Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEBIDANAN

PADA An S USIA 9 BULAN DENGAN DIARE


DI PUSKESMAS PULE TRENGGALEK

Oleh :
EVIN NOVIANA SARI
NIM. 05610090

PROGRAM STUDI KEBIDANAN D-IV


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
2008

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas praktek klinik
yang berjudul Asuhan Kebidanan pada An S usia 9 bulan dengan diare.
Dalam penyusunan tugas ini tentunya melibatkan berbagai pihak yang
secara langsung maupun tidak langsung turut membantu dalam terselesaikannya
asuhan kebidanan ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada:
1. dr. Piranto T. Barus, SH. selaku Kepala Puskesmas Pule Kab. Trenggalek yang
telah memberikan ijin dalam praktek klinik
2. Lilis Sukarti, A.Md. Keb selaku koordinator KIA di Puskesmas Pule
Kabupaten Trenggalek
3. Isti Rohmawati, A.Md. Keb selaku pembimbing praktek klinik di Puskesmas
Pule Kabupaten Trenggalek
4.

selaku Kepala Program studi kebidanan Fakultas


Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri

5. Semua pihak yang ikut membantu dalam proses penyusunan asuhan


kebidanan ini
Kami menyadari Asuhan Kebidanan ini masih jauh dari sempurna. Untuk
itu kami mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun dari semuap ihak
untuk meningkatkan kualitas Asuhan Kebidanan ini.

Kediri,

Januari 2008
Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama
pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan berkisar
diantara 150 430 per seribu penduduk setahunnya. Dengan upaya yang
sekarang telah dilaksanakan, angka kematian di rumah sakit dapat ditekan
menjadi kurang dari 3%
Di bagian Ilmu Kesehatan anak FKUI / RSCM, diare diartikan sebagai
buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan
frekuensi lebih banyak dari biasanya.
Neonatus dinyatakan diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari
4 kali sedangkan untuk bayi berumur lebih dari satu bulan dan anak bila
frekuensinya lebih dari 3 kali.
1.2 Tujuan
1. Tujuan umum
Agar mahasiswa mampu melihat Asuhan Kebidanana dalam penanganan
dan pemantauan yang baik mengenai diare
2. Tujuan khusus
Agar mahasiswa dapat:
a. Mengetahui sebenarnya apa penyakit diare itu
b. Mengerti faktor-faktor penyebab / etiologi penyakit diare
c. Mengetahui macam-macam diare
d. Mengetahui pengobatan penyakit diare
1.3 Metode Penulisan
1.3.1

Metode penulisan ini adalah studi kepustakaan dalam bentuk studi


kasus yaitu mencari gambaran yang lebih jelas dari proses kebidanan
yang terjadi saat ini.

1.3.2

Teknik pengumpulan data, yaitu:


a. Anamnese
Dengan wawancara pada keluarga klien untuk mendapatkan data
subjektif

b. Pemeriksaan
Dengan melakukan pemeriksaan langsung pada klien untuk
memperoleh data objektif
c. Studi dokumenter
Dengan melihat status yang terdapat pada nargan
d. Studi kepustakaan
Dengan menggunakan beberapa referensi buku baik medis maupun
keperawatan yang berhubungan dengan masalah yang ada
1.4 Sistematika Penulisan
BAB

Pendahuluan berisi tentang latar belakang, tujuan, metide


penulisan dan sistematika penulisan

BAB

II

Tinjauan Pustaka berisi tentang Konsep Dasar Diare dan Konsep


Manajemen Asuhan Kebidanan Diare

BAB

III

Tinjauan kasus berisi tentang kasus yang ditemukan

BAB

IV

Pembahasan berisi tentang kesenjangan yang ditemukan diatnara


Tinjauan Kasus dan Tinjauan Pustaka

BAB

Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.

Konsep Dasar Diare


2.1 Pengertian
Diare adalah peningkatan frekuensi dan kandungna air pada fesen
(Beryl Resenstein. 1997:155)
Diare adalah salah satu gejala dari penyakit pada sistem
gastrointesfinal atau penyakit lain di luar saluran pencernaan atau
keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih
dari 3 kali pada anak, konsistensi fesen encer, dapat berwarna hijau
atau lendir saja (Ngastiyah.1997:143)
Diare adalah kelebihan cairan dalam feses yang mengakibatkan
seringnya berak encer. (Dalam Walsh,1997:99)
Diare (diarchea) adalah frekuensi pengeluaran dan kekentalan feses
yang tidak normal. (Dorland. 2002:602)
2.2 Etiologi
Etiologi diare dibagi dalam beberapa faktor:
1. Faktor Infeksi
a) Infeksi internal
Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab
utama diare pada anak.
Infeksi internal meliputi sebagai berikut :

Infeksi bakteri : vibrio, E.choli, salmenella, shigella,


campylobacter, yersina, aeromonas, dll

Infeksi virus : enter ovirus (virus ECHO, Cox sockie,


polcomyelitis), adenovirus, rotavirus, astro virus, dll)

b) Infeksi Parenteral
Ialah infeksi di luar alat pencernaan makanan seperti : atitis media
akut (OMA), fonsilifis / fonsilofaringitis, bronkopngumonia,
ensefalitis. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak
berumur di bawah 2 tahun.

2. Faktor Malabsorbsi

Malabsorbsi

karbohidrat

disakarida

cintolerasini

laktosa, maltosa, galaktosa) pada bayi dan anak yang terpenting


dan tersering inteleransi laktosa)

Malabsorbsi lemak

Malabsorbsi protein

3. Faktor Makanan
Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan
4. Faktor Psikologis
Rasa takut dan cemas, walaupun jarang dapat menimbulkan diare
terutama pada anak yang lebih besar. (FKUI, Ilmu kesehatan Anak.
2002 : 283)
2.3 Patogenesis
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah:
1. Gangguan Osmotik
Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan
menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga
terjadi pergeseran air dan elekfrolit ke dalam rongga usus. Isi rongga
usus

yang

berlebihan

ini

akan

merangksang

usus

untuk

mengeluarkannya sehingga timbul diare.


2. Gangguan Sekresi
Akibat rangsangan tertentu (misal oleh toksin) pada dinding usus akan
terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan
selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus
3. Gangguan Motilitas usus
Hiper persitaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus
untuk menyerap makanan, sehingga timbuh diare. Sebaliknya bila
peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebih
yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula
Patogenesis Diare Akut :
1.

Masuknya jasad renik yang masih hidup ke dalam usus setelah


melewati asam lambung

2.

Jasad renik tersebut berkembang baik di dalam usus halus

3.

Jasad renik mengeluarkan toksin

4.

Akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan


menimbulkan diare

Patogenesis Diare Akut :


Lebih kompleks dan faktor-faktor yang menimbulkan ialah infeksi
bakteri, parasit melabsorbsi, realnutrisi, dll (Bagian IKA, FKUI.

2.4 Patofisiologi
Sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan terjadi:
1. Kehilangan air dan elektrolit (terjadi dehidrasi) yang mengakibatkan
gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik, hipokalbmia)
2. Gangguan gizi akibat kelaparan (masukan kurang, pengeluaran
bertambah)
3. Hipoglikemia
4. Gangguan sirkulasi darah
(Ngastiyah, 1997 : 144)
2.5 Macam-macam Diare
1. Diare akut
a) Virus

Rata virus
Penyebab terserang diare akut pada bayi sering didahului
atau disertai dengan muntah
Biasanya timbul pada musim dingin
Masa inkubasi 1 3 hari, lamanya 5 8 hari
Dapat ditemukan demam dan muntah

Enterovirus
Biasanya timbul pada musim panas

Adenovirus
Timbul SG sepanjang tahun
Menyebabkan gejala pada saluran pencernaan pernafasan

Norwalk
Epidemik
Dapat sembuh sendiri (dalam 24 28 jam)

b) Bakteri (jumlahnya 20% dari gastroentenitis akut)

Shigella
Semusim, puncaknya bulan Juli September
Menembus dinding usus sehingga feses bercampur darah.
Insiden paling tinggi umur 1 5 tahun

Salmonella
Menembus dinding usus, feses bercampur darah
Ada peningkatan temperatur
Masa inkubasi 6 24 jam, lamanya 2 5 hari

Escheria Coli
Bayi mengalami letargo (igiras)
Anoreksi
Tinja banyak, berwarna hijau agak kuning
Bayi dihidrasi, asidasis dan renjatan

Complylobacter
Bersifat inpasif (feses berdarah dan bercampur mukus)
Mukus leum forminalis
Kram abdomen yang hebat
Muntah / dehidrasi jarang terjadi

Yersinia Enterolicifa
Diare selama 1 2 minggu
Ada nyeri abdomen yang berat
Feses mukoid

c) Non Infecsius

Keracunan Fe, Hg, Pb, Fluorida

Disebabkan oleh antibiotika (ampicilin)

Sindrom uremia hemolitik : hemolitis, trombositopenia,


gagal ginjal

Hitususesepsi : nyeri paroksinal, diare yang berdasarah, fess


seperti selai kispris

2. Diare Kronik
a. Penyebab Infeksius

Amubiasis
Nyeri abdomen bagian bawah
Asimptomatik
Ada deman
Feses mukoid

Giardiasis
Diare kronik / nyeri abdomen bagian bawah
Dapat asimptomatik atau sering kambuh

b. Penyebab Non Infeksius

Kolifis ulserativa

: demam, nyeri abdomen, arthritis

Enteritis regional

: demam, nyeri abdomen, diare berdarah

Defisiensi laktosa

Penyakit metabolik / mal absorbsi


(Beryl Resenstein, 1997 :

2.6 Komplikasi
Sebagai akibat kehilangna cairan dan elektrolit secara mendadak, dapat
terjadi berbagai macam komplikasi seperti:
a. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik / hipertonik)
b. Renjatan hipovolemik
c. Hipokalemia (dengan gejala meteonismis, hipotoni, otot lemah,
bradikardia, perubahan pada lektrokardiagram)
d. Hipoglikemia
e. Intoleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi enzim laktose
karena kerusakan vilimukosa usus halus
f. Kejang terutama pada dehidrasi hipertonik
g. Malnutrisi energi protein, karena selain diare dan muntah, penderita
juga mengalami kelaparan
2.7 Pengobatan
1. Pengobatan diare tergantung pada derajat dehidrasi

Untuk diare dengan dehidrasi ringan:

1. Dihentikannya pemberian susu formula


2. Penggantian defisit cairan dan elektrolit serta koreksi
gangguan asam basa
3. Pemeriksaan biokimia dan observasi klinis untuk menentukan
status elektrolit
4. Dimulainya pemberian cairan (LLM) peroral secara perlahanlahan untuk menentukan kemampuan menerima cairan
5. Penimbangan berat badan harian

Untuk diare dengan dehidrasi berat


1. Infus intravera dengan larutan yang sesuai
2. Koreksi

asidosis

metabolik

dengan

pemberian

secara

intravena 8,4% natrium bikarbonat dengan penilaian kembali


status asam basa
3. Jika status elektrolit dan cairan telah dikoreksi, secara
berangsur-angsur susu diberikan kembali
4. Selama fase akut, bayi dirawat dalam inkubator, diberikan
oksigen bayi diobservasi secara seksama
2. Perawatan Rutin
1. Pemberian obat-obatan terutama antobiotika
Misal : kloram fenikal, streptomicin
2. Kolasi bayi
3. Perawatan bokong anak
B.

Konsep Manajemen Asuhan Kebidanan


I. Pengkajian
A. Data Subjektif
1. Biodata
Nama bayi

Umur

Tanggal lahir

Jam

Tempat

Jenis Kelamin

Anak ke

(FK UNPAD, 1983:153)

2. Keluhan Utama

Cengeng, gelisah

Suhu tubuh meningkat

BAB sering > 3x / hari dengna konsistensi cair

(IKA, 1985:285)
3. Riwayat kesehatan yang lalu dan sekarang

Mengalami gangguan osmotik

Mengalami gangguan sekresi

Mengalami motilitas usus

(IKA, 1985 : 284)


4. Riwayat Anteratal

ANC (Materral Neuratal : 90)

Imunisasi TT (Sinopsis obstetri : 60)

Keluhan-keluhan pada kehamilan (Materral Neuratal : 91)

HPHT (Materral Neuratal : 91)

HPL ( Mayes Midwitgry : 192)

5. Penyakit Natal

Umur kehamilan (obstetri fisiologi : 155)

PB (Keperawatan Nou BBL,

: 332)

BB (Keperawatan Nou BBL,

: 332)

Jenis Persalinan (Obstetri fisiologi,

Indikasi letak (Ilmu Kebidanan,

: 155)
: 144)

6. Penyakit Neoratal

Jenis persalinan (obstetri fisiologi, 1983 : 155)

BB : PB

Suhu

Pernafasan

Keadaan Umum
(Keperawatan Ibu BBL,

B. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
KU

: baik

Suhu

: 36,50C 37,50C

: 332)

Pernafasan : 40 60 x /mnt
BB

: normal, 3300 gr

PB

: normal. 50 gr

Keaktifan

: kuat / aktif

HR

: 120 160 x / mnt

(Keperawatan Ibu BBL,

:218)

2. Pemeriksaan fisik
3. Antropometri
4. Reflek patela
5. Eliminasi
BAB

= 4 5 x / hr
Korsisforsi cair
(perawatan anak sakit,

: 224)

6. Pemeriksaan Laboratorium

IV.

Implementasi
Sesuai dengan intervensi

V.

Evaluasi
Mengacu pada kriteria hasil dengan menggunakan SOAP

BAB III
TINJAUAN KASUS
I.

Pengkajian
Tanggal 02 01 2008 jam 10.00 WIB

A.

Data Subjektif
1. Biodata
Nama bayi

: An Dwi Cahyono

Umur

: 9 bulan

Tanggal lahir

: 31 3 2007

Jenis kelamin

: laki-laki

Nama Orang Tua


Nama Ibu

: Ny. Suyatmi

Nama Ayah

: Tn. Suyitno

Umur

: 24 th

Umur

: 25 th

Suku/ bangsa

: Jawa / Indonesia

Suku/Bangsa : Jawa / Indonesia

Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga Pekerjaan

Alamat

: Kembangan RT 5 RW 1

Agama
Pendidikan

: Islam
: SD
: Tani

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan sejak 2 hari yang lalu, anaknya mulai diare 3x, jumlah
sedikit, konsistensi encer, kuning
3. Riwayat Penyakit
Ibu menyatakan sejak 2 hari yang lalu, anaknya rewel kemudian diare 3x,
jumlah sedikit, konsistensi encer, kuning

4. Riwayat Penyakit Dahulu


Anak tidak pernah punya riwayat diare
5. Riwayat Perkembangan
-

6. Riwayat kesehatan keluarga


Anggota keluarga tidak ada yamg sedang diare
7. Riwayat Imunisasi
Imunisasi lengkap
8. Pola makan dan minum
Makan

: 2x dalam sehari bubur mina

Minum

: ASI 8 9 x/ hari lama 15 menit

9. Pola Eliminasi
BAB

: 3x / hari (encer, kuning)

BAK

: 7 8 x / hari

10. Perilaku kesehatan


Melakukan imunisasi di Posyandu
B.

Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
KU

: lemah

Kesadaran : composmentis
Pernafasan : 26 x / mnt
Nadi

: 150 x / mnt

Suhu

: 360C

BB

: 9,2 Kg

2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala

Bentuk

Ubun ubun

: simetris
: normal

Kelainan kongenital

: tidak ada

b. Mata

Bentuk

: simetris

Kebersihan

: bersih

Perdarahan

: tidak ada

Sklera

: putih

Konjungtiva

: merah muda

c. Hidung

Bentuk

: simetris

Gerakan ujung hidung

: -

Sekret

: -

d. Mulut

Bentuk

: simetris

Kebersihan

: bersih

Gusi

: tidak epulis

e. Muka

Bentuk

: simetris

Down sindrom

: tidak

Terliht pucat

Iritasi / merah

: : -

f. Telinga

Bentuk

: simetris

Daun telinga

: lengkap

Kebersihan

: bersih

Keluar cairan

: -

g. Leher

Pembesaran kelenjar tiroid : -

Pembesaran

: -

Kelainan

: -

Iritasi

: -

h. Dada

Bentuk

: simetris

Pernafasan

: 26x / mnt

i.

j.

Tarikan dinding dada

: -

Bentuk

: -

Perut

Bising usus

: ada (dengna anskultasi)

Kembung

: ya (dengan perkusi)

Kelainan

: tidak

Turgor kulit

: ada (kembali dalam waktu 2 detik)

Kulit

Warna

: pucat

Turgor

: ada (dalam waktu 2 detik)

Ikterus

: -

Odema

: -

Iritasi

: -

Siansis

: -

k. Ekstremitas
* Atas

Bentuk

: simetris

Odema

: -

Gerakan

: aktif

Teraba paras

: -

* Bawah

l.

Bentuk

: simetris

Odema

: -

Gerakan

: aktif

Teraba paras

: -

Glimirasi

BAB

: 3x / hari (encer, kuning)

BAK

: 7 8 x / hari

m. Pemeriksaan laboratorium
Tidak dilakukan
n. Terapi dokter
-

II.

Interpretasi Data Dasar


Dx

: An D usia 9 bulan dengan diare

DS

: - Ibu mengatakan anaknya diare sejak 2 hari yang lalu


- Ibu mengatakan berak anaknya berwarna kuning dan encer

DO

Eliminasi

- KU

: cukup

BAB : 3x/ hari

- BB

: 9,2 kg

(encer berwarna kuning

- Nadi

: 92x / mnt

sudah 2 hari)

- Suhu

: 360C

- Pernafasan : 26x / mnt


Masalah

: Gangguan pemenuhan nutrisi


(Gangguan keseimbangan cairan elektrolit)

DS

: Ibu mengatakan anaknya mengalami diare dengan frekuensi


3x / hari (encer berwarna kuning)

DO

III.

: - KU

: cukup

- Minum

: ASI > 5x / hari

- BAB

: 3x/ hari (encer berwarna kuning)

- Turgor kulit

: ada (kembali dalam 2 detik)

Intervensi
Dx

: An D usia 9 bulan dengna diare

Tujuan : - agar tidak jatuh ke dalam situasi / keadaan tambah parah


- agar anak tidak dehidrasi
Kriteria hasil

: - KU

: baik

- Suhu

: 36,50 37,50 C

- Nadi

- Pernafasan:
- BAB

Intervensi :
1. Lakukan observasi TTV
R

dengan mengobservasi TTV dapat diketahui keadaan bayi dan


perkembangan kondisi anak

2. Kaji kemblai status pemasukan dan pengeluaran cairan


R

= dengan mengkaji kembali status pemasukan dan pengeluaran


cairan dapat diketahui derajat diare

3. Lakukan kolaborasi dengan dokter bila daerah bertambah parah


R

= dengan berkolaborasi dengan dokter, anak akan segera mendapat


penanganan dan pengobatan yang tepat

Masalah

: Gangguan pemenuhan nutrisi (gangguan keseimbangan cairan


dan elektrolit)

Tujuan

: kebutuhan cairan dan elektrolit dapat tertangani

Kriteria hasil : - KU

: baik

- Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi


Intervensi
1. Lakukan pemeriksaan pada anak
R

= Pemeriksaan yang dilakukan akan mengetahui keadaan anak

2. Berikan motivasi pada ibu untuk terus memberikan ASI


R

= dengan pemberian motivasi untuk terus memberikan ASI


mencegah anak kekurangan kebutuhan cairan dan elektrolit

3. Jaga kebersihan lingkungan


R

= agar terhindar dari penyakit

4. Berikan terapi
R

= dengna pemberian terapi, anak akan mendapatkan pengobatan


yang tepat

5. Lakukan kunjungan ulang


R

= kunjungan ulang dilakukan untuk mengetahui kembali kondisi


anak

IV.

Implementasi
Tgl 03-01-2008 jam
Dx

WIB

: An D usia 9 bulan dengan diare

1. Melakukan observasi TIV


2. Mengkaji kembali kasus pemasukan dna pengeluaran cairan

Masalah : Gangguan pemenuhan nutrisi (gangguan keseimbangan cairan


elektrolit dan muntah)
1. Melakukan pemeriksaan pada anak
2. Memberikan motivasi pada ibu untuk terus memberikan ASI
3. Menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuagn sampah pada
tempatnya agar tidak terjadi suatu penyakit
4. Memberikan terapi
5. Melakukan kunjungan ulangan tari lagi
V.

Evaluasi
Tgl 03 01 2008 jam 10.00 WIB
Dx

: An D usia 9 bulan dengan diare

: Ibu mengatakan anaknya sudah tidak diare

: - Anaknya sudah tidak diare lagi


- BAB = 23 x / hari dengan warna kuning kecoklatan serta lembek

: AnD usia 9 bulan dengan diare sudah membaik

: Melanjutkan asuhan berikutnya

Masalah : Gangguan pemenuhan nutrisi (gangguan kesemimbangan cairan dan


elektrolit)
S

: Ibu mengatakan anaknya sudah menjadi lebih segar dan tidak


banyak lelah

: - keadaan umum anak baik


- nafsu makan anaknya sudah mulai membaik
- BAB 2-3 x/ hari dengan warna kuning kecoklatan serta lembek

: masalah anak diare sudah teratasi

: melanjutkan asuhan berikutnya


- dengan tetap menjaga kebersihan agar lingkungannya tetap bersih
dan tidak terjangkit bibit penyakit

BAB IV
PEMBAHASAN
Pembahasan merupakan analisis penulis mengenai kesenjangan-kesenjangan
yang terjadi dalam melaksanakan asuhan kebidanan yang kompetensif.
Pada rangkaian yang dilakukan pada An S di Puskesmas Pule Trenggalek
ditemukan suatu masalah pada An S yaitu gangguan pemenuhan nutrisi. Oleh
karena itu dalam intervensi dan implementasinya dilakukan suatu pemenuhan
kebutuhan cairan dan elektrolit yang dapat terjangkau agar anak tidak mengalami
suatu kondisi yang lebih parah. Dalam tinjauan pustaka dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan yang berarti

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan
Penyakit diare merupakan penyakit yang mudah saja menyebar apabila
penangannya tidak segera ditanggulangi. Oleh karena itu asupan nutrisi yang
bergizi dengan menu seimbang dan dengan menjaga kebersihan lingkungan
akan mengantisipasi / waspada dalam penyakit diare.

5.2

Saran
Pelayanan Kesehatan
Perlu meningkatkan mutu pelayanan pada klien
Tenaga Kesehatan
Diharapkan petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan yang
komprehensif dan meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat
Institusi Pendidikan
Peningkatan mutu materi kuliah dan praktek lapangan pada lahan yang
memadai dan merata
Pembimbing
Dalam melakukan bimbingan penyusunan asuhan kebidanan menjadi pada
satu pedoman, agar mahasiswa tidak kesulitan dalam penyusunan asuhan
kebidanan
Mahasiswa

Kesadaran dan tanggung jawab akan tugas serta kewajibannya yang harus
dipenuhi sebagai seorang mahasiswa demi terciptanya tenaga kesehatan
yang profesional

DAFTAR PUSTAKA

Dorland. 2002. Kamus Saku Kedokteran Dorland. Jakarta :EGC


FKUI. 2000. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Infomedia
Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC
Resenstein, Beryl. 1997. Intisari Pediator. Jakrta : Hopikrates
Wash, Declan. 1997. Kapita Selekta Penyakit dan Terapi. Jakarta : EGC