
-43,67%

44,55
32,38

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Sawo
Mangga
Durian
Jambu
Nanas
Pisang
Rambuta
n
Pepaya
Salak
Melon
Semangk
a
Rata
Rata

58,3395383
63,0616175
77,2808157
14,8294497
1,79575051
14,6812209

111,764706
61,5233828
63,2373742
54,8885191
1,67914681
14,9687635

53,43

112,183636

71,6798032

40,50

-10,59%

54,4592751
7,25081712
14994,7368

46,3850192
9,56219118
16423,0769

8,07

-3,93%
7,16%
2,30%

129066,667

46266,6667

82.800,00

-22,62%

10359,2161

4520,90254

83.337,75

-18,72%

1,54
14,04
40,06
0,12
0,29

2,31
1.428,34

1.601,36

17,65%
-0,62%
-4,89%
38,70%
-1,66%
0,49%

Tabel 4.16
Tabel Neraca Produktivitas
Sumber: Data Olahan Penulis

Dari tabel diatas, bisa dilihat bahwa Kabupaten Magelang mengalami penurunan
produktivitas pertanian Hortikultura jenis Buah, pertanian hortikultura jenis buah
Kabupaten Magelang selama 5 tahun mengalami penurunan produktivitas sebesar
18,72%, tapi mengalami kenaikan pada luas lahan panen dan produksi hortikultura
buah buahan. Hal ini merupakan sebuah keanehan dimana luas lahan panen dan
produksi tidak mempengaruhi produktifitas, dikarenakan beberapa komoditas yang
mengalami penurunan sangat drastis seperti duku, dan semangka. Bisa ditanggulangi
dengan faktor faktor lainnya seperti penyuluhan pengolahan produksi terbaik,
penyuluhan bagi petani untuk mengelola hasil dan lahan sebagai sarana penunjang
optiman bagi komoditas, kebijakan pemerintah dan lain lain.
2) Neraca Moneter
Neraca Moneter adalah Neraca yang digunakan untuk melihat cadangan
pendapatan dari Sumber Daya khususnya Sumber daya Buah Buahan (Hortikultura) di
Kabupaten Magelang. Dalam penghitungannya, menggunakan dan melihat standar biaya
yang dihasilkan dalam satu hektar lahan pertanian dikonversikan kedalam bentuk uang.
Dari referensi yang didapat dari http://horti.pertanian.go.id/node/185 , dimana dalam
satu hektar lahan pertanian hortikultura bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp
12.550.000 per hektarnya.

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015

Neraca moneter pertanian hortikultura komoditas buah buahan Kabupaten Magelang tahun 2013
Luas
Nilai lahan
Luas
Nilai lahan
Nilai
Lahan
Standar harga
panen
Lahan
Cadangan
sesuai
cadangan
panen
pendapatan/Ha/Tahu
eksisting
Sesuai
(ha)
(jutaan
(jutaan
eksisting
n
(jutaan
(ha)
rupiah)
rupiah)
(ha)
rupiah)
46.703,8 44175,8
586.132,6 554.406,6 31.726,0
0
3
2.527,97
12.550.000,00
9
7
2
Tabel 4.17
Tabel Neraca Moneter
Sumber: Data Olahan Penulis

Dari tabel diatas, terdapat 4 variabel yaitu Standar Harga Pendapatan, Nilai
Lahan Sesuai, Nilai Lahan Panen Eksisting dan Nilai Cadangan, dimana standar harga
pendapatan didapat dari standar harga di Indonesia untuk sektor Hortikultura termasuk
Sayuran dan Buah Buahan, dan Nilai lahan sesuai didapat dari Luas Lahan
Sesuai/Standar Harga, untuk nilai lahan panen eksisting didapat dari Luas Lahan Panen
Eksisting/Standar Harga, dan untuk nilai cadangan merupakan pengurangan dari Nilai
Lahan sesuai dengan Nilai Lahan Panen Eksisting
Neraca moneter menjelaskan bahwa Kabupaten Magelang ini memiliki nilai
cadangan moneter bernilai Rp 31.726.020.000 dengan lahan yang sesuai yaitu Rp
586.132.690.000. Bisa dijelaskan bahwa cadangan ini menunjukkan masih belum
optimal di Kabupaten Magelang
Neraca produksi pertanian hortikultura komoditas buah buahan Kabupaten Magelang tahun 2013
berdasarkan luas lahan
No

Keterangan

Luas Lahan (Ha)

1 Lahan yang sesuai

46.703,80

2 Lahan panen eksisting

44175,83

Standar produksi dalam 1


Ha (Kw/Ha)
81,77

Cadangan

Produksi seharusnya
(kw)
3.818.795,47
3.612.092,79
206.702,67

Tabel 4.18
Tabel Neraca Moneter Produksi
Sumber: Data Olahan Penulis

Standar Produksi didapat dari rata rata produksi Hortikultura Buah Jawa
Tengah, untuk Variabel Produksi seharusnya didapat dari perkalian masing masing
variabel dengan standar produksi dalam 1 Ha(Kw/Ha)

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015

Neraca produsi berdasarkan standar produksi pertanian hortikultura (buah buahan) Jawa
Tengah
Jenis
Buah

Standar
produksi
seharusnya
(kw/ha)

luas lahan
panen (ha)

Produksi seharusnya
(kw)

Produksi tahun
2013 (kw)

Cadangan (kw)

Alpukat
Jeruk
Duku
Sawo
Mangga
Durian
Jambu
Nanas
Pisang
Rambutan
Pepaya
Salak
Melon
Semangka

119,34
60,20
66,10
134,48
85,17
84,26
61,23
12,04
36,78
53,09
84,80
20,70
175,64
150,90

13,46
15,49
112,64
11,22
178,55
240,38
150,25
88,14
6.295,51
894,45
725,73
35.449,72
0,26
0,03

1.606,31
932,48
7.445,48
1.508,82
15.207,59
20.254,78
9.199,96
1.061,12
231.565,34
47.483,54
61.542,60
733.937,78
45,67
4,53

880
756
5972
1254
10985
15201
8247
148
94236
64114
33663
338977
4270
1388

726,31
176,48
1.473,48
254,82
4.222,59
5.053,78
952,96
913,12
137.329,34
-16.630,46
27.879,60
394.960,78
-4.224,33
-1.383,47

Tabel 4.19
Tabel Neraca Produksi Berdasarkan
Standar Jawa Tengah
Sumber: Data Olahan Penulis

Neraca neraca ini menjelaskan bahwa banyaknya potensi produksi pertanian


hortikultura jenis buah Kabupaten Magelang memiliki cadangan sebesar 206.702,67
kwintal. Standar produksi di Jawa Tengah sebesar 81,77 Kw/Ha, maka dari itu,
produktifitas di Kabupaten Magelang yang mengalami penurunan harus dapat
ditingkatkan lagi untuk mencapai standar produksi di Jawa Tengah
Neraca fisik dan moneter pertanian hortikultura komoditas buah buahan Kabupaten Magelang
tahun 2013 berdasarkan luas lahan
Neraca Fisik
Neraca Moneter
Standar produksi
Luas Lahan (Ha)
Jutaan rupiah
dalam 1 Ha (Kw/Ha)
81,76626882
1 Kesesuaian lahan pertanian sayur
46.703,80
522.596,92
2 Lahan panen eksisting
44175,83
4520,902539
197.850,75
3 Potensi cadangan
2.527,97
-4.439,14
324.746,17

No

Lahan

Tabel 4.20
Tabel Neraca Fisik dan Moneter
Hortikultura Buah
Sumber: Data Olahan Penulis

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


D. Keterkaitan Perkembangan Perekonomian dengan Neraca Sumber Daya
Alam Sektoral
a. Kinerja Ekonomi Wilayah
100%
90%

Jasa Jasa

80%

Keuangan Persewaan dan Jasa

70%

Pngangkutan Komunikasi

60%

Perdagangan

50%

Bangunan Konstruksi

40%

Listrik,gas dan Air Bersih

30%

Industri Pengolahan
Pertambangan

20%

Pertanian

10%
0%
1

Grafik 4.21
Struktur Pereknomian Magelang
Sumber: Data Olahan Penulis

Menurut grafik diatas, bisa kitalihat bahwa struktur perekonomian Kabupaten


Magelang terbesar adalah sektor pertanian, Industri dan Pengolahan serta sektor jasa
jasa. Dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan di sektor pertanian sebagai sektor
utama penghasil kebutuhan primer, dengan beralih ke perbesaran sektor jasa jasa yang
merupakan kebutuhan tersier penduduk
b. Sektor Unggulan

No

Lapangan Usaha

Pertanian
PertambanganPenggalian
Industri Pengolahan

2
3

Hasil Akhir Analisis Ekonomi Unggulan


Potensi Ekonomi
Potensi Relatif Ekonomi Wilayah
Wilayah
PDRB
PDRB
Shift Share
Klassen
Klassen
SLQ-DLQ
Klasik
Berkembang
Potensial
Tertinggal
Unggulan

Jumlah

Potensial

Unggulan

Potensial

Unggulan

Berkembang

Tertinggal

Tertinggal

Tertinggal

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Listrik, Gas, dan Air
Bersih
Bangunan-Konstruksi
Perdagangan
PengangkutanKomunikasi

Potensial

Tertinggal

Unggulan

Berkembang

Potensial
Berkembang

Unggulan
Tertinggal

Unggulan
Berkembang

Unggulan
Tertinggal

Potensial

Tertinggal

Unggulan

Potensial

Keuangan, Persewaan
dan Jasa Perusahaan

Terbelakang

Tertinggal

Berkembang

Tertinggal

Jasa-Jasa

Unggulan

Unggulan

Unggulan

Unggulan

4
5
6
7

Tabel 4.22
Sektor Unggulan Magelang
Sumber: Data Olahan Penulis

Dari tabel diatas, dapat kita lihat bahwa pertanian bukan merupakan sektor
unggulan, namun pertanian merupakan sektor potensial untuk berkembang,kenapa?
Karena faktor pendukung yang ada tidak dimanfaatkan seperti lahan dan cadangan
yang masih potensial seperti yang dijelaskan di pembahasan sebelumnya. Jika cadangan
produksi sumberdaya serta cadangan lahannya dioptimalkan dengan baik, maka tidak
akan heran bahwa nantinya perekonomian kabupaten Magelang akan didominasi oleh
sektor pertanian dengan menjadi sektor unggulan di Kabupaten Magelang.
c. Disparitas Wilayah
NO
1
2

Kabupaten
Salaman
Borobudur

R
0,057
0,050

Y
2.109.652,85
3.574.130,74

Ngluwar

0,044

3.091.252,26

4
5

Salam
Srumbung

0,049
0,046

3.828.280,39
7.190.865,19

Dukun

0,032

2.055.564,79

7
8

Muntilan
Mungkid

0,062
0,050

3.824.048,28
3.046.623,97

Sawangan

0,033

2.444.852,07

10

Candimulyo

0,041

2.013.550,13

11
12

Mertoyudan
Tempuran

0,048
0,046

6.424.070,25
4.281.296,67

13

Kajoran

0,044

3.407.533,47

Klasifikasi
Growing Region
Rapid Growth Region
Relative Backward
Region
Rapid Growth Region
Retarded Region
Relative Backward
Region
Rapid Growth Region
Growing Region
Relative Backward
Region
Relative Backward
Region
Rapid Growth Region
Retarded Region
Relative Backward
Region

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


14

Kaliangkrik

0,033

3.230.268,44

Relative Backward
Region

15

Bandongan

0,041

2.340.859,99

Relative Backward
Region

16

Windusari

0,046

3.309.200,31

17
Secang
18
Tegalrejo
19
Pakis
20
Grabag
21
Ngablak
PDRB Kab. Magelang

0,055
0,049
0,053
0,056
0,051
0,048

3.543.030,35
2.119.691,11
2.503.228,28
2.632.805,03
5.349.974,12
3.477.134,59

Relative Backward
Region
Rapid Growth Region
Growing Region
Growing Region
Growing Region
Rapid Growth Region

Tabel 4.23
Disparitas Wilayah Magelang
Sumber: Data Olahan Penulis

Dari tabel diatas, bisa dilihat bahwa di Magelang masih terlihat disparitas
pembangunan wilayah. Hal ini ditunjukkan dengan kecamatan kecamatan yang
tergolong tidak berkembang dan terbelakang seperti Tempuran, Ngluwar, Candimulyo
dan lain sebagainya. Kecamatan ini bisa diberi solusi untuk berkembang dengan pesat
menyaingi kecamatan lainnya yaitu dengan cara penggunaan potensi Sumber Daya
Alam Hortikultura Buah Buahan yang telah dijelaskan diatas, dengan pemanfaatan
lahan yang akan digunakan di tiap kecamatan guna menambah kesejahteraan
kecamatan tersebut.

Peta 4.24
Potensi Buah Buahan Wilayah Magelang
Sumber: Data Olahan Penulis

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


Dari peta diatas, kecamatan kecamatan yang relatif tertinggal, bisa menggunakan
lahan sisa yang sesuai untuk ditanami sumber daya alam buah buahan dan
dikembangkan untuk keuntungan yang besar agar perekonomian dan kesejahteraan
masyarakat di kecamatan tersebut meningkat. Contohnya, Ngluwar merupakan
kecamatan yang tertinggal, dengan kesesuaian lahan untuk hortikultura diatas seperti
ditunjukkan dalam peta, bisa jadi nantinya Ngluwar akan menjadi kecamatan
penyumbang ekonomi terbesar dengan pemanfaatan sumber daya hortikultura buah
buahan.
d. Pemanfaatan dan Penjabaran Komoditas Unggulan
Bisa kita lihat dari analisis neraca diatas, dan juga dari DDA Jawa Tengah dan
beberapa faktor lainnya adalah Komoditas Melon dan Semangka dikarenakan
luasan lahan yang masih bisa dimanfaatkan karena eksistingnya baru dipakai
seluas 0,26 dan 0,03 Ha, sedangkan potensi lahan yang banyak dan masih bisa
dimanfaatkan. Dan juga komoditas yang dibandingkan dengan data dari Jawa Tengah
adalah Rambutan karena nilai produktifitasnya yang lebih tinggi dari Jawa
Tengah dimana di Magelang sebesar 71,68 sementara di Jawa Tengah adalah
53,09.

Penjabaran

ini

nantinya

diharapkan

bisa

menjadi

strategi

untuk

mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya alam sebagai pengaruh ke


peningkatan perekonomian Kabupaten Magelang

BAB V
Kesimpulan dan Saran
Analisis ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui sisa cadangan yang bisa
dimanfaatkan untuk keberlanjutan perkembangan komoditas buah buahan. Didukung
dengan kondisi fisik wilayah yang baik seperti jenis tanah, curah hujan dan juga tenaga
kerja yang berlimpah, dan sisa lahan yang banyak bisa dimanfaatkan untuk
pengembangan Sumber Daya Alam Hortikultura Buah Buahan..
Untuk melakukan analisis ini, diperlukan
1. Analisis Kesesuaian Lahan
2. Analisis Potensi Lahan yang Sesuai untuk Potensi Sumber Daya Alam
Hortikultura jenis Buah Buahan
3. Analisis Neraca Sumber Daya Alam dengan perhitungan yang sesuai standar

Neraca Sumber Daya Alam Hortikultura Buah 2015


4. Dan juga melihat sektor/komoditas unggulan untuk dapat dikembangkan
Membandingkan kondisi eksisting dan juga peramalan kedepannya, untuk
mencapai nilai yang sebanding/lebih besar dengan skala wilayah yang lebih luas
(Provinsi Jawa Tengah). Setelah dilakukan analisis NSDA, akan dihasilkan sebuah saran
dan rekomendasi serta arah pengembangan untuk menciptakan kesejahteraan
masyarakat melalui peningkatan tingkat perekonomian melalui komoditas buah buahan
ini, saran pengembangan ini yaitu:
1. Pengendalian dan Konservasi fungsi lahan agar tidak dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan penduduk yang makin meningkat.
2. Mengembangkan potensi lahan yang ada untuk dikembangkan sebagai lahan
komoditas unggulan dari komoditas buah buahan untuk memperoleh
keuntungan yang banyak, diambil komoditas yang sudah melebihi skala wilayah
yang lebih luas (Jawa Tengah) dikarenakan memiliki nilai jual yang tinggi
3. Meningkatkan produktifitas komoditas seperti penyuluhan berbagai macam
faktor yang bisa meningkatkan produktivitas yaitu teknologi, manajemen
pengelolaan komoditas, peningkatan kualitas pengelola(peningkatan skill
petani), dan sebagainya.
4. Membuat branding komoditas sebagai bahan unggulan untuk dijual dalam
wilayah Kabupaten Magelang ataupun untuk diekspor ke wilayah yang lebih luas
Daftar Pustaka
1. Kabupaten-Magelang-Dalam-Angka-2015.pdf. (n.d.).
2. Magelang, B. K. (2014). Kabupaten Magelang Dalam Angka 2014.
3. Statistik, B. P. (2010). Hasil Sensus Penduduk 2010. Sensus Penduduk 2010, 6, 1
18.
4. Undang-undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 2010 Tentang Hortikultura.
(2010), (1).
5. Petunjuk Umum Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu
Produk Hortikultura Berkelanjutan TA 2013
6. SNI 19-6728. 1-2002 Penyusunan Neraca Sumber Daya