Anda di halaman 1dari 13

III

METODE PENELITIAN
A. Definisi Operasional Variabel
Penelitian ini hanya melibatkan satu variabel yaitu variabel hasil belajar
matematika siswa kelas VIII semester genap MTs Al-Hidayat Gerning. Variabel ini
terdiri dari dua sampel yakni sampel yang pembelajarannya menggunakan metode
ceramah pada kelas kontrol dan sampel yang pembelajarannya menggunakan
metode problem solving dengan strategi college ball pada kelas eksperimen.
Sedangkan hasil belajar yang dimaksud adalah skor yang diperoleh pada siswa
setelah mengikuti tes tertulis berbentuk uraian materi pokok Luas Permukaan dan
Volume Kubus dan Balok sebanyak empat butir soal dengan 4 indikator. Indikator
pertama yaitu menerapkan rumus luas permukaan kubus yang dijadikan soal pada
no 1, kedua yaitu menerapkan rumus luas permukaan balok yang dijadikan soal
pada no 2, ketiga yaitu menerapkan volume kubus yang dijadikan soal pada no 3,
dan keempat yaitu menerapkan rumus volume balok yang dijadikan soal pada no
4. Indikator ini mewaliki skor tiap item soal yang dirancang berdasarkan tingkat
kesulitan dan tiap langkah pengerjaan.
B. Instruman Penelitian dan Pengembangannnya
1. Instrument Penelitian
Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes yang
bertujuan untuk memperoleh data hasil belajar siswa. Untuk keperluan tersebut
37

dilakukan tes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes yang dilakukan
pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dilaksanakan setelah pembelajaran.
Dalam penelitian ini, penulis mengadakan pembelajaran pada kelas eksperimen
dan pada kelas kontrol di dalam kelas untuk mendapatkan data primer yang
berupa skor hasil belajar siswa. Instrumen soal tes yang digunakan dengan
metode tes tertulis, yang dibuat sama untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Soal berbentuk essay sebanyak 4 item, skor maksimum yang diperoleh siswa
adalah 100 dan skor minimum yang diperoleh siswa adalah 0 serta skor
penentuan pada setiap soal tergantung pada banyaknya langkah penyelesaian
dari soal tersebut. Adapun ketentuan skor adalah sebagai berikut :
a. Pada soal nomor satu yaitu menghitung luas permukaan kubus, bila dijawab
benar seluruhnya skornya 20
b. Pada soal nomor satu yaitu menghitung luas permukaan balok, bila dijawab
benar seluruhnya skornya 20
c. Pada soal nomor dua yaitu menghitung luas dan volume kubus, bila dijawab
benar seluruhnya skornya 30
d. Pada soal nomor tiga yaitu menghitung luas dan volume balok, bila dijawab
benar seluruhnya skornya 30
Dalam soal tersebut, peneliti menggunakan penskoran karena masing-masing
soal

mempunyai

langkah-langkah penyelesaian

dan

tiap-tiap

langkah

penyelesaian mempunyai skor tertentu sehingga skor untuk tiap butir soal akan

38

berbeda dengan butir soal lain. Sedangkan untuk menentukan nilai


menggunakan rumus :
N

Skor Mentah
100
Skor Maksimum Ideal

(Anas Sudijono, 2009 : 318)

2. Pengembangan Instrument Penelitian


Sebelum instrument ini digunakan untuk pengambilan data, terlebih dahulu
dilakukan pengembangan instrumen untuk mengetahui instrumen tersebut layak
digunakan atau tidak. Syarat instrumen yang layak digunakan adalah Instrumen
harus valid dan reliabel. Untuk itu instrument terlebih dahulu diuji cobakan
terhadap 10 responden dalam satu populasi namun diluar sampel untuk
mengetahui validitas dan reliabilitas.
a. Validitas Tes
Untuk mengetahui tingkat validitas atau kesahihan tes penulis menggunakan
validitas isi yaitu untuk mengetahui kesesuaian antara tujuan pembelajaran
dan ruang lingkup materi yang diberikan dengan butirbutir tes yang
menyusunnya. Tes dikatakan valid

atau sahih jika soal mampu untuk

mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi. Sebagaimana yang dikatakan


Sugiono (2010:353) bahwa untuk instrument yang berbentuk tes
penggunaan validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi
instrument dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Sejalan
Suharsimi Arikunto (2007:67) menyatakan bahwa sebuah tes dikatakan
memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus yang sejajar dengan
39

materi atau isi pelajaran yang diberikan. Untuk menjamin validitas isi
dilakukan dengan menyusun kisi-kisi sehingga masing-masing bahasan
tersusun secara proporsional. Selanjutnya soal tersebut dikonsultasikan
kepada ahli.
Selain validitas isi akan dilihat pula validitas tes tiap item instrument yakni
menggunakan analisis faktor yaitu dengan mengkorelasikan antara skor item
instrument dengan rumus Pearson Product Moment dari Pearson ( Riduwan,
2009 : 227) yaitu :

rxy

n XY X Y

n X

n Y

Keterangan :
rxy

= Koefisien korelasi

= Skor butir soal

= Skor total

= Banyak subjek

Untuk menentukan interpretasi mengenai besarnya koefesien validitas,


digunakan statistik uji t seperti yang dikemukakan Sudjana (2005 : 380)
dengan rumus

t hitung

rxy n 2
1 rxy

Dimana :

40

t = nilai t hitung
r = kooefisien korelasi hasil r hitung
n = jumlah resposnden,
Kemudian t

hitung

dibandingkan dengan ttabel dengan taraf signifikan dihitung

dengan = 0,05 dan derajat kebebasan (dk = n 2)


Kaidah keputusan

jika

thitung > t tabel berarti valid


thitung < t tabel berarti tidak valid

jika instrument valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks


korelasinya (r) sebagai berikut :
Tabel.2. Kriteria Penafsiran Validitas Tes
Interval Koefesien

Tingkat Hubungan

0,00-0,199

Sangat rendah (tidak valid)

0,20-0,399

Rendah

0,40-0,599

Cukup

0,60-0,799

Tinggi

0,80-1,000

Sangat Tinggi

b. Reliabilitas tes
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat keajekan atau ketepatan
tes yang digunakan. Tes dikatakan reliabel yaitu jika soal tes tersebut

41

memberikan hasil yang relatif sama (konsisten), jika soal tes tersebut
diberikan pada subjek yang sama meskipun soal tersebut diberikan kepada
orang, waktu dan tempat yang berbeda. Untuk mengetahui reliabititas tes
digunakan rumus alpha. Hal ini sebagaimana diungkapkan Riduwan
(2008:115), bahwa untuk mengetahui reliabilitas tes pada soal uraian
menggunakan rumus Alpha Cronbach :

k
r11
k 1

S
1

St

2
i

Dimana :
Si2=

2
i

2
i

St2=

Keterangan :
r11

= Nilai reliabilitas

= Jumlah butir soal

Si2

= Varians skor tiap butir soal

St2

= Varians total

Xi

= Skor tiap butir soal ke i (i = 1,2,3, . . .n)

Xt

= Skor total tiap butir soal

= Banyak subjek

42

2
t

Selanjutnya nilai reliabilitas tes r11 dikonsultasikan dengan nilai tabel r


Product Moment dengan dk = N-1, taraf nyata 5%. Kemudian
membandingkan r11 dengan rtabel , dengan kriteria :
Jika r11 rtabel, berarti Reliabel dan r11 < rtabel, berarti Tidak Reliabel.
C. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono. 2010:61).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Al-Hidayat Gerning
kelas VIII semester Genap Tahun Pelajaran 2014 / 2015 yang terdiri dari tiga
kelas yaitu VIII A, VIII B dan VIII C, dan VIII D dengan jumlah siswa 93
orang yang terdiri dari laki-laki 44 orang dan perempuan 49 orang dengan
populasi kelas bersifat homogen, jadi tidak ada kelas yang diunggulkan.
2. Sampel dan Teknik Sampel
Menurut Sugiono (2010:62) bahwa Sampel adalah bagian dari umlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Untuk keperluan penelitian, diambil
dua kelas sebagai sampel penelitian. Penentuan sampel adalah dengan
menggunakan cluster random sampling, karena populasinya berbentuk
kelompok dan penempatan siswa acak. Penentuan sampel dengan cara sistem

43

undian, yaitu dengan menuliskan ketiga kelas pada masing-masing kertas, lalu
kertas digulung dan dikocok, sehingga terpilih kelas VIII C sebagai kelas
eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Sebelum tes dilakukan
kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka diambil 10 siswa dari
populasi diluar kelas eksperimen dan kelas kontrol sebagai sampel uji coba
untuk melihat validitas dan reliabilitas soal.
Selanjutnya 64 siswa dijadikan sampel penelitian yang terbagi dalam dua
kelompok sampel sebagai berikut :
a. Kelas ekperimen yaitu hasil belajar matematika yang diberi pembelajaran
menggunakan metode pembelajaran Problem Solving dengan strategi
College Ball
c. Kelas Kontrol yaitu hasil belajar matematika yang diberi pembelajaran
menggunakan metode pembelajaran ceramah.
D. Teknik Analisis Data
Analisis data dimaksudkan untuk melakukan pengujian hipotesis dan menjawab
rumusan masalah yang diajukan. Sebelum melakukan pengujian hipotesis maka
terlebih dahulu diuji bahwa data berdistribusi normal dan homogen, kemudian
dilakukan uji t-test.
1. Uji Normalitas Data
Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak
maka diadakan uji normalitas dengan menggunakan rumus Chi- Kuadrat.
44

Adapun langkahlangkah sebagai berikut :


a. Hipotesis
H0 = Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1 = Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal
b. Rumus Statistik
k

f0 fh 2

i 1

fh

Keterangan :
X2hit

= Distribusi Chi-Kuadrat

= Kelas interval

f0

= Frekuensi yang diobservasi

fh

= Frekuensi yang diharapkan

( Riduwan, 2009 :

193 )
c. Kriteria Uji
Tolak Ho jika 2hitung 2tabel dan terima Ho untuk harga lain, dk = (k1)
dengan k adalah banyaknya interval kelas dan taraf nyata () adalah 5%.
2.

Uji Homogenitas
Setelah diketahui bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi
normal, maka dilakukan uji homogenitas/uji kesamaan dua varians yaitu
dengan
langkahlangkah sebagai berikut :
a. Hipotesis
45

H0 = 12 = 22 (kedua sampel memiliki varians sama /homogen)


H1 = 12 22 (kedua sampel memiliki varians tidak sama )
Keterangan :
12= Varians kelas eksperimen
22

= Varians kelas control

b. Rumus statistik

Fhit =

Varians Terbesar
Varians Terkecil

c. Kriteria uji
Membandingkan nilai F hit dengan F tabel dengan rumus dk pembilang = n1 1
(untuk varians terbesar) dk penyebut = n2 1 (untuk varians terkecil). Taraf
signifikan () = 0,05, kriteria pengujian adalah Jika F hit F tabel, berarti Tidak
Homogen (tolak Ho) dan Jika F hit < F tabel , berarti Homogen (terima Ho).
(Riduwan, 2008:120)
3. Uji-t
a. Uji-t Dua Pihak
Uji-t dua pihak digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara
rata rata hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Adapun langkah langkahnya sebagai berikut :
1) Hipotesis
H0 : 1 = 2 : tidak ada perbedaan rata rata hasil belajar siswa pada kelas
eksperimen dengan kelas kontrol

46

H1 : 1 2 : ada perbedaan rata rata hasil belajar siswa pada kelas


eksperimen dengan kelas kontrol
Keterangan :
1

= rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen

= rata-rata hasil belajar siswa pada kelas control

2) Rumus statistik yang digunakan adalah :


t hit

x1 x 2
1
1
s

n1 n2

dimana s

2
2

n1 1 s1 n2 1 s2

n1 n2 2

Keterangan :
x1

= rata-rata sampel 1

x2

= rata-rata sampel 2

= simpangan baku

s1

= simpangan baku sampel 1

s2

= simpangan baku sampel 2

s12

= varians sampel 1

s22

= varians sampel 2

n1

= jumlah siswa sampel 1

n2

= jumlah siswa sampel 2

(Sudjana, 2005 : 239)

3) Kriteria uji
Harga thit tersebut, selanjutnya dibandingkan dengan harga ttabel dengan
dk = ( n1 + n2 2) dan taraf signifikan () = 0,05. Jika thitung ttabel berarti
terima H0 dan jika thitung > ttabel berarti tolak H0, yang artinya terima H1.
b. Uji-t Satu Pihak
47

Uji-t satu pihak digunakan untuk mengetahui apakah ratarata hasil belajar
matematika siswa pada kelas ekspermen lebih baik dari kelas kontrol.
Adapun langkahlangkahnya adalah sebagai berikut :
1) Hipotesis
H0 : 1 2 :

rata rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen


kurang dari atau sama dengan rata-rata hasil belajar siswa
pada kelas kontrol

H1 : 1>2 : rata rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih
besar dari -rata hasil belajar siswa pada kelas control
Keterangan :
1 = Rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen
2 = Rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol

2) Rumus Statistik
t hit

x1 x 2
1
1
s

n1 n2

Dengan :

s2

n1 1 s1 2 n2 1 s2 2

(Sudjana,2005:243)

n1 n 2 2

3) Kriteria Uji
Terima jika thitung < ttabel, dimana ttabel didapat dari daftar distribusi t. Untuk
harga t lainnya tolak Ho dengan dk = ( n1 + n2 2) dan peluang

48

(1- ), taraf nyata 5 % dan tolak untuk nilai thitung lainnya.

49