Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Tidak ada satupun yang menggambarkan biologi sebaik mikroorganisme,
mahluk hidup yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Keanekaragaman biokimia
atau mekanisme genetik, baik dalam bentuk maupun fungsi yang diperlihatkan dalam
analisa mikroorganisme, telah mengantar kita pada batas pemahaman biologi. Oleh
karenanya, kebutuhan akan penemuan baru- suatu tes keabsahan hipotesis ilmiah
dapat dijumpai secara utuh pada mikrobiologi. Hipotesa yang berguna akan
memberikan dasar bagi ilu alam lain, dan keragaman mikroba memberi peluang,
dimana tantangan tersebut selalu ada.
Prediksi, suatu bentuk praktis dari ilmu pengetahuan, adalah suatu produk
yang dihasilkan oleh perpaduan antara teori dan praktek. Biokimia, biologi molekuler
dan genetika merupakan perangkat atau wahana yang dibutuhkan untuk analisis
mikroba. Dalam berbagai pengembangan, mikrobiologi dapat memperluas wawasan
ilmu-ilmu tersebut. Seorang ahli mikrobiologi, mungkin menjelaskan berbagai proses
pertukaran, berbagai bentuk saling membutuhkan (mutualisme) disebut simbiosis
yaitu hubungan yang terus menerus antara organisme yang berbeda. Pemberian
kegunaan utama pada satu pihak saja disebut parasitisme, yaitu suatu hubungan
dimana inang memberikan kegunaan utamanya kepada parasit. Isolasi karakterisasi
sebuah parasit contohnya bakteri patogen atau virus, seringkali membutuhkan rencana
laboratorium, sehingga mirip dengan apa yang diperoleh organisme tersebut saat
berbeda dalam sel inang. Kebutuhan ini kadang-kadang menjadi tantangan bagi
peneliti.
Pengertian simbiosis, mutualisme dan parasitisme berikatan erat dengan ilmu
ekologi dan prinsip-prinsip biologi lingkungan, semuanya sudah masuk dalam
mikrobiologi. Mikroorganisme merupakan hasil evolusi, suatu konsekuensi biologis
dari proses seleksi alam yang terjadi pada bentangan garaduil yang sangat luas pada
organisme dengan berbagai keragaman genetik. Sejarah alam yang kompleks ini harus
selalu ada dalam pikiran kita sebelum menyimpulkan mikroorganisme, bagian yang
paling hitrogen dari seluruh mahluk hidup.
Sebelum penemuan jasad-jasad renik, semua benda hidup yang dikenal
dianggap sebagai tumbuhan atau binatang tidak terpikirkan adanya jenis-jenis
peliharaan. Namun dalam abad ke- 19, menjadi jelas bahwa jasad renik memiliki
semua kemungkina kombinasi sifat-sifat tumbuhan dan binatang. Sekarang telah

diakui secara umum bahwa jasad renik berkembang dengan pertumbuhan relatif
sedikit dari seluruh tumbuhan dan binatang.
Kecenderungan para ahli biologi untuk menggolongkan semua jasad dalam
salah satu dari sua dunia, tumbuhan atau binatang, menimbulkan sejumlah
keganjilan. Misalnya jamur, digolongkan sebagai tumbuhan sebab sebagian jamurjamur tidak bergerak walaupun jamur hampir tidak memiliki sifat-sifat lain dari
tumbuhan dan menunjukkan afinitas filogenik kuat dengan protozoa.
Agar dapat menghindarkan penempatan sewenang-wenang kelompokkelompok peralihan dalam dunia yang satu atau lainnya, Heckel mengusulkan pada
tahun 1899, agar jasad renik ditempatkan dalam dunia yang terpisah, protista.
Menurut definisi Heckel, dalam protista tergolong alga, protozoa, jamur dan kuman.
Namun pada pertengahan abad ini, renik mikroskop electron yang baru
mengungkapkan bahwa kuman secara fundamental berbeda dari tiga kelompok yang
lain dalam struktur sel yang lebih maju, sama dengan sel tumbuhan dan binatang yang
dinamakan eukariotik, kuman memiliki struktur sel yang primitif, prokariotik. Istilah
protista yang digunakan sekarang untuk menunjukkan jasad eukariotik, sedangkan
semua kelompok kuman dinamakan secara kolektif sebagai prokariota.
Biologi umum membedakan antara eukariota (organisme yang memiliki
membran inti) terhadap prokariota (organisme diamna DNAnya tidak dapat
dipisahkan secara fisik dari sitoplasma. Perbedaan lebih lanjut tentang eukariota dan
prokariota misalnya akan dibedakan oleh ukurannya yang relatif besar dan adanya
organella yang terikat pada membran sel misalnya mitokondria.
Eukariota dan prokariota merupakan organisme, karena memiliki seluruh
enzim yang diperlukan untuk fungsi replikasi (perbanyakan) dan memiliki perangkat
biologi yang penting untuk memproduksi energi metabolik. Oleh karenanya eukariota
dan prokariota berbeda dengan virus yang bergantung apda inang untuk menjalankan
fungsi seperti diatas.

1.2

Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara pembuatan media dan sterilisasi alat?
2. Bagaimana angka lempeng total bakteri dari beberapa sampel makanan ringan,
minuman ringan dan jamu serbuk?

1.3

Tujuan Penulisan
1. Untuk membantu mahasiswa lebih memahami tentang praktikum mikrobiologi yang
melakukan percobaan untuk mengetahui adanya bakteri dalam suatu sampel.

2. Membantu memberikan informasi tentang alat dan bahan yang digunakan dalam
praktikum.
3. Membantu memberikan informasi tentang teori dalam praktikum ini.

BAB II
ISI
PRAKTIKUM I
JUMAT, 22 MARET 2013

PEMBUATAN MEDIA DAN STERILISASI


I.

PEMBUATAN MEDIA
TEORI
Media substantia terdiri dari atas campuran nutrien ( zat makanan ) yang

dipergunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme. Dalam laboratorium media memiliki


dua fungsi, untuk isolasi dan inokulasi mikroba serta untuk uji fisiologi dan biokimia
mikroba.
Kebutuhan dasar suatu media pembenihan :
1. sumber energi
2. sumber karbon
3. sumber nitrogen
4. garam-garam
5. PH yang sesuai
6. faktor pertumbuhan

Sifat media pembenihan yang ideal :


1. Memberikan pertumbuhan yang baik jika ditanami bakteri
2. Pertumbuhan cepat
3. Murah
4. Mudah dibuat kembali
5. Mampu memperlihatkan khas mikroba yang diinginkan
Syarat Media Siap Pakai :
Harus mengandung zat gizi atau nutrisi
Harus cukup oksigen (untuk bakteri aerob)
Mempunyai reaksi (pH) yang cocok
Steril dan terlindung dari pencemaran luar
Sifat, mengandung Fisik Media :
Media Cair (Broth), tidak mengandung agar
Media padat (Agar) agar- agar
Media setengah Padat (semi solid)
Broth
media cair yang mengandung nutrisi untuk pertumbuhan bakteri. Diletakkan dalam
tabung gelas bertutup plastik ataupun logam.
Agar
media padat ataupun semi padat, cair pada suhu 100o C dan memadat pada suhu 40o C.
Agar platesplat Agar
Petri dish yang terisi agar untuk pertumbuhan bakteri. Mempunyai permukaan yang luas
dan digunakan untuk isolasi mikroorganisme. Sesudah bakteri diinokulasi , inkubasi
dilakukan secara terbalik untuk mencegah kondensasi dari tutup petri dish ke agar.
Agar miring
Digunakan untuk peremajaan kultur
Agar tegak
Digunakan untuk mengetahui adanya pembentukan gas ataupun kebutuhan gas dari
pertumbuhan mikroba.
Jenis-jenis media :
1. Media Cair
Media cair yang digunakan untuk pembenihan diperkaya sebelum disebarkan ke
media padat, tidak cocok untuk isolasi mikroba dan tidak dapat dipakai untuk
mempelajari koloni kuman.
Contoh : Nutrient broth NB ; pepton dilution fluid PDF ; Lactose Broth LB ;
Mac Conkey broth dll
Pepton merupakan protein yang diperoleh dari penguraian enzim hidrolitik seperti
pepsin, tripsi, papain. Peptone mengandung nitrogen dan bersifat sebagai penyangga,
beberapa kuman dapat tumbuh dalam larutan peptone 4%.
2. Media Padat
Media padat dipergunakan untuk mempelajari koloni kuman, untuk isolasi dan untuk
memperoleh biakan murni.
Contoh : Media Padat, Nutrient Agar NA ; Potato Dextrose Agar PDA ; Plate
Count Agar PCA dll.
3. Media Khusus
Media khusus digunakan untuk pengayaan, media selektif dan media indikator.

- Media diperkaya
Media diperkaya merupakan media dasar yang ditambahkan zat tertentu.
- Media Selektif
Media selektif merupakan media cair yang ditambahkan zat tertentu untuk
menumbuhkan mikroorganisme tertentu dan diberikan penghambat untuk mikroba
yang tidak diinginkan.
- Media Differensial
Media yang digunakan untuk beberapa jenis bakteri, contoh EMB-Agar.
4. Media Transport
Media yang digunakan untuk membawa sampel ataupun specimen , untuk mencegah
kematian

bakteri

maka

sampel dapat ditanam dalam media transport sebelum

dipindahkan pada medium pertumbuhan yang diperlukan. Contoh : medium Carry


Blair, Stuart.
TUJUAN
Untuk okulasi dan inokulasi mikroba serta uji fisiologi dan biokimia mikroba
Alat alat yang dibutuhkan

a. Tabung Reaksi 40 buah

e. Erlenmeyer 250 ml 2 buah

-30 buah untuk MCB

f. Cawan Petri 24 buah

-10 buah untuk PDF

g. Otoklaf

b. Kapas steril 5 buah

h. Oven

c. Pipet tetes 10 buah

i. Vortex mixer

d. Tabung durham 30 buah

j. Inkubator

Rak Tabung Reaksi

Bahan bahan yang dibutuhkan

Perkelompok:
a. Plate Count Agar ( PCA ) 300 ml

b. Pepton Dilution Fluid ( PDF ) 500 ml


c. MCB (Mac Conkey Broth) 270 ml

STERILISASI
Sterilisasi

adalah

suatu

cara

untuk

membebaskan alat ataupun bahan dari segala


bentuk kehidupan terutama mikroorganisme.
Pemilihan cara sterilisasi tergantung pada jenis bahan yang akan disterilkan ataupun
bentuk bahan /sediaan yang akan disterilkan
Macam macam sterilisasi
1. Sterilisasi pemijaran
Cara ini terutama digunakan untuk sterilisasi kawat oase yang terbuat dari platina ataupun
mikrome, dilakukan dengan membakar oase sampai pijar 2-3 kali.
2. Sterilisasi udara kering (oven)
dilakukan pada temperatur 150-170C selama 1 jam.
3. Sterilisasi uap bertekanan (oven)
dilakukan pada temperatur 121C selama 15 menit.
4. Sterilisasi dengan penyaringan
mekanisme penyaringan berdasarkan perbedaan ukuran partikel, penyaring dibuat
memiliki pori yang sangat kecil sehingga cukup untuk menahan bakteri, saringan akan
tercemar bakteri sedangkan cairan yang melewatinya bebas bakteri steril.

Sterilisasi Alat
1. Petri Dish

2.

Siapkan Petri dish yang dibutuhkan

Membersihkan bagian dalam cawan dengan kapas

Membersihkan bagian luar cawan dengan kapas + alcohol

Membungkus cawan dengan kertas

Masukkan ke dalam oven untuk di sterilkan pada suhu 170 C selama 1 jam
Erlenmeyer
Siapkan erlenmeyer bersih yang dibutuhkan
Tutup ujung tabung dengan kapas
Masukkan ke dalam oven untuk disterilkan pada suhu 170 C selama 1 jam

3. Pipet Tetes

Siapkan pipet tetes yang dibutuhkan

Pisahkan pipet tetes dengan karetnya

Membungkus pipet tetes dengan kertas (bungkus sesuai dengan bentuk pipet untuk
mempermudah membedakan antara ujung dan pangkalnya).

Masukkan ke dalam oven untuk disterilkan pada suhu 170 C selama 1 jam

Cara Pembuatan Media


PDF :
1. Masukkan PDF ke dalam erlenmeyer
2. Larutkan dengan aquadest ad 500 ml aduk ad homogen
3. Tuang PDF dalam erlenmeyer ke dalam 10 tabung reaksi yang telah disediakan ad 9
ml lalu tutup dengan kapas hingga rapat
4. Ikat 10 tabung reaksi menggunakan karet gelang, lalu bungkus rapat dengan kertas
5. Masukkan ke dalam otoklaf untuk di sterilkan pada suhu 121 C selama 15 menit
MCB :
1. Masukkan MCB ke dalam erlenmeyer
2. Larutkan dengan aquadest ad 270 ml aduk ad homogen
3. Tuang MCB ke dalam 30 tabung reaksi yang telah disediakan ad 9 ml
4. Masukkan tabung durham, hilangkan oksigen pada tabung durham
5. Tutup dengan kapas hingga rapat
6. Ikat 30 tabung reaksi menggunakan karet gelang, lalu bungkus rapat dengan kertas
7. Masukkan ke dalam otoklaf untuk disterilkan pada suhu 121 C selama 15 menit
PCA :
1. Masukkan PCA ke dalam erlenmeyer
2. Larutkan dengan menggunakan aquadest ad 300 ml aduk ad homogen kemudian tutup
rapat dengan kapas
3. Masukkan ke dalam otoklaf untuk disterilkan pada suhu 121 C selama 15 menit
MHA
1. Masukkan MHA ke dalam elemeyer
2. Larutkan dengan menggunakan aquadest ad 250 ml aduk ad homogen kemudian tutup
rapat dengan kapas

3. Masukkan ke dalam otoklaf untuk disterilkan pada suhu 121 C selama 15 menit

PRAKTIKUM II
SABTU, 23 MARET 2013
PEWARNAAN GRAM
Pewarna bereaksi secara kimiawi dengan protoplas bakteri , apabila sel belum mati,
proses pewarnaan akan membunuhnya.
Bakteri gram positif adalah sekelompok bakteri yang mempunyai sifat dapat menahan zat
warna kristal violet yang telah dimantek dengan larutan lugol (iodin) hingga tidak bisa
luntur (lepas) apabila dicuci etanol 95% dan tidak dapat menyerap zat warna yang diberikan.
Bakteri gram negatif adalah sekelompok bakteri yang mempunyai sifat dapat melepaskan
zat warna kristal violet yang telah dimantek dengan larutan lugol (iodin) hingga tidak bisa
luntur (lepas) apabila dicuci etanol 95% hingga dapat menyerap zat warna yang diberikan.

TUJUAN
Untuk membedakan bakteri menjadi dua golongan yaitu bakteri gram positif dan bakteri
gram negative.
ALAT DAN BAHAN

Biakan bakteri

Aquadest

Carbol kristal ungu

Fuchsin / safranin

Lugol

Alcohol 95%

Kaca objek

Cover glass

Mikroskop

Immersion oil

Tissue

Bakteri yang dipergunakan dalam praktikum pewarnaan gram


Staphyllococus aureus
Escherichia coli
Bacillus subtillis

CARA KERJA
1. Ambil satu sengkelit biakan kuman, letakkan pada kaca objek, suspensi dengan NaCl
kemudian difiksasi
2. tambahkan pewarna I kristal ungu biarkan selama 2 - 3 menit, cuci dengan air
3. tambahkan cairan lugol biarkan 45-60 detik cuci dengan air
4. bilas dengan alcohol 95% sampai warna ungu tidak mengalir, cuci dengan air
5. Tambahkan pewarna II safranin / fuchsin, diamkan 1-2 menit. Cuci dengan air,
keringkan
6. tambahkan minyak imersi, tutup dengan cover glass, periksa dibawah mikroskop
dengan pembesaran 40x dan 100x objektif

PRAKTIKUM III
SABTU, 23 MARET 2013
PEMBIAKAN BAKTERI
Pertumbuhan sel bakteri pada media pembenihan padat akan tampak sebagai koloni,
hal yang perlu diperhatikan dalam melihat koloni bakteri :
1. Ada atau tidaknya pigmen
2. Menonjol atau rata
3. Keruh, bening, suram, mengkilat
4. Permukaan rata (smooth) atau kasar (rough)
5. Pinggiran rata atau tidak rata
6. Menjalar atau tidak
7. Berlendir atau tidak
TUJUAN
Untuk mendapatkan biakan kuman yang baru
Untuk mengetahui cara pembiakan kuman
ALAT DAN BAHAN

Kawat Ose

Spiritus

Label

Tabung reaksi berisi agar miring NA

Biakan bakteri :
Escherichia coli
Bacillus subtilis
Staphyloccocus Aureus

CARA KERJA :
Siapkan beberapa tabung rx yg berisi agar miring NA
Siapkan biakan bakteri yg sudah tersedia pada agar miring
Siapkan kawat ose dan spiritus
Nyalakan spiritus, lalu pijarkan kawat ose
Buka tutup kapas pada tabung biakan kuman(jangan letakkan dimeja),panaskan lubang
tabung
Ambil sengkelit kuman dengan kawat ose, panaskan kembali lubang tabung dan tutup
kembali
Pindahkan kedalam media agar miring secara zig-zag
Pijarkan ujung tabung agar miring, kemudian tutup dengan kapas
Lalu pijarkan kawat ose
Beri nama dengan menggunakan label
Inkubasi dengan inkubaktor selama 24 jam pada suhu 35 - 37C
Segera lihat hasilnya

HASIL/PENGAMATAN
BIAKAN

Bacillus Subtilis Staphyloccocus Aureus

E.Coli

WARNA

Putih

Putih

Putih

KOLONI

Pekat

Kekuningan

Transparan

brlendir

permukaan
Kering

PRAKTIKUM IV
RABU, 27 MARET 2013

FLORA NORMAL, UDARA, KULIT DAN MULUT


I. Flora Normal Udara
Berbagai mikroorganisme dapat ditemukan dalam udara karena udara merupakan habitat
flora normal

Tujuan Praktikum
-

Mengetahui flora normal udara

Melakukan pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi keberadaan flora normal udara

Alat dan Bahan :


a. Agar NA
b. Inkubator
c. Pewarnaan gram
d. Gelas objek
e. NaCl 0,9%

Cara Kerja
1. Buka petri dish di udara luar selama 5 menit, lalu tutup kembali lempeng agar.
2. Buka petri dish di udara dalam ruangan selama 5 menit, lalu tutup kembali lempeng
agar.
3. Inkubasi pada suhu 35C selama 24 jam.
4. Amati jumlah koloni yang ada

Hasil Pengamatan

II.

Flora Normal Kulit

Bakteri yang umum ditemukan pada kulit adalah Staphylacoccus epidermidis,


Streptococcus alfa dan non hemolitikus, difteroid, dan sarcina. Staphylococcus aureus ada
dalam jumlah kecil terutama daerah hidung.

Tujuan Praktikum :
1. Mengetahui flora normal kulit

2. Melakukan pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi keberadaan flora normal kulit

Cara Kerja
1. Buka petri dish letakkan 3 jari (jari yang belum dicuci) pada lempeng agar lalu tutup
kembali lempeng agar.
2. Cuci tangan dengan sabun, keringkan dengan kasa steril, letakkan 3 jari (jari yang
telah dicuci) pada lempeng agar lalu tutup kembali lempeng agar.
3. Inkubasi terbalik selama 24 jam pada suhu 35C.
4. Amati jumlah koloni yang ada.

HASIL PERCOBAAN
Flora normal kulit

Flora normal kulit setelah cuci

sebelum cuci tangan

tangan

Jumlah koloni = tak

Jumlah koloni = tak terhingga

terhingga

III.

Flora Normal Rongga Mulut

Beberapa bakteri yang terdapat pada mulut adalah Staphylacoccus epidermidis,


Streptococcus alfa dan non hemolitikus, Staphylococcus aureus, Streptococcus viridans, dll.
Mikroorganisme yang banyak terdapat pada saluran napas terutama faring adalah
Streptococcus

alfa

dan

non

hemolitikus,

difteroid,

Haemophilus,

Mycoplasma,

Pneumococcus dan Bacteroides.

Tujuan Praktikum :
1. Mengetahui flora normal rongga mulut
2. Melakukan pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi keberadaan flora normal kulit

CARA KERJA I
1.

Lempeng agar dibuka

2.

Hembuskan udara nafas melalui mulut sebanyak 3x

3.

tutup kembali, inkubasi terbalik selama 24 jam pada suhu 35C

4.

Amati jumlah koloni yang ada

CARA KERJA II
1. Lempeng agar dibuka
2. ambil spesimen kotoran gigi menggunakan tusuk gigi steril
3. Goreskan pada media (tanpa merusak agar)
4. tutup kembali, inkubasi terbalik selama 24 jam pada suhu 35C

5. Amati jumlah koloni yang ada

Hasil Pengamatan
Letak Flora normal

Jumlah koloni

Rongga mulut

0 koloni

Rambut kepala

16 koloni

Kuku

92 koloni

Tusuk gigi

72 koloni

PRAKTIKUM V
RABU, 27 MARET 2013
KEPEKAAN BAKTERI TERHADAP SUHU
Pertumbuhan mikroba sangat dipengaruhi oleh lingkungan seperti suhu, kelembaban , dan
pengaruh lain. Kepekaan kuman terhadap zat kimia tertentu dapat dipakai untuk menghindari
kontaminasi pada alat ataupun bahan.

Tujuan Praktikum
1. Memahami pengaruh pemanasan terhadap pertumbuhan kuman
2. Memahami pengaruh proses sterilisasi dan desinfeksi terhadap pertumbuhan kuman

Alat dan Bahan :


-Biakan kuman
-Lempeng NA
-Kapas usap steril
-Uang logam
-Oase

Cara kerja
1. Ambil satu sengkelit ( tanpa pemanasan ) goreskan pada media agar
2. Ambil satu sengkelit panaskan hingga pijar goreskan pada media agar yang berbeda
3. Inkubasi pada suhu 35C selama 24 jam
4. Bandingkan yang terjadi

Hasil pengamatan

Oase yang tidak dipanaskan

Oase yang dipanaskan

172 koloni

Tidak Terdapat koloni

Pengamatan

Melihat pengaruh suhu terhadap pertumbuhan kuman

Cara kerja :
1. Ambil satu buah uang logam tempelkan pada permukaan lempeng agar
2. Ambil satu buah uang logam yang lain, bakar hingga memijar dan tempelkan pada
permukaan lempeng agar lain
3. Inkubasi selama 24 jam pada suhu 35C
4. Amati yang terjadi

Hasil pengamatan
Uang logam yang

Uang logam

tidak dipijar

yang dipijar

Tak terhingga

o koloni

Pengamatan

PRAKTIKUM VI
SELASA, 26 MARET 2013
KEPEKAAN KUMAN TERHADAP ANTIBIOTIK
Penyakit infeksi bakteri dapat diobati baik yang bersifat bakterisida maupun bersifat
bakteriostatika.

TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mengetahui metode untuk memeriksa kepekaan kuman terhadap berbagai antibiotik
2.Mampu melakukan interpretasi terhadap hasil tes kepekaan antibiotika

ALAT DAN BAHAN


1. Kapas usap steril
2. Suspensi kuman
3. MHA (Muller Hinton Agar)
4. Cakram antibiotika
5. Pinset

CARA KERJA
1. Buat suspensi antibiotika dengan kadar tertentu

2. Buat suspensi bakteri dengan kekeruhan McFarland 0.5


3. Celupkan kapas steril ke dalam suspensi bakteri, usapkan kapas pada lempeng Muller
Hinton Agar hingga merata. Biarkan suspensi mengering 4 5 menit
4. Letakkan cakram steril pada lempeng agar, teteskan pada cakram steril larutan
antibiotika sebanyak 10 & 20 mikroliter
5. Inkubasi pada suhu 35C selama 18 24 jam
6. Perhatikan ada tidaknya & hitung zona hambat yang terbentuk disekitar cakram

DIAMETER ZONA HAMBATAN ( dlm cm )


ANTIBIOTIKA

Tetrasiklin

Amoxycillin

Kloramphenicol

3,200

3,110

2,710

8,220

0,550

0,550

1,910

4,270

4,600

5,400

3,270

0,600

KONSENTRASI
BAKTERI (20l)
Escherichi
a coli
Bacillus
subtilis

Praktikum VII
SENIN, 25 MARET 2013
ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI
Angka lempeng bakteri adalah jumlah koloni baktri aerob yang terdapat dalam tiap gram
ataupum ml sampel uji. Untuk mendapatkan ALTB representatif dilakukan terhadap beberapa
pengenceran sample seperti 10, 10, 10 dst.

TUJUAN
Untuk menghitung jumlah koloni bakteri aerob yang terdapat dalam tiap gram ataupun
dalam ml sample uji.

ALAT DAN BAHAN


1. Petri dish
2. Tabung reaksi
3. Pipet ukur
4. Erlenmeyer
5. Pepton Dilution Fluid (PDF)
6. Plate Count agar
7. Sample makanan, minuman, dan jamu

CARA KERJA
1. JAMU
Buat pengenceran sampel jamu mulai konsentrasi 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5
Masukkan 1 ml sampel dari pengenceran 10-3,10-4, 10-5 (duplo)
Tambahkan PCA secukupnya aduk hingga rata, biarkan membeku
Inkubasi 24-48 jam pada suhu 35oC
Hitung Angka Lempeng Total Bakteri (syarat ALTB jamu serbuk < 106 kol/g)
2. MAKANAN RINGAN
Buat pengenceran sampel makanan ringan mulai konsentrasi 10-1, 10-2, 10-3
Masukkan 1 ml sampel dari pengenceran 10-1, 10-2, 10-3 (duplo)
Tambahkan PCA secukupnya aduk hingga rata, biarkan membeku
Inkubasi 24-48 jam pada suhu 35oC
Hitung ALTB (syarat ALTB makanan ringan < 104 kol/g)

3. MINUMAN RINGAN
Buat pengenceran sampel minuman ringan mulai konsentrasi 10o, 10-1, 10-2, 10-3
Masukkan 1 ml sampel dari pengenceran 10o, 10-1, 10-2 (duplo)
Tambahkan PCA secukupnya aduk hingga rata, biarkan membeku
Inkubasi 24-48 jam pada suhu 35oC
Hitung ALTB (syarat ALTB minuman ringan < 2.102 kol/ml)

PRAKTIKUM IV
25 MARET 2013
MPN COLIFORM
(MOST PROBABLE NUMBER COLIFORM)
TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk menghitung jumlah bakteri bentuk koli yang terdapat dalam tiap gram/ml sampel
makanan, minuman, ataupun jamu.

BAHAN DAN ALAT


1. Mac conkey broth(MCB)
2. Tabung reaksi + tabung durham
3. Sampel uji
4. Pipet ukur

5. PDF (Pepton Dilution Fluid)


6. Erlenmeyer

CARA KERJA
1. Buat pengenceran sampel dengan konsentrasi 10-1, 10-2, 10-3
2. Masukkan 1 ml sampel tiap pengenceran ke dalam larutan MCB (triplo)
3. Inkubasi pada suhu 37oC selama 24-48 jam
4. Catat jumlah tabung yang menunjukkan pembentukan gas
5. Hitung MPN Coliform sampel dengan merujuk tabel MPN Coliform

HASIL PERCOBAAN
ALTB DAN MPN COLIFORM MAKANAN RINGAN
KETERANGAN SAMPEL 1
1.

Sample

: Malkist Roma

2. Diproduksi

: PT. Mayora Indah Tbk, Tangerang 15136, Indonesia

3. No. Batch

: 1506BK2702605815

4. No. Registrasi : MD 227110305036


5. Expair Date

: FEBRUARI 2014

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 -1 10 -2 10 -3

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 -1

: tak terhingga

10 -2

: tak terhingga

10 -3

: 5

: (5+ 4) : 2 : 10-3 = 4,5 x 103 = 0,45 x 104

ALTB

Syarat ALTB Makanan Ringan < 10 4 Kol/g

Kesimpulan :
Malkist Roma dengan No. Registrasi : MD 227110305036 memenuhi syarat ALTB.
TABUNG GAS POSITIF
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

<3

Kesimpulan :
Malkist Roma dengan No. Registrasi : MD 227110305036 memenuhi syarat MPN Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 2
Makanan :
1. Sample

: Biskuat

2. Diproduksi

: PT Danone Tanggerang

3. No. Batch

: 0555555T622130040

4. No. Registrasi : BPOM RI MD 227110367843

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 -1 10 -2 10 -3

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

ALTB

10 -1

:4

10 -2

:0

10 -3

:2

: (4+4): 2:10 -3 = 0,2.10 4

Syarat ALTB Makanan Ringan < 10 4 Kol/g

Kesimpulan :
Biskuat dengan No. Registrasi BPOM RI MD 227110367843 memenuhi syarat ALTB.
TABUNG GAS POSITIF
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

Kesimpulan :
Biskuat dengan No. Reg :BPOM RI MD 227110367843 memenuhi syarat MPN Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 3
1. Sample

: Chuba

2. Diproduksi

: PT. SENTRAL MULTIRASA UTAMA

3. No. Batch

: 31

4. No. Registrasi : BPOM RI MD 255510020085

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 -1 10 -2 10 -3

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 -1

:2

10 -2

:0

10 -3

:0

: (2 + 1) : 2 :10 -3 = 1,5 x 10 3 = 0,15 x 10 4

ALTB

Syarat ALTB Makanan Ringan < 10 4 Kol/g

Kesimpulan :
Chuba dengan No. Registrasi : BPOM RI MD 255510020085 memenuhi syarat ALTB.
TABUNG GAS POSITIF
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

Kesimpulan :

Chuba dengan No. Registrasi : BPOM RI MD 255510020085 memenuhi syarat MPN


Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 4
1. Sampel

: Go ! Potato (Biskuit)

2. Diproduksi

: PT. Siantar Top Tbk

3. No. Batch

: 130114

4. No. Registrasi : MD 235613014024

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 -1 10 -2 10 -3

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 -1

:1

10 -2

:0

10 -3

:1

: (1+6):2:10 -3 = 3,5 X 10 3 = 0,35 x 10 4

ALTB

Syarat ALTB Makanan Ringan < 10 4 Kol/g

Kesimpulan :
Go ! Potato (Biskuit) dengan No. Reg : MD 235613014024 Memenuhi syarat ALTB.
TABUNG GAS POSITIF
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

Kesimpulan :
Go Potato dengan No. Registrasi : BPOM RI MD 255510020085 memenuhi syarat MPN
Coliform.

ALTB DAN MPN COLIFORM MINUMAN RINGAN


KETERANGAN SAMPEL 1
1. Sample
2. Diproduksi

:
:

Granita

PT. Setia Pesona Cipta Bekasi 17550, Indonesia.

3. No. Batch

18137A

4. No. Registrasi :

MD 250910003888

5. ED

31 Mei 2013

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 0 10 -1 10 -2

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 0

: 244 280

10 -1

:1

201

10 -2

:0

: (244 + 280) : 2 : 10 -3 = 262 x 103 = 26,2 x 10

ALTB

Syarat ALTB Minuman Ringan < 2 x 102 Kol/ml

Kesimpulan :
Sampel Granita dengan No. Registrasi : MD 250910003888 tidak memenuhi syarat ALTB.
PENGAMATAN MPN Coliform
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

<3

Kesimpulan :
Sampel minuman granitaNo. Registrasi

MD 250910003888 memenuhi

MPN Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 2
1. Sample

: Es Teller

2. Diproduksi

: PT. Triteguh Manunggal Sejati

3. No. Batch

: 8 992775 406052

4. No. Registrasi

: BPOM RI MD 253210029364

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 0 10 -1 10 -2 10 -3

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

syarat

10 0

:0

10 -1

:0

10 -2

:2

ALTB : (2 +3) : 2 : 10 -3 = 2,5x 10 3 = 0,25 x 10


Syarat ALTB Minuman Ringan < 2 10 2 Kol/g

Kesimpulan :
Es Teller dengan No Registrasi BPOM RI MD 253210029364 memenuhi syarat ALTB.
PENGAMATAN MPN COLIFORM
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

<3

Kesimpulan :
Teh teller dengan No. Registrasi : BPOM RI MD 253210029364 memenuhi syarat MPN
Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 3
1. Sample

: Teh Gelas

2. Diproduksi

: PT. CS2 POLA SEHAT

3. No. Batch

: TF 1519

4. No. Registrasi : MD 250128015065

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 0 10 -1 10 -2

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 0

:0

10 -1

:0

10 -2

:0

ALTB

: ALTB : (0 + 0) = 0

Syarat ALTB Minuman Ringan < 2 10 2 Kol/ml

Kesimpulan :
Teh Gelas dengan No. Registrasi : MD 250128015065 memenuhi syarat ALTB.

PENGAMATAN MPN COLIFORM


10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

<3

Kesimpulan :
Teh Gelas dengan No. Registrasi : MD 250128015065 memenuhi syarat

MPN Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 4
1. Sampel

: Okky Jelly Drink

2. Diproduksi

: PT. Tri Teguh Manunggal Sejati, Tangerang

3. No. Registrasi

: MD 253210042364

Konsentrasi Sample : 10 0 10 -1 10 -2
Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 0

:0

10 -1

:0

10 -2

:0

ALTB

: ALTB : (0 + 0) = 0

Syarat ALTB Minuman Ringan < 2 x 10 2 Kol/ml


Kesimpulan:
Teh Gelas dengan No. Registrasi : MD 250128015065 memenuhi syarat ALTB.
PENGAMATAN MPN COLIFORM
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

Kesimpulan :
Okky Jelly Drink dengan No. Registrasi : MD 250128015065 memenuhi syarat MPN
Coliform.

ALTB DAN MPN COLIFORM JAMU SERBUK

KETERANGAN SAMPEL 1
1. Sample

: Jamu Ulu Hati

2. Diproduksi

: PT. Sido Muncul Semarang, Indonesia.

3. No. Batch

: 12061302

4. No. Registrasi : POM TR 082288421


5. ED

: Juni 2014

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 -310 -4 10 -5

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 -3

: 204 tak terhingga

10 -4

: 11

16

10 -5

:7

: (11 + 16) : 2 x 10-3

ALTB

= 13,5 x 10 3 = 0,0135 x 10 6
Syarat ALTB Jamu Serbuk < 10 6 Kol/g

Kesimpulan :
Jamu Ulu Hati dengan No. Registrasi POM TR 082288421 memenuhi syarat ALTB.

TABUNG GAS POSITIF


10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

<3

Syarat MPN Coliform Jamu < 3 /g

Kesimpulan :
Jamu Ulu Hati No. Registrasi POM TR 082288421 memenuhi syarat MPN Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 2
1. Sample

: Jamu Pegel Linu

2. Diproduksi

: PT . Industri Jamu Cap jago

3. No. Batch

: 8 552774 30651

4. No. Registrasi : DEPKES RI. No. TR 3101105955

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 -1 10 -2 10 -310 -4 10 -5

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 -3

: 240

167

10 -4

: 12

10 -5

:2

: (240 + 167) : 2:10 -3

ALTB

= 203,5 x 10 3
= 0,2035 x 10 6
Syarat ALTB Jamu Serbuk < 10 6 Kol/g

Kesimpulan :
Jamu pegel linu dengan No. Registrasi DEPKES RI. No. TR 3101105955 memenuhi
syarat ALTB.
PENGAMATAN MPN COLIFORM
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

>3

Syarat MPN Coliform Jamu < 3 /g

Kesimpulan :
Jamu Pegal Linudengan No.Registrasi : DEPKES RI. No. TR. 781217841 tidak memenuhi
syarat MPN Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 3
1. Sample

: Jamu Selesma

2. Diproduksi

: Sido Muncul

3. No. Batch

: 11080101

4. No. Registrasi : TR 102210831

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample

: 10 -3 10 -4 10 -5

Jumlah Koloni tiap konsentrasi

10 -3

: 15

32

10 -4

:7

10 -5

: 10

: (15 + 32) : 2 : 10 -3 = 23,5 x 10 3 = 0,0235 x 10 6

ALTB

Syarat ALTB Jamu Serbuk < 10 6 Kol/g

Kesimpulan :
Jamu Selesma dengan No. Registrasi : TR 102210831 memenuhi syarat ALTB.
PENGAMATAN MPN
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

Kesimpulan :
Jamu Salesma dengan No. Registrasi : TR 102210831 tidak memenuhi syarat MPN
Coliform.

KETERANGAN SAMPEL 4
1. Sampel

: Resikda (berat: 7 gram)

2. Diproduksi

: PT. Sido Muncul Semarang

3. No. Batch

: 11121202

4. No. Registrasi

: TR 102216711

HASIL PENGAMATAN
Konsentrasi Sample : 10 -3 10 -4 10 -5
Jumlah Koloni tiap konsentrasi
10 -3

:~

10 -4

:~

10 -5

:~

ALTB Human Error


Syarat ALTB Jamu Serbuk < 10 6 Kol/g

Kesimpulan :
Resikda dengan No. Reg : TR 102216711, tidak memenuhi syarat ALTB

PENGAMATAN MPN
10 -1

10 -2

10 -3

MPN CoLiform

>3

Kesimpulan :
Jamu Resikda dengan No. Registrasi : TR 102210831 tidak memenuhi syarat MPN Coliform.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN :

PRAKTIKUM 1
Untuk keperluan penelitian tentang mikroorganisme, maka diperlukan pembuatan
media yang tepat. Jenis-jenis media terbagi atas media cair, media padat, media khusus,
media diperkaya, dan media selektif, media differensial, dan media transport. Adapun syarat
dari

media

tersebut

harus

berisi

nutrisi

yang

diperlukan

unutk

menumbuhkan

mikroorganisme.
Sterilisasi juga sangat penting dalam penelitian karena apabila alat atau bahan yang
digunakan tidak steril maka akan menimbulkan kesalahan pada hasil percobaan yang
didapatkan.

PRAKTIKUM 2
Gram Positive bacteria mempunyai dinding sel tebal yang mengandung Peptidoglycan.
Ungu atau biru gelap bakteri Gram positif bentuk ( kokus, batang)
Gram Negative bacteria mempunyai dinding sel yang lebih tipis, mengandung
Peptidoglycan dan Lipopolysaccharides (LPS). Merah bakteri Gram negatif (kokus,
Batang)

PRAKTIKUM 3
Membiakan suatu bakteri dapat dilakukan dengan agar miring dan biasanya hasil
biakan mikroba berbeda-beda.

PRAKTIKUM 4

Di tubuh kita terdapat flora normal dalam jumlah tertentu berfungsi sebagai
pelindung, namun jika jumlahnya berlebih dapat menjadi bakteri patogen. Di udara terdapat
banyak mikrooganisme karena udara merupakan salah satu habitat flora normal. Oleh karena
itu kita harus menjaga kesehatan diri kita sendiri dan lingkungan. Dengan cara merubah pola
hidup bersih dan sehat.

PRAKTIKUM 5
Suhu dapat mempengaruhi jumlah koloni bakteri karena pada umumnya pada suhu
tinggi bakteri tidak dapat hidup.

PRAKTIKUM 6
Antibiotik dalam konsentrasi tertentu mampu membunuh bakteri yang peka terhadap
antibiotik tersebut. Pemeriksaan kepekaan antibiotika terhadap bakteri dapat dilakukan
dengan cara cakram. Mekanisme kerja antibiotik adalah bakterisid dan bakteriostatik.
Semakin besar diameter antibiotic berarti semakin besar pula spectrum kerjanya untuk
menghambat ataupun membunuh bakteri.

SARAN

Pada waktu menyatukan tabung reaksi saat akan diikat, letakkan tabung reaksi diatas

permukaan meja agar tidak ada tabung yang pecah.


Dalam pembuatan MCB, usahakan jangan ada gelembung udara dalam tabung
durham, jika didalam tabung durham masih terdapat udara maka kocok kembali
sampai tidak terdapat gelembung didalam tabung durham.tujuannya karena media

tersebut akan digunakan untuk perkembang biakan bakteri aerob.


Hati-hati dalam membungkus alat yang disterilkan, jangan sampai pecah.
Sebaiknya sebelum melakukan praktikum harus terlebih dulu membaca buku
pedoman agar bisa maksimal dalam praktik dan maksimal juga hasilnya

DAFTAR PUSTAKA
Buku Pedoman Praktikum Mirkrobiologi
Buku Pegangan PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI SMK
www.google.com