Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Bicara budidaya sawi tidak akan berhenti pada teknologi yang diajarkan nenek moyang.
Budidaya sawi di kebun secara tradisional telah lama dikenal. Upaya untuk menghasilkan produk
si yang tinggi dengan penambahan perlakuan yang intensif pun telah dilakukan. Namun, peminat
sawi tidak langsung puas sampai disitu, kini hidroponik sawi telah dikembangkan. Dan hasilnya
lebih prima serta sasaran pasaranyapun khusus. Oleh karenanya, budidaya ini banyak
dikembangkan untuk usaha komersial.
Selama ini petani yang takut resioko enggan menanam sawi, tetapi dengan membaca
proposal ini akan tahu bahwa yang rentan bisa menguntungkan. Peluang bisnisnya cukup besar
dan prospek pasarnya juga baik. Proposal ini membahas dunia sawi secara lebih luas sesuai
dengan laju teknologinya. Penyusunannya tidak hanya sekedar studiliteratur, tetapi juga
melakukan perburuan informasi di lapangan. Pembuatan proposal ini didorong oleh kenyataan
bahwa buku tentang sawi dalam bahasa indonesia yang lengkap belum ada. Meski proposal ini
sudah luas pembahasannya, namun tidak tertutup kemungkinan untuk membuatnya lebih baik
lagi. Untuk itu saran dan kritik yang mebangun atas buku ini sangat kami harapkan.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan pada semua pihak yang telah membantu dari saat
penyusunan hingga selesainya proposal ini. Penulis menghaturkan terimakasih atas kerjasama
dan ketulusan membantu penyusunan proposal ini.
Jakarta, 07 Oktober 2015

Penyusun,

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Dari tahun ke tahun jika kita mengamati kejadian di bumi ini, maka kita akan
merasakan suatu perbedaan, yaitu suhu di permukaan bumi ini semakin panas dan cuaca
menjadi tidak menentu. Para ahli menyebutnya dengan istilah pemanasan global atau
global warming, dimana terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi akibat sampah
plastic.
Sebelumnya kita udah lihat bagaimana orang-orang menyimpan sampahnya
selama seminggu dan mereka berbaring di atas sampah tersebut. Lalu apa kita akan tetap
menghasilkan sampah sebanyak itu? Kalau kita bisa mendaur ulang sampah atau barangbarang bekas menjadi layak untuk digunakan kembali, kenapa tidak kita coba mendaur
ulang barang bekas yang ada di gudang? Atau mendaur ulang botol plastic seperti yang
dilakukan oleh beberapa pengusaha muda Indonesia.
Fokus dari makalah kami adalah membahas tentang mendaur ulang botol bekas yang
digunakan sebagai tempat bercocok tanam,dan ditinjau dari segi pengertian, hal-hal yang
menyangkut tumbuhan hydroponik, manfaat yang dihasilkan, serta cara dalam pembuatan
tanaman hydroponik.
Kelezatan tambahan sayuran dalam masakan seolah-olah kurang sempurna tanpa
kehadiran sawi. Dimana sawi sangat cocok sebagai sayuran tambahan didalam setiap
makanan contoh paling sederhana sawi sebagai tambahan sayuran dalam mie.

Disamping itu semua, belum banyak yang tahu jika sawi mengandung banyak
vitamin, diantaranya vitamin A dan vitamin K. dimana vitamin A sangat berguna bagi
kesehatan mata, dan vitamin K berfungsi untuk mengontrol gula darah.
Kebutuhan pasar akan sawi dari tahun ke tahun terus menunjukan hasil yang baik,
disamping konsumsi dalam negri yang cukup besar. Dengan melihat potensi pasar dalam
negeri maupun yang cukup besar, terlihat bahwa bisnis sawi ini mempunyai prospek yang
cukup baik. Meskipun demikian, keuntungan tidak datang begitu saja. Untuk meraihnya,
selain diperlukan kerja keras juga diperlukan penguasaan teknik budidaya dan kiat
memanfaatkan peluang pasar yang baik. Berikut ini adalah cara menanam sawi:
1. Menyiapkan tanah sebagai media untuk penanaman.
sawi dapat hidup subur bila tanah gembur mengandung bahan organik. Dan ada juga
banyak alternatif lain yaitu media rockwooll atau pun net pot
2. Memeberi pupuk.
Memerikan pupuk dasar yang berupa pupuk A dan B mix yang bertujuan untuk
3.

memberikan nutrisi untuk tanama


Persemaian.
Biji / benih bisa langsung ditanam di media yang telah disiapkan atau bisa juga disemai

lebih dahulu. Persemaian bertujuan untuk memudahkan perawatan.


4. Penanaman.
sawi ditanam dengan bibit umur 2 minggu di pindah tanam pada media yang tersedia,
5. Pemupukan dan perawatan.
Setelah semua benih ditanam, kita tinggal memberikan pupuk dan merawat tanaman sawi
kita. Jenis pupuk yang diberikan bisa berupa kompos ataupun pupuk yang lain.
1.2 TUJUAN

Melatih ketrampilan berwirausaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

Untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam pembudidayaan tanaman


sawi dengan cara analisa dan praktek langsung di lapangan.

Meningkatkan efisiensi dan etos kerja yang profesional dalam budidaya tanaman sawi.

1.3 POTENSI PASAR


Kegemaran konsumen akan sawi membuat proses pemasaran adalah di pasar modern, super
market, pasar tradisional, para pemasok (eksportir).
1.4

FASILITAS

1.

SDM ( Sumber Daya Manusia )

BAB 2 ANALISIS EKONOMI


ANALISIS EKONOMI USAHA

Sasaran Usaha
Sebagai permulaan sasaran utama pasar adalah masyarakat perkotaan sekitar DKI Jakarta dan
sekitarnya . Mengingat pangsa pasar di daerah perkotaan masih sangat menarik. Karena sebagian
masyarakat perkotaan suka bercocok tanam, sementara lahan yang dimiliki tidak memadai
Strategi Promosi dan Pemasaran
Promosi dan pemasaran tanaman kota tua DKI jakarta pada tahap awal dilakukan dengan cara
melalui sosial media seperti, ,facebook, blog, dan website untuk membidik pesanan dalam
jumlah besar dalam event-event serta mebuka stan-stan ditempat tertentua. Untuk
memperbesar profit margin, produk hydroponik juga dipasarkan melalui direct selling.

BAB 3.METODE PELAKSANAAN


Terdapat delapan metode yang digunakan pada program ini, yaitu metode persiapan dan
survey pasar, pengadaan alat dan bahan, pembuatan produk, promosi, penjualan produk, evaluasi

perkembangan usaha, evaluasi kegiatan dan laporan pertanggungjawaban. Penjelasannya sebagai


berikut:
1. Tahap persiapan dan survey
Tahap persiapan dan survey pasar diawali dengan melihat kondisi perumahan serta
bertanya tentang kesukan mereka terhadap tanaman.. Mengingat saat ini maasyrakat perkotaan
khususnya masyarakat ibu kota memiliki lahan yang terbatas, maka kami dapat mempromosikan
produk kami yang cocok untuk mereka dengan unggulan utama adalah tanaman minimalis, yaitu
Kota Tua DKI jakarta melalui miniature serta mengamati target yang akan menjadi sasaran
penjualan.
2. Pengadaan alat dan bahan
Pada tahap ini pembelian alat penunjang serta bahan dilakukan. Pemilihan kualitas alat
maupun bahan demi kualitas produk merupakan hal yang sangat penting.
3. Pembuatan produk
Pembuatan produk dilakukan dengan memperhatikan kualitas barang sehingga pembeli
tidak akan kecewa dengan barang yang akan dibeli.
4. Tahap Promosi
Publikasi dan menyebar luaskan info mengenai produk hydroponik yaitu dengan
melakukan promosi kepada masyarakat. Selain itu, mempromosikan melalui pembuatan dan
penyebaran brosur, pamflet, pengumuman, info pada blog-blog, facebook atau twitter agar semua
kalangan tau tentang produk ini.
5.

Tahap penjualan produk

Pada tahap ini dilakukan dengan direnc selling yaitu konsumen lainnya dapat membeli
produk yang kami tawarkan di stand-stand yang tersedia. Selain itu, dipergunakan juga
mekanisme pemesanan. Diawali dengan memberikan contoh produk yang kami jual, melalui
tahap promosi yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian barang akan dibuat setelah konsumen
melakukan pemasaran.

6.

Tahap Evaluasi perkembangan usaha

Pada tahap ini dilakukan penghitungan pengeluaran dan pemasukan dari produksi
miniatur. Pada tahap ini pula kami menganalisis apakah stategi pemasaran sudah mengahsilkan

untuk maksimal atau belum. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap modal yang ada,
evaluasi terhadap jaringan dan mitra kerja.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1

Anggaran Biaya

Table 4.1.1 Biaya Produk


Kuantitas
Produk

No Jenis Pengeluaran
1

Rockwool

Benih

Sumbu

Botol Aqua Bekas

Harga per
Satuan

Biaya (Rp)

15 pack

25000

375000

30 bungkus

15000

450000

10 meter

5000

50000

3kg

5000

15000

Jumlah

890000

Tabel 4.1.2 Biaya Perjalanan


Keterangan
Perjalanan ke tempat toko
pertanin

Justifikasi
Pemakain

Kuantitas

Harga Satuan
(Rp)

Keterangan

Jakarta-Bogor

16000

80.000

SUBTOTAL (Rp)

80.000

Tabel 4.1.3 Biaya Promosi


Keterangan
Promosi

SUBTOTAL (Rp)

1.

Permodalan.

Justifikasi
Pemakain

Kuantitas

Harga Satuan
(Rp)

Keterangan

Pembuatan
Pamflet

12.500

50.000
50.000

Dalam usaha produksi dan pemasaran hydroponik botol yang yang dilakukan, membutuhkan
dana atau modal sebesar Rp890.000 + Rp80.000+Rp50.000
Sehingga jumlah keseluruhan Rp1.020.000,00
2.

Analisa finansial.

Analisa produksi dan pemasaran hydroponik botol adalah sebagai berikut :


a.

Pengeluaran.

Bahan Produk

= Rp890.000

Biaya ransportasi

= Rp80.000

Biaya Pemasaran

JUMLAH

= Rp50.000
= Rp.1.020.000

Dengan Estimasi membuat 30 hydroponik Botol


b.

Penerimaan.

= produksi minimum 30 hydroponik botol x harga per kg.


Panen = 30 x Rp70.000 = Rp 2.100.000

c.

Keuntungan

= jumlah penerimaan jumlah pengeluaran


= Rp 2.100.000 Rp 1.020.000
= Rp 1.080.000

d.

R/C Ratio

= Jumlah penerimaan
Jumlah pengeluaran
= Rp 2.100.000
Rp 1.020.000
= 2,06

4.2 Jadwal Kegiatan


Tabel 4.2.1

No Kegiatan

Waktu
Bulan1

Bulan 2

Bulan 3

Bulan 4

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3
1

Persiapan dan survey


pasar

Pengadaan alat dan


bahan

Pembuatan Produk

Promosi

Penjualan produk

Evaluasi
perkembangan usaha

Evaluasi kegiatan

BAB V
PENUTUP

A.

KESIMPULAN
Dari semua bab yang telah dibahas, dapat dsimpulkan bahwa yang diharapkan
dalam kegiatan usaha budidaya tanaman hydroponik botol maka pelaksanaanya harus
sesuai dengan teknik budidaya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan usaha ini dapat meningkatkan ketrampilan
dalam berbudidaya dan menumbuhkan jiwa-jiwa kewirausahaan yang akan berguna di
masa depan.