Anda di halaman 1dari 5

Batas Wilayah Pesisir

Pesisir adalah bagian permukaan bumi yang terletak antara pasang naik dan pasang
surut. Pada waktu pasang naik, pesisir tertutup oleh air laur dan pada waktu pasang surut
nampak berupa daratan. Oleh karena itu, pesisir sama panjangnya dengan pantai. Lebar
pesisir tidak sama untuk semua pantai, tergantung pada jenis pantainya. Pada pantaipantai yang sangat landai lebar pesisir dapat mencapai beberapa puluh meter. Pada waktu
surut, pesisir nampak terbentang memanjang sepanjang pantai dan merupakan bentangan
pasir yang indah sehingga dapat dijadikan salah satu objek wisata pantai. Pada pantaipantai yang curam, lebar pesisir sangat sempit karena ketika pasang naik, air laut tertahan
oleh dinding pantai sehingga tidak dapat mengalir lebih jauh ke arah daratan.
Sampai sekarang belum ada defenisi wilayah pesisir yang baku namun terdapat
kesepakatan umum di dunia bahwa wilayah pesisir adalah suatu wilayah peralihan antara
daratan dan lautan, sehingga wilayah pesisir memiliki dua macam batas yaitu batas yang
sejajar dengan garis pantai dan batas yang tegak lurus dengan garis pantai. Penetapan
batas-batas wilayah pesisir yang tegak lurus dengan garis pantai sejauh ini belum ada
kesepakatan, sehingga batas-batas wilayah pesisir berbeda dari satu dengan negara
lainnya terlebih lagi dengan adanya perbedaan karakteristik lingkungan, sumberdaya dan
sistem pemerintahan sendiri (Rokhmin Dahuri dkk, 2001:5). Berdasarkan Rancangan
Undang-undang tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil tahun 2004,
pengertian wilayah pesisir ialah: Satu kesatuan wilayah antara daratan dan lautan yang
secara ekologis memunyai hubungan keterkaitan yang di dalamnya termasuk ekosistem
pulau kecil serta perairan di antara satu kesatuan pulau-pulau kecil.
Wilayah pesisir juga merupakan pertemuan antara darat dan laut. Ke arah darat
wilayah pesisir meliputi wilayah daratan, baik kering maupun terendam air yang masih
dipengaruhi oleh sifat-sifat laut seperti pasang surut perembesan air asin. Ke arah laut
wilayah pesisir mencakup bagian laut yang masih dipengaruhi oleh bagian laut yang
terjadi di darat seperti sedimentasi, dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan oleh
kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencamaran (Soegiarto dalam
Rokhmin Dahuri, dkk, 2001 : 8).

Berdasarkan UU No. 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau
Kecil, pengertian wilayah pesisir tersebut adalah: Wilayah Pesisir adalah daerah peralihan antara
ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan laut
Jika dilihat dari segi hukum, maka berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan
Perikanan Nomor:KEP.10/MEN/2002 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan
Pesisir Terpadu, wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah peralihan antara ekosistem
darat dan laut yang saling berinteraksi, dimana ke arah laut 12 mil dari garis pantai untuk
propinsi dan sepertiga dari wilayah laut itu (kewenangan propinsi) untuk kabupaten/kota
dan ke arah darat batas administrasikabupaten/kota.
Dari segi fisik

wilayah pesisir juga bisa dijabarkan dari dua segi yang

berlawanan,yakni dari segi daratan dan dari segi laut. Dari segi daratan, pesisir adalah
wilayah daratan sampai wilayah laut yang masih dipengaruhi sifat-sifat darat (seperti:
angin darat, drainase air tawar dari sungai, sedimentasi). Sedangkan dari segi laut, pesisir
adalah wilayah laut sampai wilayah darat yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut (seperti:
pasang surut, salinitas, intrusi air laut ke wilayah daratan, angin laut). Secara fisik,
kawasan pesisir dapat terdiri dari daerah-daerah daratan (terrestial atau inland areas),
lahan-lahan pantai (coastal waters), perairan lepas pantai (offshore waters) dan perairan
di luar yurisdiksi nasional. Peran dan pengaruh manusia di tiga daerah sangat nyata
terlihat. Oleh karena itu daerah-daerah tersebut biasanya merupakan fokus perhatian
pengelolaan. Namun batas-batas wilayah pesisir yang ditetapkan tiap negara berbedabeda.
Sedangkan dari segi sosial menurut Badan Informasi Geospasial (BIG), batas
wilayah pesisir adalah daerah yang masih ada pengaruh kegiatan bahari dan sejauh
konsentrasi permukiman nelayan.
Banyak definisi mengenai arti dan batasan wilayah pesisir yang telah dibuat pakarpakar ilmu kelautan dan pesisir dunia. Di antaranya yang terkenal yakni yang dirumuskan
Sorensen dan McCreary. Dalam karya mereka Institutional Arrangement for Managing
Coastal Resources and Environments, kawasan pesisir didefinisikan sebagai perbatasan
atau ruang tempat berubahnya dua lingkungan utama, yaitu laut dan daratan. Lebih
lanjut, dalam kenyataannya juga terdapat beberapa definisi kawasan pesisir yang
dipergunakan beberapa negara kelautan yang ada di dunia.

Kay dan Alder menyatakan bahwa terdapat empat cara buat menetapkan kawasan pesisir:
1. Fixed Distance Definitions
Penentuan kawasan pesisir dihitung dari batas antara daratan dan air laut, biasanya
penghitungan dilakukan dari batas teritorial pemerintahan. Contoh, dihitung dari batas
teritorial laut.
2. Variable Distance Definitions
Penentuan batas kawasan pesisir ditetapkan berdasarkan beberapa perhitungan/ukuran
yang ada di kawasan pesisir, seperti diukur dari batas air tertinggi. Namun, batas kawasan
tidak ditetapkan secara pasti, tetapi juga tergantung pada variabel-variabel tertentu yang
ada di kawasan tersebut, antara lain konstruksi tapal batas, tanda-tanda alam baik berupa
fisik maupun biologis, dan batas administratif.
3. Definitions according to Use
Penetapan kawasan pesisir ditetapkan berdasarkan definisi apa yang akan dipakai.
Kadang-kadang suatu kawasan ditetapkan sebagai kawasan pesisir berdasarkan
masalah/isu apa yang hendak dipecahkan. Cara ini biasanya dilakukan oleh negara besar
atau lembaga internasional tertentu.
4. Hybrid Definitions
Teknik ini mengadopsi lebih dari satu definisi atau mencanpurkan lebih dari dua tipe
definisi dari kawasan pesisir. Konsep ini umum dipergunakan oleh pemerintahan. Contoh,
pada Pemerintah Australia dan Amerika Serikat. Beberapa negara bagian di Australia
mengukur kawasan pesisirnya 3 mil dari garis pantai, sedangkan beberapa negara bagian
lainnya menetapkan kawasan pesisirnya termasuk kawasan yang berada di darat.
Karakteristik khusus dari wilayah pesisir menurut Jan C. Post dan Carl G. Lundin (1996)
antara lain:

1. Suatu wilayah yang dinamis dengan seringkali terjadi perubahan sifat biologis,
kimiawi, dan geologis,
2. Mencakup ekosistem dan keanekaragaman hayatinya dengan produktivitas yang tinggi
yang memberikan tempat hidup penting buat beberapa jenis biota laut,
3. Ciri-ciri khusus wilayah pesisirseperti adanya terumbu karang, hutan bakau, pantai
dan bukit pasirsebagai suatu sistem yang akan sangat berguna secara alami untuk
menahan atau menangkal badai, banjir, dan erosi,
4. Ekosistem pesisir dapat digunakan untuk mengatasi akibat-akibat dari pencemaran,
khususnya yang berasal dari darat (sebagai contoh: tanah basah dapat menyerap
kelebihan bahan-bahan makanan, endapan, dan limbah buangan),
5. Pesisir yang pada umumnya lebih menarik dan cenderung digunakan sebagai
pemukiman, maka di sekitarnya seharusnya dimanfaatkan pula sebagai sumber daya laut
hayati dan nonhayati, dan sebagai media untuk transportasi laut serta rekreasi.
Sedangkan karakteristik wilayah pesisir menurut Departemen Pemukiman dan Prasarana
Wilayah (2001) antara lain:

Terdiri dari habitat dan ekosistem yang menyediakan barang dan jasa (goods and
services) bagi komunitas pesisir dan pemanfaat lainnya (beneficiaries),

Adanya kompetisi antara berbagai kepentingan,

Sebagai backbone dari kegiatan ekonomi nasional,

Merupakan wilayah strategis, didasarkan atas fakta:


o

Garis pantai Indonesia 81.000 km pada 17.508 pulau (terbanyak di dunia),

Penyebaran penduduk terbesar (cikal bakal urbanisasi),

Potensi sumber daya kelautan yang kaya (biodiversity, pertambangan,


perikanan, pariwisata, infrastruktur, dsb),

Sumber daya masa depan (future resources) akibat ketersediaan wilayah


darat yang semakin terbatas, dan

Wilayah pertahanan dan keamanan (perbatasan).

Sumber :

http://www.scribd.com/doc/46959751/13/Batasan-pengertian-wilayah-pesisir-diIndonesia

http://www.scribd.com/doc/14823726/PANTAI-DAN-PESISIR-GEOGRAFI

Dirhamsyah, Pengelolaan Wilayah Pesisir Terintegrasi di Indonesia dalam


Oseana volume XXXI, Nomor 1, Tahun 2006.

Prof Dr L. Tri Setyawanta R, SH, MHum, Pokok-pokok Hukum Laut


Internasional, Pusat Studi Hukum Laut (SYCLOS) Fakultas Hukum Universitas
Diponegoro: 2005.